Fadlyrahman’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

KISAH TENTANG SEORANG BOS!

KISAH TENTANG SEORANG BOS!

Beberapa tahun yang lalu, aku tidak menyadari kalau aku mulai jatuh hati dengan muridku sendiri. Aku bukan guru resmi. Maksudku akau bukan guru yang mengajar disekolah tapi aku guru les anak perempuan dari bosku sendiri. Bosku yang bernama Kua Lin mempunyai anak satu-satunya. Anak perempuan yang bernama Ling Lin dan istrinya bernama Lin na. Walaupun sebenarnya, bosku sering mengajakku ketempat-tempat hiburan elit dan disekeliling kami selalu ditemani wanita-wanita cantik. Syukurnya, imanku masih kuat. Lama-lama aku bosan juga menemani bosku itu. Aku mempunyai cara jitu untuk menolak ajakan bosku. Biasanya aku mengajar Ling Lin seminggu tiga kali, Tapi setelah itu aku mengajar anaknya 6 hari hanya hari minggu saja aku minta libur. Tiada malam hari lagi untuk menemani bosku.

Bosku itu adalah seorang pengusaha sukses, dia mempunyai usaha swalayan dan restoran yang sukses dan mempunyai nama terkenal. Usahanya berkembang tidak hanya saja di dalam negeri tapi juga luar negeri. Tapi bukan tentang kisah sukses bosku yang ingin kuceritakan. Aku ingin menceritakan tentang diriku sendiri yang mulai cinta dengan muridku sendiri. Pasti kalian bertanya-tanya, kenapa aku bisa mengajari les anak bosku setiap hari sepulang sekolah anaknya itu. Jelas, aku anak buah bapaknya. Posisiku saat itu adalah salah satu staf keuangan diperusahaan bapaknya itu. Tepatnya sebagai internal auditor. Selain bertugas menghitung lalu lintas keuangan perusahaan, aku juga bertugas sebagai guru les anaknya agar kelak anak perempuan bosku menjadi pintar dan dapat mengganti posisinya kelak.Pasti kalian bertanya-tanya, kenapa aku bisa jatuh cinta dengan murid sendiri?.

Sekarang ijinkan aku menjelaskan segalanya. Sebelumnya aku lupa memperkenalkan namaku. Namaku Sugi, nama panjang Sugi Tosari. Perawakan ku sedang, tinggi 170 cm wajahku tidak ganteng atau tampan seperti seorang Playboy dan tidak juga bragasan kayak preman. Baiklah, sekarang aku ceritakan. Mulanya perasaanku biasa saja. Saat pertama aku mengenalnya, Ling Lin masih duduk di kelas 4 sekolah dasar. Dia masih memakai pakaian merah putih. Tidak ada perasaan aneh saat itu. Hari demi hari, Bulan berganti bulan dan tahun pun ikut-ikutan berubah. Ling Lin makin lama tumbuh menjadi remaja, ibarat bunga yang mekar. Kulitnya yang putih semakin terawat setelah dia mengerti arti kecantikan. Tubuhnya yang bagus dan tinggi semampai, yang selalu dijaganya dengan berolahraga renang dan didukung wajahnya oriental bagaikan bintang film Hongkong. Maaf! Aku bukan bercerita tentang tubuh Ling Lin. Aku pun tidak bercerita tentang cerita cabul tapi bercerita tentang diriku yang senang dengan muridnya sendiri dan juga anak bosku. Tanpa kusadari, sudah 7 tahun aku menjadi guru lesnya dan Ling Lin sudah duduk kelas 2 SMU dan beberapa bulan lagi dia naik kelas 3. Aku merasa menjadi orang istimewa bagi Ling Lin Bukan hanya sebagai gurunya saja, akupun menjadi tempat curahan hatinya. Dia selalu menceritakan segala hal yang membuatnya sedih dan gembira kepadaku. Aku pun selalu pendengar yang baik baginya. Aku sudah tidak tahan lagi, setiap mengajar tanpa dia sadari aku selalu memandang Ling Lin dengan penuh cinta. Tapi aku ragu juga apakah aku sebenarnya jatuh cinta atau sekedar nafsu saja dengan muridku satu-satunya itu. Bisa saja alasan kedua itu benar. Karena Ling Lin selalu memakai celana pendek dan kaos ketat setiap belajar denganku. Itu yang membuat kau segera ingin menikah.Walau aku seorang berpendidikan, aku juga pria normal. Aku juga masih seorang bujangan. Walau usiaku sudah 29 tahun dan saat itu aku sudah menduduki posisi sebagai manejer keuangan.

Akhirnya aku pun menerima jodoh pilihan Ibuku tersayang. Beliau selalu bercerita tentang jodohku ini. Namanya Khairani, putri sahabat ibuku. Ayahnya seorang pegawai negeri yang mempunyai 7 orang anak 4 laki-laki dan 3 perempuan, kebetulan Khairani anak yang tertua. Cukup tersentuh hatiku saat tahu kalau ayahnya sudah almarhum. Mungkin itu juga salah satu alasan, aku menikah dengan Khairani. Khairani itu orangnya manis rajin dan baik hati. Itu kata ibuku sebelum menikah!. Tapi kenyataannya memang benar, Aku merasakannya. Setelah menikah, aku memanggilnya dengan nama rani saja. Pada saat, Aku menikah. Teman-teman sekantorku datang bersama bosku yang datang dengan istrinya. Tapi aku tidak melihat Ling Lin. Dimana dia gerangan? Aku memang menanyakan kepada bosku tentang Ling Lin. Bosku memberi alasan kalau Ling Lin sedang sakit makanya dia tidak bisa datang. Aku menggangguk setuju saat bosku menjelaskan alasan itu tapi aku tidak percaya.Seminggu setelah pernikahanku. Aku mulai bekerja dan mulai mengajar Ling Lin lagi. Tapi sudah seminggu ini, Ling Lin tidak menampakkan wajahnya yang cantik itu. Kesabaranku hilang. Aku tahu Ling Lin ada dirumah saat aku datang. Pada senin malam minggu depannya, aku mendatangi kamar Ling Lin. Pak amin pembantu yang merangkap supir pribadi Ling Lin memberitahukan bahwa Ling Lin berada dalam kamarnya. Ku ketuk Pintu kamarnya perlahan-lahan, Aku takut dia terkejut apabila dia sedang tidur. Ketukan pintuku yang pertama tidak membuatnya terbangun.

”Ling….Ling, bangun ling. Kita belajar yukk!” Aku mencoba membujuknya. Masih juga belum ada jawaban dari dalam.

”Ling…ayo! bapak sudah lama menunggu” Kali ini ketukanku sedikit keras seperti orang menggedor pintu.

”Bapak pergi saja dari sini. Aku sudah tidak membutuhkan bapak lagi” Aku terkejut jawaban Ling Lin seperti itu. Lebih terkejut lagi mendengar suaranya seperti terisak-isak karena menangis.

”Buka dulu pintunya, kita harus bicara. Ada apa ini sebenarnya?Aku mencoba membuka pintu kamar dengan paksa. Belum sempat kubuka dengan paksa, tiba-tiba pintu terbuka dan nyaris saja tubuhku menabrak Ling Lin yang membuka pintu itu dari dalam. Ling Lin berdiri dengan memandang kearahku dengan tajam. Matanya penuh dengan kebencian.

”Ada apa Ling?Aku berusaha memegang tangannya agar mau menjelaskan persoalan tapi Ling Lin menepis tanganku. Lalu dia membelakangiku, mau masuk kedalam kamarnya kembali. Dengan sigap ku raih tangannya dan menariknya. Tarikanku kuat sekali hingga tubuhnya jatuh kedalam dekapanku.

”Ada apa Ling?kutanya dengan lembut. Ling Lin menatapku dengan tajam tapi ada bulir-bulir air yang jatuh disela matanya yang indah.

”Kenapa bapak menikah dengan orang lain? Kenapa bukan denganku?”tanya Ling Lin dengan terisak. Aku terkejut bukan main! Sudah jelas maksudnya itu. Aku nggak perlu bertanya lagi. Ku tatap wajah Ling Lin, dia pun membenamkan wajahnya kedalam pelukanku. Ternyata dia sudah jatuh cinta padaku.

=====================

Aku lanjutkan ceritaku. Akhirnya aku mempunyai hubungan khusus dengan Ling Lin. Bukan hanya sebagai guru dan murid atau anak bos dengan bawahannya saja. Tapi sudah menjadi suami dan istri. Semua pasti kaget mendengarnya tapi tidak ada yang kaget karena pernikahan itu kami lakukan diam-diam. Kami mengaturnya berdua tapi tanpa melibatkan keluarga dekat kami. Ling lin permisi ke ibunya kalau dia ada acara ulang tahun dan aku permisi kepada istriku kalau aku ada rapat selama dua hari dan menginap pula.

Aku menikahi Ling lin di puncak dan berbulan madu disana. Berbulan-bulan aku menyelidiki daerah dingin itu. Apalagi aku sering menonton di Televisi tentang maraknya kawin kontrak disana. Kawin kontrak tidak berlaku bagiku. Aku menikah benaran, hanya dibawah tangan saja. Demi aku, Ling Lin bersedia berganti agamanya dari non muslim menjadi seorang muslimah. Beberapa bulan kemudian Ling Lin hamil bersamaan pula dengan kelahiran putra pertamaku dari Khairani. Berita kehamilannya, kuterima saat aku sedang menunggu istri pertamaku itu. Aku gembira menanti kelahiran putraku tapi cemas mendengar berita kehamilan itu. Untungnya, jalan keluar selalu ada. Ling lin menyelesaikan sekolah SMU nya dengan nilai sempurna. Selama kehamilan Ling Lin hampir berusia 4 bulan, perut Ling lin belum terlihat membucit. Ling Lin memohon kepada Orang tuanya untuk melanjutkan kuliah di Luar negeri. Padahal maksud hatinya untuk melahirkan diluar negeri agar orang-orang tidak mengetahui kelahirannya. Aku terpaksa menyetujui keinginan istri keduaku itu. Itu semua untuk kebaikan kami bersama. Singapura kota yang ditujunya, selain dekat negara ini juga merupakan tempat paling aman untuk menyimpan rahasia. Aku pun memutar otak, gimana caranya untuk bertemu dengan Ling Lin sesering mungkin.

Akhirnya jalan itu datang juga. Aku meminta kepada pak Kua Lin, agar aku menjadi auditor cabang-cabang perusahaan untuk daerah Sumatera, wilayah Malaysia dan tentu saja Singapura. Pak Kua Lin menyetujui, begitu gembiranya hatiku dan Ling Lin setelah aku memberitahunya. Setiap aku selesai memeriksa cabang-cabang perusahaan, selalu aku sempatkan untuk mengunjungi Ling Lin. Aku ingin menjadi suami yang adil, berbagi dengan istri-istriku walau salah satunya jauh. Aku berhasil memerankan sandiwara tapi nyata ini dengan baik sampai Ling Lin melahirkan putri kami yang cantik. Aku pun makin menyayangi Ling Lin, selama di Singapura Ling Lin merawat anak kami sambil kuliahnya tetap berjalan. Sampai akhirnya kejadian yang tidak diinginkan Aku dan Ling Lin terjadi. Bukan rahasia kami telah diketahui tapi tentang Orang tua Ling Lin. Pada suatu akhir pekan pak Kua Lin dan Ibu Lin Na pergi liburan ke Bandung berdua saja. Kebetulan saat itu semua supir-supir pribadi mereka  sedang pulang kampung karena bersamaan sedang libur panjang. Pak Kua lin mengemudi sendiri Mobilnya. Naas bagi mereka, mobil masuk jurang. Mereka pun meninggal dunia. Menurut dokter, pak Kua lin meninggal sakit jantung. Polisi berkesimpulan bahwa pak Kua lin mendapatkan serangan jantung saat mengendarai mobil dan akhirnya masuk jurang. Berhari-hari aku dan keluarganya menghibur Ling Lin. Bukan aku saja yang bingung, Khairani juga. Aku menitipkan anakku dari Ling Lin kepada Khairani. Aku bercerita bahwa anak itu adalah anak Ling Lin. Khairani bingung, setahu dia Ling lin belum menikah. Aku jelaskan bahwa anak itu anak hasil hubungan gelap Ling lin dengan seorang pria di Singapura, hanya aku dan Khairani yang mengetahuinya. Dan kami harus merahasiakannya sampai mati. Khairani minta penjelasan juga mengapa aku lebih tahu daripada kedua orang tua Ling lin. Aku jelaskan kalau aku ini mantan gurunya, kalau urusan begini Ling lin lebih percaya dengan aku daripada orangtuanya. Akhirnya Khairani mengerti juga. Aku berharap dia tidak curiga karena Ling lin mengatakan padaku, wajah putriku itu mirip denganku.

Pasca kematian bosku. Ling lin pulang ketanah air dan tidak kembali lagi ke Singapura. Kekosongan kursi presiden direktur perusahaan menarik beberapa orang untuk ingin duduk diatasnya. Beberapa orang direktur dan keluarga Ling lin mencoba merayu istriku yang merupakan pemilik tunggal perusahaan. Tentu saja mereka gagal semua, istriku lebih memilih aku yang duduk sebagai Presiden Direktur. Mereka semua kaget karena aku masih sebagai seorang Manajer keuangan. Tiada yang bisa mematahkan kehendak istriku. Dia punya hak untuk menentukan jabatan itu. Aku menerimanya walau dengan hati-hati, kuatir kalau ada yang iri dengan ku. Sekarang aku bosnya. Aku mengangkat putriku sendiri sebagai anak angkat agar kelak tidak susah mendapatkan pendidikan di Indonesia, tentu saja dengan persetujuan Khairani. Ling lin tetap menjadi istriku. Untuk menjaga perasaan Khairani, kami tetap merahasiakan hubungan kami. Aku bermalam dirumah Ling lin beberapa hari biasa, yang jelasnya setiap hari akau bertemu Ling lin dikantor kecuali hari sabtu dan minggu yang memang jatahnya Khairani. Istri petamaku itu tidak pernah curiga, setiap aku menginap di rumah Lin lin, aku selalu mengatakan aku ada rapat atau pergi keluar kota. Sekarang aku bahagia, Khairani juga bangga denganku dan Ling lin senang karena aku masih bersamanya. Anak-anakku tumbuh dengan sehat. Anakku sudah tiga, tambah satu lagi dari Khairani seorang putri. Wajahnya mirip dengan ku dan mirip juga dengan putriku dari Ling lin tapi kulitnya hanya gelap sedikit. Kalau dari Ling lin, kami sudah memutuskan untuk tidak menambah anak lagi, kuatir orang-orang curiga atas hubungan kami. Itu semua sudah resiko kami berdua. Demikianlah kisahku, kisah seorang Bos.

April 2, 2008 - Posted by | CERPEN

2 Komentar »

  1. eeeiittt boss,
    ceritanya asyik juga yah
    gak nyangka-cinta datang tiba-tiba
    klau sudah begitu
    mau gimana lagi..
    yang penting adillah
    awalnya kan gak dicari juga-tau2 problemnya datng sendiri
    kalo sudah menyangkut perasaan hati.. jangan tanya deh
    aku akui juga sih, bos, anda termasuk orang yang berani demi cinta.
    jangan lupa ingat kepadaNyA
    dan mohon ampunan Nya
    semoga bahagia
    bye
    camelia

    Komentar oleh mila | Juli 8, 2009 | Balas

  2. Honda Civic 2010

    Komentar oleh HondaCivic20 f | Juli 12, 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: