Fadlyrahman’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

LAVA TOUR (EMPLOYEE GATHERING PGI 2016)

Yogyakarta istimewa. Untuk kesekian kalinya saya ke Yogyakarta (Yogya). Tempat wisata yang cukup banyak di Yogya membuat saya kembali lagi kesini. Bersamaan dengan Employee Gathering (EG) PT Panasonic Gobel Indonesia (PGI) yang dilaksanakan di Yogya dari tanggal 12 dan 13 November 2016. Ada total 322 peserta yang ikut serta dalam EG kali ini. dan juga melibatkan 4 cabang PGI yang ada di daerah Jawa (Bandung, Semarang, Yogya dan Surabaya).

Employee Gathering PT Panasonic Gobel Indonesia 2016

Employee Gathering PT Panasonic Gobel Indonesia 2016

Seluruh karyawan PGI berangkat ke stasiun kereta api tepat pukul 17:30 wib. Tiba di Gambir dengan menggunakan 5 Bus. Boarding Pass kereta api sudah diberikan sejak di Bus, sampai di stasiun Gambir hanya check in saja. Cukup lama kami menunggu keberangkatan kereta api yang jadwal keberangkatannya jam 20:45 wib. Setelah hampir dua jam menunggu, kereta api Tasaka yang kami tumpangi berangkat menuju Yogya.

Tiba di Stasiun Tugu Yogya menjelang pagi. Waktu shalat Shubuh di Yogya lebih cepat dari Jakarta. Ada sebagian orang shalat di kereta api karena kuatir terlewat waktu shubuhnya. Diluar dugaan kereta api terlambat 1, 5 jam tidak sesuai jadwal. Tiba di Stasiun Tugu jam 6 pagi.

Rencananya semua peserta dikumpulkan di Masjid Agung Keraton, termasuk peserta dari Bandung, Semarang dan Surabaya. Bahkan peserta dari Cabang Yogya juga diminta kumpul ditempat yang sama. Namun sayang karena sudah kehilangan banyak waktu, mampir di masjid agung tidak jadi, semua peserta berangkat dari stasiun tugu langsung ke lereng Merapi.

Dengan slogan “Better Together Fellowship Day 2016” semua peserta menuju Gedung serbaguna Pagerjurang Merapi untuk menikmati sarapan pagi sekaligus penjelasan mengenai wisata Lava Tour.  

Sebelum jam 10 pagi Lava Tour dimulai. Ada 81 mobil Jeep yang disediakan untuk Petualangan Lava Tour ini, 1 Jeep terdiri dari 4 peserta dan 1 supir.

Jeep Merapi yang Siap Mengantar Para Petualang

Jeep Merapi yang Siap Mengantar Para Petualang

Tempat pertama yang dikunjungi adalah Museum Mini Merapi Sisa Hartaku. Isi museum terdapat barang-barang terbakar karena bencana Merapi. Ada televisi, sepeda motor, tulang belulang hewan peliharaan serta berbagai perlengkapan rumah tangga lainnya.

Photo-photo peristiwa ditampilkan juga untuk menggambarkan suasa saat itu, termasuk pesan-pesan tertulis untuk mengingatkan semua pengunjung yang berkunjung di museum tersebut.

Lalu tempat kedua yang dikunjungi adalah Watu Alien atau Batu Alien, batu ukuran besar yang mirip wajah manusia yang dipercaya penduduk setempat mempunyai kekuatan magis. Pemandangan disekitar objek wisata tersebut sangat indah, cocok untuk berphoto.

Tempat lain yang tidak kalah indahnya adalah sekitar Bunker Kali Adem. Tampak kejauhan kabut tipis yang menutupi Gunung Merapi. Disebelah kanan terdapat ngarai yang berkelok. Membayangkan lahar dari gunung merapi melewati tempat itu.

Bunker Kaliadem

Bunker Kaliadem

Bunker Kali Adem yang berfungsi untuk tempat bersembunyi apabila terjadi luncuran awan panas. Pada kejadian erupsi gunung merapi 2007, bunker tersebut tidak dapat menahan panas yang datang dari luar sehingga menewaskan dua orang yang ada didalamnya.

Kali kuning merupakan tempat terakhir yang ditelusuri yang melengkapi petualangan di lereng gunung merapi.

===================

Kembali ke Gedung serbaguna Pagerjuang menikmati santap siang. Bagian dari kegiatan Lava Tour ini adalah melakukan CSR di desa Kepuharjo dengan memberikan sumbangan Pompa Air Panasonic di Desa Kepuharjo yang dilakukan di kantor kepala desa Kepuharjo.

CSR PGI di Desa Kepuharjo

CSR PT PGI di Desa Kepuharjo

PGI bekerjasama dengan Lion Club memberikan sumbangan pompa air Panasonic GA-130JACK  untuk fasilitas umum di lima desa yang ada di lereng gunung merapi. Penyerahan bantuan ini dihadiri Executive Director Panasonic Asia Pasific Mr.Ichiro Suganuma, HRS Director PT PGI Mr. Wendy Syofyan, Executive Director PT PGI Mr.Heru Santoso dan Djoko Wahyudi Presiden Federasi Serikat Pekerja Panasonic GOBEL.

Mr. Heru Santoso mengatakan bahwa dengan bantuan tersebut diharapkan warga lereng merapi khususnya di wilayah Cangkringan Sleman Yogyakarta tidak lagi mengalami kesulitan air bersih.

===================

Setelah menyelesaikan Lava Tour, para peserta menuju Hotel The Rich Sahid, Jalan Magelang, Sleman untuk beristirahat sejenak dan mempersiapkan diri untuk acara city tour ke Malioboro.

Namun tidak begitu banyak yang mau mengambil kesempatan tersebut. Dari 8 bus yang ada di Yogyakarta, hanya 1 bus yang jalan membawa peserta yang mau ikut city tour ditambah 4 orang yang tidak dapat tempat dibus.

Peserta yang keliling Malioboro diberikan kesempatan selama 2 jam. Kesempatan ini dimanfaatkan untuk membeli oleh-oleh khas Yogya. Ada yang membeli batik, asseccories dan juga makanan kering untuk keluarga dan kerabat di Jakarta. Sebagian besar lebih memilih istirahat di Hotel sekalian mempersiapkan diri untuk acara malamnya.

Penampilan Drama yang diambil dari kisah film terkenal 80an "Catatan si Boy"

Penampilan Drama yang diambil dari kisah film terkenal 80an “Catatan si Boy”

Persiapkan acara Gala Dinner di Ball Room Hotel Rich Sahid Yogyakarta. Dengan tema kembali ke tahun 80an “Fabulous 80’s Party” para peserta menggunakan pakaian zaman 80an. Acara khusus karyawan tersebut dilengkapi dengan Photo Contest, dan Panasonic Gott Talent.

Acara yang dimeriahkan oleh Band Lokal dengan menyanyikan lagu-lagu tahun 80an dan terkini. Dimeriahkan juga dengan atraksi seni dari Peserta yang terdiri dari beberapa group.

Ada yang menampilkan Drama yang diambil dari kisah dalam film terkenal 80an “Catatan si Boy” ada pula yang menampilkan seni tari yang terinspirasi dari Senam Kesehatan Jasmani yang populer tahun 80an, begitu juga dengan tarian populer lainnya tarian lucu dari dari Group Warkop DKI.

Secara kesuluruhan acara, kegiatan EG 2016 ini bisa dikatakan sukses dan membekas dihati para peserta. Walau ada beberapa kekurangan, tidak berarti mengurangi nilai tambah untuk kegiatan ini.

Fadly Rahman

Jakarta, 14 November 2016

November 17, 2016 Posted by | Surat Pembaca dan Artikel | Tinggalkan komentar