Fadlyrahman’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

RAMPOK

RAMPOK

Taufik sedang naik motor mau pulang kerumah setelah seharian bekerja dikantor. Rasa suntuk dan kelelahan terlihat dari wajahnya, beban perkerjaannya telah membuat dia tidak bersemangat.

Lalu tiba-tiba

“Rampokkkk…rampokkkkk” teriak seorang wanita tidak jauh dihadapannya. Kemudian sebuah sepeda motor berlari dengan kencangnya.

Taufik melihat kejadian tersebut mencoba mengejar. Ternyata rampok itu lihai dalam menancap gas sepeda motornya dalam sekejap perampok tersebut telah menghilang dihapannya.

Taufik tidak berusaha mengejar dia melihat kebelakang dia melihat wanita yang dirampok telah ditangani warga sekitarnya. Taufik berpikir perampok tersebut tidak akan pergi jauh-jauh dari sini dan dia akan kembali lagi melalui jalan ini.

“bang.. kemari bang, ngumpul disini” teriak taufik kepada pemuda-pemuda yang ada disekitar itu.

“Ada apa bang? Tanya mereka

“Apa jalan ini ada jalan tembusnya?” tanya taufik lagi

“tidak ada bang!” tegas mereka

“Berarti??”

“Berarti apa bang? Tanya mereka penasaran

“Berarti rampok itu akan kembali lagi kemari”

“Ahh, benar bang! Kenapa kami nggak berpikir sampai disitu”

Lalu mereka beramai-ramai mengambil kayu, batu dan benda-benda sekitar mereka untuk memukul dan menghantam kepala rampok itu.

Ternyata benar, dikejauhan terlihat sebuah sepeda motor melaju dengan cepatnya. Tapi para pemuda sudah bersiap. Lalu taufik menghalang jalan dengan mengorbankan sepeda motornya. Walau merasa terhalangi perampok tersebut tidak perduli lalu menabrak sepeda motor yang ada didepannya dan perampok tersebut terpelanting dan jatuh hingga beberapa meter kemudian dia mencoba bangkit.

“Buk…” Sebuah batu menimpuk kepalanya. Dia tetap tidak perduli mencoba bangkit kembali

“Buk…Buk…Buk” kali ini bukan sebuah batu lagi tetapi puluhan batu, kayu dan benda-benda lainnuya menyentuh kepala dan seluruh tubuhnya.

Sedangkann taufik yang terdiam melihat sepeda motornya rusak ditabrak sang perampok. Lalu dengan kesalnya Taufik mendekati rampok tersebut dan menghantamnya dengan helm, satu, dua, tiga dan seterusnya.

Maret 27, 2008 - Posted by | CERPEN

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: