Fadlyrahman’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

PESTA KARYAWAN PANASONIC GOBEL

PESTA KARYAWAN PANASONIC GOBEL

Pada hari minggu, 17 Agustus 2015 keluarga besar Panasonic GOBEL memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 70. Pesta karyawan Panasonic GOBEL diawali dengan jalan sehat sekitar 2 KM dari kantor Panasonic GOBEL cawang memutar dari depan suara pembaruan lalu memutar balik menuju kantor dari depan RSUD Budhi Asih.

Pesta Karyawan Panasonic GOBEL

Pesta Karyawan Panasonic GOBEL

Setelah jalan sehat selesai, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagi Indonesia Raya dan lagu perusahaan. Olahraga pagi itu dilanjutkan dengan senam Aerobic. Setelah senam selama 30 menit acara ditunggu-tunggu yaitu berbagai macam lomba, lomba makan baso, lomba makan ketoprak, lomba mewarnai untuk anak-anak, lomba makan kerupuk dan berbagai macam lomba lainnya.

Hari itu merupakan pesta bagi karyawan perusahaan kelompok Panasonic GOBEL khususnya wilayah Cawang. Karyawan dapat menikmati makanan tradisional. Bisa makan mie ayam, ketoprak, gado-gado, mie baso dan lain sebagainya.

Lomba makan ketoprak dan baso

Lomba makan ketoprak dan baso

Selama berlangsung acara, karyawan juga bisa menikmati pijat refleksi sambil menikmati alunan music dangdut. Pada penghujung acara, karyawan dapat menikmati menu andalan kambing guling dan ice cream.

Jakarta, 17 Agustus 2015

Fadly Rahman

Agustus 17, 2015 Posted by | Surat Pembaca dan Artikel | Meninggalkan komentar

JAPAN TRIP

KERAMAIAN TOKYO, KEINDAHAN FUJI SAN

Sehari sebelumnya sudah dihubungi pihak travel untuk memastikan keberangkatan ke Jepang. Kebetulan yang menghubungi nanti juga akan menjadi tour leader selama di Jepang. Tour leader memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama Fransisko yang memastikan bahwa mereka ketemu dengan saya dan peserta lainnya pada jam 5 sore di bandara Soekarno Hatta.

Pada hari keberangkatan, Jumat, 8 mei 2015 sebelum jam 5, beberapa peserta sudah tiba dilokasi yang telah ditentukan untuk bertemu. Ada beberapa peserta yang saya sudah pernah ketemu sebelumnya. Hari itu satu persatu saya sudah mulai mengenal peserta nama panggilan masing-masing.

Setelah beberapa saat passport dan tiket pesawat singapura airlines diberikan ke semua peserta dan koper juga sudah masuk bagasi, semua peserta masuk dan menunggu di ruang tun ggu bandara. Sebelum berangkat masih ada waktu untuk shalat maghrib serta jamak qashar dengan Isya.

Pesawat terbang jam 19:30, transit terlebih dahulu di Singapura dan kemabli terbang menuju Jepang dengan Singapura Airlines dengan pesawat yang berbeda. Tiba di Bandara Internasional Narita Tokyo pada jam 8 an pagi.

Selamat Datang di Bandara International Narita Tokyo

Selamat Datang di Bandara International Narita Tokyo

Tour leader lokal Jepang sudah menunggu kami. Awalnya saya mengira, tour leader lokal Jepang adalah orang Jepang yang bisa berbahasa Indonesia, seperti tour leader sebelumnya yang pernah saya alami selama beberapa trip sebelumnya di Thailand, Malaysia dan SIngapura. Ternyata tour leader Jepang adalah orang Indonesia yang sebelumnya belajar dan saat ini bekerja di Jepang. Namanya Trisna atau dipanggil Tisna, putra Palembang kelahiran Lampung.

Walaupun kurang tidur, tour pertama tetap berlanjut. Karena ini merupakan hari pertama, semangat untuk berkunjung ke tempat-tempat yang khas kota ini sangat menggebu. Kunjungan pertama adalah kuil kuno kota Tokyo Asakusa Kannon Temple. Sebelum mengunjungi berphoto sesaat di pinggir sungai Sumida yang membelah kota Tokyo. Dari kejauhan terlihat gedung-gedung tinggi dan bangunan khas Tokyo Sky Tree. Kesan pertama melihat sekeliling sungai Sumida, yakni sungai yang bersih, taman-taman yang indah tanpa sampah, fasilitas lengkap untuk pejalan kaki dan bersepeda. Menjelang siang, cuaca kota Tokyo masih sejuk, terasa angin masih terasa dingin dikulit.

Asakusa Kannon Temple

Asakusa Kannon Temple

Setelah puas mengambil photo di pinggir sungai Sumida, kembali ke tujuan utama mengunjungi Asakusa Kannon Temple, kuil tertua di kota Tokyo. Mulai memasuki gerbang, sudah terlihat banyak pengunjung yang mendatangi kuil ini. Ditengah kuil terdapat kerumunan pengunjung, rasa penasaran ingin melihat. Kerumunan pengunjung mengelilingi wadah yang berisi air, mereka bergantian menyiram tangan dan mulut mereka dengan air.

Sebelum memasuki wilayah kuil, dari kejauhan saya sudah melihat sebuah menara di wilayah kuil. Pastimya kuil tersebut yang menjadi objek kamera. Tidak hanya saya, ada beberapa orang pengunjung juga mempunyai tujuan yang sama. Dan tidak fokus hanya disatu objek saja, mengelilingi komplek kuil pastinya menghilangkan rasa penasaran saya. Mengakhiri kunjungan ke kuil ini dengan melihat langsung suasana dalam kuil yang dipenuhi pengunjung yang sedang sembahyang.

Tradisi Minum Teh Jepang

Tradisi Minum Teh Jepang

Pengalaman menarik berikutnya adalah Japanese Tea Ceremony. Tata cara minum orang Jepang meminum teh mempunyai makna. Teh yang disajikan adalah teh hijau. Kami disambut seorang wanita Jepang setengah baya yang akan memimpin upacara penyajian teh. Sebelum minum teh disajikan terlebih dahulu sepotong kue yang dibagi dari tengah terlebih dahulu. Lalu peramu teh memberikan tehnya dan meminta kepada kita untuk memutarnya tiga kali. Setelah selesai minum diputar kembali kearah semula. Setelah acara selesai, sisa teh dihabiskan tanpa tersisa apalagi saat kita menghabiskan teh dengan bersuara, menandakan bahwa orang tersebut menikmatinya.

Setelah city tour kota Tokyo hari itu berakhir, menuju hotel untuk beristirahat menjadi kegiatan wajib agar kessokan harinya bisa melanjutkan keliling kota Tokyo dengan segala keunikannya.

==================

Odaiba City

Odaiba City

Menurut orang Jepang, apabila mau ke New York pergilah ke Odaiba City. Kenapa demikian, karena disana terdapat icon kota New York sebuah patung liberty replika yang berdiri disana. Odaiba city terhubung dengan Tokyo oleh sebuah jembatan yang dinamakan jembatan Rainbow. Tampak kota Tokyo dari sana. Kami mengunjungi sebuah pusat perbelanjaan di sana yang didalamnya terdapat sebuah museum yakni Trick Art Museum.

Di sambut seorang wanita berkimono yang bisa berbahasa Indonesia yang katanya lama tinggal di Bali. Wanita tersebut menjelaskan mengenai museum yang kami kunjungi termasuk tatacara berphoto dengan gambar-gambar yang ada didalamnya seakan-akan gambar-gambar tersebut hidup. Satu persatu-satu gambar didalam museum tersebut kami coba, berbagai macam gaya pun dicoba. Ada yang mengikuti contoh yang ada dalam brosur, ada juga mencoba dengan gaya masing-masing sesuka hati.

Trick Art Museum

Trick Art Museum

Trick tipuan pun saya alami saat wanita pemandu memanggil saya bahwa ada uang teman yang jatuh dan minta dibantu megembalikan sambil menunjuk di lantai. Seakan terhiptonis saya mengambil uang tersebut, ternyata hanya gambar uang lembaran yen seakan nyata. Trick terakhir itu mengakhiri kunjungan ke Trick Art Museum.

Odaiba city tidak hanya mengunjungi Trick Art Museum, juga mengunjungi Panasonic Centre. Itu kami lakukan hari berikutnya. Panasonic centre yang didalamnya terdapat produk-produk Panasonic yang teknologi terkini dan juga pusat ilmu pengetahuan. Banyak anak sekolah yang mengunjungi tempat ini. Untuk saya sangat penting mengunjungi Panasonic Centre ini, apalagi sebelumnya kami sudah mengunjungi Pabrik Panasonic dan sempat berkeliling pabrik.

Kunjungan ke Pabrik Panasonic

Kunjungan ke Pabrik Panasonic

Selain mendapatkan penjelasan mengenai produk Panasonic ditempat ini, kami juga bisa mencoba salah satu produksi Panasonic, alat pijat elektonic yang cukup membuat badan menjadi enak kembali setelah beberapa hari melakukan city tour kota Tokyo. Naik satu lantai, dijumpai area khusus game Mario yang dulu saat kecil saya sering memainkannya. Namun yang menarik justru area sebelahnya, area ilmu pengetahuan. Ada beberapa games yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan.

==================

Keindahan pemandangan gunung Fuji sudah sangat terkenal di seluruh dunia. Gunung tertinggi di Jepang merupakan salah satu objek wisata yang wajib dikunjungi apabila ke Jepang. Sebelumnya mampir dulu di Gotemba. Dari Tokyo ke Gotemba memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan dengan menggunakan bus. Mengunjungi factory outlet di Gotemba yang terdapat toko-toko yang menjual barang-barang merk terkenal dunia. Bagi yang senang belanja, pastinya tempat ini adalah surganya. Barang kualitas bagus dan design yang terkini bisa banyak dijumpai disini.

Gotemba Factory Outlet

Gotemba Factory Outlet

Siapa yang menyangka ditempat ini pula saya menemukan sebuah mushola. Mungkin pengelola tempat ini berpikir sangat perlu memberikan ruang kosong untuk shalat bagi pengunjung muslim, selain orang Indonesia banyak juga terdapat pengunjung dari timur tengah yang mengunjungi tempat ini yang memerlukan tempat untuk menunaikan kewajibannya.

Letak musholanya disudut factory outlet. Apabila tidak mau repot mencarinya, bisa melihat peta area factory outlet yang gambar musholanya cukup jelas atau bisa menanyakan dengan petugas keamanan disitu, mereka akan memberitahukannya. Setelah menemukan Mushola, jangan lupa pencet bel dahulu, bel tersambung ke waklie talkie petugas. Mushola tidak selalu dibuka seperti di Indonesia, mushola dibuka apabila ada pengunjung yang ingin melaksanakan ibadah shalat. Setelah memencet bel, petugas yang juga cleaning service setempat akan mendatangi untuk membantu membukakan pintu mushola. Setelah selesai shalat, jangan lupa memecet bel lagi karena setelah mushola dipakai akan ditutup kembali.

Mushola di Area Gotemba Factory Outlet

Mushola di Area Gotemba Factory Outlet

Belum semua outlet dikunjungi dan waktu terbatas pula yang membuat kami harus kembali ke bus untuk melanjutkan perjalanan ke Izu. Hari sudah mulai sore selama perjalanan ke Izu persisnya menuju hotel Harvest Izu yang menjadi tempat istirahat malam ini. Dan hari mulai gelap dan hujan mulai turun dengan deras yang disangka hanya hujan biasa yang selalu dialami di Jakarta. Setelah tiba di Hotel, baru mengetahui bahwa hujan ini disertai badai. Keluar dari bus, angin kencang menerpa. Petugas hotel yang menyambut didepan gerbang lobi dengan menggunakan payung mengatakan kepada tour leader sedang hujan badai malam ini dan memberi harapan kepada kami besok badai akan reda.

Gunung Fuji, tampak dari kejauhan

Gunung Fuji, tampak dari kejauhan

Tapi sayang harapan itu tidak terwujud. Keesokan harinya angin badai masih kencang walau hujan sudah reda. Rencananya akan melihat keindahan gunung fuji menggunakan ropeway dan menikmati cruise di danau Ashi tidak terwujud. Tapi masih bisa bersyukur masih bisa melihat gunung Fuji melalui kamar hotel dan menikmati keindahan Hakone setelah saya menyadari pagi harinya bahwa indahnya kota kecil Hakone yang berlatar belakang danau Ashi dan gunung Fuji.

Ingin rasanya saya lebih lama lagi di Hakone

Ingin rasanya saya lebih lama lagi di Hakone

Hari itu kami harus kembali ke Tokyo karena besoknya (14 Mei 2105) sudah harus kembali ke Tanah Air. Ingin rasanya saya lebih lama lagi di Hakone menikmati Jepang dengan aroma kota kecilnya yang tenang dan menikmati keindahannya panoramanya. Perjalanan yang menyenangkan ini memang berakhir namun kenangannya tidak akan dengan mudah dilupakan.

Ucapan terima kasih untuk Pak Dedi, Pak Didit, Pak Tri, Pak Win, Pak Sulatro, Pak Sanusi, Pak Ismet, Pak Otje, Pak Bowo, Pak Budi, Pak Michael dan Aryo, juga untuk Pak Tisna dan Pak Fran

Ucapan terima kasih untuk Pak Dedi, Pak Didit, Pak Tri, Pak Win, Pak Sulatro, Pak Sanusi, Pak Ismet, Pak Otje, Pak Bowo, Pak Budi, Pak Michael dan Aryo, juga untuk Pak Tisna dan Pak Fran

Jakarta, 31 Mei 2015

Fadly Rahman

Mei 31, 2015 Posted by | Surat Pembaca dan Artikel | Meninggalkan komentar

PLANT LEADER COACHING

TRAINING UNTUK PLANT LEADER SPPG

Serikat Pekerja Panasonic GOBEL melakukan pelatihan untuk para anggotanya yang menjadi Plant Leader. Pelatihan dilakukan dari hari sabtu, 14 maret sampai dengan minggu, 15 maret 2015 di Arah Bintang Megamendung.

Pelatihan yang dilakukan selama dua hari itu mengundang tokoh-tokoh yang ahli di bidang masing-masing. DR. Padang Wicaksono Staf Ahli Kementerian Tenaga Kerja yang membahas Tantangan, Persoalan dan Solusi Ketenagakerjaan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean. Lalu ada Surya Chandra SH yang dikenal sebagai aktivis buruh dan pemimpin redaksi Tabloid Lembur yang berbicara mengenai perjuangan buruh dan politik buruh.

praktisi advokasi buruh juga ikut serta dalam pelatihan ini, M, Jamsari SH

praktisi advokasi buruh juga ikut serta dalam pelatihan ini, M, Jamsari SH

Setelah makan siang pelatihan dilanjutkan dengan paparan dari Drs John W Daniel Saragih yang membahas bagaimana meningkatkan kemitraan dalam hubungan industrial. Seorang praktisi advokasi buruh juga ikut serta dalam pelatihan ini, M, Jamsari SH membawa buruh lebih mengenal hukum dan membuka cakrawala buruh dalam menyelesai konflik hubungan industrial.

Pelatihan buruh tidak lengkap apabila tidak membahas BPJS yang dijabarkan secara jelas oleh anggota dewan pengawas BPJS Ridwan Manoarfa. Dan pelatihan hari itu ditutup dengan sejarah SPPG oleh pak Djoko Wahyudi sebagai Presiden SPPG.

Jakarta, 21 Maret 2015

Fadly Rahman

Maret 22, 2015 Posted by | Surat Pembaca dan Artikel | Meninggalkan komentar

HUBUNGAN INDUSTRIAL MENURUT ISLAM

HUBUNGAN INDUSTRIAL MENURUT ISLAM

Banyaknya kasus tidak harmonis antara Pemberi kerja dan pekerjanya yang selama ini terjadi di Indonesia maupun pekerja Indonesia yang bekerja di Luar negeri. Padahal hubungan industrial yang harmonis antara pemberi kerja dan pekerjanya dapat menguntungkan kedua pihak. Pemberi kerja mendapatkan ketenangan dalam berusaha sedangkan pekerja mendapatkan ketentraman dalam melakukan tugasnya.

Republika, Islam Digest, Hubungan Industrial Menurut Islam, Pembaca Menulis, Hal 2, 22, Minggu, Februari 2015

Republika, Islam Digest, Hubungan Industrial Menurut Islam, Pembaca Menulis, Hal 2, 22, Minggu, Februari 2015

Dalam sejarah hidup Rasulullah tercatat hubungan industrial yang baik yang dibangun antara Khadijah (pemberi kerja) dan Muhammad (pekerja) yang saat itu dipercaya Khadijah untuk mengendalikan bisnisnya. Muhammad sebagai pekerja membalas kepercayaan Khadijah dengan bekerja dengan sebaik-baiknya dan membuat bisnis khadijah semakin maju. Berjalannya waktu Muhammad yang semula sebagai pekerja menjadi pengusaha dan dalam usia muda telah menjadi pengusaha sukses saat itu.

Pengalaman Rasulullah sebagai pekerja dan pengusaha membuat posisi pemberi kerja dan pekerja diatur dengan jelas dalam Islam. Rasulullah membuat aturan-aturan yang menguntungkan kedua belah pihak sehingga tidak ada yang merasa dirugikan.

Rasulullah mengingatkan pemberi kerja dengan hadistnya dari Abdillah bin Umar, Rasulullah Saw. Bersabda: “Berikanlah upah orang upahan sebelum kering keringatnya“. (HR.Ibnu Majah dan Imam Thabrani).

Rasulullah juga mengingatkan kepada pekerja untuk sungguh-sungguh dalam melakukan pekerjaannya “Dalam sebuah hadits Rasul saw bersabda: Barang siapa pada malam hari merasakan kelelahan karena bekerja pada siang hari, maka pada malam itu ia diampuni Allah” (Hadits Riwayat Ahmad & Ibnu Asakir).

Bekerja dengan baik dan sungguh-sungguh merupakan kewajiban pekerja atas upahnya dan kewajiban pemberi kerja memberikan upah pekerja atas hasil kerja yang diperoleh dari pekerjanya. Islam tidak hanya mengatur mengenai upah saja namun mengatur segala hal yang menyangkut hubungan industrial. Semoga dengan melaksanakan hubungan industrial berdasarkan Islam dapat mengurangi kesenjangan sosial antara pemberi kerja dan pekerja.

Jakarta, 08 Februari 2015

Fadly Rahman

Februari 28, 2015 Posted by | Surat Pembaca dan Artikel | Meninggalkan komentar

CAR FREE DAY

WISATA MURAH ALA JAKARTA

Liburan tidak harus keluar dari kota Jakarta. Banyak tempat yang bisa dikunjungi di Jakarta, dari yang mahal juga ada yang murah meriah. Salah satunya adalah merasakan suasana Car Free Day yang setiap minggunya ada di sepanjang Jalan Sudirman dan Thamrin sepanjang jam 6 Pagi sampai dengan jam 11 pagi tidak ada kendaraan bermotor yang boleh melintas di jalan protocol Jakarta itu. Hanya yang diperbolehkan Bus Transjakarta saja yang melintas.

Suasana Bundaran HI saat Car Free Day

Suasana Bundaran HI saat Car Free Day

Bermula dari senayan, memarkirkan terlebih dahulu kendaraan di lapangan parkir di Gelora Senayan. Sepeda yang dibawa dari rumah diletakkan dibelakang mobil diturunkan. Melakukan pemanasan sesaat sebelum mengayuh sepeda. Setelah merasa cukup, langsung menaiki sepeda dan mengayuhnya keluar areal parkir menuju jalan sudirman.

Terihat jalan sudirman sudah mulai ramai orang berlalu lalang menikmati suasana bebas kendaraan sambil menikmati keindahan arsitektur bangunan pencakar langit. ada yang menikmati dengan berjalan kaki, bersepatu roda, dan menggunakan sepeda. Saya memilih menggunakan Sepeda dengan tujuan ada beberapa tempat yang bisa saya nikmati.

Hanya 15 menit saja saya sudah tiba di Bundaran Hotel Indonesia, sekitar Patung Selamat Datang menjadi banyak orang yang beristirahat setelah beraktifitas pagi ini. Begitu juga dengan saya, istirahat sejenak sambil menikmati suasanya pagi ini.

Car Free day tidak hanya ada orang yang berlalu lalang saja tapi ada juga olahraga Aerobic dan dibeberapa tempat berbagai produk perusahaan juga ikut memeriahkan dengan membagi hadiah dan brosur. Beberapa stasiun TV juga maramaikan suasananya dengan mengadakan siarannya dikawasan car free day.

Taman Suropati

Taman Suropati

Setelah puas menikmati suasana meriah Car Free Day, ada baiknya menikmati suasana yang hijau. Tidak jauh dari Bundaran HI, ad ataman kota yang terkenal di Jakarta. Ya…Taman Suropati, taman yang indah dan sejuk itu berada di kawasan Menteng. Mengelilingi taman dengan berjalan kaki, melihat anak-anak bermain ceria dengan tertawa riang, tertawa tanpa beban tertawanya khas anak-anak.

Burung Merpati yang menjadi penghuni Taman Suropati merasa tidak terganggu dengan lalu lalang pengunjung dan teriak-teriakan anak-anak, seakan sudah terbiasa dengan suasana itu. Melihat beberapa bangku-bangku taman yang kosong, Cobalah untuk menikmati Taman Suropati dengan cara yang berbeda misalnya seperti keinginan saya dengan membaca buku kesukaan, sambil makan makanan ringan dan menikmati susu coklat kesukaan. Ada beberapa penjual kaki lima yang berdagang disekitar taman, ada penjual mie ayam, tahu sumedang, rujak bebeg, dan lain-lain.

Jakarta, 11 Januari 2015

Fadly Rahman

 

Januari 31, 2015 Posted by | Surat Pembaca dan Artikel | Meninggalkan komentar

PESONA NEGERI SUNDA

PESONA CIWIDEY

Perjalanan yang sempat tertunda akhirnya bisa dilaksanakan seperti direncanakan. Bulan Desember yang biasanya puncak musim hujan tidak membatalkan niat untuk ke Ciwidey. Berangkat dari Antapani Bandung jam 7 pagi, lewat tol pastuer dan turun di tol Kopo lalu belok ke kanan, lurus saja mengikuti alur jalan. Menurut informasi dari seorang teman, kalau ada ketemu pertigaan, kalau lurus ke Pengalengan, belok kanan ke Ciwidey. Perjalanan yang tidak macet dari pintu tol Kopo hanya memakan waktu 1,5 jam perjalanan saja dengan menggunakan mobil.

Tujuan pertama yang akan dikunjungi adalah Kawah Putih yang merupakan tujuan favorit wisatawan. Setelah memasuki kota Ciwidey, kami sempat bertanya dengan salah satu karyawan rumah makan yang sedang mempersiapkan arang bakar. Kami bertanya seberapa jauh lagi Kawah putih, katanya 10 km lagi setelah melewati hutan pinus. Sempat macet sesaat karena jalannya yang agak menyempit dan berpas-pasan dengan bis yang lewat yang tidak lama kemudian tiba dikawasan wisata Kawah Putih.

Souvenir Kawah Putih banyak dijual sebagai kenang-kenangan

Souvenir Kawah Putih banyak dijual sebagai kenang-kenangan

Kami memarkirkan mobil yang tempatnya sudah disediakan. Keputusan tidak masuk ke kawan kawah putih tidak menggunakan mobil pribadi tapi lebih memilih kendaraan yang disediakan pengelola tempat wisata, dengan membayar tiket masuk Rp. 17.000,- perorang dan tiket jasa transportasi Ontang Anting Rp. 15.000,- perorang. Banyak pengunjung yang lebih memilih menggunakan Ontang Anting agar bisa menikmati petualangannya sesungguhnya.

Menunggu giliran naik Ontang Anting

Menunggu giliran naik Ontang Anting

Jarak yang ditempuh hanya 5 km dari parkir bawah menuju puncak, melewati hutan di kiri dan kanan jalan. Tiba diterminal atas sudah disambut hujan gerimis. Apapun itu kami tetap melanjutkan menuju ke Kawah Putih. Terdengar dari microphone memperingati pengunjung apabila mata perih dan terasa mual agar segera keluar dari kawasan Kawah Putih. Pengunjung diharapkan hanya 15 menit saja di kawasan tersebut dikuatirkan bau belerang akan menganggu kesehatan.

Perlahan kaki melangkah menaiki anak tangga, terdengar sayup-sayup suara kecapi dimainkan. Ada seorang yang memainkan kecapi untuk menghibur pengunjung yang lewat. Hujan yang awalnya gerimis semakin deras turunnya. Untung saja ada membawa payung. Hujan tidak menghalangi untuk menikmati keindahan Kawah Putih.

Kawah Putih tetap indah walau diselimuti kabut

Kawah Putih tetap indah walau diselimuti kabut

Lokasi Kawah putih yang terdapat di pegunungan Patuha yang membentuk danau, hari itu berkabut tebal mungkin dipengaruhi hujan yang turun tetap terlihat keindahannya. Udara pegunungan yang dingin semakin dingin dengan turunnya hujan. Jaket yang dikenakan seakan tidak bisa menahan dinginnya udara kawasan kawah putih apalagi jaket mulai basah kena air hujan.

=================

Hamparan karpet raksasa indah perkebunan teh Rancabali

Hamparan karpet raksasa indah perkebunan teh Rancabali

Ciwidey tidak hanya Kawah Putih saja. Melanjutkan perjalanan ke Situ Patenggang yang jaraknya hanya 7 km dari kawasan wisata Kawah Putih. Selama perjalanan menuju Situ Patenggang disuguhi pemandangan indah kawasan perkebunan teh Ranca Bali. Kembali menemukan karpet raksasa hijau terhampar indah yang mempesona. Hati pun tidak tahan untuk menikmati pemandangan indah itu dengan meminggirkan mobil.

Memasuki kawasan Situ Patenggang yang dikelola Perhutani dengan tiket masuk kawasan Rp. 20.500,- perorang dan tiket mobil Rp. 11.500,-. Keindahan Situ sudah terlihat dari jalan yang berada diatas perkebunan teh. Hujan lebat menyambut kami setiba diparkiran kawasan Situ Patenggang. Hujan tetap tidak menghalangi kami untuk menikmati suasana Situ Patenggang. Sebelum memasuki taman Situ, terlebih dahulu membeli jagung rebus dan bandrek untuk menghangatkan tubuh.

Situ Patenggang

Situ Patenggang

Banyak terdapat Gazebo yang disediakan disitu. Kami memilih salah satunya yang kebetulan saat itu pengunjung belum banyak yang berkunjung. Sambil menyerumput bandrek yang mulai tak hangat lagi sambil menikmati jagung rebus. Tampak Perahu mesin mengantar pengunjung mengelilingi Situ. Perahu bebek terlihat bersandar di pinggir Situ, menunggu pengunjung menyewanya. Hujan juga tidak menghalangi pengunjung mengabadikan kunjungan mereka di Situ Patenggang.

Desember 29, 2014 Posted by | Surat Pembaca dan Artikel | 1 Komentar

SEJARAH SINGKAT SPPG

GERAKAN SOSIAL SERIKAT PEKERJA

Pada tahun 1638, Sultan Othoman Turki Murat IV berencana menyerang Bahgdad yang dikuasai Persia. Sebelum penyerangan tersebut, rakyat turki berkumpul dan berparade memberi dukungan terhadap Sultan dan pasukannya. Rakyat dari berbagai profesi berparade dan menunjukkan dukungannnya. Berbagai profesi dari tukang daging, tukang kayu, tukang besi dan lain-lain berparade memnberi dukungan mereka selama 3 hari 3 malam dengan membawa peralatan profesi mereka. Parede profesi tersebut terdaftar di kesultanan sebanyak 736 perkumpulan atau serikat pekerja yang resmi yang ikut serta parade dukungan.

Serikat Pekerja Panasonic GOBEL

Serikat Pekerja Panasonic GOBEL

Setelah dua abad serikat pekerja hanya sebagai perkumpulan profesi, terjadilah gerakan sosial yang dimotori kaum buruh melakukan pemogokan dan demo besar-besaran di Eropa. Gerakan sosial yang dikenal dengan Revolusi Sosial menuntut penguasa dan pengusaha perbaikan taraf hidup pekerja dan rakyat yang miskin.

Pasca Revolusi Industri yang dimulai di Inggris seabad sebelumnya, banyak pekerja yang kehilangan pekerjaannya. Teknologi mesin yang ditemukan saat itu mengganti tenaga manusia. Dampak lainnya mengakibatkan jasa pekerja dibayar dengan murah.

==================

Pada tahun 1947 di Makassar, ada seorang pemuda yang masih sekolah di Salah satu sekolah menengah atas di Makassar. Selain bersekolah juga bekerja sebagai buruh pelabuhan. Pemuda yang dikenal bernama Muhammad Thayeb Gobel (Thayeb Gobel) juga memimpin rekan-rekan melakukan pemogokan untuk meminta kenaikan upah mereka yang renda. Aksi tersebut berhasil memaksa kepala pelabuhan menaikkan upah mereka.

Berdasarkan pengalaman sebagai buruh saat awal berkarir itu membuat Thayeb Gobel sangat mengetahui keinginan buruh. Karena pengalaman itu pula Thayeb Gobel lebih memperhatikan kesejahteraan karyawannya saat telah menjadi pengusaha Electronik.

Gerakan Menanam Pohon

Gerakan Menanam Pohon

Sebagai pelopor industri Electronic, pada tahun 1970 Thayeb Gobel mendirikan perusahaan PT National GOBEL (Nabel) yang memproduksi dan menjual barang-barang Electronic merk National. Thayeb Gobel bersama karyawannya mendirikan organisasi perkumpulan untuk karyawan yang bernama Karyawan National Gobel (Karnabel). Beberapa tahun kemudian menjadi Ikatan Karyawan PT Padi Traktor dan National Gobel (Ikapadinabel) . PT Padi Traktor adalah perusaahaan yang memproduksi batu batree. Pada tahun 1978 organisasi karyawan National GOBEL bergabung ke Federasi Buruh Seluruh Indonesia (FBSI).

Seminar Wirausaha untuk Karyawan yang akan Pensiun

Seminar Wirausaha untuk Karyawan yang akan Pensiun

Karena kebijakan pemerintah orde baru bahwa seluruh serikat pekerja harus dibawah satu naungan serikat pekerja, makan FBSI difusikan ke Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (tahun 1995 berubah menjadi Federasi). Begitu juga FBSI Nabel bergabung menjadi anggota SPSI pada tahun 1988. Dan pada tahun yang sama merupakan jasa terbaru bagi karyawan dan perusahaan yang menjadi pelopor Kesepakatan Kerja Bersama (KKB).

Pada tahun 1999, forum serikat pekerja kelompok Matsushita GOBEL mendirkan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia. Serikat pekerja Nabel bergabung dengan FSPMI dan menjadi ketua serikat pekerja pertama dipegang Thamrin Mosii.

SPPG Peduli Relawan

SPPG Peduli Relawan

Thamrin Mosii sebagai salah satu tokoh Buruh Indonesia, selain sebagai salah satu pendiri FSPMI juga pelopor Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Thamrim Mosii juga pernah menjabat sebagai wakil presiden Buruh Asia Pasific.

Thamrin Mosii pula yang ikut membidani lahirnya Serikat Pekerja Panasonic Gobel (SPPG) yang berdiri pada tahun 2011. Mulai saat itu serikat pekerja yang dibawah naungan Panasonic GOBEL (pada tahun 2004 merk tunggal Panasonic) kedalam SPPG.

Jakarta, 21 Desember 2014

Fadly Rahman

Sumber :

  1. Istanbul, Kota Kekaisaran, Jhon Freely, Penerbit Alvabet, Maret 2012, Hal 288
  2. http://sosok.kompasiana.com/2012/11/07/spirit-kepahlawanan-almthayeb-mohammad-gobel-501148.html
  3. http://id.wikipedia.org/wiki/Revolusi_sosial
  4. https://www.facebook.com/serikatpekerja.panasonicgobel

Desember 21, 2014 Posted by | Surat Pembaca dan Artikel | Meninggalkan komentar

PESONA NEGERI SUNDA

PENGALENGAN NAN INDAH

Negeri Sunda khususnya Jawa Barat tidak akan pernah habis menjadi pusat objek wisata orang-orang Jakarta termasuk saya. Jawa Barat tidak hanya Bandung, Lembang, Garut, pelabuhan Ratu, Bogor, atau puncak Ciawi. Tempat-tempat itu merupakan tempat-tempat wisata favorit pelancong dari sekitar Jawa barat.

Mencari tempat yang baru di negeri Sunda ini untuk dikunjungi merupakan hal yang paling utama. Daerah Bandung Selatan menjadi pilihan dan Pengalengan menjadi tujuan terbaru kami. Pengalengan yang jaraknya 40 km dari Kota Bandung bisa ditempuh 2 jam perjalanan.

Berangkat dari Bandung jam 2 siang dari Antapani, tiba di Pengalengan Jam 4 sore. Tiba di Pengalengan, kami langsung mencari penginapan. Cukup susah juga mendapatkan hotel di Pengalengan pada akhir pekan begini. Beberapa hotel yang kami kunjungi sudah penuh. Walau akhirnya kami mendapatkan Villa khusus yang seharusnya digunakan bagi tamu dari pemilik salah satu hotel di Pengalengan.

Perkembunan sayur mayur dibelakang penginapan

Perkebunan sayur mayur dibelakang penginapan

Saat musim hujan seperti saat ini membuat Pengalengan yang dingin semakin dingin. Jaket yang saya bawa dari Jakarta tidak mampu mengatasi dinginnya Pengalengan. Ditambah sarung tangan, kaus kaki, topi dan selimut baru mampu menghangatkan kondisi. Malam berlalu begitu saja. Hujan lebat menguyuri Pengalengan. Sehingga kami tidak bisa kemana-mana, hanya berada dipenginapan sambil menikmati kopi susu hangat.

==================

Matahari Pagi tidak kelihatan di Pengalengan, seakan-akan mempersilahkan kami untuk bermalas-malasan. Keinginan untuk berjalan-jalan pagi mengelilingi pedesaan dan perkebunan sayur mayur di belakang penginapan mengalahkan kemalasan itu. Hujan gerimis masih turun membasahi Pengalengan. Namun tidak menganggu para petani sayur untuk turun bertani.

Perumahan khas sunda

Perumahan khas sunda

Kami pun tidak mau kalah dengan mereka. Angin dingin yang masih terasa juga tidak bisa meruntuhkan niat kami untuk keliling menghirup udara segar Pengalengan. Berharap bisa membeli sayur segar dari para petani juga menjadi salah satu alasan. Namun sayang, saat ini bukan masanya panen.

Keliling desa membuat kami menemukan hal yang menarik, ternyata sekitar desa merupakan sentra industri kecil pengolahan susu. Dari susu sapi yang mereka olah bisa menjadi dodol susu, kerupuk susu, dan lain-lain. Untuk menghilangkan rasa penasaran kami membeli beberapa produk.

Ada 2 rencana kunjungan hari itu. Rencana pertama, kunjungan ke perkebunan kopi Pengalengan dan beli kopi khas kota ini. Dan juga mengunjungi situ Ciluenca. Rencana kedua menuju ke Ciwidey mengunjungi situ Patengang dan kawah putih. Rencana kedua yang menjadi pilihan.

Hutan Pinus

Hutan Pinus

Setelah shalat zhuhur melanjutkan perjalanan ke Ciwidey, maksud hati untuk mencari jalan pintas, namun apa daya jalan lintas jalannya dalam kondisi yang tidak bagus. Masuk ke perkebunan teh dan hutan pinus Perhutani. Beberapa kali berpas-pasan dengan mobil pick up membawa perahu karet yang biasa digunakan arum jeram.

Jalan rusak terbayarkan dengan pemandangan indah yang terhampar didepan mata. Bagaikan karpet hijau raksasa, pohon-pohon teh yang ditanam terlihat rapi. Pemandangan hijau yang membuat hati damai dan seakan-akan mau tinggal lebih lama disini.

Pemandangan indah, bagaikan karpet hijau raksasa

Pemandangan indah, bagaikan karpet hijau raksasa

Pemandangan ini bagaikan hanya ditemukan pada film-film dan sinetron-sinetron yang bertemakan tanah sunda, mengobati kegundahan hari itu, yang rencana kedua kami tidak terlaksana karena sampai Ciwedey sudah terlalu sore. Perjalanan ke Ciwidey belum akan berakhir. Rencana kembali ke Ciwidey sudah tertulis dibuku agenda perjalanan berikutnya.

Jakarta, 01 Desember 2014

Fadly Rahman

Desember 1, 2014 Posted by | Surat Pembaca dan Artikel | Meninggalkan komentar

FAMILY GATHERING 2014

FAMILY GATHERING KELUARGA BESAR PANASONIC GOBEL 2014

 

Menteri Perdagangan RI, Rachmat Gobel hadir dalam acara Family Gathering keluarga besar Panasonic GOBEL

Menteri Perdagangan RI, Rachmat Gobel hadir dalam acara Family Gathering keluarga besar Panasonic GOBEL

Pada hari minggu tanggal 16 November 2014, keluarga besar Panasonic GOBEL mengadakan Family Gathering (FamGath) di Water Kingdom, Cileungsi, Bogor. Acara yang diselenggarakan berkat kerjasama para Manajemen dan karyawan dibawah naungan Panasonic GOBEL group. Rombongan keluarga besar Panasonic GOBEL yang sebanyak 18.000 orang menggunakan 246 bus dan 700 kendaraan pribadi.

Acara dibuka oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia Rachmat Gobel (RG) yang juga sebagai mantan Presiden Direktur PT Gobel International. Ikut serta pula mantan atlet Alan Budikesuma dan Susi Susanti. Pak RG juga memperkenalkan Pak Abdullah Gobel sebagai pengganti beliau sebagai Presiden Komisaris dan yang bertanggung jawab di perusahaan naungan GOBEL Group.

Family Gathering (FamGath) di Water Kingdom, Cileungsi, Bogor

Family Gathering (FamGath) di Water Kingdom, Cileungsi, Bogor

Semua acara Famgath ini penting termasuk tarikan undian untuk karyawan. Undian yang menyediakan sepeda merk Panasonic, Sepeda Motor dan Mobil termasuk hadiah utama yang sangat dinantikan. Selain hadiah utama, masing-masing perusahaan juga membuat tarikan undian untuk karyawannya.

 

Pembagian hadiah tambahan raket produksi dari perusahaan Alan Budikesuma dan Susi Susanti yang membagi 100 paket raket beserta tasnya. Acara yang dipandu Indra Bekti dan Ayu Dewi membuat acara semakin menarik yang dimeriahkan oleh group Band dari karyawan Panasonic GOBEL. Dan pastinya puncak kemeriahan yang ditunggu-tunggu, penampilan dari Wali Band.

 

Jakarta, 17 November 2014

Fadly Rahman

November 18, 2014 Posted by | Surat Pembaca dan Artikel | Meninggalkan komentar

KULINER KOTA MEDAN

MENIKMATI SAJIAN KULINER KOTA MEDAN

Menikmati sateTulisan Hamka yang berjudul Merantau ke Deli merupakan gambaran yang jelas tentang kota Medan. Hamka menjelaskan masyarakat kota Medan adalah mencerminkan Indonesia yang sesungguhnya. Berbagai suku bangsa berkumpul dikota ini, bahasa yang digunakan bahasa melayu (bahasa Indonesia dialek deli) sebagai bahasa pemersatu.

Beragamnya suku bangsa di kota Medan mempengaruhi kuliner di kota ini. Pertama kali saya menjumpai sate telur, sate jengkol dan sate kerang yang dibawa keliling dengan nampan. Beberapa tempat keramaian para penjaja kuliner tersebut menawarkan dagangannya. Makanan ini dapat kita temukan di terminal, pasar-pasar dan juga ditempat wisata termasuk Masjid Raya Medan. Sate ini dipengaruhi dari makanan khas padang pariaman.

Siapa yang tidak kenal dengan Bolu merk Meranti. Bolu khas kota Medan ini termasuk makanan yang selalu dibawa sebagai oleh-oleh dan banyak peminatnya. Makanan khas bangsa eropa ini juga mempengaruhi kuliner kota medan. Kita juga bisa menikmati mie aceh yang warung-warungnya dapat kita temukan diberbagai pelosok kota Medan. Biasanya warung-warung mie aceh juga menjual roti cane yang merupakan makanan khas india yang bisa kita nikmati dengan kare kambing.Mie Sop Medan

Begitu banyaknya jenis kuliner di kota medan bukan berarti makanan khas melayu deli tidak ada yang menonjol. Bubur pedas makanan yang selalu ditunggu setiap berbuka puasa di Masjid Raya Medan. Berikut ini makanan lainnya yang bisa kita temukan di kota medan dan menjadi icon kota medan ; Mie Balap yang olahan utamanya dari mie kwitiaw yang terpangaruh dari masakan Tionghoa. Begitu juga dengan Mie Sop medan yang terpangaruh dari Tionghoa. Bika Ambon yang terinspirasi makanan Bika khas Melayu yang bermula dijual di jalan Ambon.

Ada satu lagi yang khas dari kota Medan yang tidak bisa dilupakan, yakni Durian Medan. Sudah bukan rahasia lagi kalau Durian Medan merupakan salah satu kuliner yang menjadi tujuan utama wisatawan yang berkunjung ke kota Medan.

Bagi yang berkunjung ke kota Medan, selamat menikmati ragam kuliner kota Medan.

Jakarta, 04 Agustus 2014

Fadly Rahman

Agustus 5, 2014 Posted by | Surat Pembaca dan Artikel | 1 Komentar

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.