Fadlyrahman’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

SELAMAT ULANG TAHUN

SELAMAT ULANG TAHUN

”Selamat ulang tahun kim! Joki menyalami Hakim yang sedang asik mengetik di laptop pribadinya.

”Iyaaa… terima kasih” membalas salam Joki kemudian melanjutkan ketikannya. Teman-temannya yang lain mengucapkan selamat Ultah juga setelah mendengar ucapan Joki terdengar ditelinga mereka.

”Kim, kapan makan-makannya? Kami menunggu nih!” Hakim yang ditanya teman-temannya malah kebingungan. Pertanyaan ini yang tidak bisa dijawabnya. Uangnya sedang menipis untuk keperluan membayar kartu kreditnya yang sudah membengkak. Joki yang berdiri disamping Hakim hanya tersenyum hambar melihat sahabatnya itu kebingungan. Dia memang mengetahui persoalan yang dihadapi temannya itu.

”Aku punya usul! Bagaimana nanti malam kita makan-makannya!” Joki mulai berbicara tapi usulnya itu makin membuat Hakim berkeringat dingin. Usul Joki membuat teman-temannya bersorak dan bertepuk tangan.

”Makan-makannya bayar sendiri!” lanjut Joki

”Uuuuuuu…….” Koor bersama tanda kekecewaan keluar dari mulut mereka.

”Maksudku makanannya kita bayar masing-masing tapi minumannya si Hakim yang bayar!Bagaimana?siipkan!” Joki melanjutkan penjelasannya itu. Mereka saling pandang dan Hakim yang mendengarnya sedikit lega karena kalau hanya minumannya saja dia mampu membayarnya. Usulan Joki membuat sebagaian besar teman-teman Joki dan Hakim hanya beberapa orang saja yang menyetujuinya dan sebagian lainnya dengan berbagai alasan tidak akan ikut padahal sebelumnya mereka yang semangat untuk makan-makan di kafe tempat mereka biasa berpesta. Mereka mau pergi untuk merayakan Ulang Tahun Hakim apabila semuanya serba gratis seperti biasa yang mereka lakukan apabila mereka Ulang Tahun. Apa boleh buat, Hakim sedang kekurangan uang saat ini.

====================

Dari enam orang yang ingin ikut, kini hanya empat orang saja yang ikut serta dalam perayaan Ulang Tahun Hakim. Selain Joki ada Rudi, Budi, dan Rani sedangkan Anton tidak jadi ikut. Saat dihubungi lewat Hpnya katanya dia sudah berada di jalan menuju pulang, katanya lagi dia lupa. Ada juga Wati pacarnya Anton. Sekarang sudah jelas alasan sebenarnya. Anton dan Wati mempunyai acara sendiri apalagi malam ini malam minggu.

Mereka masuk ke Kafe langganan mereka ”Black Cafe”. Bau alkohol menyegat keseluruh ruangan, kepulan asap rokok menghalangi pemandangan didalam kafe yang sudah remang-remang. Musik beraliran keras mengiringi langkah mereka. Tempat ini bernama kafe tapi suasananya seperti sebuah diskotik atau bar. Mereka menikmati suasana itu, mereka sudah terbiasa. Setiap malam minggu mereka selalu menghabisi malam ditempat ini. Selain murah juga tempatnya tidak terlalu jauh dari kantor mereka.

Makanan sudah terhidang, aroma rempah-rempah didalam makanan membuat mereka semakin lapar. Hanya 10 menit makanan dimeja ludes tiada tersisa. Minuman mereka juga ludes tapi bukan karena cepatnya mereka menghabiskan minumannya tapi minuman yang mereka minum adalah alkohol. Mereka sudah terbiasa minum-minumannya yang memabukkan itu. Beberapa botol sudah mereka habiskan, masih belum cukup juga. Mereka menambah beberapa botol lagi. Mereka belum berhenti minum sebelum mabuk berat, sampai mereka tidak bisa mengeluarkan dompet untuk membayar semuanya.

Hakim sudah mulai mabuk, bicaranya kacau. Pramuniaga yang lewat didepan mukanya digoda. Pramuniaga cantik itu tidak marah karena dia sudah mengerti setiap kelakuan pelanggan yang mabuk. Hakim yang setengah sadar kembali menganggu pramuniaga tapi kali ini pramuniaga itu marah besar. Hakim mencolek pantatnya. Tamparan tangan pun didapat. Hakim marah sekali, dia mencoba berdiri dan mencoba membalasnya. Tanpa duga seorang pemuda menghalangi Hakim.

”Jangan ikut campur!”teriak Hakim tidak jelas. Hakim mendorong pemuda tersebut dan melayangkan tinjunya. Si Pemuda terjerembab kebelakang. Dengan sigap dia berdiri tapi dia tidak membalasnya. Kemudian meninggalkan tempat itu tanpa meladeni kemarahan Hakim.

====================

”Kim, sekali lagi selamat Ulang Tahun ya!” Rani menyalami Hakim yang dipapah Joki. Hanya Rani saja yang tidak mabuk. Teman-temannya yang lain mabuk apalagi Hakim yang punya acara mabuk berat. Rani berlalu dengan menumpangi Taksi. Mereka berempat menuju ke parkiran mobil. Rudi membantu Joki memapah Hakim dan Budi mencoba mencari mobil yang mereka parkir tadi. Sengaja mereka hanya membawa satu mobil saja. Biasanya kalau mereka membawa masing-masing, tidak ada yang bisa menyetir karena dalam keadaan mabuk.

”Cepat naik Kim, ayo kita jalan”Joki menarik tangan Hakim yang belum sadar, Rudi mendorong Hakim kedalam. Rencananya Budi yang menyetir karena hanya Budi yang masih sadar. Namun tiba-tiba ada yang menarik tubuh Rudi dan melemparkan ke belakang mobil. Kemudian tangan itu menarik Hakim keluar dan menghajarnya dengan tinju yang keras.

”Hai ada apa ini?”Joki keluar dan mencoba membantu teman-temannya. Justru tendangannya yang didapatnya. Bukan hanya satu tendangan saja tapi juga berkali-kali tendangan dan pukulan sehingga membuat dirinya terkapar. Perlakuan yang sama didapat Budi walau dia coba melawan. Dia tidak mampu melawan begitu banyak orang-orang yang menghajarnya. Sekilas di lihatnya pemuda yang dihajar Hakim di cafe tadi, terlihat berada diantara orang-orang yang mengeroyok mereka.

”Hai…..berhenti!” teriakan terdengar kencang sekali mengejutkan para pengeroyok. Mereka pun lari meninggalkan korbannya. Beberapa petugas keamanan kafe dan parkir datang menghampiri mereka.

”Kalian tidak apa-apa?”tanya petugas parkir sambil mengangkat Joki

”Tidak apa gimana? Sudah dihajar begini!” Jawab Joki kesal. Joki menghampiri Hakim yang tidak sadarkan diri dan memeriksa tubuhnya.

”Kim, sadar Kim!” Teriak Joki sambil mengguncang tubuh Hakim tapi usaha Joki sia-sia saja. Hakim sudah tidak sadar diri selamanya. Ada genangan darah dibelakang tubuh Hakim. Pemuda yang dihajarnya di Black Cafe tadi menghujam pisaunya ke tubuh Hakim yang akhirnya membuat Hakim tewas. Joki hanya menangisi nasib temannya. Hari Ulang Tahun Hakim ternyata merupakan Hari Kematian Hakim juga. Selamat Ulang Tahun Hakim.

Juni 3, 2008 - Posted by | CERPEN

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: