Fadlyrahman’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

KETIKA PAK SBY MARAH

KERUSUHAN LP TANJUNG GUSTA, TANGGUNG JAWAB BERSAMA

Pada awal Ramadhan 1434 H, ada peristiwa yang membuat presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Pak SBY) meradang. Peristiwa pertama adalah terjadinya peristiwa kerusuhan di lembaga pemasyarakat (LP) Tanjung Gusta Medan.  Pak SBY mengetahui peristiwa tersebut dari media Internasional bukan didapat langsung dari para menteri terkait.

Kita bahas mengenai peristiwa kerusuhan LP Tanjung Gusta. Bermula mati lampu dan air saat berbuka puasa penghuni LP rusuh, membobol tembok dan menyandera para sipir LP. Protes bak demonstran sejati, penghuni yang bertahan menuntut pemerintah untuk menkaji ulang PP 99/2012 mengenai tidak berlakunya pemberian remisi bagi narapidana koruptor, terorisme dan juga pengedar narkoba .

Namun hanya sebagian saja yang mengetahui isi PP 99/2012. Penghuni yang gusar terhadap PP, merasa kuatir kalau mereka tidak mendapatkan remisi, mereka memanfaatkan peristiwa kerusuhan dengan meluapkan kegusaran dengan menyampaikan keinginan pribadinya. Namun ada juga penghuni LP yang memanfaat peristiwa ini dengan melarikan diri, konon ada ratusan penghuni LP yang melarikan diri dan seribuan lainnya masih bertahan di LP.

Penghuni melebihi kapasitas LP Tanjung Gusta juga merupakan faktor lainnya. LP yang seharusnya hanya dihuni 1064 napi namun dihuni lebih dari 2594 napi. Fasiltas yang kurang memadai termasuk kurangnya jumlah tugas LP membuat napi dengan mudah menguasai LP. Menurut Wakil Menteri Hukum dan Ham Denny Indrayana, kelebihan kapasitas LP tidak hanya di LP Tanjung Gusta saja namun juga terjadi di LP kota-kota besar di seluruh Indonesia.

Menurut Politisi Demokrat Ruhut Sitompul yang diambil dari sumber merdeka.com bahwa kejadian kerusuhan tersebut tak lepas dari minimnya anggaran  untuk LP bahkan Ruhut sudah pernah kunjungan ke LP Tanjung Gusta dan sudah mengetahui LP tersebut over kapasitas.

Kegagalan pemerintah untuk meyakinkan parlemen untuk menaikkan anggaran LP merupakan kegagalan bersama pemerintahan pak SBY. Kegagalan bukan hanya milik para menteri dan stafnya, juga bukan kegagalan pak SBY. Kegagalan juga milik partai-partai koalisi dalam pemerintahan yang justru menguasai parlemen.

Jangan sampai kemarahan pak SBY justru berakibat tidak baik bagi diri pak SBY yang sedang berpuasa Ramadhan. Saatnya di bulan Ramadhan, sama-sama memperbaiki diri, baik memperbaiki kebijakan dan pelaksanaan kebijakan.

Jakarta, 21 Juli 2013

Fadly Rahman

Juli 21, 2013 - Posted by | Surat Pembaca dan Artikel

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: