Fadlyrahman’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

KETIKA CINTA BERSEMI DIUSIA SENJA

KETIKA CINTA BERSEMI DIUSIA SENJA

Syamsul berpidato dengan lantang, suaranya terdengar parau. Sudah berjam-jam dia berteriak memberi semangat para simpatisan kampanye partainya. Sebagai Politisi yang sudah makan asam garam perpolitikan Indonesia, dia sudah tau apa saja yang harus dilakukan selama kampanye.
Dia sudah mewakili partainya ke seluruh penjuru daerah di provinsinya termasuk sebagai juru kampanye Pemilihan Kepala Daerah.
Kali ini dia menjadi juru kampanye di daerah pemilihannya sendiri. Dia yang sudah tiga kali duduk sebagai anggota dewan. Persisnya dua kali duduk sebagai anggota Dewan tingkat kota dan saat ini dia duduk sebagai anggota Dewan provinsi. Namun kali ini, dia sedang berjuang untuk meningkatkan kedudukan dengan merebut kursi anggota dewan ditingkat Nasional.
Pada saat asik berorasi, tiba-tiba matanya tertuju kearah sosok wanita berjilbab yang dari tadi mendengar orasinya. Sepertinya dia pernah mengenal wanita itu. Syamsul terus melanjutkan orasinya, namun dia sudah mulai tidak kosentrasi, ada kalimat yang hilang dalam pikirannya. Syamsul kembali menatap wanita berjilbab itu. Iya, dia mengenalnya.
Wanita yang pernah singgah dihatinya beberapa puluh tahun yang lalu.
Wanita itu sadar bahwa Syamsul memperhatikannya terus. Wanita itu pun meninggalkan area kampanye. Syamsul terus menatap kepergian wanita itu. Tepukan dibahu dari salah satu tim suksesnya menyadarkan Syamsul.
Syamsul memberikan pengeras suara kepada yang lain. Lalu duduk dibangku yang memang sengaja disediakan untuk beristirahat.
Dia teringat saat duduk di Sekolah Menengah Atas. Pernah jatuh cinta dengan seorang gadis teman sekelasnya yang bernama Siti Nurtina atau sering dipanggil dengan sebutan Tina, putri dari seorang Hakim yang disegani karena ketegasan dan kejujurannya. Karena melihat latar keluarga keluarganya itu, semua keluarga Syamsul termasuk ayah dan ibunya setuju apabila Syamsul punya hubungan khusus dengan Tina.
Setiap pulang sekolah, Syamsul sering mengantar Tina pulang ke rumahnya. Teman-teman mereka mengetahui kalau Syamsul dan Tina punya hubungan khusus, tapi sepertinya Syamsul merasa mereka hanya berteman saja. Belum ada tanda-tanda bahwa Tina menyukainya. Seperti Tina perñah ungkapkan ke Syamsul bahwa dia hanya bersahabat.
Karena pernyataan itu, siapapun Laki-laki yang mendekati Tina dan mengharapkan cintanya, Syamsul tidak bisa melarangnya. Namun bagaimanapun juga dia tetap berusaha mendapatkan Cinta Tina.
Setelah Merka menamatkan sekolah menengah, Syamsul pun melanjutkan kebangku kuliah, sedangkan Tina tidak. Walau demikian Mereka masih terus berkomunikasi. Pernah suatu waktu Tina bertanya kepada Syamsul dan pertanyaan itu untuk pertama kalinya. Saat itu Syamsul sedang berkunjung ke rumah Tina dan saat itu Syamsul juga mengetahui dari kakak Tina bahwa Tina sudah dilamar orang tapi Tina minta waktu untuk berpikir. ‘Syam, aku ingin menanyakan sesuatu denganmu?”
Syamsul hanya mengangguk dan mendengarkan dengan seksama. “Menurutmu bagaimana dengan hubungan kita yang sebenarnya saat ini?”
Menurut Syamsul itu adalah pertanyaan yang sulit. Syamsul terdiam sesaat Lalu menjawab “Seperti hubungan yang kita jalani selama ini bahwa kita hanya bersahabat”. Setelah jawaban itu, Tina masuk ke kamarnya dan tidak keluar lagi. Sejak saat itu Syamsul tidak pernah bertemu lagi denga Tina. Pada saat perkawinan Tina, hanya Syamsul saja yang tidak diundang sedangkan teman-temannya lain yang satu sekolah dan sekelas diundang semuanya.
Namun kini, mereka ketemu kembali. Sudah lama dia mendengar cerita tentang Tina yang diusia pernikahannya sudah ditinggal suaminya selamanya. Suaminya yang Kepala Sekolah Madrasah Negeri dan juga seorang ustad meninggalkan Tina dengan dua orang anaknya. Sedangkan dia kini juga telah ditinggal Istrinya selamanya. Benih-benih cinta mulai bersemi kembali dihati Syamsul. Benih cinta yang bersemi kembali diusia senja.

Fadly Rahman

Jakarta, 17 November 2013

November 17, 2013 - Posted by | CERPEN

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: