Fadlyrahman’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

CIKOLE JAYAGIRI ADVENTURE

Berkumpul di Cikole Jayagiri resort menunggu mobil Land Rover yang mengangkut kami untuk berpetualang offroad. Satu persatu mobil Land Rover datang, dengan semangat kami naik ke mobil sesuai dengan group masing-masing, setiap group ada 5 peserta. Seharusnya ada 5 mobil yang mengangkut kami, berhubung yang satu mobil belum datang, group tersisa bergabung ke beberapa mobil.

Berpetualang offroad dengan Mobil Land Rover

Berpetualang offroad dengan Mobil Land Rover

Mobil mulai memasuki hutan. Jalan perlahan-lahan dijalanan beraspal. Semakin lama mobil mulai memasuki area jalanan yang berbatu. Petualangan bermula ketika mobil masuk ke dalam jalanan yang berlumpur. Salah satu kami bertanya “Wah ini jalanannya sudah mulai rusak, apakah ini sudah jalanan off road?” pemandu yang ikut mobil kami menyatakan “ini belum seberapa, masih banyak yang lebih parah jalannya”.
Benar saja setelah melewati jalan yang berlumpur kami menemukan jalan yang cukup dalam sehingga kami didalamnya berguncang. Semakin ke dalam semakin hebat arena off roadnya. Apalagi jalanan terakhir kami lewati menuju peristirahatan, jalan yang parah naik ke atas bukit ditambah lagi jalanan yang basah disirami hujan rintik makin membuat susah mobil naik.
Dari empat mobil yang ada, hanya mobil kami yang bisa sampai ke puncak tanpa mengeluarkan sebagian penumpangnya, sedangkan mobil yang lain sebaliknya bahkan ada mobil terakhir gagal mencapai puncak.
Setelah istirahat selama 30 menit, kembali keluar hutan dan turun dengan melewati jalanan yang sama. Tantangannya tetap sama seperti sebelumnya. Setelah melewati petualangan pertama, dengan menggunakan mobil yang sama menuju puncak Tangkuban Perahu. Melewati jalan raya tangkuban perahu, mobil berjalan lambat seakan kalah dengan mobil minibus dan sedan. Bahkan mobil bisa didahului truk kecil.

Tangkuban Perahu

Tangkuban Perahu

Tiba dipuncak Takuban perahu. Mobil yang kami tumpangi menjadi tontonan para pengunjung. Mungkin tidak biasanya Land Rover berlumpur dengan penumpangnya berbaju kaos seragam tiba di Lokasi. Salah satu turis dari Jepang memotret kami dam mobilnya.
Hari itu saya merasa sangat beruntung. Kedatangan kali ini adalah untuk ketiga kalinya. Kedatangan sebelumnya tidak bisa melihat sampai ke kawah karena tertutup kabut. Kali ini saya bisa melihat ke kawah dengan jelas.

Beruntung bisa melihat Kkawah dengan jelas

Beruntung bisa melihat Kkawah dengan jelas

Kami tidak lama disana, karena harus kembali ke tempat berkumpul semula. Makan siang sudah disiapkan disana. Makan di Kedai Pakis merasakan suasana makan di Hutan.
Setelah makan siang, kami menuju arena berikutnya. Arena Paint Ball, perang-perangan dalam hutan. Dulu masa kecil suka main perang-perangan tapi kali ini berbeda. Permainan perang-perangan ini memakai senjata semi otomatis dengan peluru cat.
Instruktur menyatakan kami semua harus berhati-hati dengan senjata ini. Walau hanya berpeluru cat tapi cukup sakit apabila kena dalam jarak dekat. Senjata harus dikunci apabila tidak dipakai. Perang-perangan pun dimulai. Dibagi dengan dua group, group satu dan group dua. Masing-masing perserta diberikan baju seragam militer dan helm pelindung wajah. Group satu mendapatkan rompi berwarna loreng dan group dua mendapatkan rompi berwarna hitam untuk membedakannya.
Permainan dibagi menjadi dua jenis permainan, yang pertama permainan terminator, setiap orang hanya mempunyai nyawa satu apabila tertembak harus keluar dan harus merebut bendera putih yang di tancapkan ditengah. Permainan kedua adalah Zombie, setiap tertembak harus mundur satu pohon lalu bermain kembali sampai peluru habis.
Tapi permainan kedua kami anggap nggak seru. Kami tetap memilih permainan terminator. Pada Babak pertama pasukan rompi hitam memenangi perperangan. Untuk babak kedua, pasukan rompi loreng memenangi peperangan. Babak ketiga sebagai penentu akhirnya dimenangi oleh pasukan rompi hitam.

Arena Paint Ball, perang-perangan dalam hutan

Arena Paint Ball, perang-perangan dalam hutan

Kegiatan yang dilakukan baik offroad maupun paint ball merupakan kegiatan untuk kekompakan tim dan kerjasama tim agar kedepan setiap kegiatan yang dilakukan secara individu maupun tim menjadi lebih baik serta untuk kesuksesan bersama.

Fadly Rahman
Jakarta, 14 Februari 2016

Iklan

Februari 15, 2016 Posted by | Surat Pembaca dan Artikel | Tinggalkan komentar

WISATA KE TAMAN BUAH MEKAR SARI

Kesempatan berwisata ke Taman buah Mekarsari. Seharusnya saya bisa lakukan sekalian pada saat sebelumnya kami mengikuti Family Gahtering di Water Kingdom dua tahun yang lalu. Namun kesempatan berwisata ke taman buah Mekarsari akhirnya terlaksana pada hari senin, 08 Februari yang kebetulan bersamaan dengan hari Libur Nasional.

Perjalanan yang cukup memakan waktu panjang pada hari itu, jalan cibubur yang cukup ramai dan jalanan tersendat sejak pintu tol Cibubur. Perjalanan dari Pondok Pinang menuju Mekarsari memakan waktu 4 jam.

Tiba di Taman Buah Mekar sari jam 2 siang. Antrian yang membeli tiket sudah panjang, walau ada beberapa loket tiket yang dibuka tetap antriannya cukup panjang. Taman buah yang di bangun atas prakarsa Bu Tien Soeharto sangat berjasa sebagai tempat penelitian buah-buahan.

Wisata Taman buah Mekarsari

Wisata Taman buah Mekarsari

Berbagai fasilitas terdapat didalamnya. Selain restoran atau tempat makan terdapat juga Mushola. Ada arena memancing untuk yang suka memancing. Banyak juga pengunjung memilih untuk duduk santai bersama keluarga sambil menikmati makan siang di rerumputan.

Apabila ingin berkeliling ada paket tour regular dan Family tour. Beda dari keduanya adalah paket tour regular hanya 1 jam keliling dan keliling bersama-sama dengan pengunjung lainnya dengan harga lebih murah. Sedangkan paket family tour selain harganya lebih mahal dari paket tour yang regular, paket ini kita bisa keliling selama dua jam dan hanya keluarga kita saja yang ada di kereta.

Hampir semua macam buah yang ditaman di taman ini kecuali buah strawberry, anggur yang tidak cocok ditanam didaerah itu. Bulan Februari ini buah yang sedang musim adalah rambutan, melon, salak dan belimbing.

Kereta siap mengantar berkeliling Taman

Kereta siap mengantar berkeliling Taman

Dari kejauhan kelihatan sebuah bangunan yang unik. Didinding-dindingnya terlihat tanaman merambat dan air terjunnya. Bangunan tersebut adalah kantor pusat pengelola taman buah mekarsari. Saat kami melewatinya, bangunan tersebut menjadi objek photo pengunjung.

Menanam Tanaman Buah

Menanam Tanaman Buah

Tidak jauh dari sana ada sebuah danau dan ada jembatan penyebarangannya juga. Jembatan tersebut pernah saya lihat sebelumnya dari Waterkingdom. Arena air ini bisa dinikmati dengan menyewa boat untuk keliling danau.

Danau yang berada di Taman buah Mekarsari

Danau yang berada di Taman buah Mekarsari

Fadly Rahman

Jakarta, 08 Februari 2016

Februari 15, 2016 Posted by | Surat Pembaca dan Artikel | Tinggalkan komentar

JALAN-JALAN KE KOTA BINJAI

Bersama seorang teman jalan-jalan menikmati sabtu pagi di daerah Kesawan kota Medan. Sampai di stasiun Kereta Api Medan, coba bertanya-tanya harga tiket kereta api ke Bandara Kuala Namu, tapi kami salah masuk ruang penjualan tiket, yang kami masuki adalah tempat penjualan tiket kereta api menuju beberapa kota-kota di sumatera utara.

Teman saya bertanya kepada salah satu pegawai stasiun, kota mana yang paling dekat disinggahi kereta Api, pegawai stasiun tersebut mengatakan kota Binjai yang bisa dijangkau hanya 30 menit menggunakan kereta api dan tidak perlu kuatir kereta akan kembali ke Kota Binjai 1 jam kemudian begitu seterusnya sampai awal malam.

Kami langsung membeli tiket kereta api karena kereta api sudah mau berangkat. Tanpa berlama-lama naik kereta api dan mencari tempat duduk yang nyaman untuk menikmati perjalanan. Sebenarnya saya pribadi baru sekali menggunakan kereta api medan, itu juga sudah lama sekali saat masih kuliah waktu jalan-jalan ke siantar.

Stasiun Kereta Api Medan

Stasiun Kereta Api Medan

Seperti perkiraan semula, kereta api tiba di stasiun kereta api Binjai. Keluar dari stasiun belum ada rencana mau kemana, hanya waktu itu saya menelepon saudara saya yang mengetahui seluk beluk kota Binjai. Saya bertanya masjid bersejarah kota Binjai. Masjid yang menjadi pilihan adalah Masjid Raya Binjai. Sebenarnya lokasinya tidak terlalu jauh dari stasiun berhubung karena waktu dan juga tidak mengetahu daerah setempat, kami memutuskan naik becak mesin atau becak bermotor yang merupakan ciri khas kota medan dan sekitarnya. Ongkosnya hanya Rp. 10.000,- sampai didepan masjid.

Masjid Raya  Kota Binjai

Masjid Raya Kota Binjai

Hanya sebentar mengambil photo masjid raya, lalu kami melanjutkan jalan-jalannya. Persis tidak jauh dari masjid ada pasar kota binjai. Kami masuk kedalam pasar tradisional tersebut dan berhenti di kios yang menjual ikan asin. Berbagai macam ikan asin dan sejenisnya dijual dikios itu.

Untuk oleh-oleh saya membeli beberapa diantaranya udang asin yang sedang yang biasanya dimasak sebagai campuran gulai sayur singkong dan nasi goreng. Oleh-oleh terakhir kami mencari kopi Aceh. Beberapa toko di sekitaran pasar Binjai kami datangi. Ternyata susah juga mencari kopi Aceh di sini. Akhirnya ada satu toko yang menjual kopi.

Pusat Pasar Binjai

Pusat Pasar Binjai

Kopi Aceh merupakan pembelian terakhir kami hari itu di Pasar Binjai. Kami kembali ke stasiun kereta api Binjai dan kembali ke Medan.

 

Fadly Rahman

Jakarta, 8 Februari 2016

Februari 15, 2016 Posted by | Surat Pembaca dan Artikel | Tinggalkan komentar