Fadlyrahman’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

LIBURAN AKHIR TAHUN 2015

ANTARA BANDUNG DAN TAMAN WILADATIKA

Libur akhir tahun baru yang kebetulan bersamaan dengan libur anak sekolah. Rencananya jalan-jalan kali ini mengajak anak keponakan untuk berlibur ke Bandung. Kami berangkat kamis malam pada tanggal 30 Desember 2016. Saya ambil cuti satu hari dan tanggal 31 Desember merupakan cuti bersama. Banyak waktu untuk berlibur akhir tahun ini.

Berangkat jam 8:30 wib dari Depok. Berhubung anak keponakan dan kakak ipar saya yang ikutserta liburan tinggal di Depok dan tiba di Bandung jam 12 malam lewat, sudah tanggal 31 Desember. Berhubung berangkat malam, beberapa kali saya mampir di peristirahatan untuk menghilangkan rasa kantuk.

Museum Geologi

Museum Geologi

Istirahat hanya beberapa jam, walau tidak sesuai standar pribadi untuk tidur bukan berarti liburan tidak berkualitas. Perjalanan pertama adalah ke Museum Geologi. Kenapa harus kemari padahal sebelumnya saya sudah pernah ke museum ini (https://fadlyrahman.wordpress.com/2014/05/11/ayo-jalan-jalan-ke-bandung/).

Berhubung saya membawa anak-anak sekolah yang sedang berlibur dan belum pernah kemari, saya rasa penting bagi mereka untuk menambah pengetahuan mereka. Pastinya mereka senang datang ke museum ini dan merupakan pengalaman menarik bagi mereka. Apalagi saat mereka melihat kerangka Dinosaurus yang hanya mereka lihat di Film.

Hari kedua liburan, rencananya mencoba tempat wisata yang baru. Farm House yang berada di jalan raya Lembang membuat penasaran. Dua minggu sebelumnya saya sudah melewati tempat ini tapi tidak mampir.

Rumah bergaya eropa sudah terlihat dari kejauhan. Semakin jelas pada saat tiba didalamnya. Masuk ke area wisata yang dilakukan pertama kali adalah menukar tiket dengan susu. Ada beragam rasa, saya menginginkan rasa coklat tapi sayang sekali pada hari itu rasa coklat sudah habis. Rasa strawberi yang menjadi pilihan kedua.

Dikelilingi taman-taman indah, Farm House bisa dikatakan tempat yang asri. Ada rumah khas eropa mungil yang didalamnya menjual berbagai asseccories. Rumah yang atapnya dilapisi rumput membuat bangunan mungil itu semakin cantik.

Rumah bergaya eropa yang dikelilingi taman yang indah

Rumah bergaya eropa yang dikelilingi taman yang indah

Air mancur dan bunga-bunga makin mempaercantik tempat ini. Semakin serasa eropa pada saat beberapa orang perempuan kecil dan juga dewasa yang memakai baju khas nona Belanda yang mereka sewa. Apabila mau makan, pengunjung bisa makan di restoran yang ada di area Farm House.

Setelah dari Farm House, kami menuju Subang. Kami mendapatkan penginapan disana yang namanya New Lembah Gunung Kujang. Penginapan yang memanjakan para mancing mania. Berbagai macam kolam pancing yang disana.

Hasil tangkapan ikan bisa langsung dimasak ditempat. Hasil tangkapan ikan gurame dan ikan mas menjadi lauk ikan goreng dan ikan bakar khas sunda.

Pulang dari sana bukan berarti liburan sudah selesai. Tiba di Jakarta langsung mampir ke Taman Wiladatika Cibubur. Menggelar tikar dan menikmati makan siang ditaman ini. Dan setelahnya angin sepoi-sepoi membuat mata mengantuk dan tertidur.

Taman Wiladatika dilengkapi dengan berbagai macam permainan

Taman Wiladatika dilengkapi dengan berbagai macam permainan

Taman Wiladatika yang ditengahnya ada air mancur dilengkapi dengan berbagai macam permainan untuk anak-anak. Ada komedi putar, kereta api, dan pesawat. Taman ini juga menjadi ajang kumpul-kumpul komunitas dan keluarga.

Fadly Rahman

Jakarta, 03 Januari 2016

Januari 11, 2016 Posted by | Surat Pembaca dan Artikel | Tinggalkan komentar

PESONA NEGERI SUNDA

WISATA KE KOTA BOGOR

Ada yang menyatakan Bahagia untuk diri sendiri kita yang buat bukan orang lain. Libur akhir tahun ini tepatnya libur yang bertepatan Libur panjang tanggal 24 dan 25 desember 2015. Bersama istri dan anak saya, kami berangkat pagi menjelang siang menuju kota Bogor yang rencananya mau berlibur ke kebun raya Bogor. Sebelum masuk tol, beli nasi padang dibungkus untuk makan siang, rencananya mau merasakan makan siang di kebun raya Bogor.

Sebelum masuk pintu tol Pondok Pinang, sudah terasa kepadatan dijalanan. Banyak Kendaraan baik mobil maupun sepeda motor seakan-akan mempunyai acara hari ini yakni berlibur. Pintu Tol terlihat sepi tapi dikejauhan sudah terlihat kendaraan berjalan lambat sekali. Karena terbiasa kena macet setiap pagi berangkat kerja tetap masuk tol dengan harapan hanya macet sementara. Namun harapan tidak sesuai yang diharapkan, hanya beberapa KM saja berkendaraan tapi menghabiskan waktu hampir 1 jam.

Liburan adalah kebahagiaan bukan kesengsaraan. Saya putuskan keluar tol Pondok Labu putar balik. Sudah tidak mungkin makan siang di Kebun Raya Bogor karena perut sudah terasa lapar. Kami memutuskan untuk mampir ke Taman Wisata Situ Gintung untuk makan siang.Taman Situ Gitung yang posisinya di belakang kampus Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Ciputat yang tidak begitu jauh dari rumah kami di Pondok Pinang namun tempat wisata ini belum pernah kami datangi.

Tiket masuk taman saat libur panjang ini Rp. 50.000,- perorang. Spanduk yang membentang didepan pintu masuk terbaca jelas apa saja fasilitas yang ada ditempat ini. Ada restoran, Lapangan futsal, permainan, flying Fox, Kolam renang dan lainnya. Hari itu kolam renang sangat ramai pengunjungnya. Situ Gintung hanya sebagai tempat persinggahan sebelum menuju Bogor.

Menjelang sore melanjutkan perjalanan ke Bogor melewati Parung. Seperti harapan kami semula, lewat parung menuju Bogor dalam keadaan lancar-lancar saja, sampai di kota Bogor telah masuk Maghrib.

Wisata ke Kota Bogor

Wisata ke Kota Bogor

Ada beberapa hotel yang kami tanyakan kamar untuk kami sewakan, semuanya mengatakan sudah penuh termasuk hotel terakhir, Hotel Pangrango II. Sebelum saya mamasuki hotel ini, saya dan istri sudah sepakatapabila hotel ini adalah hotel terakhir yang kami tanyakan apabila tidak ada kamar, kami akan kembali ke Jakarta.

Setelah petugas hotel menyatakan hotel penuh saya berbalik dan merasa sudah tidak ada harapan dapat penginapan, tapi sebelumnya ke toilet hotel dulu untuk cuci muka untuk menghilangkan lelah dan kantuk. Keluar dari toilet, petugas yang memberi informasi tadi memanggil saya lalu saya mendekati dan mengatakan bahwa baru saja ada pembatalan kamar. Namanya rezeki tidak akan kemana-mana, akhirnya jadi menginap juga.

====================

Setelah sarapan Pagi di Hotel, Jam 8 pagi memulai liburan di Bogor dengan mengunjungi daerah sekitar Istana Bogor. Sempat ragu untuk berphoto di depan gerbang istana Bogor. Ada tentara berdiri sedang berjaga di pos samping gerbang istana. Sebelum menyeberang jalan, kami bertanya terlebih dahulu dengan Polisi lalu lintas yang sedang istirahat di pos, apakah boleh berphoto di depan istana? Jawabannya singkat tapi membuat lega, boleh pak!.

Istana Bogor

Istana Bogor

Kelihatan asri istana bogor. Bangunan bersejarah yang dikelilingi pohon-pohon dan rumput-rumput yang terawat rapi, tampak juga rusa bermain dihalamannya. Banyak pengendara pejalan kaki yang berhenti sesaat disamping pagar istana. Mereka memberikan makan untuk rusa berupa sayuran dan wortel yang mereka beli dari penjual yang memang sengaja menjajakan untuk aksi tersebut.Menikmati pemandangan arsitektur bangunan-bangunan lama seperti kantor walikota kota Bogor, Hotel Salak dan lainnya menjadi pelengkap jalan-jalan pagi kami sepanjang jalan Ir. H. Juanda.

Tampak belakang Istana Bogor

Tampak belakang Istana Bogor

Jam 10 an kembali ke Hotel. Berhubungan hari ini adalah hari jumat, saya harus bersiap-siap untuk shalat jumat. Shalat jumat di Masjid Agung kota Bogor menjadi pilihan. Masjid Agung penuh sesak, banyak orang yang shalat disini. Mungkin banyak pendatang yang mampir terlebih dahulu shalat di Masjid ini termasuk saya.

Monumen Olivia Raffles

Monumen Olivia Raffles

Acara puncak jalan-jalan kali ini adalah makan siang di kebun raya Bogor yang sudah direncanakan jauh-jauh hari. Kami beli makan siang di rumah makan yang terletak disebelah terminal bus Bogor. Kami minta dibungkus langsung dicampur dengan lauk pauk dan kuah gulai, rendang dan sambal, kami minta dicampur sekalian dengan tujuan saat dimakan semuanya sudah meresap pada nasinya.

Kuburan Belanda yang ada di area kebun raya Bogor

Kuburan Belanda yang ada di area kebun raya Bogor

Hari jumat yang kebetulan bersamaan dengan libur nasional, membuat kebun raya Bogor sangat ramai. Mobil tidak boleh masuk dan harus parkir diluar area kebun raya. Keramaian yang ada tidak mengusik saya untuk tidur-tiduran di atas tikar. Suara burung dan angin sepoi-sepoi melengkapi acara bersantai kami.

Sebelum pulang, keliling dulu di kebun raya. Berphoto-photo didepan patung Raffles yang berlatar danau dan bagian belakang istana bogor. Kuburan belanda dan monumen Olivia raffles mengakhiri kunjungan di kebun raya Bogor.

Fadly Rahman

Jakarta, 27 Desember 2017

Desember 30, 2015 Posted by | Surat Pembaca dan Artikel | Tinggalkan komentar

TAMAN WISATA ALAM ANGKE KAPUK

TAMAN WISATA ALAM ANGKE KAPUK

Jawa Barat yang mempunyai banyak tempat wisata alam yang bisa dikunjungi dengan udara yang sejuk, tapi bukan berarti Jakarta tidak mempunyai tempat wisata alam, Jakarta pun tidak mau kalah dengan tetangganya itu. Jakarta punya Taman Wisata Alam Mangrove yang terletak di Pantai Indah Kapuk.

Petunjuk Taman Wisata Alam Mangrove

Petunjuk Taman Wisata Alam Mangrove

Waktu tempuh untuk sampai tempat wisata juga tidak jauh dari pondok pinang. Naik tol lingkat luar dari pintu tol tanah kusir, lurus saja sampai keluar tol pantai indah kapuk. Lalu belok kiri setelah tampak terlihat gedung megah Yayasan Budha Tzu Chi. Taman wisata alam tersebut ada persis dibelakangnya.

Tiba dipintu gerbang, tertulis dipapan harga tiket masuk perorang dikenakan biaya Rp 25.000, dan parkir mobil Rp. 10.000,- Tertera juga dipapan, larangan-larangan yang diantaranya tidak boleh membawa anjing, makanan dari luar dan kamera.

Kami pun sempat bertanya kenapa tidak boleh membawa kamera? Petugas tiket hanya menjawab boleh bawa HP yang berkamera sedangkan kamera tustel atau video tidak boleh kalau ketahuan didenda Rp. 1 juta. Sepertinya larangan tersebut memang suatu keharusan, saat menyerahkan tiket masuk ke petugas pintu masuk taman, petugas tersebut menanyakan kembali, apakah ada bawa kamera atau tidak.

Jalan setapak yang dibuat dari kayu mangrove dan bambu

Jalan setapak yang dibuat dari kayu mangrove dan bambu

Memasuki area taman dengan beberapa petunjuk wisata yang mau kita nikmati. Ada juga akses jalan untuk wisata dengan sepeda di area itu. Berhubung kami tidak menikmati taman Nangrove dengan bersepeda pastinya kami lebih menikmati taman dengan berjalan kaki.

Menikmati pemandangan taman dari ketinggian dengan menaiki menara yang ada disitu, menikmati lingkungan indah dengan melihat pemandangan hutan mangrove dengan melalui jalan setapak yang dibuat dari kayu mangrove dan bambu. Boat juga tersedia untuk keliling sungai hutan mangrove. Apabila mau menginap, taman juga menyediakan fasilitas penginapan.

Cuaca yang cukup panas, mengakhiri jalan-jalan ini lebih cepat. Seharusnya kami pergi lebih pagi. Berangkat dari rumah jam 9:30 dan tiba disana matahari sudah mulai meninggi sehingga tidak bisa menikmati suasana taman lebih lama.

Jakarta, 14 Oktober 2015

Fadly Rahman

Oktober 14, 2015 Posted by | Surat Pembaca dan Artikel | Tinggalkan komentar

PADANGRINCANG, GUNUNG BUNTUNG

PADANGRINCANG, GUNUNG BUNTUNG

Lebaran telah usai, bukan berarti silaturahim terhenti. Pada tanggal 5 Oktober 2015 berkesempatan silaturahim ke rumah adik bapak saya di Padangrincang persisnya di daerah Gunung Buntung. Berangkat dari Jakarta melewati tol tanggerang menuju cilegon. Menuju Padangrincang melewati jalan raya anyer.

Sebelumnya kami sudah memberitahu kalau kami akan mampir terlebih dahulu di pantai untuk menikmati suasana pantai sambil makan siang disana. Begitu banyak pantai yang diberi nama di pesisir banten. Sebelumnya kami sudah pernah mengunjungi pantai karang bolong. Untuk kali ini memilih Pantai Batu Saung. Kenapa memilih pantai ini karena pantai ini tidak terlalu jauh dari Padangrincang, hanya beberapa meter dari pintu gerbang pantai ada belokkan kanan menuju Padangrincang.

Pantai Batu Saung

Pantai Batu Saung

Masuk ke lokasi pantai Batu saung membayar tiket masuk sebesarRp. 70.000,-. Sebenarnya bukan tiket masuk tapi karcis parkir permobil dan pengelola tidak menghitung orang dalam mobil, sebanyak apapun orang yang masuk asalkan di dalam mobil yang sama tidak masalah.

Karena tiba pada tengah hari, sinar matahari terasa menyengat dikulit walau angin pantai mencoba menyejukkan.Kami menyewa saung yang menghadap pantai, beberapa tempat dibawah pohon yang rindang sudah dikuasai beberapa pengunjung yang datang terlebuh dahulu.Ongkos sewa saungRp. 50.000,- kalau pakai tikar ditambah Rp.15.000,- berhubung ada bawa tikar dari rumah kami hanya menyewa saung saja.

Suasana pantai cukup ramai. Permainan layang-layang menjadi favorit anak-anak yang berkunjung sedangkan yang sudah dewasa lebih memilih bermain di pantai dan naik banana boat. Ada juga yang menyewa kapal motor keliling sekitar pantai.

Kami tidak berlama-lama disana, setelah ashar melanjutkan perjalanan menuju Gunung Buntung, Padangrincang.

===================

Persawahan yang setengahnya baru dipanen

Persawahan yang setengahnya baru dipanen

Hanya 20 menit perjalan dari Pantai batu saung menuju rumah om saya itu. Ada sejarah besar dalam hidupnya. Namanya safrillah atau nama panggilannya Pak Saf. Beberapa tahun yang lalu Pak Saf kehilangan istri dan empat anak laki-lakinya diterjang tsunami. Keluarganya saat itu tinggal di Banda Aceh, rumahnya tidak sampai 2 km dari pantai. Beliau selamat karena saat itu sedang tugas di Cilegon. Dan saya pernah membuat cerita pendek tentang dia. https://fadlyrahman.wordpress.com/2008/03/28/setahun-dalam-penantian/.

Setelah beberapa lama sendiri, Pak Saf menikah lagi, menikah dengan wanita Banten dan Pak Saf mendapatkan seorang anak perempuan yang diberi nama Hanum Tiba di rumah Pak Saf disambut oleh istri dan Hanum yang baru pulang sekolah. Pak Saf sendiri berada di Palembang kerja mencari nafkah. Diusianya yang semakin senja Pak Saf tetap bekerja untuk kehidupan anaknya yang masih kecil. Barakallah Pak Saf,

Sore itu kami dijamu oleh tuan rumah dengan makanan khas Sunda. Ikan mas goreng, sayur asam dan disajikan pula pete yang baru dipetik dari kebun. Malam itu kami tidur di rumah Pak Saf dan merasakan dinginnya Gunung Buntung.

Mengelilingi pedesaan melewati jalan desa yang sudah disemen

Mengelilingi pedesaan melewati jalan desa yang sudah disemen

Adzan Shubuh berkumandang membangunkan warga dan termasuk kami sebagai pendatang. Setelah sarapan pagi, sesuai rencana pagi-pagi keliling sekitar Gunung Buntung. Persawahan yang setengahnya baru dipanen dan bebek-bebek mencari makanan disawah melengkapi suasana pedesaan.

Mengelilingi pedesaan melewati jalan desa yang sudah disemen. Ada juga jalan yang setapak yang masih tanah. Ada petunjuk jalannya yang dicat bertanda panah, supaya penduduk atau tamu tidak salah jalan.

Puas keliling desa, saatnya kami kembali ke Jakarta. Siapa menyangka, tuan rumah sudah menyiapkan oleh-oleh untuk kami. Kelapa muda, kelapa tua, petai, beras hasil sawah tuan rumah dan berbagai lainnya memenuhi bagian belakang mobil.

Jakarta, 06 September 2015

September 20, 2015 Posted by | Surat Pembaca dan Artikel | Tinggalkan komentar

PESTA KARYAWAN PANASONIC GOBEL

PESTA KARYAWAN PANASONIC GOBEL

Pada hari minggu, 17 Agustus 2015 keluarga besar Panasonic GOBEL memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 70. Pesta karyawan Panasonic GOBEL diawali dengan jalan sehat sekitar 2 KM dari kantor Panasonic GOBEL cawang memutar dari depan suara pembaruan lalu memutar balik menuju kantor dari depan RSUD Budhi Asih.

Pesta Karyawan Panasonic GOBEL

Pesta Karyawan Panasonic GOBEL

Setelah jalan sehat selesai, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagi Indonesia Raya dan lagu perusahaan. Olahraga pagi itu dilanjutkan dengan senam Aerobic. Setelah senam selama 30 menit acara ditunggu-tunggu yaitu berbagai macam lomba, lomba makan baso, lomba makan ketoprak, lomba mewarnai untuk anak-anak, lomba makan kerupuk dan berbagai macam lomba lainnya.

Hari itu merupakan pesta bagi karyawan perusahaan kelompok Panasonic GOBEL khususnya wilayah Cawang. Karyawan dapat menikmati makanan tradisional. Bisa makan mie ayam, ketoprak, gado-gado, mie baso dan lain sebagainya.

Lomba makan ketoprak dan baso

Lomba makan ketoprak dan baso

Selama berlangsung acara, karyawan juga bisa menikmati pijat refleksi sambil menikmati alunan music dangdut. Pada penghujung acara, karyawan dapat menikmati menu andalan kambing guling dan ice cream.

Jakarta, 17 Agustus 2015

Fadly Rahman

Agustus 17, 2015 Posted by | Surat Pembaca dan Artikel | Tinggalkan komentar

JAPAN TRIP

KERAMAIAN TOKYO, KEINDAHAN FUJI SAN

Sehari sebelumnya sudah dihubungi pihak travel untuk memastikan keberangkatan ke Jepang. Kebetulan yang menghubungi nanti juga akan menjadi tour leader selama di Jepang. Tour leader memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama Fransisko yang memastikan bahwa mereka ketemu dengan saya dan peserta lainnya pada jam 5 sore di bandara Soekarno Hatta.

Pada hari keberangkatan, Jumat, 8 mei 2015 sebelum jam 5, beberapa peserta sudah tiba dilokasi yang telah ditentukan untuk bertemu. Ada beberapa peserta yang saya sudah pernah ketemu sebelumnya. Hari itu satu persatu saya sudah mulai mengenal peserta nama panggilan masing-masing.

Setelah beberapa saat passport dan tiket pesawat singapura airlines diberikan ke semua peserta dan koper juga sudah masuk bagasi, semua peserta masuk dan menunggu di ruang tun ggu bandara. Sebelum berangkat masih ada waktu untuk shalat maghrib serta jamak qashar dengan Isya.

Pesawat terbang jam 19:30, transit terlebih dahulu di Singapura dan kemabli terbang menuju Jepang dengan Singapura Airlines dengan pesawat yang berbeda. Tiba di Bandara Internasional Narita Tokyo pada jam 8 an pagi.

Selamat Datang di Bandara International Narita Tokyo

Selamat Datang di Bandara International Narita Tokyo

Tour leader lokal Jepang sudah menunggu kami. Awalnya saya mengira, tour leader lokal Jepang adalah orang Jepang yang bisa berbahasa Indonesia, seperti tour leader sebelumnya yang pernah saya alami selama beberapa trip sebelumnya di Thailand, Malaysia dan SIngapura. Ternyata tour leader Jepang adalah orang Indonesia yang sebelumnya belajar dan saat ini bekerja di Jepang. Namanya Trisna atau dipanggil Tisna, putra Palembang kelahiran Lampung.

Walaupun kurang tidur, tour pertama tetap berlanjut. Karena ini merupakan hari pertama, semangat untuk berkunjung ke tempat-tempat yang khas kota ini sangat menggebu. Kunjungan pertama adalah kuil kuno kota Tokyo Asakusa Kannon Temple. Sebelum mengunjungi berphoto sesaat di pinggir sungai Sumida yang membelah kota Tokyo. Dari kejauhan terlihat gedung-gedung tinggi dan bangunan khas Tokyo Sky Tree. Kesan pertama melihat sekeliling sungai Sumida, yakni sungai yang bersih, taman-taman yang indah tanpa sampah, fasilitas lengkap untuk pejalan kaki dan bersepeda. Menjelang siang, cuaca kota Tokyo masih sejuk, terasa angin masih terasa dingin dikulit.

Asakusa Kannon Temple

Asakusa Kannon Temple

Setelah puas mengambil photo di pinggir sungai Sumida, kembali ke tujuan utama mengunjungi Asakusa Kannon Temple, kuil tertua di kota Tokyo. Mulai memasuki gerbang, sudah terlihat banyak pengunjung yang mendatangi kuil ini. Ditengah kuil terdapat kerumunan pengunjung, rasa penasaran ingin melihat. Kerumunan pengunjung mengelilingi wadah yang berisi air, mereka bergantian menyiram tangan dan mulut mereka dengan air.

Sebelum memasuki wilayah kuil, dari kejauhan saya sudah melihat sebuah menara di wilayah kuil. Pastimya kuil tersebut yang menjadi objek kamera. Tidak hanya saya, ada beberapa orang pengunjung juga mempunyai tujuan yang sama. Dan tidak fokus hanya disatu objek saja, mengelilingi komplek kuil pastinya menghilangkan rasa penasaran saya. Mengakhiri kunjungan ke kuil ini dengan melihat langsung suasana dalam kuil yang dipenuhi pengunjung yang sedang sembahyang.

Tradisi Minum Teh Jepang

Tradisi Minum Teh Jepang

Pengalaman menarik berikutnya adalah Japanese Tea Ceremony. Tata cara minum orang Jepang meminum teh mempunyai makna. Teh yang disajikan adalah teh hijau. Kami disambut seorang wanita Jepang setengah baya yang akan memimpin upacara penyajian teh. Sebelum minum teh disajikan terlebih dahulu sepotong kue yang dibagi dari tengah terlebih dahulu. Lalu peramu teh memberikan tehnya dan meminta kepada kita untuk memutarnya tiga kali. Setelah selesai minum diputar kembali kearah semula. Setelah acara selesai, sisa teh dihabiskan tanpa tersisa apalagi saat kita menghabiskan teh dengan bersuara, menandakan bahwa orang tersebut menikmatinya.

Setelah city tour kota Tokyo hari itu berakhir, menuju hotel untuk beristirahat menjadi kegiatan wajib agar kessokan harinya bisa melanjutkan keliling kota Tokyo dengan segala keunikannya.

==================

Odaiba City

Odaiba City

Menurut orang Jepang, apabila mau ke New York pergilah ke Odaiba City. Kenapa demikian, karena disana terdapat icon kota New York sebuah patung liberty replika yang berdiri disana. Odaiba city terhubung dengan Tokyo oleh sebuah jembatan yang dinamakan jembatan Rainbow. Tampak kota Tokyo dari sana. Kami mengunjungi sebuah pusat perbelanjaan di sana yang didalamnya terdapat sebuah museum yakni Trick Art Museum.

Di sambut seorang wanita berkimono yang bisa berbahasa Indonesia yang katanya lama tinggal di Bali. Wanita tersebut menjelaskan mengenai museum yang kami kunjungi termasuk tatacara berphoto dengan gambar-gambar yang ada didalamnya seakan-akan gambar-gambar tersebut hidup. Satu persatu-satu gambar didalam museum tersebut kami coba, berbagai macam gaya pun dicoba. Ada yang mengikuti contoh yang ada dalam brosur, ada juga mencoba dengan gaya masing-masing sesuka hati.

Trick Art Museum

Trick Art Museum

Trick tipuan pun saya alami saat wanita pemandu memanggil saya bahwa ada uang teman yang jatuh dan minta dibantu megembalikan sambil menunjuk di lantai. Seakan terhiptonis saya mengambil uang tersebut, ternyata hanya gambar uang lembaran yen seakan nyata. Trick terakhir itu mengakhiri kunjungan ke Trick Art Museum.

Odaiba city tidak hanya mengunjungi Trick Art Museum, juga mengunjungi Panasonic Centre. Itu kami lakukan hari berikutnya. Panasonic centre yang didalamnya terdapat produk-produk Panasonic yang teknologi terkini dan juga pusat ilmu pengetahuan. Banyak anak sekolah yang mengunjungi tempat ini. Untuk saya sangat penting mengunjungi Panasonic Centre ini, apalagi sebelumnya kami sudah mengunjungi Pabrik Panasonic dan sempat berkeliling pabrik.

Kunjungan ke Pabrik Panasonic

Kunjungan ke Pabrik Panasonic

Selain mendapatkan penjelasan mengenai produk Panasonic ditempat ini, kami juga bisa mencoba salah satu produksi Panasonic, alat pijat elektonic yang cukup membuat badan menjadi enak kembali setelah beberapa hari melakukan city tour kota Tokyo. Naik satu lantai, dijumpai area khusus game Mario yang dulu saat kecil saya sering memainkannya. Namun yang menarik justru area sebelahnya, area ilmu pengetahuan. Ada beberapa games yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan.

==================

Keindahan pemandangan gunung Fuji sudah sangat terkenal di seluruh dunia. Gunung tertinggi di Jepang merupakan salah satu objek wisata yang wajib dikunjungi apabila ke Jepang. Sebelumnya mampir dulu di Gotemba. Dari Tokyo ke Gotemba memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan dengan menggunakan bus. Mengunjungi factory outlet di Gotemba yang terdapat toko-toko yang menjual barang-barang merk terkenal dunia. Bagi yang senang belanja, pastinya tempat ini adalah surganya. Barang kualitas bagus dan design yang terkini bisa banyak dijumpai disini.

Gotemba Factory Outlet

Gotemba Factory Outlet

Siapa yang menyangka ditempat ini pula saya menemukan sebuah mushola. Mungkin pengelola tempat ini berpikir sangat perlu memberikan ruang kosong untuk shalat bagi pengunjung muslim, selain orang Indonesia banyak juga terdapat pengunjung dari timur tengah yang mengunjungi tempat ini yang memerlukan tempat untuk menunaikan kewajibannya.

Letak musholanya disudut factory outlet. Apabila tidak mau repot mencarinya, bisa melihat peta area factory outlet yang gambar musholanya cukup jelas atau bisa menanyakan dengan petugas keamanan disitu, mereka akan memberitahukannya. Setelah menemukan Mushola, jangan lupa pencet bel dahulu, bel tersambung ke waklie talkie petugas. Mushola tidak selalu dibuka seperti di Indonesia, mushola dibuka apabila ada pengunjung yang ingin melaksanakan ibadah shalat. Setelah memencet bel, petugas yang juga cleaning service setempat akan mendatangi untuk membantu membukakan pintu mushola. Setelah selesai shalat, jangan lupa memecet bel lagi karena setelah mushola dipakai akan ditutup kembali.

Mushola di Area Gotemba Factory Outlet

Mushola di Area Gotemba Factory Outlet

Belum semua outlet dikunjungi dan waktu terbatas pula yang membuat kami harus kembali ke bus untuk melanjutkan perjalanan ke Izu. Hari sudah mulai sore selama perjalanan ke Izu persisnya menuju hotel Harvest Izu yang menjadi tempat istirahat malam ini. Dan hari mulai gelap dan hujan mulai turun dengan deras yang disangka hanya hujan biasa yang selalu dialami di Jakarta. Setelah tiba di Hotel, baru mengetahui bahwa hujan ini disertai badai. Keluar dari bus, angin kencang menerpa. Petugas hotel yang menyambut didepan gerbang lobi dengan menggunakan payung mengatakan kepada tour leader sedang hujan badai malam ini dan memberi harapan kepada kami besok badai akan reda.

Gunung Fuji, tampak dari kejauhan

Gunung Fuji, tampak dari kejauhan

Tapi sayang harapan itu tidak terwujud. Keesokan harinya angin badai masih kencang walau hujan sudah reda. Rencananya akan melihat keindahan gunung fuji menggunakan ropeway dan menikmati cruise di danau Ashi tidak terwujud. Tapi masih bisa bersyukur masih bisa melihat gunung Fuji melalui kamar hotel dan menikmati keindahan Hakone setelah saya menyadari pagi harinya bahwa indahnya kota kecil Hakone yang berlatar belakang danau Ashi dan gunung Fuji.

Ingin rasanya saya lebih lama lagi di Hakone

Ingin rasanya saya lebih lama lagi di Hakone

Hari itu kami harus kembali ke Tokyo karena besoknya (14 Mei 2105) sudah harus kembali ke Tanah Air. Ingin rasanya saya lebih lama lagi di Hakone menikmati Jepang dengan aroma kota kecilnya yang tenang dan menikmati keindahannya panoramanya. Perjalanan yang menyenangkan ini memang berakhir namun kenangannya tidak akan dengan mudah dilupakan.

Ucapan terima kasih untuk Pak Dedi, Pak Didit, Pak Tri, Pak Win, Pak Sulatro, Pak Sanusi, Pak Ismet, Pak Otje, Pak Bowo, Pak Budi, Pak Michael dan Aryo, juga untuk Pak Tisna dan Pak Fran

Ucapan terima kasih untuk Pak Dedi, Pak Didit, Pak Tri, Pak Win, Pak Sulatro, Pak Sanusi, Pak Ismet, Pak Otje, Pak Bowo, Pak Budi, Pak Michael dan Aryo, juga untuk Pak Tisna dan Pak Fran

Jakarta, 31 Mei 2015

Fadly Rahman

Mei 31, 2015 Posted by | Surat Pembaca dan Artikel | Tinggalkan komentar

PLANT LEADER COACHING

TRAINING UNTUK PLANT LEADER SPPG

Serikat Pekerja Panasonic GOBEL melakukan pelatihan untuk para anggotanya yang menjadi Plant Leader. Pelatihan dilakukan dari hari sabtu, 14 maret sampai dengan minggu, 15 maret 2015 di Arah Bintang Megamendung.

Pelatihan yang dilakukan selama dua hari itu mengundang tokoh-tokoh yang ahli di bidang masing-masing. DR. Padang Wicaksono Staf Ahli Kementerian Tenaga Kerja yang membahas Tantangan, Persoalan dan Solusi Ketenagakerjaan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean. Lalu ada Surya Chandra SH yang dikenal sebagai aktivis buruh dan pemimpin redaksi Tabloid Lembur yang berbicara mengenai perjuangan buruh dan politik buruh.

praktisi advokasi buruh juga ikut serta dalam pelatihan ini, M, Jamsari SH

praktisi advokasi buruh juga ikut serta dalam pelatihan ini, M, Jamsari SH

Setelah makan siang pelatihan dilanjutkan dengan paparan dari Drs John W Daniel Saragih yang membahas bagaimana meningkatkan kemitraan dalam hubungan industrial. Seorang praktisi advokasi buruh juga ikut serta dalam pelatihan ini, M, Jamsari SH membawa buruh lebih mengenal hukum dan membuka cakrawala buruh dalam menyelesai konflik hubungan industrial.

Pelatihan buruh tidak lengkap apabila tidak membahas BPJS yang dijabarkan secara jelas oleh anggota dewan pengawas BPJS Ridwan Manoarfa. Dan pelatihan hari itu ditutup dengan sejarah SPPG oleh pak Djoko Wahyudi sebagai Presiden SPPG.

Jakarta, 21 Maret 2015

Fadly Rahman

Maret 22, 2015 Posted by | Surat Pembaca dan Artikel | Tinggalkan komentar

HUBUNGAN INDUSTRIAL MENURUT ISLAM

HUBUNGAN INDUSTRIAL MENURUT ISLAM

Banyaknya kasus tidak harmonis antara Pemberi kerja dan pekerjanya yang selama ini terjadi di Indonesia maupun pekerja Indonesia yang bekerja di Luar negeri. Padahal hubungan industrial yang harmonis antara pemberi kerja dan pekerjanya dapat menguntungkan kedua pihak. Pemberi kerja mendapatkan ketenangan dalam berusaha sedangkan pekerja mendapatkan ketentraman dalam melakukan tugasnya.

Republika, Islam Digest, Hubungan Industrial Menurut Islam, Pembaca Menulis, Hal 2, 22, Minggu, Februari 2015

Republika, Islam Digest, Hubungan Industrial Menurut Islam, Pembaca Menulis, Hal 2, 22, Minggu, Februari 2015

Dalam sejarah hidup Rasulullah tercatat hubungan industrial yang baik yang dibangun antara Khadijah (pemberi kerja) dan Muhammad (pekerja) yang saat itu dipercaya Khadijah untuk mengendalikan bisnisnya. Muhammad sebagai pekerja membalas kepercayaan Khadijah dengan bekerja dengan sebaik-baiknya dan membuat bisnis khadijah semakin maju. Berjalannya waktu Muhammad yang semula sebagai pekerja menjadi pengusaha dan dalam usia muda telah menjadi pengusaha sukses saat itu.

Pengalaman Rasulullah sebagai pekerja dan pengusaha membuat posisi pemberi kerja dan pekerja diatur dengan jelas dalam Islam. Rasulullah membuat aturan-aturan yang menguntungkan kedua belah pihak sehingga tidak ada yang merasa dirugikan.

Rasulullah mengingatkan pemberi kerja dengan hadistnya dari Abdillah bin Umar, Rasulullah Saw. Bersabda: “Berikanlah upah orang upahan sebelum kering keringatnya“. (HR.Ibnu Majah dan Imam Thabrani).

Rasulullah juga mengingatkan kepada pekerja untuk sungguh-sungguh dalam melakukan pekerjaannya “Dalam sebuah hadits Rasul saw bersabda: Barang siapa pada malam hari merasakan kelelahan karena bekerja pada siang hari, maka pada malam itu ia diampuni Allah” (Hadits Riwayat Ahmad & Ibnu Asakir).

Bekerja dengan baik dan sungguh-sungguh merupakan kewajiban pekerja atas upahnya dan kewajiban pemberi kerja memberikan upah pekerja atas hasil kerja yang diperoleh dari pekerjanya. Islam tidak hanya mengatur mengenai upah saja namun mengatur segala hal yang menyangkut hubungan industrial. Semoga dengan melaksanakan hubungan industrial berdasarkan Islam dapat mengurangi kesenjangan sosial antara pemberi kerja dan pekerja.

Jakarta, 08 Februari 2015

Fadly Rahman

Februari 28, 2015 Posted by | Surat Pembaca dan Artikel | Tinggalkan komentar

CAR FREE DAY

WISATA MURAH ALA JAKARTA

Liburan tidak harus keluar dari kota Jakarta. Banyak tempat yang bisa dikunjungi di Jakarta, dari yang mahal juga ada yang murah meriah. Salah satunya adalah merasakan suasana Car Free Day yang setiap minggunya ada di sepanjang Jalan Sudirman dan Thamrin sepanjang jam 6 Pagi sampai dengan jam 11 pagi tidak ada kendaraan bermotor yang boleh melintas di jalan protocol Jakarta itu. Hanya yang diperbolehkan Bus Transjakarta saja yang melintas.

Suasana Bundaran HI saat Car Free Day

Suasana Bundaran HI saat Car Free Day

Bermula dari senayan, memarkirkan terlebih dahulu kendaraan di lapangan parkir di Gelora Senayan. Sepeda yang dibawa dari rumah diletakkan dibelakang mobil diturunkan. Melakukan pemanasan sesaat sebelum mengayuh sepeda. Setelah merasa cukup, langsung menaiki sepeda dan mengayuhnya keluar areal parkir menuju jalan sudirman.

Terihat jalan sudirman sudah mulai ramai orang berlalu lalang menikmati suasana bebas kendaraan sambil menikmati keindahan arsitektur bangunan pencakar langit. ada yang menikmati dengan berjalan kaki, bersepatu roda, dan menggunakan sepeda. Saya memilih menggunakan Sepeda dengan tujuan ada beberapa tempat yang bisa saya nikmati.

Hanya 15 menit saja saya sudah tiba di Bundaran Hotel Indonesia, sekitar Patung Selamat Datang menjadi banyak orang yang beristirahat setelah beraktifitas pagi ini. Begitu juga dengan saya, istirahat sejenak sambil menikmati suasanya pagi ini.

Car Free day tidak hanya ada orang yang berlalu lalang saja tapi ada juga olahraga Aerobic dan dibeberapa tempat berbagai produk perusahaan juga ikut memeriahkan dengan membagi hadiah dan brosur. Beberapa stasiun TV juga maramaikan suasananya dengan mengadakan siarannya dikawasan car free day.

Taman Suropati

Taman Suropati

Setelah puas menikmati suasana meriah Car Free Day, ada baiknya menikmati suasana yang hijau. Tidak jauh dari Bundaran HI, ad ataman kota yang terkenal di Jakarta. Ya…Taman Suropati, taman yang indah dan sejuk itu berada di kawasan Menteng. Mengelilingi taman dengan berjalan kaki, melihat anak-anak bermain ceria dengan tertawa riang, tertawa tanpa beban tertawanya khas anak-anak.

Burung Merpati yang menjadi penghuni Taman Suropati merasa tidak terganggu dengan lalu lalang pengunjung dan teriak-teriakan anak-anak, seakan sudah terbiasa dengan suasana itu. Melihat beberapa bangku-bangku taman yang kosong, Cobalah untuk menikmati Taman Suropati dengan cara yang berbeda misalnya seperti keinginan saya dengan membaca buku kesukaan, sambil makan makanan ringan dan menikmati susu coklat kesukaan. Ada beberapa penjual kaki lima yang berdagang disekitar taman, ada penjual mie ayam, tahu sumedang, rujak bebeg, dan lain-lain.

Jakarta, 11 Januari 2015

Fadly Rahman

 

Januari 31, 2015 Posted by | Surat Pembaca dan Artikel | Tinggalkan komentar

PESONA NEGERI SUNDA

PESONA CIWIDEY

Perjalanan yang sempat tertunda akhirnya bisa dilaksanakan seperti direncanakan. Bulan Desember yang biasanya puncak musim hujan tidak membatalkan niat untuk ke Ciwidey. Berangkat dari Antapani Bandung jam 7 pagi, lewat tol pastuer dan turun di tol Kopo lalu belok ke kanan, lurus saja mengikuti alur jalan. Menurut informasi dari seorang teman, kalau ada ketemu pertigaan, kalau lurus ke Pengalengan, belok kanan ke Ciwidey. Perjalanan yang tidak macet dari pintu tol Kopo hanya memakan waktu 1,5 jam perjalanan saja dengan menggunakan mobil.

Tujuan pertama yang akan dikunjungi adalah Kawah Putih yang merupakan tujuan favorit wisatawan. Setelah memasuki kota Ciwidey, kami sempat bertanya dengan salah satu karyawan rumah makan yang sedang mempersiapkan arang bakar. Kami bertanya seberapa jauh lagi Kawah putih, katanya 10 km lagi setelah melewati hutan pinus. Sempat macet sesaat karena jalannya yang agak menyempit dan berpas-pasan dengan bis yang lewat yang tidak lama kemudian tiba dikawasan wisata Kawah Putih.

Souvenir Kawah Putih banyak dijual sebagai kenang-kenangan

Souvenir Kawah Putih banyak dijual sebagai kenang-kenangan

Kami memarkirkan mobil yang tempatnya sudah disediakan. Keputusan tidak masuk ke kawan kawah putih tidak menggunakan mobil pribadi tapi lebih memilih kendaraan yang disediakan pengelola tempat wisata, dengan membayar tiket masuk Rp. 17.000,- perorang dan tiket jasa transportasi Ontang Anting Rp. 15.000,- perorang. Banyak pengunjung yang lebih memilih menggunakan Ontang Anting agar bisa menikmati petualangannya sesungguhnya.

Menunggu giliran naik Ontang Anting

Menunggu giliran naik Ontang Anting

Jarak yang ditempuh hanya 5 km dari parkir bawah menuju puncak, melewati hutan di kiri dan kanan jalan. Tiba diterminal atas sudah disambut hujan gerimis. Apapun itu kami tetap melanjutkan menuju ke Kawah Putih. Terdengar dari microphone memperingati pengunjung apabila mata perih dan terasa mual agar segera keluar dari kawasan Kawah Putih. Pengunjung diharapkan hanya 15 menit saja di kawasan tersebut dikuatirkan bau belerang akan menganggu kesehatan.

Perlahan kaki melangkah menaiki anak tangga, terdengar sayup-sayup suara kecapi dimainkan. Ada seorang yang memainkan kecapi untuk menghibur pengunjung yang lewat. Hujan yang awalnya gerimis semakin deras turunnya. Untung saja ada membawa payung. Hujan tidak menghalangi untuk menikmati keindahan Kawah Putih.

Kawah Putih tetap indah walau diselimuti kabut

Kawah Putih tetap indah walau diselimuti kabut

Lokasi Kawah putih yang terdapat di pegunungan Patuha yang membentuk danau, hari itu berkabut tebal mungkin dipengaruhi hujan yang turun tetap terlihat keindahannya. Udara pegunungan yang dingin semakin dingin dengan turunnya hujan. Jaket yang dikenakan seakan tidak bisa menahan dinginnya udara kawasan kawah putih apalagi jaket mulai basah kena air hujan.

=================

Hamparan karpet raksasa indah perkebunan teh Rancabali

Hamparan karpet raksasa indah perkebunan teh Rancabali

Ciwidey tidak hanya Kawah Putih saja. Melanjutkan perjalanan ke Situ Patenggang yang jaraknya hanya 7 km dari kawasan wisata Kawah Putih. Selama perjalanan menuju Situ Patenggang disuguhi pemandangan indah kawasan perkebunan teh Ranca Bali. Kembali menemukan karpet raksasa hijau terhampar indah yang mempesona. Hati pun tidak tahan untuk menikmati pemandangan indah itu dengan meminggirkan mobil.

Memasuki kawasan Situ Patenggang yang dikelola Perhutani dengan tiket masuk kawasan Rp. 20.500,- perorang dan tiket mobil Rp. 11.500,-. Keindahan Situ sudah terlihat dari jalan yang berada diatas perkebunan teh. Hujan lebat menyambut kami setiba diparkiran kawasan Situ Patenggang. Hujan tetap tidak menghalangi kami untuk menikmati suasana Situ Patenggang. Sebelum memasuki taman Situ, terlebih dahulu membeli jagung rebus dan bandrek untuk menghangatkan tubuh.

Situ Patenggang

Situ Patenggang

Banyak terdapat Gazebo yang disediakan disitu. Kami memilih salah satunya yang kebetulan saat itu pengunjung belum banyak yang berkunjung. Sambil menyerumput bandrek yang mulai tak hangat lagi sambil menikmati jagung rebus. Tampak Perahu mesin mengantar pengunjung mengelilingi Situ. Perahu bebek terlihat bersandar di pinggir Situ, menunggu pengunjung menyewanya. Hujan juga tidak menghalangi pengunjung mengabadikan kunjungan mereka di Situ Patenggang.

Desember 29, 2014 Posted by | Surat Pembaca dan Artikel | 1 Komentar

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.