Fadlyrahman’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

PESONA NEGERI SUNDA

KEBUN RAYA CIBODAS

Tanpa rencana sebelumnya pada hari sabtu, 19 November 2016, kami sekeluarga jalan-jalan ke Cianju. Saya mencari informasi, wisata Cianjur. Tertera disitu beberapa tempat wisata favorit yang wajib dikunjungi. Paling teratas adalah Kebun Raya Cibodas di lereng Gunung Gede Pagrango.

Berangkat dari Jakarta jam 11:00 wib. Perjalanan tanpa halangan yang berarti. Hanya sedikit tersendat di lampu merah yang menuju Ciawi dan selebihnya. Sempat mampir makan siang khas makanan sunda dan mampir di masjid Atta’aun untuk shalat Ashar.

Tiba di Cianjur agak sorean. Keinginan pertama adalah melihat secara langsung Istana Negara Cipanas. Istana yang terletak yang bersebelahan dengan pasar Cipanas yang hanya dipisahkan jalan. Istana yang pernah digunakan presiden SBY untuk menikahkan salah satu anaknya itu terlihat klasik.

Gerbang Kebun Raya Cibodas

Gerbang Kebun Raya Cibodas

Lampu mulai menerangi sekeliling istana yang pendoponya terbuat dari kayu. Pohon-pohon disekeliling istana melengkapi keasrian Istana Cipanas, Sayang kami tidak sempat berphoto didepan istana berhubung sore itu kami belum mendapatkan penginapan.

=================

Apabila mau ke Kebun Raya Cibodas, ancer-ancernya dari arah Bogor bisa belok kanan sebelum RSUD Cimacan. Kalau dari Cipanas belok kiri setelah RSUD masuk jalan Kebun Raya Cibodas. Ujung jalan kita mendapati gerbang masuk Kebun Raya, disekelilingnya terdapat lapangan parkir bis dan mobil. Banyak kios-kios yang menjual oleh-oleh baik cindramata maupun makanan khas setempat.

Dalam lingkungan Kebun Raya Ciboda ada juga penginapannya atau Quest House untuk wisatawan yang ingin menginap. Tapi sayang keinginan menginap disana tidak tercapai. Info dari Satpam Kebun Raya bahwa kami harus mendaftar terlebih dahulu secara online dan menunggu antrian Ternyata begitu banyaknya wisatawan yang ingin menginap disini.

Menginap Di Villa 47

Menginap Di Villa 47

Banyak penginapan disekitar Kebun Raya. Ada Villanya sisa ruangan kamarnya tinggal untuk rombongan banyak, untuk tiga orang dewasa plus satu balita sudah tidak ada. Ada juga yang  sudah tidak menerima penyewa berhubung sudah dibooking untuk kegiatan dengan rombongan banya. Akhirnya pilihan villla untuk menginap malam ini menginap di Villa 47 yang masih menyisakan satu kamar untuk kami.

=================

Besok pagi jam 8 setelah check out dari Villa kami melanjutkan kunjungan ke Kebun Raya Cibodas yang sempat tertunda. Khusus hari minggu kendaraan tidak boleh masuk ke dalam kawasan kebun raya termasuk sepeda motor.

Naik Shelter Bus Mengelilingi Kebun Raya Cibodas

Naik Shelter Bus Mengelilingi Kebun Raya Cibodas

Setelah membeli tiket masuk kebun raya, kami memutuskan naik shelter bus untuk mengelilingi kebun raya. Banyak mendapatkan informasi dari supir shelter merangkap pemandu bahwa Kebun Raya Cibodas terdapat koleksi tanaman obat-obatan, lumut dan lainnya. Ada juga taman sakura yang bunganya mekar pada bulan februari dan agustus, setahun dua kali.

Jalan yang turun naik dan menyeberangi sungai kecil. Banyak pengunjung yang mandi atau sekedar bermain air jernih disungai tersebut. Mereka menggelar alas atau tikar sambil menikmati keindahan sekitarnya. Tidak jauh dari situ terdapat air terjun Cibogo.

Shelter hanya singgah sesaat di air terjun Cibogo, kemudian melanjutkan perjalanannya menanjak semakin di atas terlihat pemandangan indah Kebun Raya Cibodas.

air-terjun-cibogo

Air Terjun Cibogo

Taman diatas tidak kalah indah. Rumput hijau membentang seperti karpet. Ada beberapa kelompok pengunjung terpisah mengadakan employee gathering dan ada juga family gathering seperti tertera di spanduk yang mereka bentangkan.

Bus shelter berhenti lagi ditempat yang dianggap penting untuk diberitahukan kepada pengunjung. Pemandu menginformasikan bahwa bangunan yang ada disebelah kanan adalah rumah kaca yang didalamnya berisi koleksi tanaman anggrek. Beberapa meter tempat kami berhenti terdapat koleksi lumut.

Kolekasi Bunga di Kebun Raya Cibodas

Kolekasi Bunga di Kebun Raya Cibodas

Saat kembali ke terminal shalter kami dikejutkan dengan monyet siamang yang meloncat dari pohon ke pohon. Jalan yang menurun kembali membuat bus hati-hati. Banyak yang bisa kita lakukan di Kebun Raya Cibodas. Selain menikmati keindahan alam, kita bisa juga naik kuda. Dan juga memanfaati fasilitas outbond yang dimiliki oleh Kebun Raya Cibodas.

Fadly Rahman
Jakarta, 21 November 2016

Iklan

November 22, 2016 Posted by | Surat Pembaca dan Artikel | Tinggalkan komentar

LAVA TOUR (EMPLOYEE GATHERING PGI 2016)

Yogyakarta istimewa. Untuk kesekian kalinya saya ke Yogyakarta (Yogya). Tempat wisata yang cukup banyak di Yogya membuat saya kembali lagi kesini. Bersamaan dengan Employee Gathering (EG) PT Panasonic Gobel Indonesia (PGI) yang dilaksanakan di Yogya dari tanggal 12 dan 13 November 2016. Ada total 322 peserta yang ikut serta dalam EG kali ini. dan juga melibatkan 4 cabang PGI yang ada di daerah Jawa (Bandung, Semarang, Yogya dan Surabaya).

Employee Gathering PT Panasonic Gobel Indonesia 2016

Employee Gathering PT Panasonic Gobel Indonesia 2016

Seluruh karyawan PGI berangkat ke stasiun kereta api tepat pukul 17:30 wib. Tiba di Gambir dengan menggunakan 5 Bus. Boarding Pass kereta api sudah diberikan sejak di Bus, sampai di stasiun Gambir hanya check in saja. Cukup lama kami menunggu keberangkatan kereta api yang jadwal keberangkatannya jam 20:45 wib. Setelah hampir dua jam menunggu, kereta api Tasaka yang kami tumpangi berangkat menuju Yogya.

Tiba di Stasiun Tugu Yogya menjelang pagi. Waktu shalat Shubuh di Yogya lebih cepat dari Jakarta. Ada sebagian orang shalat di kereta api karena kuatir terlewat waktu shubuhnya. Diluar dugaan kereta api terlambat 1, 5 jam tidak sesuai jadwal. Tiba di Stasiun Tugu jam 6 pagi.

Rencananya semua peserta dikumpulkan di Masjid Agung Keraton, termasuk peserta dari Bandung, Semarang dan Surabaya. Bahkan peserta dari Cabang Yogya juga diminta kumpul ditempat yang sama. Namun sayang karena sudah kehilangan banyak waktu, mampir di masjid agung tidak jadi, semua peserta berangkat dari stasiun tugu langsung ke lereng Merapi.

Dengan slogan “Better Together Fellowship Day 2016” semua peserta menuju Gedung serbaguna Pagerjurang Merapi untuk menikmati sarapan pagi sekaligus penjelasan mengenai wisata Lava Tour.  

Sebelum jam 10 pagi Lava Tour dimulai. Ada 81 mobil Jeep yang disediakan untuk Petualangan Lava Tour ini, 1 Jeep terdiri dari 4 peserta dan 1 supir.

Jeep Merapi yang Siap Mengantar Para Petualang

Jeep Merapi yang Siap Mengantar Para Petualang

Tempat pertama yang dikunjungi adalah Museum Mini Merapi Sisa Hartaku. Isi museum terdapat barang-barang terbakar karena bencana Merapi. Ada televisi, sepeda motor, tulang belulang hewan peliharaan serta berbagai perlengkapan rumah tangga lainnya.

Photo-photo peristiwa ditampilkan juga untuk menggambarkan suasa saat itu, termasuk pesan-pesan tertulis untuk mengingatkan semua pengunjung yang berkunjung di museum tersebut.

Lalu tempat kedua yang dikunjungi adalah Watu Alien atau Batu Alien, batu ukuran besar yang mirip wajah manusia yang dipercaya penduduk setempat mempunyai kekuatan magis. Pemandangan disekitar objek wisata tersebut sangat indah, cocok untuk berphoto.

Tempat lain yang tidak kalah indahnya adalah sekitar Bunker Kali Adem. Tampak kejauhan kabut tipis yang menutupi Gunung Merapi. Disebelah kanan terdapat ngarai yang berkelok. Membayangkan lahar dari gunung merapi melewati tempat itu.

Bunker Kaliadem

Bunker Kaliadem

Bunker Kali Adem yang berfungsi untuk tempat bersembunyi apabila terjadi luncuran awan panas. Pada kejadian erupsi gunung merapi 2007, bunker tersebut tidak dapat menahan panas yang datang dari luar sehingga menewaskan dua orang yang ada didalamnya.

Kali kuning merupakan tempat terakhir yang ditelusuri yang melengkapi petualangan di lereng gunung merapi.

===================

Kembali ke Gedung serbaguna Pagerjuang menikmati santap siang. Bagian dari kegiatan Lava Tour ini adalah melakukan CSR di desa Kepuharjo dengan memberikan sumbangan Pompa Air Panasonic di Desa Kepuharjo yang dilakukan di kantor kepala desa Kepuharjo.

CSR PGI di Desa Kepuharjo

CSR PT PGI di Desa Kepuharjo

PGI bekerjasama dengan Lion Club memberikan sumbangan pompa air Panasonic GA-130JACK  untuk fasilitas umum di lima desa yang ada di lereng gunung merapi. Penyerahan bantuan ini dihadiri Executive Director Panasonic Asia Pasific Mr.Ichiro Suganuma, HRS Director PT PGI Mr. Wendy Syofyan, Executive Director PT PGI Mr.Heru Santoso dan Djoko Wahyudi Presiden Federasi Serikat Pekerja Panasonic GOBEL.

Mr. Heru Santoso mengatakan bahwa dengan bantuan tersebut diharapkan warga lereng merapi khususnya di wilayah Cangkringan Sleman Yogyakarta tidak lagi mengalami kesulitan air bersih.

===================

Setelah menyelesaikan Lava Tour, para peserta menuju Hotel The Rich Sahid, Jalan Magelang, Sleman untuk beristirahat sejenak dan mempersiapkan diri untuk acara city tour ke Malioboro.

Namun tidak begitu banyak yang mau mengambil kesempatan tersebut. Dari 8 bus yang ada di Yogyakarta, hanya 1 bus yang jalan membawa peserta yang mau ikut city tour ditambah 4 orang yang tidak dapat tempat dibus.

Peserta yang keliling Malioboro diberikan kesempatan selama 2 jam. Kesempatan ini dimanfaatkan untuk membeli oleh-oleh khas Yogya. Ada yang membeli batik, asseccories dan juga makanan kering untuk keluarga dan kerabat di Jakarta. Sebagian besar lebih memilih istirahat di Hotel sekalian mempersiapkan diri untuk acara malamnya.

Penampilan Drama yang diambil dari kisah film terkenal 80an "Catatan si Boy"

Penampilan Drama yang diambil dari kisah film terkenal 80an “Catatan si Boy”

Persiapkan acara Gala Dinner di Ball Room Hotel Rich Sahid Yogyakarta. Dengan tema kembali ke tahun 80an “Fabulous 80’s Party” para peserta menggunakan pakaian zaman 80an. Acara khusus karyawan tersebut dilengkapi dengan Photo Contest, dan Panasonic Gott Talent.

Acara yang dimeriahkan oleh Band Lokal dengan menyanyikan lagu-lagu tahun 80an dan terkini. Dimeriahkan juga dengan atraksi seni dari Peserta yang terdiri dari beberapa group.

Ada yang menampilkan Drama yang diambil dari kisah dalam film terkenal 80an “Catatan si Boy” ada pula yang menampilkan seni tari yang terinspirasi dari Senam Kesehatan Jasmani yang populer tahun 80an, begitu juga dengan tarian populer lainnya tarian lucu dari dari Group Warkop DKI.

Secara kesuluruhan acara, kegiatan EG 2016 ini bisa dikatakan sukses dan membekas dihati para peserta. Walau ada beberapa kekurangan, tidak berarti mengurangi nilai tambah untuk kegiatan ini.

Fadly Rahman

Jakarta, 14 November 2016

November 17, 2016 Posted by | Surat Pembaca dan Artikel | Tinggalkan komentar