Fadlyrahman’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

BALAS BUDI

BALAS BUDI

”Tom! Ayo kita cabut!” ajak Arya

”Oke, tunggu dulu, Aku bayar dulu makanan kita” Tomi meneguk minuman terakhirnya seperti biasa dia tidak mau ada tersisa dari makanan atau minuman yang dia pesan, takut kualat katanya.

”Berapa Pak,?”tanya Tomi sambil mengeluarkan dompetnya dari saku celana belakangnya.

”Meja nomor brapa dik?”tanya bapak yang duduk dibelakang meja kasir yang sepertinya sipemilik rumah makan.

”Meja no 3 pak!”jawab Tomi

”Maaf dik, sudah dibayar wanita yang di nomor 6”jawabnya sambil menyodorkan bon lampiran yang berstempel lunas.

”Siapa wanita itu pak?” tanya Arya

”Saya tidak begitu mengenalnya, tapi dia sering makan di sini. Biasanya dalam seminggu ada sekali dia datang makan disini bersama teman-temannya”jelas bapak pemilik warung dengan lugas.

=====================

Sudah beberapa hari ini, Tomi makan di rumah makan ini. Keingintahuan tentang wanita yang membayar makanannya, membuat dia tidak ketinggalan satu haripun. Setiap hari dia menunggu dari jam 5 sore sampai jam 7 malam. Kata bapak pemilik warung, jam-jam itu wanita misterius itu datang makan di rumah makan ini. Wanita yang ditunggunya akhirnya mampir juga. Dia datang bersama 3 orang temannya, semuanya wanita. Sebelumnya Tomi tidak mengetahui wanita yang mana membayar makanannya. Bapak pemilik warung memberitahunya saat salah satu wanita meminta menu makanan. Wanita itulah yang membayar makanan Tomi. Wanita itu dipandangnya dan lama kelamaan, dia teringat sebuah peristiwa yang terjadi 10 tahun yang lalu. Semasa dia masih duduk dbangku kuliah. Semasa liburan semester mereka pergi ke danau toba.

”Tolong…..tolong. Ada yang tenggelam” teriakan-teriakan beberapa wanita menggema menyadarkan pengunjung bahwa ada peristiwa penting yang perlu ditangani. Tidak ada yang berani menolong. Teriakan yang melemah menjadi tangisan.

”Byuuur…” Seseorang meluncur terjun ke air. Sesekali muncul kepermukaan. Setelah beberapa kali menyelam, kemunculannya terakhir dengan menarik tubuh seorang gadis lalu menarikna ke pinggir danau. Teman-teman sigadis ikut membantu menariknya. Salah seorang temannya memberi nafas buantan dan yang lain memompa dada sigadis.

”uhuk…uhuk”Gadis itu mulai tersadar namun nafasnya masih satu satu. Teman gadis itu berterima kasih kepada sang penyelamat sebelum pergi meninggalkan mereka. Gadis yang diselamati memandang penyelamatnya sampai menghilang dibalik lalu lalang pengunjung.

”dik, wanita itu sudah selesai makan dan meminta bonnya” bapak pemilik rumah makan mengejutkannya. Lalu Tomi menulis di selembar kertas dan memberikan kepada pemilik toko. Tomi pun membayar makanan siwanita dan teman-temannya lalu meninggalkan rumah makan itu.

Pelayan rumah makan memberi bon yang sudah dibayar dan selembar kerta kepada wanita itu. Wanita itu terkejut bahwa bonnya sudah dibayar lalu dia membuka selembar kertas itu dan membaca ”Terima kasih sudah membayar makananku minggu lalu. Hari ini aku yang membayar bonmu. Aku ikhlas menolongmu tempo hari. Sampai bertemu kembali.” Wanita itu melihat sekelilingnya, mencari pengirim surat ini. Perubahan wajahnya yang cantik terlihat, dia merasa belum bisa membalas kebaikan sang penyelamat. Bukan berarti dia telah membalas budi hanya dengan membayar makanan menyelamatkan hidupnya 10 tahun lalu. Tapi dia ingin membalas kebaikan sang penyelamat hidupnya walaupun sekecil debu.

Jakarta, 21 September 2008

September 23, 2008 - Posted by | CERPEN

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: