Fadlyrahman’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

DIBAWAH BAYANG-BAYANG IMIGRAN GELAP

DIBAWAH BAYANG-BAYANG IMIGRAN GELAP

Jayadi dan Dewi memutuskan untuk pulang ke Indonesia segera hari ini. Baru dua hari mereka di singapura. Dewi disarankan untuk tidak keluar dari Grand Park City Hotel tempat Ia menginap. Sedangkan Jayadi yang menginap di Ibis Hotel yang tidak begitu jauh dari hotel Dewi menginap. Jam 12 siang waktu singapura, Jayadi kembali dari urusan kantornya dan menyelesaikannya dengan segera. Langsung menuju Grand Park City Hotel. Sebelum kesana, Jayadi menghubungi Dewi terlebih dahulu untuk segera berkemas-kemas. Jayadi kuatir kalau penjahat-penjadi semalam akan kembali datang menyantroni mereka dengan membawa komplotan yang lebih banyak. Taksi yang membawanya berhenti didepan hotel. Jayadi turun menemui Dewi yang sedang menunggu di Lobby Hotel.

”Dewi, kamu sudah siap?” tanya Jayadi menghampiri Dewi yang berdiri dari tempat duduknya saat melihat kedatangan Jayadi.

”Sudah bang! Aku sudah siap!” jawabnya dengan wajah yang terlihat kuatir

”Sudah kamu kembalikan kunci kamarmu?” tanyanya lagi

”Sudah semuanya, Aku sudah siap berangkat”

”Oke, ayo kita berangkat!” Jayadi menarik tangan Dewi untuk mengikutinya. Dia masih kuatir apabila perampok tadi malam masih mengikuti mereka. Ternyata benar dugaan Jayadi, saat mereka keluar dari Hotel, terlihat segerombolan orang berada di sekitar hotel. Mereka berada dibeberapa sudut. Diantaranya ada dua orang yang semalam Jayadi hajar. Terlihat darah yang sudah mengering di bibir dan wajah mereka. Jayadi menarik tangan Dewi dan kembali masuk ke dalam hotel.

”Gimana nih! Aku takut sekali bang!”Kecemasan kembali terlihat di wajah Dewi.

”Tenang wi, pasti ada jalan keluarnya” Jayadi berusaha menenangnya dewi. Kemudian dia pun mendekat ke Doorman.

”Can you help us, please?” tanya Jayadi

”yes sir!, can I help you?” jawab Doorman dengan ramah.

“Can you get taxi for us? And please, open it door” Jayadi meminta doorman untuk mencari taksi dan menyuruhnya untuk membukakan pintu taksi, tidak lupa Jayadi memberikan tips S$10. Saat taksi terparkir di depan hotel dan pintu taksi terbuka, secepatnya mereka berlari  dan masuk kedalam taksi. Gerombolan penjahat yang memantau, terkejut buruannya beraksi. Dengan sigap mereka mengejar ke arah taksi.

”Go…go…go…Harry Up!” Teriak Jayadi dan Dewi bersamaan. Belum hilang keterkejutannya,  supir taksi menancapkan gasnya. Pengejar hanya bisa sumpah sarapah.

======================

Supir taksi dari etnis India itu bercerita  kalau Jayadi dan Dewi adalah turis kedua yang dirampok, beberapa bulan lalu Ia membawa turis dari Hongkong juga mengalami hal sama. ”Tidak semuanya orang Singapura sejahtera. Apalagi banyak pendatang dari Cina daratan dan Philipina yang mencari kerja disini tapi kebanyakan tidak mendapat perkerjaan akhirnya mereka menjadi Perampok” ceritanya dalam bahasa melayu setelah mengetahui kalau kami dari Indonesia. ”Kebanyakan orang Indonesia sebagai pembantu disini. Saya dengar di Malaysia, orang Indonesia ada yang jadi Perampok”.

Taksi meluncur dengan kecepatan sedang menuju Bandara Internasional Changi. Panjang supir taksi itu bercerita tentang Singapura.

”Brakkkk…….” tiba-tiba sudah ada dua mobil yang menyerempet taksi disisi kiri dan kanan. Ternyata gerombolan perampok mengejar taksi mereka. Kejar-kejaran berlangsung dijalan tol. Dua mobil polisi mulai bergabung dengan mereka. Melihat polisi ikut campur, dua mobil gerombolan menancapkan gasnya dan melarikan diri. Mobil polisi mengejar mobil gerombolan. Taksi mulai menormalkan jalannya dan tidak lama kemudian sampai di suatu tempat, sepertinya bukan bandara Changi.

”Sir, sebaiknya awak berdua menyebrang kemalaysia lewat perbatasan ini” Supir taksi menyarankan segera menyebrang ke Johor Bharu, Malaysia.

”Lalu naik kendaraan apa ke sana?” tanya Jayadi

”Awak bisa naik bis atau kapal penyebrangan, tak perlu kuatir ada banyak kendaraan” Supir taksi menyarankan jangan lewat bandara Changi, masih ada kekuatiran apabila penjahat-penjahat itu lolos, mereka tetap mengejar sampai ke Changi.

Apa boleh buat, saran supir taksi mereka ikuti. Proses di imigrasi Singapura  agak sedikit rumit tapi berjalan lancar. Satu masalah yang belum mereka pikirkan, menggunakan apa menyebrang ke Malaysia walaupun sudah ada Jembatan penyebrangan tapi nggak mungkin mereka berjalan kaki kesana. Memang banyak bis disini tapi semuanya bis pariwisata untuk turis kalau naik kapal penyebrangan butuh waktu lagi. Mau tidak mau mereka harus menumpang di bis pariwisata.

”Pak cik! Bus ini mau kemana?” tanya Jayadi kepada Supir Bus yang sedang menunggu.

”Ke kuala Lumpur! Ini Bus Turis bukan Bus penumpang!” belum Jayadi bertanya supir bus itu sudah menjawabnya seperti mengetahui apa yang akan ditanyakannya.

”Boleh kah kami ikut serta? Hanya sampai imgirasi Johor Bahru saja.

”Tunggu sesaat, saya tanyakan dahulu ke Turis Guide?” Supir Melayu itu kemudian berjalan ke arah Turist Guide yang sedang menunggu turis-turis bule yang sedang melewati pemeriksaan Imigrasi. Beberapa sat kemudian datang menemui Jayadi dan Dewi.

”Boleh tapi hanya sampai imigrasi Tanjung Kupang”

”Tidak apa-apa, terima kasih banyak” jawab Jayadi  dan Dewi bersamaan. Mereka pun menyalami supir bis itu dan pak Zul nama supir bis itu menyuruh mereka masuk dan duduk di dekat supir saja. Satu persatu turis bule masuk kedalam bis. Banyak diantara mereka yang melihat ke arah mereka berdua. Bis mulai berjalan menuju Malaysia, masih ada turis bule yang mempertanyakan keberadaan Jayadi dan Dewi. Bule-bule mengkhawatirkan kalau ada teroris didalam bis mereka. Akhirnya pak Zul dan Tourist Guide memutuskan, menurunkan Jayadi dan Dewi di ujung jalan jembatan. Mereka beruntungnya karena mereka turun sudah berada di tanah Malaya dan hanya berjalan kaki beberapa meter saja untuk sampai dikantor imigrasi Malaysia Tanjung Kupang Johor Bahru.

========================

Tidak begitu banyak kesulitan saat pemeriksaan di Imigrasi Tanjung Kupang. Mereka berdua tidak perlu tergesa-gesa tidak begitu banyak orang yang antri untuk masuk ke Malaysia. Tujuan selanjutnya mereka berencana ke kuala lumpur. Kesulitan kendaraan kembali melanda. Mereka harus segera  ke Bandara International kuala lumpur. Teman-teman dewi sudah dihubungi disana. Dewi sudah menceritakan kejadian yang menimpa dirinya dan Jayadi kepada teman-temannya melalu telepon selulernya. Teman-teman Dewi sangat mengkhawatikan keadaan ini. Tidak ada bis antar kota disini atau kereta api. Ada taksi, tapi mereka tidak mempunyai uang cukup untuk sampai ke Kuala lumpur. Ada jalan lain yang mau tidak mau harus mereka lakukan. Mereka akan mencoba menumpang truk yang baru selesai mengirimkan barang ke Singapore.

”Pak cik, boleh kami menumpang truk ini?” Jayadi mencoba merayu salah seorang sopir truk yang sedang beristirahat di bawah pohon yang sekali-sekali menghisap rokoknya.

”Hendak kemana?” sopir truk bertanya balik

”Mau ke Kuala Lumpur!” jawab Jayadi sambil duduk disebelahnya.

”Boleh saja menumpang tapi truk ini tak sampai ke Kuala Lumpur!” jawabnya menjelaskan

”Hanya sampai Sungai Buleh, Selangor!, dari sana bisa melanjutkan dengan bis ke Kuala Lumpur” jelasnya lagi.

”Tidak masalah, terima kasih sekali sudah boleh menumpang” kata Jayadi

Tidak begitu lama mereka duduk-duduk dibawah pohon rindang di komplek imigrasi Tanjung Kupang. Tidak beberapa lama assisten supir atau kernet truk yang ditunggu sudah kembali dari Toilet yang kalau di Malaysia toilet dinamakan Tandas. Jayadi dan Dewi menumpang diatas bak terbuka truk. Tidak ada tempat yang cukup untuk mereka berdua di depan dekat supir yang hanya cukup untuk tiga orang saja. Perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan juga membosankan, tidak ada yang bisa dilihat sekeliling. Mereka hanya bisa merasakan matahari dengan sinarnya yang menyengat dan melihat langit dengan awan berbaris yang terbawa arahnya angin.

==================

”Bangkit, pak! Kita sudah tiba!” tiba-tiba ada yang mengguncang-guncangkan tubuh Jayadi. Telah berdiri kenek truk telah berada didepannya berdiri tersenyum memperhatikan Jayadi yang belum terlalu sadar dari tidurnya.

”Ada dimana kita sekarang?” tanya Jayadi sambil memperbaiki duduknya

”Dewi….bangun, kita sudah sampai!” Jaadi membangunkan Dewi yang masih tertidur dipinggir badan bak truk. Dewi terbangun dan agak terkejut melihat Jayadi dan Kenek truk yang sedang memperhatikannya.

”Kita sudah tiba di Sungai Buleh, kita rehat (istirahat) sekejap dipemberhentian.” Lalu mereka turun dari truk dan mengeluarkan tas bawaan mereka. Rasanya kurang cocok mereka membawa koper menumpang dengan truk. Karena dalam keadaan terpaksa, merekapun harus melakukannya.

”Awak berdua bisa lanjutkan perjalanan ke Kuala Lumpur dengan Bis, disini banyak bis. Biasanya mereka rehat disini!” Supir truk memberi petunjuk kepada Jayadi dan Dewi, apa yang harus melakukan untuk sampai ke Kuala Lumpur. Jayadi dan Dewi berterima kasih atas tumpangannya. Dia baru mengetahui kalau nama supir tersebut bernama Rasyid asli orang Malaysia dan keneknya bernama Edi yang berasal dari Indonesia.

Tanpa disadari Jayadi dan Dewi, ada polisi patroli Malaysia yang memperhatikan gerak-gerik mereka. Beberapa saat kemudian, sudah datang satu mobil sedan polisi lagi bergabung dengan polisi yang tadi mengawasi gerak gerik mereka.

”wi, barang-barang kita bawa terlalu menyulitkan kita bergerak” Jayadi mulai menggerutu

”jadi bagaimana, didalam koperku banyak perlengkapan-perlengkapan penting yang tidak mungkin ku buang” ujar Dewi. Lalu Jayadi membuka kopernya dan memasukkan sepotong pakaian kedalam tas ranselnya.

”Wi, barang-barang yang lain kita tinggal saja”

”ahhh…aku nggak mau ah!

”cobalah mengerti sedikit, kita masih harus ke Kuala lumpur. repot membawa barangmu yang banyak ini” mereka berdua memperhatikan koper yang ditangan Dewi yang memang lebih besar dari koper Jayadi.

”oke, kalau itu maumu” ujar Dewi kesal

”begitu dong sayang”

Lalu Dewi mengambil barang-barang yang mau dibawanya. Banyak juga yang mau dibawanya sehingga memerlukan koper Jayadi yang kecil. ”Lebih baik membawa koper kecilku ini, ketimbang koper besar milik Dewi” pikir Jayadi. Kemudian Jayadi menitipkan koper besar milik Dewi yang didalamnya terdapat pelengkapan miliknya dan Dewi yang mereka tinggalkan ke sebuah kedai makan disekitar situ. Lalu mereka pergi meninggalkan tempat itu dan menjauh. Sementara polisi-polisi yang dari tadi mengawasi mereka mulai bergerak menuju kedai makan tersebut. Sampai disana mereka bertanya-tanya tentang koper itu. Lalu tiga polisi pun mulai berlari kearah Jaadi dan Dewi dan yang satu menjaga koper.

”Stop, Polis!” Teriak polisi. Teriakan polisi-polisi itu mengagerkan orang-orang sekitarnya, juga Jayadi dan Dewi. Melihat Polisi-polisi menuju kearah mereka sambil mencoba mengambil pistol yang ada disamping pinggang membuat Jayadi kuatir.

”Lari…..lari” Jayadi menarik tangan Dewi yang menarik kopernya dengan susah payah.

”Kalau mau selamat, lepaskan kopermu!” teriak Jayadi, Dewi langsung melepaskan kopernya. Mereka berlari sekencang-kencangnya. Tidak tahu arah tujuan. Mereka berlari melewati hutan-hutan pohon karet yang dikelilingi banyak belukar. Tidak terlihat ada jalan setapak. Mereka melewati sungai kecil. Mereka terus berlari dan tiba-tiba.

”berhenti…..!” teriakan seorang pria berdiri hanya berjarak 10 meter dihadapan Jayadi dan Dewi. Sambil berkacak pinggang dan tangan kanannya memegang sebuah parang. Satu persatu beberapa pria muncul dibalik semak belukar.

”Siapa kalian berdua?”tanyanya kepada Jayadi dan Dewi. Dari logat bicaranya, sepertinya dia bukan orang asli Malaysia dan mungkin dia adalah pemimpin pria-pria itu.

”Kami orang Indonesia! Kami turis!” Jawab Jayadi sambil memegang tangan Dewi yang bersembunyi dibalik pundaknya.

”Tunjukkan pasport kalian!” Pria yang memegang parang mulai mendekat. Dengan penasaran mulai memenuhi hasrat keinginantahuannya terhadap tamunya yang tidak diundang. Jayadi merogoh tasnya dan mengeluarkan pasportnya dan menunjukkan kepada pria tersebut.

”Ha…ha…ha, mereka saudara kita!” teriaknya sambil mengacung parangnya dan menunjukkan pasport jayadi kepada pria-pria yang lain.

”Selamat datang saudaraku….dikampung kami yang baru” satu persatu menyalami Jayadi dan Dewi.

”Ayo….mari ke gubuk kami” Pria-pria itu mengajak Jayadi dan Dewi. Dan ada perasaan lega dihati mereka setelah mengetahui bahwa pria-pria tersebut berasal dari Indonesia.

===================

Mereka berkumpul mengeliligi perapian. Ternyata cukup banyak juga orang-orang di hutan ini. Ada juga wanita dan juga anak-anak. Jayadi dan Dewi tidak menyangka ternyata didalam hutan ini ada suatu komunitas imigran dari Indonesia. Perkampungan yang mereka buat seperti perkampungan suku anak dalam di perdalaman Jambi. Rumah-rumah panggung sederhana yang hanya diikat dengan tali pisang dan beringin cukup kokoh bertahan.

Cukup lama mereka mengobrol tadi malam. Masing-masing orang bercerita tentang kampung kelahirannya. Mengenang masa kecil yang indah bersama teman-teman sepermainan. Kenangan yang terasa indah dikenang. Masa kecil memang sangat membahagiakan tapi setelah mereka dewasa, ada yang harus mereka wajib memikirkan. Ya! Mereka harus mencari penghidupan yang layak dan penghasilan yang cukup untuk diri mereka dan orang-orang yang mereka cintai. Mereka ke Malaysia dengan nasib yang sama, tidak punya pekerjaan. Mereka bekerja apa saja disini tapi sayang mereka datang dengan cara tidak syah. Setiap saat lari kehutan untuk menghindari penertiban polis diraja dan rela, sukarelawan warga Malaysia yang selalu melakukan razia. Sehingga mereka membuat perkampungan sendiri serta tempat persembunyian.

”Bangun…bangun, ada razia!” teriakan orang-orang diluar sangat kerasnya sehingga orang-orang yang tertidur lelap. Jayadi yang tertidur karena kelelahan terbangun, dilihatnya Dewi sudah bangun duluan dan melompat keluar rumah panggung. Pemilik gubuk juga sudah tidak ada  didalam gubuknya.

”Ayo bang!” Dewi berteriak sambil mengambil tasnya yang terjatuh. Jayadi melompat keluar dan mereka berlari kearah orang-orang berlari. Dikejauhan terdengar gonggongan anjing dan suara pluit peringatan. Terlihat juga dari kejauahan lampu-lampu senter bergerak kesana kemari menerangi kegelapan malam yang menandakan bahwa bahaya datang mendekati para imigran.

Naas bagi mereka semua, ternyata hutan sudah dijaga dengan ketat. Sekeliling hutan sudah terkepung diberbagai penjuru. Kali ini mereka tidak bisa lolos. Satu persatu tertangkap. Rotan dan pentungan melayang ditubuh mereka. Wanita-wanita berteriak-teriak menangis histeris dan anak-anak menangis ketakutan. Jayadi dan Dewi pun mengalami nasib yang sama. Mereka berdua yang semula orang yang mempunyai pekerjaan terhormat, kali ini nasib mereka sama dengan para imigran-imigran Indonesia yang lain. Mereka dipentungi dan disakiti sebagai pendatang haram. Perjalanan mereka berakhir bersama saudara-saudara sebangsanya.

Jakarta , Juni 2009

Juli 16, 2009 Ditulis oleh fadlyrahman | CERPEN | | No Comments Yet

BERTEMU PRESIDEN

BERTEMU PRESIDEN

Seingatku waktu duduk dikelas 5 SD negeri 15 Langsa Aceh timur. Ada peristiwa bersejarah untuk kota kecil ini. Pemimpin bangsa Indonesia presiden Soeharto datang ke kota langsa yang bertujuan untuk meresmikan pembangkit listrik tenaga nukir (PLTN). Aku yang masih duduk disekolah dasar tentu saja senang apalagi yang datang bukan orang sembarangan. Presiden yang selalu muncul di pelajaran sejarah dan gambarnya tergantung di dinding kelas. SD tempat ku belajar tidak mempunyai acara khusus menyambut kedatangan presiden, saat itu aku nggak mengetahui alasannnya tapi sekarang aku mengerti bahwa presiden tidak melewati jalan didepan sekolah mereka.

Dengan tekad yang bulat, akupun berencana untuk melihat kedatangan beliau dan ingin melihatnya secara langsung. Apalagi kota ku ini kota kecil jarang ada orang-orang besar dant terkenal yang mau datang kemari. Aku lupa hari itu hari apa, yang jelas saat itu sekolahku memang libur. Jarak rumahku ke kota cukup jauh. Kebetulan kantor PLN yang berada di kota dekat kantor pos. Aku pun diantar sampai ke depan PLN oleh tetanggaku yang sehari-harinya ditugasi untuk mengantarku kesekolah. Sampai disana, tidak ada terlihat tanda-tanda penyambutan presiden seperti yang kulihat di TVRI setiap hari. Aku pun bertanya dengan seorang bapak, dan aku disarankan ke Stadion sepak bola yang berada dipinggir kota Langsa. Kuatir terlewat peristiwa penting ini, aku pun memutuskan berjalan kaki apabila tiba-tiba presiden lewat tapi aku berada didalam angkutan kota.

Perjalanan dimulai dengan berharap memang ada presiden lewat tapi nggak ada tanda-tanda akan terjadi dan akhirnya aku sampai juga distadion sepakbola Langsa. Disekitar stadion sudah banyak tentara dan polisi berjaga-jaga, ada juga banyak masyarakat yang antusias menambut presiden mereka dan juga anak-anak sekolah dari SD, SMP dan SMA yang telah berbaris rapi sambil sekali-sekali mengibarkan bendera kecil yang ada ditangan mereka.

Setelah cukup lama menunggu, tedengar suara helikopter di angkasa. Helikopter rombongan presiden Soeharto telah tiba. Peristiwa penting untuk melihat presiden pun akan aku alami. Beberapa saat kemudian, keluar iringan-ringan kendaraan mobil presiden. Sorai-sorai gembira menyambut kedatangan pemimpinnya. Ternyata rombongan melaju dengan cukup kencang tidak memperdulikan sambutan rakyat yang sudah lama ingin menatap langsung presidennya. Tiada kaca mobil yang terbuka, untuk melihat sedikit senyuman sang presiden.

Kira-kira 19 tahun kemudian, peristiwa bersejarah kesempatan bertemu presiden kembali didapat. Kali ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Saat peritiwa tiu terjadi, aku sudah bekerja di PT. Panasonic Gobel Indonesia (PT. PGI) sebagai Sales representatif (Salesman). Kedatangan Presiden untuk memperingati hari buruh yang dikenal dengan nama May Day yang jatuh tanggal 1 Mei. Buruh-buruh yang tergabung diberbagai serikat buruh saat itu datang ke depan istana negara untuk berunjuk rasa tapi presiden dengan keiklhasan hatinya bergambung dengan buruh-buruh panasonic gobel group di Gandaria tepatnya di komplek PT. Panasonic Manufacture Indonesia (PT. PMI) yang diprakarsai oleh Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPMI) pimpinan unit kerja Panasonic Gobel pada hari jum’at tanggal 1 mei 2009. Sebelum hari H nya di malam hari, ada pemberitahuan lewat pesan singkat Handphone bahwa semua salesman dan kepala penjualan cabang Great Jakarta MUP wajib datang ke Gandaria untuk menyambut Presiden dengan memakai baju batik tanpa kecuali.

Ada perasaan bangga menggelayut dalam diri Salesman bahwa mereka akan bertemu Presiden secara langsung dan sebagai pekerja dihargai dalam menyambut hari buruh. Peraturan memakai baju batik dari Senin ~ Kamis, yang kebetulan baju yang disediakan untuk peraturan itu hanya cukup untuk 4 hari saja. Mau tidak mau, baju batik harus dicuci malamnya dan dikeringkan pada malam itu juga.

Keesokan harinya, semua salesman dan kepala penjualan datang lengkap. Disana sudah banyak berkumpul karyawan-karyawan PT. PMI yang sebenarnya libur dihari buruh. Sebenarnya peringatan hari buruh untuk seluruh karyawan panasonic gobel group di laksanakan hari sabtu besoknya. Mereka juga di sarankan untuk datang pada hari itu. Beberapa saat kemudian, mereka sudah berbaris rapi disekitar jalan menuju tempat pertemuan di Aula Yayasan Matshushita Gobel (YMG). Salesman dan Kepala penjualan yang berkumpul didekat kantor SPMI puk Panasonic Gobel diperintahkan untuk berkumpul di aula YMG. Ternyata salah infomasi, salesman dan kepala penjualan berkumpul di depan seberang  Aula YMG atau aula tehnik yang biasa dipergunakan untuk kegiatan praktek tehnik electronik. Berdiri bersejajar dengan karyawan yang lain dan diberikan bendera untuk dikibarkan saat presiden dan para pejabat lainnya datang.

Bermula dari kedatangan Gubernur DKI Jakarta Fauzie Bowo dan Pangdam Jaya, setelah cukup lama menunggu, akhirnya Presiden SBY dan rombongan datang jua. Diiringi mobil patroli dan motor gede polisi dan pengawal presiden. Presiden melewati karyawan Panasonic Gobel Group yang sedang melambaikan bendera. Tapi kali ini kesampaian juga hasrat melihat Presiden RI secara langsung walau hanya lewat lambaian tangan dan senyuman dibalik mobil kepresiden yang melaju menuju Aula YMG.

Jakarta, 10 Mei 2009

Fadly Rahman

Mei 11, 2009 Ditulis oleh fadlyrahman | Surat Pembaca dan Artikel | | No Comments Yet

RAPAT ANGGOTA TAHUNAN KOPERASI KARYAWAN KELOMPOK GOBEL

RAPAT ANGGOTA TAHUNAN KOPERASI KARYAWAN KELOMPOK GOBEL

Dengan tema semangat kebersamaan memperkuat pengembangan usaha koperasi, rapat anggota tahunan (RAT) tahun buku 2008 koperasi karyawan (Kopkar) kelompok Gobel yang dilaksanakan pada tanggal 25 April 2009 di Auditorium Yayasan Matsushita Gobel (YMG). Dengan dihadiri anggota Kopkar sebanyak 89 orang dari 109 anggota yang diundang, RAT dimulai dengan pembacaan 7 prinsip perusahaan. Kemudian dilanjutkan dengan pidato sambutan ketua Kopkar bapak H. Djoko Sulomo. RAT Kopkar kelompok Gobel dibuka secara resmi oleh ketua Dekopinda Jakarta Timur Letkol ADM H. A Fhatoni SE.MM yang sebelum memukul gong pembukaan RAT menceritakan pengalaman dan keberhasilannya memajukan koperasi dan memberikan beberapa nasehat dan saran untuk perkembangan Kopkar kelompok Gobel dimasa yang akan datang.
Kemudian Rapat dilanjutkan dengan memilih pimpinan sidang pleno dan yang terpilih sebagai ketua sidang adalah pak Arifin Tanjung dan Pupun sebagai sekretaris. Setelah pengesahan tata tertib Sidang dibacakan, rapat dilanjutkan dengan laporan pertanggung jawaban pengurus Kopkar tahun buku 2008. Laporan pertanggung jawaban ini diisi dengan Laporan bidang keuangan yang disampaikan oleh Bapak H. Marsiton Achmad. Laporan keuangan ini diterima dengan baik oleh anggota yang hadir tanpa ada banyak pertanyaan. Acara ini ditutup dengan laporan pertanggung jawaban pengawas Koperasi oleh Ibu Dra. Hj. Herni Nawir.
Ada beberapa hal yang disorot dalam RAT kali ini, diantaranya adalah Regenerasi pengurus Kopkar kelompok Gobel, perampingan pengurus baru Kopkar yang akan datang dan penurunan jumlah anggota Kopkar yang di tahun 2007 berjumlah 5.454 menjadi 3.733 ditahun 2008. Untuk meningkatkan kinerja Kopkar, saran-saran tidak hanya datang dari pak Fhatoni, datang juga dari bapak Heru Santosa yang memberikan pembekalan manajemen. Pengarahan juga diberikan oleh bapak Drs. H. Thamrin Mosii sebagai anggota dewa pembina dan penasehat Kopkar. Nasehat-nasehat yang diberikan ketiga tokoh ini hampir sama yakni Kopkar harus lebih berani berinovasi dalam mengembangkan bisnisnya, tidak hanya ”menunggu bola” menunggu para karyawan berbelanja dan menambungkan dananya di Kopkar tapi harus ”menjemput Bola” dengan mencari peluang bisnis baru baik itu didalam lingkungan perusahaan Kelompok Gobel maupun diluar lingkungan. Usulan-usulan tersebut menjadi bahasan di sidang komisi-komisi dan dituangkan dalam laporan hasil sidang dimasing-masing komisi.
Pelantikan pengurus baru periode tahun 2009 ~ 2012 diumumkan setelah diadakan sidang formatur pemilihan anggota pengurus dan pengawas koperasi. Tidak banyak berubah dari hasil sidang ini. Pengurus lama dipertahankan dan anggota pengawas koperasi bertambah 4 orang sehingga hal yang disorot dan berkembang mengenai perampingan dan kaderisasi pengurus belum bisa dilaksanakan pada periode ini.

Fadly Rahman
PT, PGI
Jakarta, 26 April 2009

Mei 6, 2009 Ditulis oleh fadlyrahman | Surat Pembaca dan Artikel | | No Comments Yet

PEMILU YANG ANEH!?

PEMILU YANG ANEH!?

Pemilihan umum (Pemilu) yang dilaksanakan tanggal 9 April 2009 telah berlalu. Pemilu kali ini memenangkan Partai Demokrat dengan perolehan suara tertinggi mengalahkan partai Golkar yang merupakan Pemenang Pemilu 2004. Pemilihan kali ini banyak kekurangannya bahkan mantan ketua MK Jimly Asshiddiqie menyatakan Pemilu 2009 merupakan Pemilu terburuk sepanjang sejarah Pemilu di Indonesia. Jimly merasa prihatin dengan permasalahan daftar pemilih tetap (DPT) dan dia mengharapkan DPT segera diperbaiki untuk pemilihan Presiden yang akan dilaksanakan bulan Juli nanti.

Apa yang dikatakan Jimly memang terjadi lapangan. Banyak pemilih yang tidak terdaftar di TPS yang mereka telah bertempat tinggal lama dilingkungan tersebut. Ada juga yang tidak bisa mencontreng disebabkan namanya tidak ada sama sekali terdaftar. Lebih aneh lagi, ada orang yang sudah meninggal terdaftar sebagai pemilih. Ada juga warga yang mengaku terdaftar dalam pemilihan sementara (DPS) tapi nama mereka tidak terdaftar dalam DPT.

Masalah tidak terdaftar sebagai pemilih ditempat tinggalnya yang baru, tidak hanya terjadi pada masyarakat kebanyakan saja, ternyata terjadi juga pada seorang penjabat tinggi didaerah. Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Bibit Waluyo tidak terdaftar sebagai pemilih di TPS tempat tinggalnya sekarang tapi ada di TPS di tempat tinggalnya yang lama.

Ada masalah lainnya yakni tidak adanya TPS khusus atau TPS keliling yang biasanya digunakan di setiap rumah sakit. Biasanya TPS ini digunakan untuk menampung suara-suara bagi pekerja-pekerja rumah sakit, pasien dan keluarga pasien yang tidak sempat memilih di TPS yang nama mereka terdaftar.

Kasus menarik lainnya berupa terlambatnya surat-surat suara di beberapa tempat seperti yang terjadi di wamena Papua. Pemilih yang sudah menunggu dari pagi akhirnya pulang. Begitu juga kasus lainnya, salah kirimnya surat suara ke Tangerang Banten, surat suara yang diterima adalah surat suara diperuntukkan pemilih di Kalimantan Barat. Salah kirim juga terjadi di JaTeng, surat suara untuk Sumatera Utara (Sumut) dikirim ke Banyumas dan terlanjur di Contreng, Panda Nababan Caleg PDIP Sumut 1 mendapatkan suara terbanyak.

Dengan masalah tersebut, diperkirakan angka golongan putih (Golput) sangat tinggi tahun ini. Perkiraan beberapa pengamat sekitar 30% ~ 40% yang merupakan persentase yang mencengangkan. Berbagai pertanyaan akan timbul. Siapakah yang akan menanggung dosa, karena banyak pemilih yang tidak bisa memilih (antusias akan memilih) khususnya tidak bisa memilih disebabkan DPT yang berantakan? Seperti di tetapkan MUI bahwa ”Golput adalah Haram”. Munafikkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan iklan yang digembor-gemborkan bahwa ”Satu suara adalah berharga”?. Kalau masalah DPT ini tidak diselesaikan saat Pilpres nanti, pantaskan pemerintah saat ini dinyatakan sebagai pemerintah yang berhasil melaksanakan Pemilu?.(FR)

Fadly Rahman

Jakarta, 10 April 2009

Sumber Tulisan dari Berbagai Sumber

April 10, 2009 Ditulis oleh fadlyrahman | Surat Pembaca dan Artikel | | No Comments Yet

PERGERAKAN BURUH DI INDONESIA II

PERGERAKAN BURUH DI INDONESIA II

Gerakan buruh terus berlanjut pasca kemerdekaan Republik Indonesia. Turun naiknya gerakan buruh Indonesia sesuai kondisi politik saat itu. Pada tahun 1965, presiden Soekarno mempunyai ide mendirikan angkatan kelima yang berdiri sendiri dan diluar dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Angkatan kelima ini terdiri dari Buruh dan Tani. ABRI tidak menyetujuinya dikarena Buruh dan Tani akan dipersenjatai. Ide pembentukan Angkatan kelima ini dipengaruhi oleh Partai Komunis Indonesia yang saat itu mempunyai pengaruh kuat di parlemen dan Kabinet.

Dimasa Orde baru, gerakan buruh diidentikkan dengan gerakan kiri sehingga kata Buruh diganti dengan kata Pekerja. Satu-satunya organisasi Buruh yang diakui pemerintah Orde baru adalah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) yang didirikan ditahun 1973. Butuh waktu cukup lama untuk mendirikan organisasi Buruh yang lain. Pada tahun 1990, Serikat Buruh Merdeka Setia Kawan (SBM-SK) tapi Organisasi ini hanya bertahan sebentar setelah itu membubarkan diri karena konflik internal dan tekanan dari Pemerintah. Dua tahun berselang, berdiri sebuah organisasi Buruh lainnya yang dinamakan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) dipimpin Muhktar Pakpahan yang didukung Sabam Sirait dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dan Abdurahman Wahid dari Nadahlatul Ulama (NU). Organisasi ini juga tidak diakui oleh pemerintah. Mukhtar Pakpahan ditangkap dan baru dibebaskan pada tahun 1998 dan SBSI diakui pemerintah ditahun yang sama.

SPSI ditahun 1995 berubah menjadi Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPSI) yang didalamnya terdiri 13 sektor industri dan didaftar sebagai serikat pekerja yang terpisah. Serikat pekerja 13 Sektor industri tetap merupakan bagian dari FSPSI dan pemerintah tidak akan mengakui setiap Serikat pekerja di luar FSPSI.

Jatuhnya pemerintahan Orde baru, mengakibatkan menjamurnya segala macam organisaisi dan LSM dari organisasi politik, kemasyarakatan juga Organisasi Buruh. Menjamurnya pendirian Organisasi buruh sehingga membuat pemerintah pada tanggal 4 agustus tahun 2000 mengesahkan Undang-Undang No. 21 tahun 2000 tentang serikat pekerja/Serikat Buruh. Untuk mendukung dan melindungi para pekerja luar negeri, tahun 2004 berdirilah Serikat Buruh Migran Indonesia yang dideklarasikan di Semarang.

Diakhir tahun 2008, krisis ekonomi yang dialami oleh Amerika Serikat berimbas ke negara-negara dunia lainnya. Pemutusan hubungan kerja (PHK) dialami para buruh didalam negeri maupun diluar negeri termasuk ribuan buruh Migran Indonesia di Malaysia dipulangkan. Ada 300 ribu orang tenaga kerja Indonenesia (TKI) yang ada di Malaysia di PHK. Begitu juga yang dialami ribuan TKI yang bekerja di Hongkong, Korea Selatan dan Taiwan Pekerjaan berat menanti organisasi-organisasi serikat buruh atau pekerja dan pengusaha berserta pemerintah untuk mengatasi masalah ini. Didalam negeri, sejumlah perusahaan juga melakukan PHK terhadap buruh dan karyawannya. Pengangguran akan semakin meningkat dan akan memperbanyak jumlah penduduk miskin di Indonesia.

Jakarta, 26 Maret 2009

  1. Http :/ /id.wkipedia.org/wiki/gerakan_30_september
  2. Media Indonesia, Editorial, Menyelamatkan TKI Korban PHK, Senin, 23 Maret 2009, Hal 1
  3. FSPBUMNbersatu, Sejarah Pergerakan Buruh Indonesia

Maret 27, 2009 Ditulis oleh fadlyrahman | Surat Pembaca dan Artikel | | No Comments Yet

BIKE TO LOVE

BIKE TO LOVE

Sudah dua kali hari sabtu pagi aku bertemu dengan gadis cantik bersepeda yang dibelakangnya bertulisan ”Bike to Work”. Setiap aku menyebrang jalan ke agen koran depan jalan selalu dia berhenti dan memberi tanda untuk aku menyeberang dahulu. Saat pertema bertemu hatiku merasa berbeda. Tapi perasaan itu selalu ku hilangkan jauh-jauh karena ku pikir aku pasti hanya bertemu hari itu saja. Ternyata pagi ini aku bertemu dengannya lagi.

”Pul, temanin aku beli sepeda!”aku mengajak ipul yang sedang bermain gaplek dengan widi dan dedi. Semua menatap kearahku. Sesaat kemudian terdengar tertawa terbahak-bahak dari mereka semua.

”Fuad untuk apa beli sepeda? Kau pergi jalan kaki 1 km aja malas apalagi naik sepeda” tanyua Ipul

”ya.. buat itu, karena aku malas jalan kaki makanya aku mau beli sepeda” jawabku Asal

”oke nanti kami temanin, sekarang kau temanin kami main gaplek” ajak dedi.

Siangnya, kami berempat menuju ke toko Olahraga di sebuah mall dan mengajak bang Iwan seorang ahli sepeda. Bang Iwan yang lebih mengetahui seluk beluk sepeda, mana yang bagus mana yang biasa saja. Nggak tanggung-tanggung yang kubeli. Sepeda dan segala perlengkapannya lengkap dibeli tiada satupun yang tertinggal termasuk tulisan Bike to work. Uang tabungan pun terkuras sudah. Dengan jujur, aku berkata kepada mereka bahwa aku membeli sepeda beserta perlengkapannya untuk mendekati seorang gadis yang setiap sabtu pagi melewati jalan depan rumah. Baru mereka mengerti mengapa seorang Fuad menginginkan sebuah sepeda. Jadi semua ini untuk kepentingan Bike to Love.

=======================

Sabtu, hari ini aku berharap dapat bertemu kembali dengan gadis pujaan hati. Ku tunggu didepan agen koran seberang jalan. Aku sudah persiapkan segalanya. Kejahuan terlihat seorang gadis cantik sedang mengayuhkan sepedanya dengan tenang. Semakin lama semakin jelas, semakin dekat semakin berdegup kencang jantungku. Gadis itu berlalu dihadapanku, sekuat hati ku bulatkan tekad mengikutinya dari belakang dengan berusaha sekuat tenaga menyusulnya.

”Hai…” tegurku

”Hai..” jawabnya terkejut dengan adanya aku berada disebelahnya.

”Suka naik sepeda juga” tanyaku

”iya”jawabnya singkat

”aku fuad” Aku memperkenalkan diri sambil sekali-kali menatapnya

”aku Sarah” jawab gadis itu tetap menatap kedepan

”Sekarang kau mau kemana?” tanyaku lagi

”Stadion senayan” jawabnya singkat lagi

”sama dong” gadis itu melirikku kesamping, terlihat senyum manisnya mengembang. Baru 3 kilometer aku sudah kepayahan. Aku berhenti persis didepan penjual sarapan pagi. Gadis itu pun ikut berhenti.

”Kau kenapa?”tanyanya

”nggak apa-apa’ jawabku

”tadi pagi aku lupa sarapan, aku sarapan dahulu, atau kau mau ikut sarapan denganku? lanjutku dengan alasan

”tidak usah aku sudah makan”

”Kalau begitu, kau duluan saja nanti ku susul”

Setelah Sarah pergi, langsung aku menghubungi sobat-sobatku. Beberapa saat kemudian mereka datang menemuiku dengan menggunakan mobil. Aku pun langsung masuk ke dalam mobil dan terkapar menahan kelelahan. Widi memberiku minuman air mineral dengan tergesa-gesa hampir saja aku tersedak.

”payah kau, hanya segitu saja kemampuanmu” kata Widi dengan ketus sambil memberikan botol minumannya ke Fuad.

”Gimana lagi, aku hanya mampunya segini” jawab Fuad loyo

”sekarang ngapain kita? Tanya dedi.

”Pul, tancap gas ke senayan” perintah Fuad

“oke bos” jawab Ipul yang menyetir. Mereka berempat langsung menuju senayan

Sampai senayan dan masuk ke lingkungan stadion sepak bola, sudah banyak manusia yang berlalu lalang, ada yang berolah raga ada juga yang hanya untuk bersantai.

“Dimana dia ya?” Fuad memandang sekelilingnya tidak ada terlihat Sarah disekeliling

”Kau harus mencarinya, jangan hanya diam saja” kata Widi sambil mengeluarkan sepeda Fuad.

Dengan santai Fuad mengelilingi stadion sepakbola senayan. Melajukan sepedanya dengan santai sambil melihat sekelilingnya. ”Nah itu!”

”Sar….Sarah” panggil Fuad dengan penuh semangat, yang dipanggil menoleh dan tersenyum.

”Hai….sudah sampai disini kau!” kata Sarah

”Iya…kau baru sampai juga” tanya Fuad

”Baru saja, mari kukenalkan dengan teman-temanku” Ajak Sarah. Faud mengikuti Sarah dari belakang. Mereka mendekati sekelompok orang berkumpul yang sedang berbincang-bincang dengan pakain khas mereka dan tidak jauh dari mereka terlihat beberapa sepeda terparkir rapi.

”Halo….” Sapa Sarah ramah

”Halo Sarah” Jawab mereka serempak

”Itu kenalkan Bang Iwan, pemimpin komunitas sepeda ini” Sarah memperkenalkan seorang pria yang sedang mengobrol serius dengan dua orang temannya. Dia tidak menyadari kedatangan Sarah dan Fuad. Merasa namanya diperkenalkan lalu dia menoleh kebelakang.

”Bang Iwan!”Fuad terkejut, ternyata ketua komunitas sepeda ternyata bang Iwan saudara nya Ipul. Kesempatan makin terbuka untuk mendapatkan informasi tentang Sarah.

”Fuad!, ngapain kau disini?” tanya Bang Iwan nggak kalah terkejutnya.

”Bang, Aku mau tanya sesuatu!” Fuad mendekati bang Iwan dan menjauhkannya dari kedua temannya itu.

”Abang kenal dengan Sarah?” Tanya Fuad serius

”Jadi Sarah, cewek yang kau incar itu!?” Jawab Bang Iwan dengan suara keras

”Iya bang!” Jawab Fuad terkejut

”Fuad! Sarah itu pacarku!” Jawab Bang Iwan

”Akhhhhhh!!!”

Jakarta, 15 Maret 2009

Maret 16, 2009 Ditulis oleh fadlyrahman | CERPEN | | No Comments Yet

HAJAT HIDUP BURUH TANAH DELI

HAJAT HIDUP BURUH TANAH DELI

Pada pertengahan abad 19, saat Sultan Deli mengundang pengusaha Belanda Jacob Nienhuys yang berasal dari Batavia. Kesepakatan kedua belah pihak untuk bekerjasama membuka perkebunan Tembakau dan Jacob Nienhuys mendapat hak pakai lahan seluas 2800 hektar selama 99 tahun secara gratis. Saat itu, Tanah Deli adalah negeri yang daun menjadi uang. Perkebunan ini membutuhkan tenaga Buruh yang banyak untuk mengurus segala keperluan perkebunan. Tenaga kerja dari India dan Tiongkok memenuhi lapangan pekerjaan ini. Kesuksesan Jacob Nienhuys mengundang para pengusaha Belanda lainnya untuk membuka perkebunan yang sama. Apalagi saat itu Tembakau merupakan komoditi yang paling bersinar dipasar pertanian Eropa. Kebutuhan Buruh semakin meningkat. Sehingga mereka memutuskan untuk menyalurkan tenaga kerja dari Jawa.

Pengusaha dan Penguasa semakin kaya. Buruh-buruh semakin sengsara. Upah yang didapat tidak sebanding dengan tenaga yang telah dikeluarkan. Bertahun-tahun tenaga mereka dikuras habis dan kesejahteraan dikesampingkan.

Kesengsaraan buruh menggugah para aktifis-aktifis kemanusian. Lewat tulisan-tulisan mereka, membuat pemerintah Hindia Belanda kebakaran jenggot. Tulisan mereka juga mengguncang negeri Belanda dan Eropa. Pada tahun 1860, Eduard Douwes Dekker yang dikenal dengan Multatuli menulis bukunya yang berjudul ”Max Havelaar” yang menceritakan kesengsaraan rakyat Hindia Belanda yang dipaksa bekerja untuk kepentingan pemerintah Belanda tanpa diberikan upah yang layak. Seorang Advokat Belanda Van den Brand, tulisannya yang berjudul ”Millioenen uit Deli” yang menceritakan nasib buruh-buruh perkebunan di Deli.

Kesengsaraan buruh-buruh perkebunan Deli juga menggungah perasaan kemanusian seorang guru yang mengajar anak-anak buruh tersebut di Perkebunan Senembah-Deli. Guru tersebut bernama Tan Malaka. Kenyataan yang dilihat diperkebunan tanah Deli menjadi beban pikirannya. Tan Malaka dengan pikirannya, menjalin hubungan dengan buruh-buruh kereta api, trem dan Perkebunan. Lewat tulisan-tulisannya di surat kabar terbitan Sumatera Tan Malaka memprovokasi para buruh untuk melakukan pemogokan. Tan Malaka berulang kali memimpin pemogokan buruh di Medan, Belawan dan Deli. Aksi mereka berhasil menaikkan upah harian buruh dari 40 sen menjadi 100 sen sehari.

Fadly Rahman

Jakarta, 28 Februari 2009

Sumber Tulisan :

  1. Emil, w Mulia, Berjuta-juta dari Deli, Satu hikayat Kuli kontrak, Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2006
  2. Indonesia Negeri Seribu Raja, Indonesia Book Series, Penerbit Foreseight
  3. Zulhasril Nasir, Tan Malaka dan Gerakan Kiri Minangkabau, Penerbit Ombak, Yogyakarta, 2007

Februari 28, 2009 Ditulis oleh fadlyrahman | Surat Pembaca dan Artikel | | No Comments Yet

PRESIDEN KAMI, PRESIDEN BANGSA INDONESIA!

PRESIDEN KAMI, PRESIDEN BANGSA INDONESIA!

Didalam UUD 1945 tidak ada tertulis seorang presiden harus atau wajib dari kalangan suku tertentu. Persyaratan seorang pemimpin atau presiden RI adalah Warga Negara Indonesia. Setiap suku dan bangsa di Indonesia berhak menjadi Presiden RI. Dimasa Kemerdekaan Republik Indenesia (RI), Presiden I RI, Ir Soekarno terlahir dari Ayah yang bersuku Jawa dan ibu berasal dari Bali. Pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), Presiden RI dijabat oleh Syarifuddin Pariwanegara keturunan campuran Banten dan Minangkabau yang lebih menyukai jabatannya disebut sebagai Ketua PDRI. Pada saat Republik Indonesia dibawah pemerintahan Republik Indonesia Serikat (RIS), presiden RI di jabat oleh Mr. Assat yang berasal dari Minangkabau ini lebih senang dipanggil sebagai Acting presiden. Pada masa jabatannya, Mr. Assat meresmikan Universitas Gajah Mada di Di Yogyakarta.

Presiden berikutnya dimasa orde baru, jabatan Presiden RI di jabat oleh Presiden Soeharto yang memimpin selama 32 tahun Presiden yang terlahir di desa Kemusuk Yogyakarta ini merupakan Presiden terlama yang menjabat sebagai Presiden. Pengganti Presiden Soeharto adalah Presiden BJ. Habibie yang berasal dari Makassar. Habibie hanya bertahan kurang lebih setahun memegang tampuk kekuasaannya sebagai Presiden RI. Penolakan pertanggungjawabannya sebagai Presiden oleh anggota DPR RI saat itu, menyebabkan Habibie tidak mencalonkan dirinya kembali sebagai Presiden RI. Kemudian Ia pun diganti oleh Presiden Abddurahman Wahid yang lebih dikenal dengan Gus Dur. Ulama NU yang berasal dari Jawa Timur ini juga tidak bertahan lama. Gus Dur diganti wakil presiden RI saat itu, Megawati Soekarno Putri yang merupakan putri pertama Presiden RI I Soekarno dari istrinya yang bernama Fatmawati yang berasal dari Bengkulu berdarah Minangkabau. Campuran darah dari berbagai suku bangsa Indonesia ini, memberikan Megawati darah Indonesia.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono adalah Presiden yang menggantikan Presiden Megawati. Presiden yang terpilih secara demokratis ini, dari Suku Jawa yang berasal dari Pacitan Jawa timur.

Kami bangsa Indonesia menyatakan kami bangsa yang demokratis yang mempunyai presiden dari berbagai suku bangsa Indonesia.

Jakarta, 24 Januari 2009

Januari 29, 2009 Ditulis oleh fadlyrahman | Surat Pembaca dan Artikel | | No Comments Yet

CERITA SI MOBIL TUA

CERITA SI MOBIL TUA

Aku si Mobil tua yang terlihat kotor. Sedih Aku melihat kondisi tubuhku yang penuh lumpur. Pak Ali sipemilik mobil tidak memandikanku. Dengan alasan kalau mobil dicuci bersih percuma karena cuaca sedang musim hujan nanti kotor lagi. Aku pun berpikir kenapa harus ada alasan seperti itu. Kenapa manusia boleh mandi 2 kali sehari sedangkan Aku tidak dimandikan saat aku sedang kotor. ”Ini tidak adil” pikirku.

Tiba-tiba pintuku dibuka seseorang, ternyata pak Ali yang masuk kedalam tubuhku. Kemudia Ia menghidupkan mesinku. Suara meraung-maruang terdengar memekakkan telinga. Lalu kaca spion dibuka dan diluruskan ke atas. ”Praak” kaca spion ku patah. ”Dasar Mobil tua” kata pak Ali mencela.

Aku hanya bisa menderukan suara mesinku. Sedih rasanya mendengar perkataan Tuanku itu. Apa boleh buat, aku memang sudah tua.

=======================

Setiap jalan-jalan ke Mall, seperti biasa posisi parkirku selalu diapit kiri dan kanan dengan mobil-mobil kenalan baruku. Mereka masih muda-muda dan bersih. Terkadang aku merasa tidak percaya diri. Apalagi mereka banyak berasal dari luar negeri alias import. Apabila berkomunikasi diantara mereka selalu menggunakan bahasa asing yang tidak terlalu aku mengerti. Iya! Mereka menggunakan bahasa Inggris yang sudah menjadi bahasa internasional. Maklumlan aku kan mobil buatan indonesia. Aku pikir sama saja mereka dengan manusia. Aku selalu mendengar anak tuanku selalu menggunakan bahasa Indonesia dicampur bahasa Inggris. Sepertinya mereka lebih bangga menggunakan bahasa Inggris daripada bahasa Indonesia. Padahal mereka itu lahir di Indonesia, Besar di Indonesia, Sekolah di Indonesia. Selalu saja berbicara dengan menggunakan istilah-istilah bahasa Inggris walaupun mereka berbicara sesama bangsa sendiri. Bukannya aku benci dengan bahasa Inggris tapi kapan Bahasa Indonesia bisa menjadi bahasa Internasional sedangkan bangsanya sendiri malu menggunakan bahasa nenek moyang mereka. Aku sendiri tidak habis pikir. ”Tapi sudahlah” Kenapa aku yang memikirkannya.

====================

Aku terbangun dari tidurku setelah merasa pintu sampingku ada yang mencoba membukanya. Aku kaget sekali! Bukan tuanku yang mencoba membukanya tapi orang lain yang tidak kukenal. Hanya beberapa menit, orang asing itu berhasil membuka pintuku. Lalu dia, membuka kabel dibawa kontak starter. Berkali-kali digesek-gesekan. Ajaib! Mesinku hidup. Kemudian dia masuk dan duduk didepan kemudi dan mulai menjalankanku. Aku mencoba berteriak dan mengatakan bahwa aku ini bukan miliknya tapi percuma dia tidak mendengarkanku. Apa boleh buat, aku bukan menjadi milik tuanku lagi. Aku sudah berpindah tangan ke orang lain yang membawa tanpa sepengetahuan Tuanku. Walau pak Ali tuanku akhir-akhir ini mencuekkanku tapi aku tetap sayang kepadanya dan keluarganya. Mulai hari ini aku berpisah dengan tuanku. ”Selamat tinggal tuan! semoga kita bertemu kembali.”

Jakarta, 25 Desember 2008

(mengenang mobil Toyota Kijang Grand Extra B2985HB tahun 1995 warna hijau silver yang hilang pada tanggal 20 Desember 2008 pukul 19:15 wib di Halaman Parkir Carefour Lebak Bulus Jakarta Selatan)

Desember 26, 2008 Ditulis oleh fadlyrahman | CERPEN | | No Comments Yet

PUK PANASONIC GOBEL MENGADAKAN MUSNIK VI

PUK PANASONIC GOBEL MENGADAKAN MUSNIK VI

Musyawarah unit kerja VI Serikat Pekerja Electronic Electric – Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia ( Musnik VI SPEE – FSPMI) kelompok Panasonic Gobel yang berlangsung tanggal 22 November 2008. Acara yang rencananya berlangsung pukul 08.00 wib molor 30 menit Acara dimulai dengan pembukaan yang dipimpim Bapak Sudarno. Musnik yang dihadiri 81 orang dari Plant Leader dan Pengurus unit kerja (PUK). Ada dari PGI, GDN, GI, GDSK, Gotrans, PGBI dan PMI. Selain itu dihadiri juga oleh Bapak Tuin Inang Ketua PC SPEE FSPMI DKI Jakarta yang membuka secara resmi Musnik VI SPEE –FSPMI kelompok Panasonic Gobel yang dalam Musnik ini berperan juga sebagai peninjau.

Pada sesi berikutnya ada diatur beberapa agenda sidang paripurna. Sidang paripurna I, mengagendakan tentang pengesahan Jadwal Acara, Peraturan/Tata tertib dan Pimpinan Sidang yang dipimpin oleh Guntur Nugroho sebagi ketua dan Rusmiatun sebagai sekretaris. Dalam sidang ini, rancangan peraturan/tata tertib Musnik sebagian besar diterima para peserta dan hanya sebagian kecil saja pasal-pasal yang dirubah.

Sidang Paripurna II mengagendakan pandangan umum dan mendengarkan penjelasan laporan PUK SPEE FSPMI kelompok Panasonic Gobel periode 2005 ~ 2008. Pergantian pimpinan sidang yang terdiri 2 orang pengurus lama dan 3 orang dari plant leader. Pimpinan sidang diketuai oleh Azhar Habib dan Maryadi sebagai sekretaris. Anggota yang terdiri dari Sandra Afrizon, R. Afrian Rahmat dan Radius Ifliansa. Laporan pertanggungan-jawaban pengurus yang diwakilkan oleh ketua PUK H. Ali Arifin Tanjung. Dalam penjelasan ada beberapa hal yang disampaikan yakni laporan kegiatan bidang organisasi dan kelembagaan, laporan bidang PKB, K3 dan Kebijakan, laporan bidang pendidikan dan olah raga, laporan bidang Advokasi, laporan bidang sosial ekonomi, laporan bidang pemberdayaan perempuan, laporan kesekretariatan dan laporan keuangan.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam laporan dibeberapa bidang yang diantaranya

1. Kembali menerbitkan bulletin “strategis” yang bertujuan untuk memberikan informasikan segala perkembangan ketenagakerjaan terkini dan juga untuk menegaskan keperdulian PUK kepada anggota yang ada didaerah. Selain itu menandakan bahwa PUK SPEE-SPMI kelompok gobel itu masih ada.

2. Mengadakan pendidikan serikat pekerja bagi anggota dan plant leader yang bertujuan untuk regenerasi kepemimpinan dimasa depan. Pendidikan ini juga berguna untuk menumbuhkan kepercayaan diri anggota dan plant leader dalam persiapan negosiasi ulang PKB.

3. Masih kurangnya peran aktif anggota dan plant leader perempuan dalam musnik VI, merupakan tantangan bagi pengurus periode berikutnya untuk lebih aktif lagi untuk mengajak anggota perempuan untuk aktif dalam kegiatan serikat pekerja khususnya kegiatan dibidang pemberdayaan perempuan.

Selain hal-hal yang perlu diperhatikan diatas, ada juga hal-hal lain yang direkomendasikan dalam sidang Paripurna III komisi-komisi yang membahas program kerja bagi pengurus periode 2008 ~ 2011. Komisi A yang membahas program kerja PUK dimasing-masing bidang, komisi B yang membahas materi rekomendasi dan komisi C membahas anggaran untuk PUK SPEE-FSPMI kelompok Panasonic Gobel periode 2008~2011.

Sidang paripurna IV merupakan sidang yang paling ditunggu peserta Musnik. Pemilihan ketua PUK Panasonic Gobel yang baru. Ada beberapa kandidat kuat yang akan dicalonkan pendukungnya dan peserta Musnik. PMI mengajukan dua kandidat yakni Djoko Wahyudi dan Kaimuddin Ishak, PGBI tidak mengajukan calon, Gobel Internasional-Gotrans-Gdsk mengajukan Djoko Wahyudi dan PGI-GDN mengajukan ketua periode yang lalu H. Ali Arifin Tanjung. Namun sayang, Pak Ali mengundurkan diri dari pencalonan ketua. Hanya sisa dua kandidat kuat menjadi calon ketua PUK yang baru yakni Djoko Wahyudi dan Kaimuddin Ishak.

Pertarungan pun berlangsung sesaat kemudian. Satu persatu peserta musnik dipanggil namanya. Pemilihan berlangsung dengan khidmat dan mendebarkan. Setelah semua peserta dan termasuk pengurus lama selesai memilih. Maka dimulai penghitungan surat suara. Satu persatu surat suara dikeluarkan dan diumumkan. Nama Djoko Wahyudi mulai mendominasi perolehan suara tapi terkadang nama Kaimuddin Ishak terdengar. Senyum pak Kaimuddin mulai mengembang saat namanya dipanggil berturut emncoba menyusul. Para pendukungnya pun memberi semangat. Sementara itu, Djoko Wahyudi berusaha tenang walau masih terlihat kegelisahan menggelayut diwajahnya. Wajahnya pun mulai terlihat senang saat perolehan suaranya mencapai 41 suara yang merupakan pencapaian aman 50% + 1 suara. Kegembiraan pendukung Djoko Wahyudi meledak dan ucapan selamat terucap dari beberapa pengurus lama. Perhitungan tetap berlanjut sampai akhir kertas suara. Disaksikan Bapak Tuin Inang, Djoko Wahyudi terpilih sebagai ketua SPEE-SPMI kelompok Panasonic Gobel periode 2008~2011dengan total perolehan suara Djoko Wahyudi 48 suara, Kaimuddin Ishak 32 suara dan abstain 1 suara.

Sidang Paripurna V merupakan sidang terakhir di Musnik VI ini. Pemilihan sekretaris dan pengurus-pengurus lainnya untuk mendamping pak Djoko sebagai ketua cukup alot. Keputusan rapat berdasarkan kesepakatan bersama memilih H. Ali Arifin Tanjung sebagai Sekretaris dan Bendahara Umum dipegang oleh Guntur Nugroho. Dengan didampingi beberapa wakil ketua, wakil sekretaris dan wakil bendahara beserta Plant Leader, SPEE-SPMI kelompok Panasonic Gobel menyongsong hari-hari yang lebih baik untuk kesejahtraan para pekerja kelompok Panasonic Gobel. (fr)

Fadly Rahman, Jakarta 05 Desember 2008

Desember 5, 2008 Ditulis oleh fadlyrahman | Surat Pembaca dan Artikel | | No Comments Yet