Fadlyrahman’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

PUISI UNTUKMU

PUISI UNTUKMU

“ceppaatt…. Zal, nanti kita terlambat!” teriak Harry kencang, sedangkan Rizal terus memacu sepeda motornya dengan kecepatan tinggi, bak biker sejati, Rizal dengan lincahnya meliuk-liuk diantara kendaraan-kendaraan yang sedang melaju dijalan.

“Tenang bos! Pasti kita sampai tepat waktu”

“Tenang bagaimana? Yani sebentar lagi akan berangkat! Teriak Harry yang mulai gelisah. bagaimana tidak Yani, teman dekatnya dan juga mantan teman sekelasnya di SMA akan berangkat ke Jakarta untuk melanjutkan sekolahnya disana. Sebenarnya Yani bukan hanya sebatas teman sekelasnya saja sebenarnya diam-diam Harry menyukai Yani tapi dikarenakan Harry bukan tipe cowok yang gampang mengungkapkan cinta, jadi dia hanya menyimpan perasaan hatinya dalam-dalam. Sekarang Harry akan kehilangan teman baiknya itu. Apa boleh buat demi mengejar impian dan cita, Harry mengiklaskan kepergian Yani.

“Assalammualaikum! Harry mengetuk pintu rumah Yani dengan perlahan.

“Walaikumsalam! Siapa diluar? Terdengar sayup-sayup langkah orang yang menuju pintu. Perlahan-lahan pintu rumah Yani mulai terbuka

“Saya bu! Harry! Jawab Harry dengan lembut sambil menyalami wanita setengah baya yang ada didepannya.

“Oo… Harry! Silahkan masuk nak!”

“Terima kasih Bu!

“Ayo, silahkan duduk”

“Yaninya ada bu!” tanya Harry sambil duduk dan menatap si ibu yang duduk didepanya

“Waduh, kamu terlambat Harry! Yaninya sudah berangkat” jawab Ibunya Yani sambil memperbaiki duduknya

“Sudah lama Bu? Tanya Harry dengan muka kecewa

“Sudah setengah jam yang lalu”. Kemudian si ibu bangkit dari duduknya dan mengambil secarik kertas lalu memberikannya kepada Harry

“ Ini Alamat dan nomor teleponnya di Jakarta! Untuk sementara Yani nginap dirumah pamannya!”

“Terima kasih bu! Kalau begitu saya permisi dulu ya!”

“Lho kok cepat sekali? Baru duduk sudah mau pergi lagi!

“Udah malam bu! Jawab Harry dengan tersenyum hambar. Lalu Harry membalikkan badannya dan berjalan menuju ke Rizal yang menunggu di luar.

==================

Hampir setahun kepergian Yani, Harry mencoba melupakannya tapi sulit sekali, malah dia makin merasa kehilangan, malah tidak ada kerjaan yang berguna bagi dirinya untuk dikerjakan. Kerjanya hanya mendengar lagu roman sambil membayangkan Yani, seakan-akan mereka sedang bersama-sama, dia juga mulai rajin menulis puisi-puisi cinta untuk pujaan hatinya. Pernah suatu waktu Harrry merasa kesepian menulis puisi dengan perasaan gundah yang membacanya akan merasa pilu.

“Ry…..bangun!” Rizal mencoba membangunkan sahabatnya itu, dia merasa kasihan melihat keadaan sahabatnya itu. Harry mulai membuka matanya dan mengeliat seperti kucing yang baru bangun dari tidurnya.

“Ada acara apa Zal? Tanya Harry agak sedikit kesal, biasanya Rizal datang kerumahnya bila ada acara dan keperluan mendadak.

“Bangun dong! Hari ini Pesta pertunangan Dido?

“Dido tunangan? Dengan siapa? Harry terkejut mendengar ucapan Rizal.

“Aku belum tau dengan siapa? Aku aja terkejut! Dia menelponku tadi pagi dan belum sempat nanya! Mereka sudah lama tidak mendengar kabar tentang Dido tapi hari ini dia membuat kejutan.

Ok!ok! Kalau gitu aku mandi dulu!” ucap Harry sambil menyambar handuk yang sudah butut dari atas tempat tidurnya.

===================

“Ry, duduk didalam yuk!

“Disini aja Zal! Ngapain didalam, banyak ibu-ibu! Mendengar alasan Harry seperti itu, mau tidak mau Rizal ikut-ikutan duduk diluar sebenarnya dia mau tahu calon tunangan Dido seperti apa. Padahal acara pertunangannya akan dimulai.

“Ry, Aku kedalam dulu ya! Nggak enak dengan Dido!

“Iya!masuk saja kau kedalam, sekalian bilangin kalau aku ada diluar! Rizal masuk kedalam rumah melalui pintu samping langsung mencari Dido untuk mengucapkan selamat. Tapi beberapa saat kemudian Rizal dengan terburu-buru keluar dari rumah dan menghampiri Harry dengan wajah sedih dan kuatir.

“Ada Apa Zal? Kenapa keluar lagi? Tanpa ada jawaban Rizal menarik tangan Harry dengan sedikit memaksa untuk masuk ke dalam rumah.

“Jawab dulu pertanyaanku, ada apa?

“Ayo, nanti kau tau jawabannya didalam! Dengan terpaksa Harry mengikuti Rizal masuk ke dalam rumah Dido.

“Ahh…Yani!!! Harry terkejut melihat Yani berada disini, dan lebih terkejut lagi melihat Yani dan Dido bergandengan dengan mesra. Harry merasa tubuhnya kehilangan semangat kemudian dia berbalik meninggalkan tempat itu tanpa perlu jawaban dari keduanya. Didalam hatinya telah tertulis sebuah puisi tentang hati yang luka.

Februari 22, 2008 - Posted by | CERPEN

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: