Fadlyrahman’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

PERJALANAN ASIK KE KOTA BENGKULU

Sudah sejak lama ada keinginan mengunjungi kota bengkulu. Kesempatan tersebut datang pada hari jumat, 2 september 2016. Kebetulan ada kerabat dari kakak ipar saya yang menikahkan putranya. Kakak ipar mengajak keluarga saya untuk ikutserta menemani. Gayung bersambut, kami pun menyetujuinya.

Bandara Fatmawati Soekarno

Bandara Fatmawati Soekarno

Berangkat pagi jam 7:30 wib dari soekarno hatta menuju bandara fatmawati soekarno bengkulu dan tiba sekitar jam 9 pagi.

Dari bandara bengkulu, kami menuju kantor servis PT Gobel Dharma Nusantara cabang Bengkulu. Dari awal memang sudah ada niat untuk silaturahim ke cabang ini. Kebetulan juga saya mengenal kepala cabang nya.

Setelah silaturahim, kami melanjutkan kegiatan yang sudah direncanakan. Kami menuju rumah yang punya hajat pernikahan. Setelah shalat jumat berangkat menuju rumah calon pengantin wanita. Hari itu adalah hari akad nikah keduanya.

Pasca akad nikah, kami menuju hotel tempat kami menginap, lalu berangkat lagi untuk tidak menghabiskan waktu hanya untuk dihotel saja. Tujuan berikutnya Masjid Jamik Bengkulu yang bangunannya yang sekarang adalah hasil rancangan Ir Soekarno Presiden RI pertama yang saat itu dibuang ke Bengkulu. Ciri khas masjid Jamik Bengkulu berbentuk segitiga kecurut dan terdapat beduk panjang dekat tempat wudhu pria serta mihrab yang kiri dan kanannya bertulis hiasan kaligrafi.

Masjid Jamik Bengkulu

Masjid Jamik Bengkulu

Sore itu hujan membasahi kota Bengkulu. Rencana awal kami ingin menikmati suasana pantai panjang sampai terbenamnya matahari. Berhubung hujan semakin lama semakin deras, kami memutuskan untuk menundanya. Dan selanjutnya kami ke tempat penjualan batik khas bengkulu, batik basurek yang terdapat di jalan Soekarno Hatta yang tidak jauh dari rumah pengasingan Soekarno. Kegiatan wisata hari pertama tidak begitu banyak tempat-tempat wisata yang kami kunjungi. Setelah makan malam, kami kembali ke hotel untuk istirahat mempersiapkan kondisi badan untuk acara besok.

===================

Hari kedua kami mulai dengan mengunjungi Rumah Pengasingan Bung Karno. Jam 8 pagi kami sudah tiba disana. Dan kami menjadi tamu pertama hari itu. Rumah bergaya kolonial itu seakan-akan membuat saya kembali ke masa lalu. Halaman yang luas dan terawat rapi melengkapi keindahannya. Masuk ke ruang tamu rumah disambut dengan Photo Bung Karno. Ruang tamu yang dikelilingi rak-rak buku kuno dan disamping kanan terdapat sepeda tua yang langsung mengingatkan saya dengan satu photo bung karno bersama ibu fatmawati berboncengan sepeda.

Rumah Pengasingan Bung Karno

Rumah Pengasingan Bung Karno

Ada dua ruangan kamar didalamnya. Ada kamar Bung Karno bersama Ibu Inggit yang berhadapan dengan kamar putra putri mereka dan sebelah depan ada ruang kerja Bung Karno. Walau punya halaman yang luas, rumah tersebut tidak terlalu besar, dibelakang rumah kami menemukan ruang makan yang disebelah kanan terdapat penjualan souvenir dan buku mengenai Bung Karno dan Bengkulu. Paling belakang rumah terpisah dari ruang utama, terdapat empat ruang lagi yang sedang tahap renovasi. Ada kamar pembantu, dapur, kamar mandi dan WC.

Rasanya ingin berlama-lama di rumah ini namun karena pengunjung sudah mulai ramai, mau tidak mau kami pun merelakan untuk meninggalkan rumah bersejarah itu dan berbagi kenangan Bung Karno dengan pengunjung yang lain.

Kami melanjutkan kunjungan ke rumah ibu fatmawati yang tidak jauh dari rumah pengasingan bung karno. Rumah panggung dari kayu bercat coklat kayu menjadi khas. Dihalaman rumah terdapat patung wajah bu fatmawati tersebut tidak ada petugas atau orang yang menjaga. Kami masuk ke dalam rumah dan mencatatkan nama kami dibuku tamu. Dari catatan tersebut kelihatannya jarang yang datang ke rumah ini.
Terdapat beberapa photo tua terpajang di dinding. Selain photo bu fatmawati dan bung karno, ada juga photo bu fatmawati bersama kedua orang tuanya. Terdapat puisi karangan bu fatmawati yang dipajang didinding. Dan disalah satu kamar, terdapat mesin jahit bersejarah, dengan mesin jahit tersebut bu fatmawati menjahit bendara pusaka merah putih.

Setelah mengunjungi rumah bu fatmawati, kami kembali ke hotel untuk persiapan ke pesta perkawinan puput dan rhendi dan melanjutkan wisata keliling kota bengkulu setelahnya.

Benteng Fort Marlborough

Benteng Fort Marlborough

Melewati gerbang benteng Fort marlborough, disisi kiri dan kanan terdapat prasasti tulisan berbahasa inggris dan tidak jauh dari situ ada tiga kuburan inggris. Kita memasuki kawasan benteng dengan melewati jembatan untuk memasuki gerbang kedua yang diatas gerbang ada tulisan fort marlborough.

Memasuki pintu disebelah kanan, ada beberapa keterangan sejarah singkat bengkulu dan benteng. Dalam lingkungan benteng yang mempunyai halaman luas itu terdapat deretan meriam kuno.

Mengelilingi benteng yg sisi ujungnya ditempatkan meriam meriam yang disiapkan untuk menembak musuh yang mencoba memasuki benteng.

Setelah puas mengelilingi benteng, rehat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan berikutnya sambil menikmati air tebu.

Sore itu ada beberapa tempat lagi yang kita kunjungi. Ada monumen thomas parr yang berhadapan dengan kantor pos lama dan pasar baru kuto. Tidak jauh dari situ dapat dijumpai alun-alun kota bengkulu yang berhadapan dengan rumah dinas gubernur bengkulu yang terdapat menara pemantau.

Monumen Thomas Parr

Monumen Thomas Parr

Kunjungan terakhir hari itu kembali lagi ke pantai panjang yang kemarin sore tidak sempat berlama-lama disitu. Hanya sesaat kami disitu. Sore itu ombak cukup kuat hingga mencapai bibir pantai. Disepanjang pantai dibuat jalan supaya pengunjung dapat beraktifitas termasuk berolahraga disana. Bahkan kita juga bisa bersepeda.

===================

Hampir semua tujuan wisata kota bengkulu sudah kami kunjungi. Pada hari ketiga, hari terakhir kami di kota bengkulu. Jam 10 kami check out dari hotel. Berburu oleh oleh khas bengkulu menjadi hal yang wajib. Makanan khas bengkulu manisan buah dan kue bay tat menjadi pilihan.

Pantai Panjang

Pantai Panjang

Waktu keberangkatan Pesawat yang cukup lama, membuat kami mencari-cari tempat wisata mana lagi yang belum dikunjungi. Museum bengkulu menjadi pilihan, tapi sayang museumnya tutup, hanya bisa melihat meriam dan katel uap kuno yang ada disamping museum.

Akhirnya kami memutuskan ke sebuah danau yang ada di bengkulu, yang namanya cukup unik, danau dendam tak sudah. Menikmati keindahan danau dengan duduk menghadap ke danau sambil minum air kelapa muda.

Makan siang di rumah makan kampung pesisir merupakan wisata penutup kami di kota  bengkulu. Makanan laut mengakhiri perjalanan asik kami di kota pesisir barat sumatera itu.

Fadly Rahman
Jakarta, 04 September 2016

September 7, 2016 Posted by | Sejarah dan Arkeologis | Tinggalkan komentar

PERAYAAN KEMERDEKAAN RI KE 71

Pada hari rabu, 17 Agustus 2016 keluarga besar Panasonic GOBEL memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 71. Pesta karyawan Panasonic GOBEL diawali dengan jalan sehat sekitar 2 KM dari kantor Panasonic GOBEL cawang memutar dari depan suara pembaruan lalu memutar balik menuju kantor dari depan RSUD Budhi Asih.

Peserta Jalan Santai Mendengarkan Penjelasan Bapak Abdullah Gobel

Peserta Jalan Santai Mendengarkan Penjelasan dari Pak Abdullah Gobel

Setelah jalan sehat selesai, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagi Indonesia Raya dan lagu perusahaan. Olahraga pagi itu dilanjutkan dengan senam Aerobic. Berbagai perlombaan diadakan pada hari itu. Ada perlombaan tarik tambang, dan bakiak (kelompok)  antara pimpinan perusahaan lokal melawan ekspatriat jepang. Dan tidak lupa lomba untuk anak-anak, lomba  dan lomba lainnya untuk karyawan.

Menikmati Menu Andalan Kambing Guling

Menikmati Menu Andalan Kambing Guling

Hari itu merupakan pesta bagi karyawan perusahaan kelompok Panasonic GOBEL dapat menikmati makanan tradisional mie ayam, ketoprak, gado-gado, mie baso dan lain sebagainya serta menikmati menu andalan kambing guling dan ice cream.

Fadly Rahman,

Jakarta, 18 Agustus 2016

Agustus 23, 2016 Posted by | Surat Pembaca dan Artikel | Tinggalkan komentar

MENGENANG MASA KECIL DI KOTA LANGSA

Lebaran tahun ini saya dan keluarga berkesempatan lebaran di Kota Langsa. Kota ini sangat istimewa untuk saya. Kota tempat ibu saya dilahirkan dan dikota ini saya menghabiskan masa-masa kecil saya sampai saya lulus sekolah dasar.
Kami menginap di rumah abang saya (Fauzan Yusuf), yang kebetulan menetap di kota ini. Saat kedua orang tua saya pindah kembali ke kota Medan, abang saya ini tidak ikutserta karena memang bekerja sebagai PNS Aceh Timur. Beberapa kenangan dari kota ini saya curahkan ke beberapa cerita, salah satunya mengenai legenda kota langsa.
Berangkat ke kota langsa dari kota Medan pada tanggal 5 Juli dan Tiba menjelang maghrib, bertepatan hari terakhir bulan puasa. Turun dipersimpangan tiga sebelum masjid raya kota langsa. Mobil travel yang membawa kami tidak bisa melewati jalan kota, mobil harus belok ke kanan.

Masjid Raya Darul Falah, Masjid Raya Kota Langsa

Masjid Raya Darul Falah, Masjid Raya Kota Langsa

Setelah kami berjalan santai dari simpang tiga ke masjid raya, kami tiba dimasjid bertepatan azan maghrib. Siapa menyangka saya ketemu dengan teman kantor dulu yang memang orang langsa. Pasca shalat maghrib kami cukup lama mengobrol masa lalu.

=======================

Sudah beberapa hari ini cuaca Kota langsa hampir sama dengan kota medan, siang terik tapi malam harinya hujan. Alhamdulillah, pagi ini menjelang shalat idul fitri, cuaca cukup cerah. Warga sekitar Berbondong bondong menuju masjid, menuju hari kemenangan.

Lapangan Merdeka Kota Langsa

Lapangan Merdeka Kota Langsa

Pesan khatib shalat idul fitri, saling bermaaf maafkan didalam keluarga, suami memaafkan istri begitu juga sebaliknya, orang tua memaafkan anak anaknya, begitu juga sebaliknya.

==================

Setelah berkunjung ke beberapa sanak keluarga, kesempatan saya, istri dan anak saya keliling kota langsa. Melihat suasana kota dan tempat yang menjadi kenangan masa kecil saya.

Gedung Balee Juang

Gedung Balee Juang

Melewati lapangan Merdeka yang punya kenangan. Saya dan orang tua saya pernah shalat idul fitri disini. Ingat juga waktu masih kecil dibawa okeh saudara saya, waktu itu ayah saya sebagai komandan upacara 17 agustusan, saya yang berada dipinggir lapangan berteriak memanggil nama ayah saya yang sedang melaksanakan tugasnya.

Agak kedepan sedikit ketemu balee juang, saat saya masih SD dulu saya sering melewatinya. Disisi kanannya menjadi tempat saya turun dari bis tumpangan menuju sekolah saya. Tidak lupa pula melewati SD Negeri 11 Langsa yang pada masa saya berbagi tempat dengan SD Negeri 15. SDN 11 masuk pagi hari sedangkan SDN 15 masuk siang hari.

Kunjungan tidak hanya ditengah kota, pinggiran kota langsa juga kami datangi. Persis di belakang SMP 3 Langsa ada sungai kecil yang kami sebut alur. Sungai kecil ini menginspirasi satu cerita pendek yang saya tulis.

Jakarta, 16 Juli 2016

Fadly Rahman

Juli 18, 2016 Posted by | Sejarah dan Arkeologis | Tinggalkan komentar

SETU BABAKAN

Ada libur panjang empat hari dibulan Mei 2016 ini, banyak dari orang yang sudah mempersiapkan liburannya ke luar kota ada yang pulang kampung dan ada juga yang sekedar jalan-jalan. Untuk saya, tidak ada keinginan keluar kota pada liburan kali ini. Saya pikir lebih enak kami berlibur disekitar Jakarta saja. Sebabnya saya punya pengamalam yang kurang menyenangkan dengan libur panjang. Apabila kita tidak kena macet saat berangkatnya, terkadang kena macet saat dikota tempat wisata yang kita tuju.

Setu Babakan

Setu Babakan

Banyak tempat wisata di Jakarta dan sekitarnya yang bisa kunjungi. Mungkin karena orang Jakarta, tempat-tempat wisata tersebut dilewatkan saja atau mungkin masih bisa lain kali dikunjungi .

Setu Babakan menjadi pilihan alternative berwisata. Tempat wisata yang ada di Jakarta selatan tersebut, tidak terlalu sulit dikunjungi. Kalau mau naik kereta api, bisa turun di stasion Lenteng Agung, lalu naik ojek.

Kalau pakai kendaraan sendiri lebih baik, biar lebih banyak waktu untuk dapat menikmati Setu Babakan. Masuk ke wilayah Setu babakan sudah terlihat Gerbang Megah khas Betawi yang menginformasikan bahwa kita sudah ada di wilayah Setu Babakan.

Menikmati Soto Betawi ditempat asalnya merupakan sesuatu yang istimewa

Menikmati Soto Betawi ditempat asalnya merupakan sesuatu yang istimewa

Jalan masuk yang hanya bisa dilewati dua mobil berpas-pasan, apabila bertemu dua mobil harus berjalan perlahan-lahan. Beberapa rumah terlihat menjual oleh-oleh khas betawi. Hanya sedikit rumah yang rumahnya bergaya betawi sedangkan yang lain sudah bergaya modern.

Danau yang tenang Setu Babakan sangat cocok untuk bermain perahu bebek dayung atau naik perahu keliling danau. Ongkos naik sampan hanya Rp. 10.000,- perorang.

Berhubung kami datang pas waktu makan siang. Perut pun sudah terasa lapar. Kuliner-kulinar khas betawi banyak dijumpai disini. Kami memilih Soto Betawi, Kerak Telor dan minumnya air kelapa muda. Makan makanan khas ditempat asalnya merupakan sesuatu yang istimewa.

Fadly Rahman

Jakarta, 08 Mei 2016

Mei 9, 2016 Posted by | Surat Pembaca dan Artikel | Tinggalkan komentar

BIG RAC FAMILY GATHERING 2016

Departement AC Big RAC melakukan acara Big RAC Family Gathering yang dilaksanakan di kota Yogyakarta selama dua hari, 6 dan 7 april 2016. Saya ambil penerbangan yang pagi-pagi berhubung ingin mampir terlebih dahulu di kantor cabang Yogyakarta, sedangkan yang lain mengambil penerbangan jam 11.

Wisata ke Candi Prambanan

Wisata ke Candi Prambanan

Setelah semua peserta tiba dan lengkap, kami menuju kota gede untuk makan siang di Omah Duwur Restaurant. Menurut informasi bahwa kota gede adalah kota pertama kesultanan mataram. Banyak terdapat bangunan tua didaerah ini. Pemerintah Yogyakarta melarang meruntuhkan bangunan-bangunan didaerah ini sama halnya kota tua di Jakarta.

Kebanyakan masyarakat setempat berprofesi pengrajin perak dan pengrajin tangan lainnya. Restoran-restoran di kota gede menjadi tujuan wisatawan untuk menikmati wisata kuliner. Selain hari pertama menikmati kuliner di Omar Duwur Restaurant, pada hari berikutnya kami juga menikmati kuliner di Sekar Kedhaton diwilayah yang sama.

Sebelum para peserta diantar ke Hotel untuk istirahat dan persiapan gala dinner pada malamnya, mereka diantar terlebih dahulu ke Taman Sari Sheraton untuk SPA. Setelahnya baru diantar ke Hotel Tentrem sebagai tempat acara yang akan berlangsung.

 ===================

 Keesokan paginya, para Peserta berkumpul di ruang lobby hotel untuk persiapan acara menikmati Yogya. Masing-masing perserta mendapatkan oleh-oleh dari pihak panitia yakni Gudeg Yu Jum dan saya sering mendengar gudeg ini.

Untuk ketiga kalinya saya ke candi prambanan dengan suasana berbeda. Sebelumnya saya pergi ke prambanan dengan keluarga saya, untuk kali ini ramai-ramai dengan para peserta yang istimewa.

Setelah makan siang di Restoran Sekar Kedhaton, Kota Gede, kami mampir ke pusat kaos DAGADU asli yang menjadi salah satu ikon kota Yogya, dan terakhir mampir dipusat oleh-oleh Bakpia.

Jakarta, 17 April 2016

Fadly Rahman

April 29, 2016 Posted by | Sejarah dan Arkeologis | Tinggalkan komentar

MAKAN MALAM DI JIMBARAN

Mencari tiket pesawat ke Bali akan susah dapat apabila baru mencari sehari sebelum keberangkatan. Begitu juga yang saya alami. Walau akhirnya dapat tiket tetap tidak sesuai keinginan. Berangkat ke Bali untuk menghadiri Launching AC Model terbaru Panasonic.

Makan malan di Jimbaran

Makan malan di Jimbaran

Kali ini saya ingin sedikit menceritakan pengalaman saya makan malam di Jimbaran. Mungkin untuk beberapa orang makan di Jimbaran merupakan suatu hal yang biasa tapi tidak untuk saya. Makan malam dengan suasana pantai merupakan pertama sekali untuk saya.

Tempat pilihan adalah restoran Aroma. Masuk ke dalam restoran dan langsung menuju pantai. Makan dipantai inilah yang menjadi sesuatu yang istimewa. Banyak turis sudah berada disana dan berkumpul menikmati suasana sore itu. Kami memang sengaja datang lebih awal karena ingin melihat matahari tenggelam dari pantai Jimbaran.

Melihat matahari tenggelam dari pantai Jimbaran.

Melihat matahari tenggelam dari pantai Jimbaran.

Saat-saat tenggelamnya matahari ini menjadi objek photo para turis. Sambil menunggu makanan yang dipesan keluar, kacang khas bali menjadi cemilan sedap sambil mengobrol dibawah langit yang kelam dan hanya diterangi lampu kecil di atas meja.

Sajian makanan Laut

Sajian makanan Laut

Makanan yang ditunggu keluar juga. Makanan laut tersaji dipiring besar. Satu orang satu piring. Ada ikan bakar. Kepiting. Udang, Cumi dan makanan laut lainnya dicampur satu. Satu piring nasi sudah habis tapi lauknya masih belum habis.

Makan malam juga dihibur dengan pengamen pantai jimbaran dan tarian khas Bali yang sengaja dihadirkan pengelola restoran untuk menghibur para pengunjung.

Fadly Rahman

Jakarta, 19 Maret 2016

Maret 26, 2016 Posted by | Surat Pembaca dan Artikel | Tinggalkan komentar

JALAN-JALAN KE PUNCAK

Ada beberapa tempat yang selalu disinggahi setiap saya jalan ke Puncak, diantaranya makan siang di rumah makan Bumi Aki, mampir shalat di Masjid Att’awun, dan menginap di hotel Aries Biru.

 

Begitu juga dengan liburan saya dan keluarga akhir pekan lalu. Pergi jam 10:30 wib hari sabtu, 12 maret 2016. Alhamdulillah, perjalanan yang lancar sampai keluar tol Ciawi. Dalam perjalanannya sampai puncak hanya mendapatkan sedikit macet, itupun hanya kena macet dipasar Cisarua.

Makan siang di rumah makan Bumi Aki

Makan siang di rumah makan Bumi Aki

Tiba di rumah makan Bumi Aki jam 1 siang. Saya mengetahui rumah makan ini saat dulu bersama teman-teman merayakan setiap teman menjadi karyawan tetap di tempat saya bekerja, begitu juga dengan saya.

 

Dulu rumah makan ini masih jarang didatangi pengunjung. Kami memilih rumah makan yang menjual masakan sunda ini karena tempatnya agak membukit, dari situ bisa terlihat pemandangan perbukitan disekitarnya dan juga pemandangan dibawahnya pemandangan kota cianjur.

Dulu tempat yang kami pilih adalah lesehan, begitu juga pada saat makan-makan dengan keluarga. Hari itu ternyata penuh dan parkiran mobil juga penuh. Apabila kita berniat makan disitu juga harus memesan tempat terlebih dahulu. Cara pelayanannya juga sudah berbeda, sudah lebih professional seperti pelayanan restoran. Menu ikan bakar menjadi santapan sedap pada hari itu.

Taman indah di samping masjid At Ta’awum

Taman indah di samping masjid At Ta’awum

====================

Kalau ke puncak, jangan lupa mampir untuk shalat di Masjid At Ta’awun. Tempat parkir yang dikelilingi warung-warung penjual oleh-oleh khas puncak, menguatkan pikiran saya bahwa pengelola masjid ini ikut menjalankan ekonomi kerakyatan.

Setelah selesai shalat ashar, kami mengelilingi masjid untuk melihat suasana lingkungannya. Suasananya semakin dingin dan tampak perlahan-lahan kabut mulai turun. Disamping masjid terdapat taman yang indah. Suara air terdengar menambah suasanya pegununangannya. Banyak pengunjung berphoto ditempat itu, termasuk kami.

Setelah puas mengeliling dan berphoto di masjid At Ta’awum, kami turun bersamaan dengan kabut yang menutupi sekitar masjid dan jalan raya puncak.

Suasana sekitar Hotel yang asri

Suasana sekitar Hotel yang asri

Malam itu kami menginap di Hotel Aries Biru Cisarua. Tidak terlalu banyak kegiatan malam itu. Rasa kantuk mengalahkan segalanya. Untuk kesekian kalinya saya dan keluarga menginap disini. Suasana sekitar Hotel yang asri. Pemandangan pegunungan, kolam ikan, persawahan, bahkan kebun binatang mini.

Fasilitas yang cukup lengkap dari lapangan futsal, kolam renang dan tempat bermain anak membuat kami ingin berlama-lama disini.

 

Fadly Rahman

Jakarta, 14 Maret 2016

Maret 26, 2016 Posted by | Surat Pembaca dan Artikel | 1 Komentar

CIKOLE JAYAGIRI ADVENTURE

Berkumpul di Cikole Jayagiri resort menunggu mobil Land Rover yang mengangkut kami untuk berpetualang offroad. Satu persatu mobil Land Rover datang, dengan semangat kami naik ke mobil sesuai dengan group masing-masing, setiap group ada 5 peserta. Seharusnya ada 5 mobil yang mengangkut kami, berhubung yang satu mobil belum datang, group tersisa bergabung ke beberapa mobil.

Berpetualang offroad dengan Mobil Land Rover

Berpetualang offroad dengan Mobil Land Rover

Mobil mulai memasuki hutan. Jalan perlahan-lahan dijalanan beraspal. Semakin lama mobil mulai memasuki area jalanan yang berbatu. Petualangan bermula ketika mobil masuk ke dalam jalanan yang berlumpur. Salah satu kami bertanya “Wah ini jalanannya sudah mulai rusak, apakah ini sudah jalanan off road?” pemandu yang ikut mobil kami menyatakan “ini belum seberapa, masih banyak yang lebih parah jalannya”.
Benar saja setelah melewati jalan yang berlumpur kami menemukan jalan yang cukup dalam sehingga kami didalamnya berguncang. Semakin ke dalam semakin hebat arena off roadnya. Apalagi jalanan terakhir kami lewati menuju peristirahatan, jalan yang parah naik ke atas bukit ditambah lagi jalanan yang basah disirami hujan rintik makin membuat susah mobil naik.
Dari empat mobil yang ada, hanya mobil kami yang bisa sampai ke puncak tanpa mengeluarkan sebagian penumpangnya, sedangkan mobil yang lain sebaliknya bahkan ada mobil terakhir gagal mencapai puncak.
Setelah istirahat selama 30 menit, kembali keluar hutan dan turun dengan melewati jalanan yang sama. Tantangannya tetap sama seperti sebelumnya. Setelah melewati petualangan pertama, dengan menggunakan mobil yang sama menuju puncak Tangkuban Perahu. Melewati jalan raya tangkuban perahu, mobil berjalan lambat seakan kalah dengan mobil minibus dan sedan. Bahkan mobil bisa didahului truk kecil.

Tangkuban Perahu

Tangkuban Perahu

Tiba dipuncak Takuban perahu. Mobil yang kami tumpangi menjadi tontonan para pengunjung. Mungkin tidak biasanya Land Rover berlumpur dengan penumpangnya berbaju kaos seragam tiba di Lokasi. Salah satu turis dari Jepang memotret kami dam mobilnya.
Hari itu saya merasa sangat beruntung. Kedatangan kali ini adalah untuk ketiga kalinya. Kedatangan sebelumnya tidak bisa melihat sampai ke kawah karena tertutup kabut. Kali ini saya bisa melihat ke kawah dengan jelas.

Beruntung bisa melihat Kkawah dengan jelas

Beruntung bisa melihat Kkawah dengan jelas

Kami tidak lama disana, karena harus kembali ke tempat berkumpul semula. Makan siang sudah disiapkan disana. Makan di Kedai Pakis merasakan suasana makan di Hutan.
Setelah makan siang, kami menuju arena berikutnya. Arena Paint Ball, perang-perangan dalam hutan. Dulu masa kecil suka main perang-perangan tapi kali ini berbeda. Permainan perang-perangan ini memakai senjata semi otomatis dengan peluru cat.
Instruktur menyatakan kami semua harus berhati-hati dengan senjata ini. Walau hanya berpeluru cat tapi cukup sakit apabila kena dalam jarak dekat. Senjata harus dikunci apabila tidak dipakai. Perang-perangan pun dimulai. Dibagi dengan dua group, group satu dan group dua. Masing-masing perserta diberikan baju seragam militer dan helm pelindung wajah. Group satu mendapatkan rompi berwarna loreng dan group dua mendapatkan rompi berwarna hitam untuk membedakannya.
Permainan dibagi menjadi dua jenis permainan, yang pertama permainan terminator, setiap orang hanya mempunyai nyawa satu apabila tertembak harus keluar dan harus merebut bendera putih yang di tancapkan ditengah. Permainan kedua adalah Zombie, setiap tertembak harus mundur satu pohon lalu bermain kembali sampai peluru habis.
Tapi permainan kedua kami anggap nggak seru. Kami tetap memilih permainan terminator. Pada Babak pertama pasukan rompi hitam memenangi perperangan. Untuk babak kedua, pasukan rompi loreng memenangi peperangan. Babak ketiga sebagai penentu akhirnya dimenangi oleh pasukan rompi hitam.

Arena Paint Ball, perang-perangan dalam hutan

Arena Paint Ball, perang-perangan dalam hutan

Kegiatan yang dilakukan baik offroad maupun paint ball merupakan kegiatan untuk kekompakan tim dan kerjasama tim agar kedepan setiap kegiatan yang dilakukan secara individu maupun tim menjadi lebih baik serta untuk kesuksesan bersama.

Fadly Rahman
Jakarta, 14 Februari 2016

Februari 15, 2016 Posted by | Surat Pembaca dan Artikel | Tinggalkan komentar

WISATA KE TAMAN BUAH MEKAR SARI

Kesempatan berwisata ke Taman buah Mekarsari. Seharusnya saya bisa lakukan sekalian pada saat sebelumnya kami mengikuti Family Gahtering di Water Kingdom dua tahun yang lalu. Namun kesempatan berwisata ke taman buah Mekarsari akhirnya terlaksana pada hari senin, 08 Februari yang kebetulan bersamaan dengan hari Libur Nasional.

Perjalanan yang cukup memakan waktu panjang pada hari itu, jalan cibubur yang cukup ramai dan jalanan tersendat sejak pintu tol Cibubur. Perjalanan dari Pondok Pinang menuju Mekarsari memakan waktu 4 jam.

Tiba di Taman Buah Mekar sari jam 2 siang. Antrian yang membeli tiket sudah panjang, walau ada beberapa loket tiket yang dibuka tetap antriannya cukup panjang. Taman buah yang di bangun atas prakarsa Bu Tien Soeharto sangat berjasa sebagai tempat penelitian buah-buahan.

Wisata Taman buah Mekarsari

Wisata Taman buah Mekarsari

Berbagai fasilitas terdapat didalamnya. Selain restoran atau tempat makan terdapat juga Mushola. Ada arena memancing untuk yang suka memancing. Banyak juga pengunjung memilih untuk duduk santai bersama keluarga sambil menikmati makan siang di rerumputan.

Apabila ingin berkeliling ada paket tour regular dan Family tour. Beda dari keduanya adalah paket tour regular hanya 1 jam keliling dan keliling bersama-sama dengan pengunjung lainnya dengan harga lebih murah. Sedangkan paket family tour selain harganya lebih mahal dari paket tour yang regular, paket ini kita bisa keliling selama dua jam dan hanya keluarga kita saja yang ada di kereta.

Hampir semua macam buah yang ditaman di taman ini kecuali buah strawberry, anggur yang tidak cocok ditanam didaerah itu. Bulan Februari ini buah yang sedang musim adalah rambutan, melon, salak dan belimbing.

Kereta siap mengantar berkeliling Taman

Kereta siap mengantar berkeliling Taman

Dari kejauhan kelihatan sebuah bangunan yang unik. Didinding-dindingnya terlihat tanaman merambat dan air terjunnya. Bangunan tersebut adalah kantor pusat pengelola taman buah mekarsari. Saat kami melewatinya, bangunan tersebut menjadi objek photo pengunjung.

Menanam Tanaman Buah

Menanam Tanaman Buah

Tidak jauh dari sana ada sebuah danau dan ada jembatan penyebarangannya juga. Jembatan tersebut pernah saya lihat sebelumnya dari Waterkingdom. Arena air ini bisa dinikmati dengan menyewa boat untuk keliling danau.

Danau yang berada di Taman buah Mekarsari

Danau yang berada di Taman buah Mekarsari

Fadly Rahman

Jakarta, 08 Februari 2016

Februari 15, 2016 Posted by | Surat Pembaca dan Artikel | Tinggalkan komentar

JALAN-JALAN KE KOTA BINJAI

Bersama seorang teman jalan-jalan menikmati sabtu pagi di daerah Kesawan kota Medan. Sampai di stasiun Kereta Api Medan, coba bertanya-tanya harga tiket kereta api ke Bandara Kuala Namu, tapi kami salah masuk ruang penjualan tiket, yang kami masuki adalah tempat penjualan tiket kereta api menuju beberapa kota-kota di sumatera utara.

Teman saya bertanya kepada salah satu pegawai stasiun, kota mana yang paling dekat disinggahi kereta Api, pegawai stasiun tersebut mengatakan kota Binjai yang bisa dijangkau hanya 30 menit menggunakan kereta api dan tidak perlu kuatir kereta akan kembali ke Kota Binjai 1 jam kemudian begitu seterusnya sampai awal malam.

Kami langsung membeli tiket kereta api karena kereta api sudah mau berangkat. Tanpa berlama-lama naik kereta api dan mencari tempat duduk yang nyaman untuk menikmati perjalanan. Sebenarnya saya pribadi baru sekali menggunakan kereta api medan, itu juga sudah lama sekali saat masih kuliah waktu jalan-jalan ke siantar.

Stasiun Kereta Api Medan

Stasiun Kereta Api Medan

Seperti perkiraan semula, kereta api tiba di stasiun kereta api Binjai. Keluar dari stasiun belum ada rencana mau kemana, hanya waktu itu saya menelepon saudara saya yang mengetahui seluk beluk kota Binjai. Saya bertanya masjid bersejarah kota Binjai. Masjid yang menjadi pilihan adalah Masjid Raya Binjai. Sebenarnya lokasinya tidak terlalu jauh dari stasiun berhubung karena waktu dan juga tidak mengetahu daerah setempat, kami memutuskan naik becak mesin atau becak bermotor yang merupakan ciri khas kota medan dan sekitarnya. Ongkosnya hanya Rp. 10.000,- sampai didepan masjid.

Masjid Raya  Kota Binjai

Masjid Raya Kota Binjai

Hanya sebentar mengambil photo masjid raya, lalu kami melanjutkan jalan-jalannya. Persis tidak jauh dari masjid ada pasar kota binjai. Kami masuk kedalam pasar tradisional tersebut dan berhenti di kios yang menjual ikan asin. Berbagai macam ikan asin dan sejenisnya dijual dikios itu.

Untuk oleh-oleh saya membeli beberapa diantaranya udang asin yang sedang yang biasanya dimasak sebagai campuran gulai sayur singkong dan nasi goreng. Oleh-oleh terakhir kami mencari kopi Aceh. Beberapa toko di sekitaran pasar Binjai kami datangi. Ternyata susah juga mencari kopi Aceh di sini. Akhirnya ada satu toko yang menjual kopi.

Pusat Pasar Binjai

Pusat Pasar Binjai

Kopi Aceh merupakan pembelian terakhir kami hari itu di Pasar Binjai. Kami kembali ke stasiun kereta api Binjai dan kembali ke Medan.

 

Fadly Rahman

Jakarta, 8 Februari 2016

Februari 15, 2016 Posted by | Surat Pembaca dan Artikel | Tinggalkan komentar