Fadlyrahman’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

INILAH TANAH DELI

BANGUNAN BERSEJARAH YANG HARUS DIKETAHUI DI TANAH DELI

Masjid bersejarah di sumatera utara khususnya sumatera bagian timur yang berumur lebih 1 abad tidak hanya masjid raya Medan atau dikenal dengan nama Masjid Al-Mashun yang dibangun oleh sultan Deli, sultan Ma’mun Al-Rasyid Perkasa Alam pada tahun 1906. Ada beberapa masjid yang mempunyai sejarah yang panjang melibatkan tokoh tokoh sumatera timur.
Ada masjid Al-Osmani yang dibangun oleh sultan Osman Perkasa Alam pada tahun 1854 yang awalnya bangunan masjid ini dibangun dengan bahan kayu. Lalu pada tahun 1870 dibangun dengan menggunakan bahan bangunan semen seperti saat ini. Masjid ini berada di jalan Yos Sudarso, medan labuhan.
Ada juga masjid bersejarah lainnya di kota medan yang dikalah menariknya. Masjid Gang Bengkok Kesawan yang dibangun pada tahun 1890. Selain sultan Deli saat itu, masjid ini juga dibangun atas sumbangan konglomerat Hindia Belanda zaman itu yang berasal dari kota Medan Tjhong A Fie dan tanah diwakafkan oleh Datuk Haji Muhammad Ali.

Masjid Sulaimaniyah Perbaungan

Masjid Sulaimaniyah Perbaungan

Masjid lain yang perlu diketahui adalah Masjid Sulaimaniyah. Masjid ini terletak di wilayah perbaungan. Masjid peninggalan kesultanan Serdang ini dibangun pada tahun 1894 yang dibangun oleh sultan Syariful Alamsyah. Masjid yang terletak persis dipinggir jalan raya lintas sumatera sangat mudah ditemui. Dari kota medan hanya berjarak 1 jam perjalanan.
Masjid yang khas bercorak melayu dan bercat warna kuning ini mempunyai mimbar yang berukiran indah. Langit-langit yang bertuliskan kaligrafi dan tergantung lampu hias. Pada dinding depan masjid terdapat tulisan yang menceritakan sejarah masjid Sulaimaniyah.

==================

Lebaran tahun lalu, saya dan keluarga bersilaturahmi ke Lubuk Pakam. Biasanya kami pergi ke Lubuk Pakan melalui Tanjung Morawa. Pada saat itu seorang teman menamani kami bersilaturahmi ke Pakam tapi melalui Batang Kuis. Ada yang menarik hati kami saat melewati kota kecil itu. Kami melelui sebuah bangunan panggung besar yang masih terawat baik.

Rumah Panggung peninggalan Zaman Belanda di Komplek PTP Nusantara II Batang Kuis

Rumah Panggung peninggalan Zaman Belanda di Komplek PTP Nusantara II Batang Kuis

Pada saat itu kami hanya bisa mengagumi saja. Pada lebaran tahun ini, kami kembali bersilaturahmi ke Pakam. Untuk kali ini kami tidak menyianyiakan kesempatan. Kami mampir dan meminta ijin untuk menikmati bangunan tua dan mengabadikan dengan berphoto. Informasi yang kami dapat bahwa rumah panggung itu adalah rumah peninggalan zaman Hindia Belanda yang perkiraan umurnya ratusan tahun. Rumah tersebut digunakan untuk tempat tingga kepala perkebunan zaman dahulu dan sekarang digunakan oleh Manager perkebunan PTP Nusantara II.
Masih banyak lagi bangunan bersejarah yang belum dikunjungi. Semoga dimasa yang akan datang dapat menikmati dengan waktu yang lebih panjang.

Jakarta, 26 Juli 2015

Fadly Rahman

Juli 26, 2015 - Posted by | Sejarah dan Arkeologis

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: