Fadlyrahman’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

TRADISI MENULIS MUSLIM INDONESIA

A. Penulis Muslim Dunia

Tradisi penulisan dan penyunting (penyalin) buku berkembang sangat pesat di dunia Islan. Berbagai tulisan baik itu sastra, seni, sejarah, geografi, penelitian, penemuan, astronomi, kedokteran dan sebagainya. Didunia Islam dikenal penyalin-penyalin buku terkemuka seperti Ahmad ibn Al-Hutai’ah Al-Maghribi, Al Ukhbari, Abu Abdillah Al-Azadi, Abu Muhammad Al-Anshari. Dalam ilmu sejarah, seorang sejarahwan islam yang bernama Al Idris menyusun sebuah buku tentang Raja Norman dari Palermo yang berjudul Book of Roger. Sejarahwan terkenal lainnya yang bernama Ibnu Kaldun menghasilkan karya-karya sejarah yang tulisan-tulisan menjadi rujukan sejarahwan-sejarahwan dunia. Karya yang terkenal Ibnu Kaldun adalah Muqaddimah.

Nisan beraksara Arab

Sastra juga berkembang pesat di dunia Islam yang bermula berkembang pada zaman dinasti Abbasiyah pimpinan Khalifah Harus Al rasyid. Sastrawan terkenal saat itu Abu Uthman Umar bin Bahr Al Jahiz, Badi Al Zaman Al Hamdhani, Al Tsa’alibi dan Al Hariri.

Bidang Anstronomi berperan penting di dunia Islam. Ilmu Astronomi bermula di Sevilla Spanyol zaman Kesultanan Andulusia. Pakar-pakar Astronomi melahirkan keilmuannya dan melimpahkan dalam tulisan-tulisannya. Karya Astronomi mereka menjadi rujukan pada zaman-zaman di waktu kemudian. Pakar-pakar astronomi tersebut adalah Abu Muhammad Jabir Ibn Aflah yang menulis buku Kitab Al-Haia, Jabir Ibn Aflah yang terkenal sebagai astronom terhandal dizamannya yang terkenal dengan Kitab Al Hay’ah. Muhammad Ibn Fattuh Al-Khamairi yang dikenal dengan delapan karya Astronominya dan ahli membuat perangkat astronomi.  Ibn Al Yasamin Al Ishbili yang keturunan Afrika Utara menulis bukunya yang  Talqih Al- Afkar bi Rushum Huruf Al-Ghubar.

Bidang kedokteran dan kesehatan berkembang pesat pada zaman dinasti Turki Usmani, dunia islam mempunyai banyak pakarnya dan menulis berbagai keahlian dan penemuan mereka. Sejumlah dokter yang ahli dibidang masing-masing yakni emir Celebi, Omer Sifai dan abbas Vesim yang memahami Anatomi tubuh manusia. Serafeddin Sabuncuoglu seorang dokter ahli bedah. Bidang ekologi dan kesehatan melahirkan ilmuwan-ilmuwan islam yang dikenal dunia. Mereka menulis berbagai tulisan tentang ekologi dan kesehatan diantaranya adalah Al Kindi, Qusta Ibnu Luqa, Al Rizi, Al Tamini, Abu Sahl Al Masihi, Ibnu Sina.

Pakar muslim lainnya yang menguasai bidangnya adalah Al-Kindi seorang alhi Mtereologi yang menulis buku Risala fi l-Illa Al Failali l-Madd wa l-Fazr dan  Mahmud Al-Kashgari yang ahli membuat peta. Serta Ibu Aqil yang seorang ahli huku yang juga ahli berceramah yang menulis buku Kitab Al Jadal ala Tariqat Al fuqaha. Ibnu Qutaybah seorang penulis peradaban Islam yang banyak menulis buku, salah satunya Kitab Al-Maa’rif. Abu’l Khair seorang ahli pertanian ang menulis Kitab Al-Filaha. Ibnu Al Haitham ahli bidang optik yang menulis Kitab Al Manazir. Abu Musa Jabir Ibnu Hayyan yang menulis 200 kitab dan 80 kitab mengkaji dan mengupas seluk beluk ilmu kimia.

Tidak hanya penulis-penulis pria saja yang menguasai berbagai bidang ilmu. Dunia Islam memberikan kebebasan pendidikan juga kepada wanitanya. Sehingga muncul banyak penulis-penulis yang menyumbangkan keahlian untuk kemaslahatan umat Islam. Mereka diantaranya adalah Shifa binti abdullah seorang ahli medis dan terampil dalam bidang administrasi publik. Sutayta Al Mahamli yang berasal dari keluarga berpendidikan tinggi Baghdad. Sutayta Menguasai banyak bidang ilmu matematika, hisab, Aljabar, sastra Islam, Hadist dan hukum.

Perkembangan tulisan di dunia Islam menumbuhkan percetakan. Percetakan buku bermula dari China. Keinginan mengumpulkan Mushab Al qur’an. Umat Muslim mempelajari caranya membuat kertas dan keahlihan tersebut berkembang pesat didunia Islam. Tulisan-tulisan yang dihasilkan penulis-penulis Islam dicetak dan disebarkan keseluruh perpustakaan-perpustakan dunia Islam.

B. Sejarah Dunia Tulisan di Indonesia

Dunia tulisan sudah ada sejak zaman kerajaan-kerajaan Indonesia di kuasai Kerajaan Hindu Budha. Kerajaan Sriwijaya yang menguasai seluruh Sumatera, Semenanjung Malaya, Jawa dan sebagian Kelimantan meninggalkan banyak jejak tulisan melalui prasasti-prasastinya. Ada ditemukan lima prasasti di Sumatera

1.      Prasasti Kedukan Bukit yang bertarikhkan tahun 605 Saka-683 Masehi yang ditemukan di Palembang.

2.      Prasasti Talang Tuwo (605 Saka, 684 Masehi) yang ditemukan di Palmebang

3.      Prasasti Telaga Batu (608 Saka, 686 Masehi) yang ditemukan di Palembang

4.      Prasati Karang Brahi (608 saka, 686 M)  yang ditemukan di Jambi

5.      Prasasti Kota Kapur (608 saka, 686 Masehi) yang ditemukan di Bangka

Pada zaman Sriwijaya juga dibangun banyak candi-candi. Pusat Budha Hinayana terdapat  Muara Takus dan Portibi. Pada zaman Sailendra berkuasa, dinasti ini membangun pusat peribadatan agama Budha Mahayana di Muara Jambi. Kemudian membangun pelabuhan Sriwijaya di Muara Tembesi dan Muara Sabak.  I-ts’ing seorang pengelana Tiongkok dan pendeta Budha mengungkapkan tentang perjalanan dari negeri Tiongkok yang melakukan ziarahnya ketanah suci Agama Budha yakni India, sebelumnya I-ts’ing singgah terlebih dahulu di Sriwijaya untuk mendalami ilmu agama Budha  dan belajar Bahasa Sangsekrta juga Bahasa Melayu.

Banyak yang peninggalan prasasti-prasasti Kerajaan Sriwijaya di wilayah kekuasaannya. Bukti kuat dipertegas dengan penemuan Prasasti Kota Kapur yang ditemukan di kerajaan Tarumanegara yang bertarihk 808 Saka (686 Masehi). Pemulihan kekuasaan Tarumanegara dilakukan pada tahun 926 Masehi. Sriwijaya mengembalikan kekuasaan mengatur Tarumanagera kepada kepada raja sunda, yang saat itu Tarumanegara telah menjadi kerajaan Sunda Galuh. Penemuan prasati didaerah Bogor dengan menggunakan bahasa Melayu yang bertarikh  tahun  854 Saka (924 Masehi).  Berikut ini daftar prasasti-prasati peninggalan Sriwijaya :

Prasasti di Semenajung

1. Piagam Ligor

2. Piagam Ligor A

3. Piagam Ligor B

Prasasti di Jawa Tengah

1. Prasasti Kedu

2. Prasasti Canggal dan Sanjaya

3. Prasasti Kalasan dan rakai Panangkaran

4. Prasasti Ratu Baka dan Dharmatungga

5. Prasasti Kelurak dan Dharanindra

6. Prasasti Karang Tengah dan Samaratungga

7. Prasati Sri Kahulunan dan Pramodawrdhani

8. Prasasti Gandasuli dan Dang Karayan Partapan

Prasasti Lainnya

1. Prasati Nalanda dan Balaputra

2. Prasati Balaputra-Jatiningrat

Candi Borobudur yang merupakan candi terbesar di Nusantara merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Sriwijaya Dinasti Sailendra yang relif-reliefnya menceritakan kerajaan Sriwijaya.

Tidak hanya Kerajaan Sriwijaya yang meninggalkan prasasti-prasastinya. Kerajaan Tarumenegara sebelum ditaklukan Sriwijaya meninggalkan prasasti tertuanya. Kerajaan Kutai juga meninggalkan prasasti yang menyatakan keberadaan kerajaannya. Seorang penulis Kerajaan Majapahit Prapanca menulis Buku yang berjudul ”Negarakertagama” yang ditulis pada masa kejayaan Majapahit. Serta babab Tanah Jawi yang ditulis Masa Prabu Brawijaya. Juga buku Babad Serat Kanda yang menceritaka keruntuhan Majapahit.

Pada masa islam muncul beberapa prasasti yang ditemukan berupa Nisan para sultan-sultan. Situs para Sultan dari berbagai kerajaan di Indonesia dapat diketahu dari infomasi yang tergambar dalam naskah-naskah yang ditulis oleh masyarakat lokal. Contohnya Hikayat Banjar, Hikayat Hitu, Hikayat Kutai, syair Kerajaan Bima dan Hikayat Talo. Sumber-sumber naskah lainnya seperti naskah Sejarah Banten dan Hasanuddin dapat diketahui dimana letak kuburan para sultan Banten. Naskah Babad Tanah Jawi dan Babak Tanah Demak dapat diketahu tempat makam sultan Demak. Informasi naskah Hikayat Aceh dan Hikayat Bustanussalatin dapat diketahui makam sultan-sultan Aceh.

Banyak juga ditemukan naskah-naskah lainnya yang berkenaan tentang keislaman. Berbagai naskah ditemukan dan tersebar di beberapa negara. Negara asing yang banyak mengumpulkan naskah-naskah tersbut adalah Belanda, yang memang selama beberapa ratus tahun menguasai Indonesia. Naskah-naskah tersebut banyak ditulis dalam bahasa Melayu dan huruf Jawi. Sebagian besar naskah Melayu, kaya akan kisah-kisah melukiskan  beragam aspek sejarah, riwayat, literatur, adat istiadat, dan hukum, obat-obatan, sufisme, dan tarekat, teologi, fikih, politik, ekonomi, perdagangan, transportasi, arsitektur, organisasi sosial, mobilitas sosial, struktur sosial dan sebagainya.

Perpustakaan Nasional Indonesia mengumpulkan naskah-naskah Melayu yang tercatat sebanyak 953 naskah yang terdiri dari 6 kelompok ; hikayat 243 naskah, cerita-cerita kenabian 93 naskah, 138 naskah sejarah,  55 naskah hukum dan adat, 50 naskah puisi, 99 naskah literatur agama islam, 275 naskah aneka ragam.

Penulis besar bahasa Melayu,  Raja Ali Haji seorang budayawan yang karyanya meliputi bidang sastra, prosa, puisi, perkamusan, tata ejaan, hukum dan Sejarah. Raja ali Haji menghasilkan karya diantaranya adalah Gurindam Dua Belas, Bustan Al-Katibin, Kitab Pengetahuan Bahasa, Tsamarat Al-Muhimmah, Muqaddimah fi Intizam al-Wazaif Al-Muluk, Syair Abdul Muluk, Tuhfat Al-Nafis, Silsilah Melayu Bugis, Sinar Gemala Mestika Alam, dan sebagainya. Hingga kini karya-karyanya terus menjadi bahan perbincangan para ahli dan Budayawan.

===================

Banyak penulis-penulis besar di Indonesia muncul pada abad 20. Perkembangan dunia tulis menulis  di Indonsia dimulainya Politik Etis atau politik balas budi kepada rakyat Indonesia. Pemerintah kolonial Belanda memperbanyak jumlah sekolah dan kemajuan pendidikan tumbuh dengan pesat.

Pasca politik Etis juga menumbuhkan semangat Nasionalisme dengan tumbuhnya banyak surat kabar yang dikelola pribumi, salah satunya Tirto Adhi Soerjo dengan mendirikan Soenda Berita.Pertumbuhan surat kabar tidak hanya di pulau Jawa saja tapi tumbuh pesat di Sumatera dan bagian lain Indonesia. Sumatera muncul surat kabar “Pewarta Deli” yang didiirkan DJA Enda Moeda dan Datoek Soetan Maharadja yang mendirikan “Kabar Perniagaan”. Politik etik juga melahirkan seorang Abdul Rivai seorang dokter yang menulis artikel-artikelnya diberbagai surat kabar di Indonesia maupun negeri Belanda seperti Bintang Hindia, Bendera Wollanda, Pewarta Wollanda, Oost en West dan Algemeen Handelsblad yang terbit di kota Amsterdam, Negeri Belanda.

Banyak penulis Indonesia yang banyak menulis karya-karyanya bahkan banyak yang dibukukan. Banyak penulis Indonesia yang banyak mendapatkan penghargaan. Menjadi sebua pertanyaan, apakah karya-karya mereka mempunyai pengaruh yang kuat di masyarakat Indonesia.

Chairil anwar, puisi-puisinya sangat berpengaruh di Indonesia

Banyak penulis Muslim Indonesia yang karya-karyanya mempengaruhi pandangan, pikiran, kegiatan maupun gaya hidup masyarakat Indonesia. Tan Malaka, Bapak Republik Indonesia yang tulisan-tulisan mempengaruhi aktivis-aktivis kemerdekaan di Indonesia, Malaysia, Singapore maupun di Philipina. Tulisan-tulisan Tan Malaka merupakan petunjuk bagi mereka, khususnya juga aktivis kemerdekaan Indonesia Soekarno dan Hatta. Ada juga Amin Rais dan Siti Fadila Supari, keberanian tulisan-tulisannya melawan tirani kekuasaan.

Penulis-penulis wanita Indonesia pada masa lalu, tulisan-tulisannya juga mempengaruhi pergerakan emansipasi wanita Indonesia yang pada zamannya peran wanita tidak besar di keluarga maupun lingkungan. Roehana Koedoes dan R.A Kartini, dua wanita yang tulisannya memberi semangat wanita Indonesia untuk maju. Lain lagi dengan penulis wanita yang bernama Helvy Tiana Rosa yang tulisan-tulisan telah mendapatkan banyak penghargaan. Kegiataannya dengan mendirikan Forum Lingkar Pena, telah menumbuhkan semangat menulis bagi generasi-generasi muda Indonesia pada tahun 1990 an sampai dengan sekarang, yang anggotanya yang ribuan telah menghasilkan puluhan ribu karya tulis serta ratusan bahkan ribuan buku.

Banyak penulis-penulis lainnya yang karya-karyanya mampu menpengaruhi pembaca maupun masyarakat diantaranyanya Mocthar Lubis dan Rosihan Anwar, dua jurnalis saksi sejarah perjalananan perjuangan Indonesia. Tidak ketinggalan juga, Sejarawan Taufik Ismail yang banyak menggali sejarah Indonesia yang masih banyak terpendam.  Bidang sastra ada Chairil Anwar, WS Rendra dan Taifuq Ismail, yang puisi-puisi mereka mewakili kata hati para pembaca dan pendengarnya. Begitu juga pencipta dan penulis lagu, Rhoma Irama. Peran besarnya terhadap musik Melayu mampu membangkitkan semangat kecintaan terhadap musik dari budaya Indonesia.

Hamka dan Quraish Shihab, dua ulama besar Indonesia yang karya tafsir Alquran mereka dapat memberi jawaban ketidaktahuan masyarakat Islam Nusantara. Selain tafsir,  Hamka juga menulis banyak karya sastra yang mumpuni.  Karya sastra hebat lainnya, penulis-penulis muslim yang mendominasi buku ini disumbangkan Pramoedya Ananta Toer, Ajip Rosidi, Ali Akbar Navis, dan Kuntowijoyo. Presiden Bacharuddin Yusuf  Habibie mempunyai peran penting lewat karya-karyanya yang dituangkan lewat tulisan, mempengaruhi dunia kedirgantaraan di Indonesia maupun dunia.

Jakarta,  05 November 2011

Fadly Rahman

Sumber :

1. Badiatul Roziqin, Badiatul Muchlisin Asti, Juanaidi Abdul Munif,  101 Jejak Tokoh Islam Indonesia, Penerbit e~Nusantara, Yogyakarta, Tahun 2009

2. Fitri R Ghozally, 20 Tokoh Nasional Abad 20, Penerbit Progres, Jakarta, Tahun 2004, Hal 109

3. Indonesia Book’s Series, Indonesia Negeri Seribu Raja, Penerbit Foresight, 2004, hal 20

4. Laelasari, Nurlailah, Ensiklopedia Tokoh Sastra Indonesia, Penerbit Nuansa Aulia, Bandung, Tahun 2007

5. Prof. Dr. Slamet Mulyana, Sriwijaya, LKIS, DI, Yogyakarta, Tahun 2006

6. Taufik Rahzen, Tanah Air Bahasa, Seratus Jejak Pers Indonesia, Penerbit Indonesia Buku, Jakarta, Tahun 2007

7. Uka Tjandrasasmita, Arkeologi Islam Nusantara, Kepustakaan Populer Gramedia, Tahun 2009

8. Republika

November 6, 2011 - Posted by | Sejarah dan Arkeologis

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: