<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Fadlyrahman's Weblog</title>
	<atom:link href="http://fadlyrahman.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fadlyrahman.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Jan 2012 23:45:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='fadlyrahman.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Fadlyrahman's Weblog</title>
		<link>http://fadlyrahman.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://fadlyrahman.wordpress.com/osd.xml" title="Fadlyrahman&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://fadlyrahman.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>KUNTOWIJOYO</title>
		<link>http://fadlyrahman.wordpress.com/2012/01/16/kuntowijoyo/</link>
		<comments>http://fadlyrahman.wordpress.com/2012/01/16/kuntowijoyo/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 23:45:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlyrahman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah dan Arkeologis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlyrahman.wordpress.com/?p=736</guid>
		<description><![CDATA[KUNTOWIJOYO Kuntowijoyo yang lahir di Sanden, Bantul, Yogyakarta, pada tanggal 18 September 1943. Pendidikan dasar di Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Rakyat (SR) Negeri di Kalten (1956), Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Klaten (1959) dan Sekolah Menegah Atas (SMA) Negeri di Klaten (1962). Melanjutkan ke perguruan tinggi negei di Universitas Gajah Mada (UGM) Fakultas Sastra [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlyrahman.wordpress.com&amp;blog=2860542&amp;post=736&amp;subd=fadlyrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>KUNTOWIJOYO</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kuntowijoyo yang lahir di Sanden, Bantul, Yogyakarta, pada tanggal 18 September 1943. Pendidikan dasar di Madrasah Ibtidaiyah dan Sekolah Rakyat (SR) Negeri di Kalten (1956), Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di Klaten (1959) dan Sekolah Menegah Atas (SMA) Negeri di Klaten (1962). Melanjutkan ke perguruan tinggi negei di Universitas Gajah Mada (UGM) Fakultas Sastra (1969). Lalu melanjutkan ke pascasarjana di <em>University of Connecticut</em>, Amerika Serikat (1974) dan meraih gelas Doktor Ilmu Sejarah dari <em>University of Columbia</em>, Amerika Serikat (1980).</p>
<p style="text-align:justify;">Masa SR dan SMP sudah tertarik dengan dunia bacaan dan sastra. Pada masa SMP, Kuntowijoo tinggal dengan adik kakeknya (mbah cilik) di Solo. Mbah ciliknya mempunyai sebuah lemari ang menimpan banyak buku sastra dan ensiklopedi. Dan pada  masa SMA, sudah membaca karya-karya Charles Dickens dan anton Chekov. Pada masa usia SMP dan SMA, memulai menulis cerita dan sinopsis dengan tulisan tangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Bakat menulisnya semakin terlihat saat kuliah di UGM. Bersama dengan teman-temannya mendirikan Lembaga Kebudayaan dan Seniman Islam (Leksi). Sebuah naskah dramanya yang berjudul ”Sebuah Jembatan telah diBangun” dipanggungkan oleh Leksi pada tahun 1965. tapi drama panggung itu dihentikan. Kuntowijoyo juga mendirikan Studi Grup Mantika bersama Dawan Rahadjo, Sju’bah Asa, Chairul Umam, Ikranagara, Arifin C Noer, Abdul Hadi W.M, dan Amri Yahya. Kuntowijoyo menikah pada tanggal 8 November 1969 dengan seorang gadis yang bernama Susilaningsih  yang dikarunia dua orang anak yakni Punang Amaripuja dan Alun Paradipta.<a href="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2012/01/kuntowijoyo.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-737" title="Kuntowijoyo" src="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2012/01/kuntowijoyo.jpg" alt="" width="86" height="94" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Karir  dan Organisasi yang dijalaninya yakni sebagai asisten dosen dan dosen  fakutas sastra UGM (1965-2005), Sekretaris Lembaga Seni dan Kebudayaan Islam (1963-1969), Ketua Studi Grup Mantika (1969-1971), Pendiri Pondok Pesantren Budi Mulia (1980), Pendiri Pusat Pengkajian Strategi dan Kebijakan (PPSK) di Yogyakarta (1980).</p>
<p style="text-align:justify;">Karya-karyanya yang telah dibukukan diantaranya adalah Suluk Uwong-Uwong (1975), Khotbah di Atas Bukit (1976), Isyarat (1976), Dinamika Sejarah Umat Islam Indonesia (1985), Radikalisme Petani (1993), Metodologi Sejarah (1994), Demokrasi dan Budaya (1994), Kumpulan Puisi Daun Makrifat Daun (1995), Pengantar Ilmu Sejarah (1995), Intelektualisme Muhammadiyah : Menyongsong Era baru, Identitas Politik Umat Islam, Esai-Esai Budaya dan Politik (2002).</p>
<p style="text-align:justify;">Penghargaan yang diterimanya sebagai seorang sejarawan, Budayawan,  dan sastrawan. Cerpen yang berjudul “Dilarang Mencintai Bunga-Bunga” (1968) meraih penghargaan pertama dari majalah sastra. Pada tahun yang sama Naskah Dramanya ”Rumput-Rumput Danau Bento” (1968) mendapatkan penghargaan dari Dewan Kesenian Jakarta. Novel yang berjudul “Pasar” meraih Hadiah Panitia Hari Buku (1972). Kembali naskah drama “Topeng Kayu” mendapatkan penghargaan dari dewan kesenian Jakarta (1973).  “Cerpennya yang berjudul “Anjing-Anjing Menyerbu Kuburan”, merupakan cerpen terbaik versi Harian Kompas (1995, 1996 dan 1997). Penghargaan Kebudayaan Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (1995), Satyalencana Kebudayaan Republik Indonesia (1997), ASEAN Award <em>on Culture and Information</em> (1997), Mizan Award (1998), Kalyanakretya Utama untuk Teknologi Sastra dan Menristek (1999), FEA Right Awars, Thailand (1999). Novel ”Mantra Pejinak Ular’ (2001) mendapatkan hasiah sastra dari Majelis Sastra Asia Tenggara (Mastera).</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tanggal 6 Januari 1992, penyakit <em>Meningo Encephalitis</em> menyebabkan Kontowijoyo harus istirahat dari segala kegiatannya. Pada tahun 1993 kesehatan Kuntowijoyo mulai membaik. Kuntowijoyo kembali berkarya dan banyak tulisan cerpen yang dihasilkannya. Namun pada tanggal 22 Februari 2005, Kuntowijoyo menyerah dan meninggal dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber :</p>
<p>Kaki Langit, Kuntowijoyo, Horison, tahun 2008, Hal 10-11</p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/">http://id.wikipedia.org</a></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlyrahman.wordpress.com/736/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlyrahman.wordpress.com/736/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlyrahman.wordpress.com/736/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlyrahman.wordpress.com/736/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadlyrahman.wordpress.com/736/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadlyrahman.wordpress.com/736/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadlyrahman.wordpress.com/736/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadlyrahman.wordpress.com/736/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlyrahman.wordpress.com/736/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlyrahman.wordpress.com/736/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlyrahman.wordpress.com/736/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlyrahman.wordpress.com/736/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlyrahman.wordpress.com/736/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlyrahman.wordpress.com/736/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlyrahman.wordpress.com&amp;blog=2860542&amp;post=736&amp;subd=fadlyrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlyrahman.wordpress.com/2012/01/16/kuntowijoyo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66b2583d165ec2c0a6f3764e2f7cea7d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fadlyrahman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2012/01/kuntowijoyo.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kuntowijoyo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>CANDI PRAMBANAN</title>
		<link>http://fadlyrahman.wordpress.com/2011/12/12/candi-prambanan/</link>
		<comments>http://fadlyrahman.wordpress.com/2011/12/12/candi-prambanan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 23:23:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlyrahman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah dan Arkeologis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlyrahman.wordpress.com/?p=728</guid>
		<description><![CDATA[Candi Prambanan adalah mahakarya kebudayaan Hindu dari abad ke-10. Bangunannya yang langsing dan menjulang setinggi 47 meter membuat kecantikan arsitekturnya tak tertandingi. Candi Prambanan adalah bangunan luar biasa cantik yang dibangun di abad ke-10 pada masa pemerintahan dua raja, Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Menjulang setinggi 47 meter. Candi Prambanan memiliki 3 candi utama di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlyrahman.wordpress.com&amp;blog=2860542&amp;post=728&amp;subd=fadlyrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_729" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><a href="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2011/12/candi-prambanan.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-729" title="Candi Prambanan" src="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2011/12/candi-prambanan.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">Candi Prambanan</p></div>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Candi Prambanan adalah mahakarya kebudayaan Hindu dari abad ke-10. Bangunannya yang langsing dan menjulang setinggi 47 meter membuat kecantikan arsitekturnya tak tertandingi. Candi Prambanan adalah bangunan luar biasa cantik yang dibangun di abad ke-10 pada masa pemerintahan dua raja, Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Menjulang setinggi 47 meter.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Candi Prambanan memiliki 3 candi utama di halaman utama, yaitu Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut adalah lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. Ketiga candi itu menghadap ke timur. Setiap candi utama memiliki satu candi pendamping yang menghadap ke barat, yaitu Nandini untuk Siwa, Angsa untuk Brahma, dan Garuda untuk Wisnu. Selain itu, masih terdapat 2 candi apit, 4 candi kelir, dan 4 candi sudut. Sementara, halaman kedua memiliki 224 candi.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Memasuki candi Siwa yang terletak di tengah dan bangunannya paling tinggi, anda akan menemui 4 buah ruangan. Satu ruangan utama berisi arca Siwa, sementara 3 ruangan yang lain masing-masing berisi arca Durga (istri Siwa), Agastya (guru Siwa), dan Ganesha (putra Siwa). Arca Durga itulah yang disebut-sebut sebagai arca Roro Jonggrang dalam legenda yang diceritakan di atas.</span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;">Pada tahun 1733, candi ini ditemukan oleh CA. Lons seorang berkebangsaan Belanda, kemudian pada tahun 1855 <a title="Jan Willem IJzerman (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jan_Willem_IJzerman&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span style="color:#000000;">Jan Willem IJzerma</span></a> mulai membersihkan dan memindahkan beberapa batu dan tanah dari bilik candi. beberapa saat kemudian <a title="Isaäc Groneman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Isa%C3%A4c_Groneman"><span style="color:#000000;">Isaäc Groneman</span></a> melakukan pembongkaran besar-besaran dan batu-batu candi tersebut ditumpuk secara sembarangan di sepanjang <a title="Sungai Opak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sungai_Opak"><span style="color:#000000;">Sungai Opak</span></a>. Pada tahun <a title="1902" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1902"><span style="color:#000000;">1902</span></a>-<a title="1903" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1903"><span style="color:#000000;">1903</span></a>, <a title="Theodoor van Erp (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Theodoor_van_Erp&amp;action=edit&amp;redlink=1"><span style="color:#000000;">Theodoor van Erp</span></a> memelihara bagian yang rawan runtuh. Pada tahun <a title="1918" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1918"><span style="color:#000000;">1918</span></a>-<a title="1926" href="http://id.wikipedia.org/wiki/1926"><span style="color:#000000;">1926</span></a>, dilanjutkan oleh Jawatan Purbakala (<em>Oudheidkundige Dienst</em>) di bawah P.J. Perquin dengan cara yang lebih metodis dan sistematis, sebagaimana diketahui para pendahulunya melakukan pemindahan dan pembongkaran beribu-ribu batu tanpa memikirkan adanya usaha pemugaran kembali.Pada tahun 1926 dilanjutkan De Haan hingga akhir hayatnya pada tahun 1930. Pada tahun 1931 digantikan oleh Ir. V.R. van Romondt hingga pada tahun 1942 dan kemudian diserahkan kepemimpinan renovasi itu kepada putra Indonesia dan itu berlanjut hingga tahun 1993.</span></p>
<p>Sumber :</p>
<p>1.      <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Prambanan">http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Prambanan</a></p>
<p>2.      http://www.yogyes.com/id/yogyakarta-tourism-object/candi/prambanan/</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlyrahman.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlyrahman.wordpress.com/728/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlyrahman.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlyrahman.wordpress.com/728/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadlyrahman.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadlyrahman.wordpress.com/728/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadlyrahman.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadlyrahman.wordpress.com/728/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlyrahman.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlyrahman.wordpress.com/728/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlyrahman.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlyrahman.wordpress.com/728/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlyrahman.wordpress.com/728/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlyrahman.wordpress.com/728/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlyrahman.wordpress.com&amp;blog=2860542&amp;post=728&amp;subd=fadlyrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlyrahman.wordpress.com/2011/12/12/candi-prambanan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66b2583d165ec2c0a6f3764e2f7cea7d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fadlyrahman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2011/12/candi-prambanan.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Candi Prambanan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TRADISI MENULIS MUSLIM INDONESIA</title>
		<link>http://fadlyrahman.wordpress.com/2011/11/06/penulis-penulis-muslim-indonesia/</link>
		<comments>http://fadlyrahman.wordpress.com/2011/11/06/penulis-penulis-muslim-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Nov 2011 14:06:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlyrahman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah dan Arkeologis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlyrahman.wordpress.com/?p=716</guid>
		<description><![CDATA[A. Penulis Muslim Dunia Tradisi penulisan dan penyunting (penyalin) buku berkembang sangat pesat di dunia Islan. Berbagai tulisan baik itu sastra, seni, sejarah, geografi, penelitian, penemuan, astronomi, kedokteran dan sebagainya. Didunia Islam dikenal penyalin-penyalin buku terkemuka seperti Ahmad ibn Al-Hutai’ah Al-Maghribi, Al Ukhbari, Abu Abdillah Al-Azadi, Abu Muhammad Al-Anshari. Dalam ilmu sejarah, seorang sejarahwan islam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlyrahman.wordpress.com&amp;blog=2860542&amp;post=716&amp;subd=fadlyrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">A. Penulis Muslim Dunia</p>
<p style="text-align:justify;">Tradisi penulisan dan penyunting (penyalin) buku berkembang sangat pesat di dunia Islan. Berbagai tulisan baik itu sastra, seni, sejarah, geografi, penelitian, penemuan, astronomi, kedokteran dan sebagainya. Didunia Islam dikenal penyalin-penyalin buku terkemuka seperti Ahmad ibn Al-Hutai’ah Al-Maghribi, Al Ukhbari, Abu Abdillah Al-Azadi, Abu Muhammad Al-Anshari. Dalam ilmu sejarah, seorang sejarahwan islam yang bernama Al Idris menyusun sebuah buku tentang Raja Norman dari Palermo yang berjudul <em>Book of Roger</em>. Sejarahwan terkenal lainnya yang bernama Ibnu Kaldun menghasilkan karya-karya sejarah yang tulisan-tulisan menjadi rujukan sejarahwan-sejarahwan dunia. Karya yang terkenal Ibnu Kaldun adalah Muqaddimah.</p>
<div id="attachment_719" class="wp-caption alignright" style="width: 148px"><a href="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2011/11/prasasti-bahasa-arab.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-719" title="prasasti bahasa arab" src="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2011/11/prasasti-bahasa-arab.jpg?w=138&#038;h=150" alt="" width="138" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Nisan beraksara Arab</p></div>
<p style="text-align:justify;">Sastra juga berkembang pesat di dunia Islam yang bermula berkembang pada zaman dinasti Abbasiyah pimpinan Khalifah Harus Al rasyid. Sastrawan terkenal saat itu Abu Uthman Umar bin Bahr Al Jahiz, Badi Al Zaman Al Hamdhani, Al Tsa’alibi dan Al Hariri.</p>
<p style="text-align:justify;">Bidang Anstronomi berperan penting di dunia Islam. Ilmu Astronomi bermula di Sevilla Spanyol zaman Kesultanan Andulusia. Pakar-pakar Astronomi melahirkan keilmuannya dan melimpahkan dalam tulisan-tulisannya. Karya Astronomi mereka menjadi rujukan pada zaman-zaman di waktu kemudian. Pakar-pakar astronomi tersebut adalah Abu Muhammad Jabir Ibn Aflah yang menulis buku <em>Kitab Al-Haia</em>, Jabir Ibn Aflah yang terkenal sebagai astronom terhandal dizamannya yang terkenal dengan <em>Kitab Al Hay’ah</em>. Muhammad Ibn Fattuh Al-Khamairi yang dikenal dengan delapan karya Astronominya dan ahli membuat perangkat astronomi.  Ibn Al Yasamin Al Ishbili yang keturunan Afrika Utara menulis bukunya yang  <em>Talqih Al- Afkar bi Rushum Huruf Al-Ghubar</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Bidang kedokteran dan kesehatan berkembang pesat pada zaman dinasti Turki Usmani, dunia islam mempunyai banyak pakarnya dan menulis berbagai keahlian dan penemuan mereka. Sejumlah dokter yang ahli dibidang masing-masing yakni emir Celebi, Omer Sifai dan abbas Vesim yang memahami Anatomi tubuh manusia. Serafeddin Sabuncuoglu seorang dokter ahli bedah. Bidang ekologi dan kesehatan melahirkan ilmuwan-ilmuwan islam yang dikenal dunia. Mereka menulis berbagai tulisan tentang ekologi dan kesehatan diantaranya adalah Al Kindi, Qusta Ibnu Luqa, Al Rizi, Al Tamini, Abu Sahl Al Masihi, Ibnu Sina.</p>
<p style="text-align:justify;">Pakar muslim lainnya yang menguasai bidangnya adalah Al-Kindi seorang alhi Mtereologi yang menulis buku <em>Risala fi l-Illa Al Failali l-Madd wa l-Fazr </em>dan  Mahmud Al-Kashgari yang ahli membuat peta. Serta Ibu Aqil yang seorang ahli huku yang juga ahli berceramah yang menulis buku <em>Kitab Al Jadal ala Tariqat Al fuqaha</em>. Ibnu Qutaybah seorang penulis peradaban Islam yang banyak menulis buku, salah satunya <em>Kitab Al-Maa’rif</em>. Abu’l Khair seorang ahli pertanian ang menulis <em>Kitab Al-Filaha</em>. Ibnu Al Haitham ahli bidang optik yang menulis <em>Kitab Al Manazir</em>. Abu Musa Jabir Ibnu Hayyan yang menulis 200 kitab dan 80 kitab mengkaji dan mengupas seluk beluk ilmu kimia.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak hanya penulis-penulis pria saja yang menguasai berbagai bidang ilmu. Dunia Islam memberikan kebebasan pendidikan juga kepada wanitanya. Sehingga muncul banyak penulis-penulis yang menyumbangkan keahlian untuk kemaslahatan umat Islam. Mereka diantaranya adalah Shifa binti abdullah seorang ahli medis dan terampil dalam bidang administrasi publik. Sutayta Al Mahamli yang berasal dari keluarga berpendidikan tinggi Baghdad. Sutayta Menguasai banyak bidang ilmu matematika, hisab, Aljabar, sastra Islam, Hadist dan hukum.</p>
<p style="text-align:justify;">Perkembangan tulisan di dunia Islam menumbuhkan percetakan. Percetakan buku bermula dari China. Keinginan mengumpulkan Mushab Al qur’an. Umat Muslim mempelajari caranya membuat kertas dan keahlihan tersebut berkembang pesat didunia Islam. Tulisan-tulisan yang dihasilkan penulis-penulis Islam dicetak dan disebarkan keseluruh perpustakaan-perpustakan dunia Islam.</p>
<p style="text-align:justify;">B. Sejarah Dunia Tulisan di Indonesia</p>
<p style="text-align:justify;">Dunia tulisan sudah ada sejak zaman kerajaan-kerajaan Indonesia di kuasai Kerajaan Hindu Budha. Kerajaan Sriwijaya yang menguasai seluruh Sumatera, Semenanjung Malaya, Jawa dan sebagian Kelimantan meninggalkan banyak jejak tulisan melalui prasasti-prasastinya. Ada ditemukan lima prasasti di Sumatera</p>
<p style="text-align:justify;">1.      Prasasti Kedukan Bukit yang bertarikhkan tahun 605 Saka-683 Masehi yang ditemukan di Palembang.</p>
<p style="text-align:justify;">2.      Prasasti Talang Tuwo (605 Saka, 684 Masehi) yang ditemukan di Palmebang</p>
<p style="text-align:justify;">3.      Prasasti Telaga Batu (608 Saka, 686 Masehi) yang ditemukan di Palembang</p>
<p style="text-align:justify;">4.      Prasati Karang Brahi (608 saka, 686 M)  yang ditemukan di Jambi</p>
<p style="text-align:justify;">5.      Prasasti Kota Kapur (608 saka, 686 Masehi) yang ditemukan di Bangka</p>
<p style="text-align:justify;">Pada zaman Sriwijaya juga dibangun banyak candi-candi. Pusat Budha Hinayana terdapat  Muara Takus dan Portibi. Pada zaman Sailendra berkuasa, dinasti ini membangun pusat peribadatan agama Budha Mahayana di Muara Jambi. Kemudian membangun pelabuhan Sriwijaya di Muara Tembesi dan Muara Sabak.  I-ts’ing seorang pengelana Tiongkok dan pendeta Budha mengungkapkan tentang perjalanan dari negeri Tiongkok yang melakukan ziarahnya ketanah suci Agama Budha yakni India, sebelumnya I-ts’ing singgah terlebih dahulu di Sriwijaya untuk mendalami ilmu agama Budha  dan belajar Bahasa Sangsekrta juga Bahasa Melayu.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak yang peninggalan prasasti-prasasti Kerajaan Sriwijaya di wilayah kekuasaannya. Bukti kuat dipertegas dengan penemuan Prasasti Kota Kapur yang ditemukan di kerajaan Tarumanegara yang bertarihk 808 Saka (686 Masehi). Pemulihan kekuasaan Tarumanegara dilakukan pada tahun 926 Masehi. Sriwijaya mengembalikan kekuasaan mengatur Tarumanagera kepada kepada raja sunda, yang saat itu Tarumanegara telah menjadi kerajaan Sunda Galuh. Penemuan prasati didaerah Bogor dengan menggunakan bahasa Melayu<em> yang </em>bertarikh  tahun  854 Saka (924 Masehi).  Berikut ini daftar prasasti-prasati peninggalan Sriwijaya :</p>
<p style="text-align:justify;">Prasasti di Semenajung</p>
<p style="text-align:justify;">1. Piagam Ligor</p>
<p style="text-align:justify;">2. Piagam Ligor A</p>
<p style="text-align:justify;">3. Piagam Ligor B</p>
<p style="text-align:justify;">Prasasti di Jawa Tengah</p>
<p style="text-align:justify;">1. Prasasti Kedu</p>
<p style="text-align:justify;">2. Prasasti Canggal dan Sanjaya</p>
<p style="text-align:justify;">3. Prasasti Kalasan dan rakai Panangkaran</p>
<p style="text-align:justify;">4. Prasasti Ratu Baka dan Dharmatungga</p>
<p style="text-align:justify;">5. Prasasti Kelurak dan Dharanindra</p>
<p style="text-align:justify;">6. Prasasti Karang Tengah dan Samaratungga</p>
<p style="text-align:justify;">7. Prasati Sri Kahulunan dan Pramodawrdhani</p>
<p style="text-align:justify;">8. Prasasti Gandasuli dan Dang Karayan Partapan</p>
<p style="text-align:justify;">Prasasti Lainnya</p>
<p style="text-align:justify;">1. Prasati Nalanda dan Balaputra</p>
<p style="text-align:justify;">2. Prasati Balaputra-Jatiningrat</p>
<p style="text-align:justify;">Candi Borobudur yang merupakan candi terbesar di Nusantara merupakan salah satu peninggalan Kerajaan Sriwijaya Dinasti Sailendra yang relif-reliefnya menceritakan kerajaan Sriwijaya.</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak hanya Kerajaan Sriwijaya yang meninggalkan prasasti-prasastinya. Kerajaan Tarumenegara sebelum ditaklukan Sriwijaya meninggalkan prasasti tertuanya. Kerajaan Kutai juga meninggalkan prasasti yang menyatakan keberadaan kerajaannya. Seorang penulis Kerajaan Majapahit Prapanca menulis Buku yang berjudul ”Negarakertagama” yang ditulis pada masa kejayaan Majapahit. Serta babab Tanah Jawi yang ditulis Masa Prabu Brawijaya. Juga buku Babad Serat Kanda yang menceritaka keruntuhan Majapahit.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada masa islam muncul beberapa prasasti yang ditemukan berupa Nisan para sultan-sultan. Situs para Sultan dari berbagai kerajaan di Indonesia dapat diketahu dari infomasi yang tergambar dalam naskah-naskah yang ditulis oleh masyarakat lokal. Contohnya Hikayat Banjar, Hikayat Hitu, Hikayat Kutai, syair Kerajaan Bima dan Hikayat Talo. Sumber-sumber naskah lainnya seperti naskah Sejarah Banten dan Hasanuddin dapat diketahui dimana letak kuburan para sultan Banten. Naskah Babad Tanah Jawi dan Babak Tanah Demak dapat diketahu tempat makam sultan Demak. Informasi naskah Hikayat Aceh dan Hikayat Bustanussalatin dapat diketahui makam sultan-sultan Aceh.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak juga ditemukan naskah-naskah lainnya yang berkenaan tentang keislaman. Berbagai naskah ditemukan dan tersebar di beberapa negara. Negara asing yang banyak mengumpulkan naskah-naskah tersbut adalah Belanda, yang memang selama beberapa ratus tahun menguasai Indonesia. Naskah-naskah tersebut banyak ditulis dalam bahasa Melayu dan huruf Jawi. Sebagian besar naskah Melayu, kaya akan kisah-kisah melukiskan  beragam aspek sejarah, riwayat, literatur, adat istiadat, dan hukum, obat-obatan, sufisme, dan tarekat, teologi, fikih, politik, ekonomi, perdagangan, transportasi, arsitektur, organisasi sosial, mobilitas sosial, struktur sosial dan sebagainya.</p>
<p style="text-align:justify;">Perpustakaan Nasional Indonesia mengumpulkan naskah-naskah Melayu yang tercatat sebanyak 953 naskah yang terdiri dari 6 kelompok ; hikayat 243 naskah, cerita-cerita kenabian 93 naskah, 138 naskah sejarah,  55 naskah hukum dan adat, 50 naskah puisi, 99 naskah literatur agama islam, 275 naskah aneka ragam.</p>
<p style="text-align:justify;">Penulis besar bahasa Melayu,  Raja Ali Haji seorang budayawan yang karyanya meliputi bidang sastra, prosa, puisi, perkamusan, tata ejaan, hukum dan Sejarah. Raja ali Haji menghasilkan karya diantaranya adalah Gurindam Dua Belas, Bustan Al-Katibin, Kitab Pengetahuan Bahasa, Tsamarat Al-Muhimmah, Muqaddimah fi Intizam al-Wazaif Al-Muluk, Syair Abdul Muluk, Tuhfat Al-Nafis, Silsilah Melayu Bugis, Sinar Gemala Mestika Alam, dan sebagainya. Hingga kini karya-karyanya terus menjadi bahan perbincangan para ahli dan Budayawan.</p>
<p style="text-align:center;" align="center">===================</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak penulis-penulis besar di Indonesia muncul pada abad 20. Perkembangan dunia tulis menulis  di Indonsia dimulainya Politik Etis atau politik balas budi kepada rakyat Indonesia. Pemerintah kolonial Belanda memperbanyak jumlah sekolah dan kemajuan pendidikan tumbuh dengan pesat.</p>
<p style="text-align:justify;">Pasca politik Etis juga menumbuhkan semangat Nasionalisme dengan tumbuhnya banyak surat kabar yang dikelola pribumi, salah satunya Tirto Adhi Soerjo dengan mendirikan <em>Soenda Berita.</em>Pertumbuhan surat kabar tidak hanya di pulau Jawa saja tapi tumbuh pesat di Sumatera dan bagian lain Indonesia. Sumatera muncul surat kabar “<em>Pewarta Deli</em>” yang didiirkan DJA Enda Moeda dan Datoek Soetan Maharadja yang mendirikan “<em>Kabar Perniagaan”. </em>Politik etik juga melahirkan seorang Abdul Rivai seorang dokter yang menulis artikel-artikelnya diberbagai surat kabar di Indonesia maupun negeri Belanda seperti Bintang Hindia, Bendera Wollanda, Pewarta Wollanda, Oost en West dan Algemeen Handelsblad yang terbit di kota Amsterdam, Negeri Belanda.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak penulis Indonesia yang banyak menulis karya-karyanya bahkan banyak yang dibukukan. Banyak penulis Indonesia yang banyak mendapatkan penghargaan. Menjadi sebua pertanyaan, apakah karya-karya mereka mempunyai pengaruh yang kuat di masyarakat Indonesia.</p>
<div id="attachment_723" class="wp-caption alignleft" style="width: 111px"><a href="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2011/11/chairil_anwar1.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-723" title="chairil_anwar" src="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2011/11/chairil_anwar1.jpg?w=101&#038;h=150" alt="" width="101" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Chairil anwar, puisi-puisinya sangat berpengaruh di Indonesia</p></div>
<p style="text-align:justify;">Banyak penulis Muslim Indonesia yang karya-karyanya mempengaruhi pandangan, pikiran, kegiatan maupun gaya hidup masyarakat Indonesia. Tan Malaka, Bapak Republik Indonesia yang tulisan-tulisan mempengaruhi aktivis-aktivis kemerdekaan di Indonesia, Malaysia, Singapore maupun di Philipina. Tulisan-tulisan Tan Malaka merupakan petunjuk bagi mereka, khususnya juga aktivis kemerdekaan Indonesia Soekarno dan Hatta. Ada juga Amin Rais dan Siti Fadila Supari, keberanian tulisan-tulisannya melawan tirani kekuasaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Penulis-penulis wanita Indonesia pada masa lalu, tulisan-tulisannya juga mempengaruhi pergerakan emansipasi wanita Indonesia yang pada zamannya peran wanita tidak besar di keluarga maupun lingkungan. Roehana Koedoes dan R.A Kartini, dua wanita yang tulisannya memberi semangat wanita Indonesia untuk maju. Lain lagi dengan penulis wanita yang bernama Helvy Tiana Rosa yang tulisan-tulisan telah mendapatkan banyak penghargaan. Kegiataannya dengan mendirikan Forum Lingkar Pena, telah menumbuhkan semangat menulis bagi generasi-generasi muda Indonesia pada tahun 1990 an sampai dengan sekarang, yang anggotanya yang ribuan telah menghasilkan puluhan ribu karya tulis serta ratusan bahkan ribuan buku.</p>
<p style="text-align:justify;">Banyak penulis-penulis lainnya yang karya-karyanya mampu menpengaruhi pembaca maupun masyarakat diantaranyanya Mocthar Lubis dan Rosihan Anwar, dua jurnalis saksi sejarah perjalananan perjuangan Indonesia. Tidak ketinggalan juga, Sejarawan Taufik Ismail yang banyak menggali sejarah Indonesia yang masih banyak terpendam.  Bidang sastra ada Chairil Anwar, WS Rendra dan Taifuq Ismail, yang puisi-puisi mereka mewakili kata hati para pembaca dan pendengarnya. Begitu juga pencipta dan penulis lagu, Rhoma Irama. Peran besarnya terhadap musik Melayu mampu membangkitkan semangat kecintaan terhadap musik dari budaya Indonesia.</p>
<p style="text-align:justify;">Hamka dan Quraish Shihab, dua ulama besar Indonesia yang karya tafsir Alquran mereka dapat memberi jawaban ketidaktahuan masyarakat Islam Nusantara. Selain tafsir,  Hamka juga menulis banyak karya sastra yang mumpuni.  Karya sastra hebat lainnya, penulis-penulis muslim yang mendominasi buku ini disumbangkan Pramoedya Ananta Toer, Ajip Rosidi, Ali Akbar Navis, dan Kuntowijoyo. Presiden Bacharuddin Yusuf  Habibie mempunyai peran penting lewat karya-karyanya yang dituangkan lewat tulisan, mempengaruhi dunia kedirgantaraan di Indonesia maupun dunia.</p>
<p style="text-align:justify;">Jakarta,  05 November 2011</p>
<p style="text-align:justify;">Fadly Rahman</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber :</p>
<p style="text-align:justify;">1. Badiatul Roziqin, Badiatul Muchlisin Asti, Juanaidi Abdul Munif,  101 Jejak Tokoh Islam Indonesia, Penerbit e~Nusantara, Yogyakarta, Tahun 2009</p>
<p style="text-align:justify;">2. Fitri R Ghozally, 20 Tokoh Nasional Abad 20, Penerbit Progres, Jakarta, Tahun 2004, Hal 109</p>
<p style="text-align:justify;">3. Indonesia Book’s Series, Indonesia Negeri Seribu Raja, Penerbit Foresight, 2004, hal 20</p>
<p style="text-align:justify;">4. Laelasari, Nurlailah, Ensiklopedia Tokoh Sastra Indonesia, Penerbit Nuansa Aulia, Bandung, Tahun 2007</p>
<p>5. Prof. Dr. Slamet Mulyana, Sriwijaya, LKIS, DI, Yogyakarta, Tahun 2006</p>
<p>6. Taufik Rahzen, Tanah Air Bahasa, Seratus Jejak Pers Indonesia, Penerbit Indonesia Buku, Jakarta, Tahun 2007</p>
<p>7. Uka Tjandrasasmita, Arkeologi Islam Nusantara, Kepustakaan Populer Gramedia, Tahun 2009</p>
<p>8. Republika</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlyrahman.wordpress.com/716/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlyrahman.wordpress.com/716/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlyrahman.wordpress.com/716/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlyrahman.wordpress.com/716/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadlyrahman.wordpress.com/716/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadlyrahman.wordpress.com/716/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadlyrahman.wordpress.com/716/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadlyrahman.wordpress.com/716/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlyrahman.wordpress.com/716/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlyrahman.wordpress.com/716/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlyrahman.wordpress.com/716/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlyrahman.wordpress.com/716/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlyrahman.wordpress.com/716/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlyrahman.wordpress.com/716/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlyrahman.wordpress.com&amp;blog=2860542&amp;post=716&amp;subd=fadlyrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlyrahman.wordpress.com/2011/11/06/penulis-penulis-muslim-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66b2583d165ec2c0a6f3764e2f7cea7d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fadlyrahman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2011/11/prasasti-bahasa-arab.jpg?w=138" medium="image">
			<media:title type="html">prasasti bahasa arab</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2011/11/chairil_anwar1.jpg?w=101" medium="image">
			<media:title type="html">chairil_anwar</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ALI AKBAR NAVIS</title>
		<link>http://fadlyrahman.wordpress.com/2011/10/02/ali-akbar-navis/</link>
		<comments>http://fadlyrahman.wordpress.com/2011/10/02/ali-akbar-navis/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Oct 2011 10:38:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlyrahman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah dan Arkeologis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlyrahman.wordpress.com/?p=708</guid>
		<description><![CDATA[ALI AKBAR NAVIS Ali Akbar Navis lebih dikenal dengan nama AA Navis kelahiran kampung jawa Padang Panjang Minangkabau tanggal 17 November 1924. Pendidikan ditempuhnya di INS Kayutanam di tahun 1932 dan menyelesaikannya ditahun 1945. Sekolah sambil bekerja dijalani sejak tahun 1944. AA Navis menjadi pegawai pabrik porselin di Padang panjang sampai tahun 1949. lalu ditahun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlyrahman.wordpress.com&amp;blog=2860542&amp;post=708&amp;subd=fadlyrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>ALI AKBAR NAVIS</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ali Akbar Navis lebih dikenal dengan nama AA Navis kelahiran kampung jawa Padang Panjang Minangkabau tanggal 17 November 1924. Pendidikan ditempuhnya di INS Kayutanam di tahun 1932 dan menyelesaikannya ditahun 1945. Sekolah sambil bekerja dijalani sejak tahun 1944. AA Navis menjadi pegawai pabrik porselin di Padang panjang sampai tahun 1949. lalu ditahun 1955 dipercaya menjabat sebagai Kepala Bagian Kesenian Jawatan Kebudayaan Provinsi sumatera Barat di Bukit Tinggi.</p>
<p style="text-align:justify;">Mulai menulis sejak tahun 1950-1957, karya-karyanya mulai dikenal saat AA Navis mengirimkan cerpennya <em>Robohnya Surau Kami</em> mengikuti lomba Cerpen di majalah Kisah ditahun 1955 Cerpennya yang kontroversi menceritakan tentang seorang Alim tapi tetap masuk neraka ini memenangi juara II. Kemudian Cerpen <em>Robohnya Surau Kami</em>, dibukukan pada tahun 1956 dengan cerpen-cerpen lainnya dengan judul yang sama. Kumpulan cerpen itu, diterjemahkan dalam empat bahasa yakni Inggris, Jerman, Prancis dan Jepang. Saat itulah namanya mulai dikenal masyarakat luas. Pada tahun 1957 karya kontroversinya berlanjut dengan cerpen <em>Man Rabuka</em> yang menceritakan dua orang bersaudara berbeda sifat dan kelakuan. Salah seorang yang menjadi pemabuk dan satu lagi seorang alim tapi justru sang pemabuk masuk surga sedangkan si Alim masuk neraka.</p>
<p style="text-align:justify;">Tahun 1964, buku kumpulan AA Navis terbit dengan judul <em>Bianglala</em> dan ada 5 cerpen didalamnya. Diikuti dengan buku kumpulan cerpennya <em>Hujan Panas dan Kabut Musim</em> yang terbit ditahun 1964. Karya yang lain <em>Kemarau </em>dihasilkannya ditahun 1967. Pada tahun 1969, INS Kayu Tanam mempercayakan kepadanya sebuah jabatan yakni sebagai Ketua Yayasan INS Kayu Tanam. Pada tahun 1970, AA Navis menulis karyanya yang berjudul <em>Saraswati, sigadis dalam sunyi</em>. Lima tahun kemudian di menulis karyanya yang berjudul <em>Dermaga Empat Sekoci.</em></p>
<div id="attachment_709" class="wp-caption alignleft" style="width: 133px"><a href="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2011/10/aa-navis.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-709" title="AA Navis" src="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2011/10/aa-navis.jpg?w=123&#038;h=150" alt="" width="123" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">AA Navis</p></div>
<p style="text-align:justify;">Kembali karyanya yang berjudul <em>Jodoh</em> diikut sertakannya dalam sayembara Kincir Emas ditahun 1975 yang diselenggarakan oleh Radio Nenderland Wereldemroep dan cerpen ini memenangkan sayembara tersebut.  Keahliannya dalam menulis membuatnya dipercaya untuk memimpin Harian Semangat di padang, jabatan yang dipegang sebagai pemimpin redaksi ditahun 1971. Jabatan ini hanya dipegangnya selama setahun saja. Sebab ditahun yang sama, AA Navis menjadi anggota DPRD Sumatera Utara mewakili Golongan Karya. Pekerjaan sebagai anggota dewan di jalaninya sampai tahun 1982. Selama menjadi anggota dewan tidak berarti kegiatan menulisnya berhenti dan berhasil menerbitkan dua buku tentang Minangkabau yang diberi judul <em>Dialektika Minangkabau</em> (1983) dan <em>Alam Terkembang jadi Guru </em>(1984).</p>
<p style="text-align:justify;">Berbagai penghargaanpun didapatnya. Penghargaan juga diberikan berbagai instansi pemerintah baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Pada tahun 1988, AA Navis mendapatkan hadiah seni dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Kemudian mendapatkan Lencana Kebudayaan dari Universitas Andalas Padang di tahun 1989 dan ditahun 1990 dilengkapi dengan penghargaan dari Gubernur Sumatera Barat berupa Lencana Jasawan di bidang seni dan budaya. Tidak hanya penghargaan dari dalam negeri saja, dari luar negeri juga menerima panghargaan sastra yakni Hadia Sastra ASEAN atau SEA Write Award yang diterimanya pada tahun 1994.</p>
<p style="text-align:justify;">Penghargaan yang didapatkan tidak membuat AA Navis berpuas diri dan berhenti dari dunia menulis. Tanda terima kasih dan kebanggaannya terhadap kampung halamannya diungkapkan AA Navis dengan menulis buku tentang kehidupan di Ranah Minang. Buku itu berisikan Cerita Rakyat Sumatera Barat yang diterbitkan ditahun 1994. Beberapa kali juga cerpennya menjadi cerpen pilihan kompas diantaranya cerpennya yang berjudul <em>Penumpang Kelas Tiga</em> yang menjadi cerpen pilihan Kompas 1996, <em>Penangkan</em> cerpen pilihan Kompas 1997.. Kekuatirannya terhadap perkembangan sastra Indonesia pernah diungkapkannnya saat diwawancarai oleh Koran Kompas pada tanggal 7 Desember 1997. Dia mengatakan bahwa yang terpenting bagi sastrawan yakni karyanya awet atau tidak?dan dia juga menkuatirkan tentang perkembangan pendidikan sastra di sekolah-sekolah dengan mengatakan bahwa dari SD sampai perguruan tinggi orang hanya boleh menerima, tidak diajarkan pandai menulis oleh karena menulit itu membuka pikiran. Anak-anak tidak diajarkan membaca karena membaca itu memberikan anak-anak perbandingan-perbandingan. Diperguruan tinggi orang tidak pandai membaca, orang tidak pandai menulis jadi terjadi pembodohan terhadap generasi-generasi akibat dari kekuasaan.</p>
<p style="text-align:justify;">Keprihatinannya terhadap perkembangan sastra, dicurahkan dengan memberi ceramah dan tampil sebagai pemakalah diberbagai forum diskusi di dalam maupun diluar negeri yang membuat AA Navis menjadi terkenal di Malaysia, Singapura Brunei, Jepang, Philipina, Belanda dan Amerika Serikat. Pada tahun 1999, IKAPI bersama UNESCO memberikan penghargaan Anugerah Buku Utama. Berbagai buku kumpulan cerpen lainnya yang telah diterbitkan diantaranya  <em>Bertanya Kerbau pada Pedati</em> dan <em>Kabut Negeri siDali.</em> Ditahun 2002 setahun sebelum kematiannya, cerpen AA Navis untuk terakhir kali menjadi salam satu cerpen pilihan Kompas 2002 yang berjudul <em>Mak Pekok.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Usia tua dan berbagai macam penyakit mulai mengindapi ditubuhnya. Penyakit Jantung, Asma dan Diabetes membuatnya tidak dapat menghadiri Kongres Budaya Padang di Bali yang akan diadakan pada bulan Mei 2003. Pada tanggal 20 Maret 2003 dengan bantuan anaknya, AA Navis masih sempat mengirim surat pernyataan tidak bisa hadir dalam Kongres tersebut. Pada Tanggal 22 Maret 2003 telah berpulang ke Rahmatullah seorang penulis besar Indonesia. Banyak penggemar dan teman-temannya yang kehilangan termasuk penyair Rusli Marzuki Sariah, Gubernur Sumatera barat Zainal Bakar, Mantar Meneteri agama RI Tarmizi Taher, Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Syafi’i Ma’arif, dan mantan Menteri dan Gubernur Sumatera Barat Hasan Basri Durin.</p>
<p style="text-align:justify;">Fadly Rahman</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber : Berbagai Sumber</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlyrahman.wordpress.com/708/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlyrahman.wordpress.com/708/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlyrahman.wordpress.com/708/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlyrahman.wordpress.com/708/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadlyrahman.wordpress.com/708/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadlyrahman.wordpress.com/708/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadlyrahman.wordpress.com/708/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadlyrahman.wordpress.com/708/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlyrahman.wordpress.com/708/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlyrahman.wordpress.com/708/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlyrahman.wordpress.com/708/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlyrahman.wordpress.com/708/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlyrahman.wordpress.com/708/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlyrahman.wordpress.com/708/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlyrahman.wordpress.com&amp;blog=2860542&amp;post=708&amp;subd=fadlyrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlyrahman.wordpress.com/2011/10/02/ali-akbar-navis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66b2583d165ec2c0a6f3764e2f7cea7d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fadlyrahman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2011/10/aa-navis.jpg?w=123" medium="image">
			<media:title type="html">AA Navis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SEHARI DI BERASTAGI</title>
		<link>http://fadlyrahman.wordpress.com/2011/09/06/sehari-di-brastagi/</link>
		<comments>http://fadlyrahman.wordpress.com/2011/09/06/sehari-di-brastagi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Sep 2011 10:13:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlyrahman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah dan Arkeologis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlyrahman.wordpress.com/?p=692</guid>
		<description><![CDATA[SEHARI DI BRASTAGI Persiapan telah dilakukan sejak shubuh. Selain sarapan pagi, disediakan juga makanan untuk makan siang di Brastagi. Baju untuk mandi air panas di Pemandian Sidebu-debu juga dipersiapkan. Perjalanan ke tanah Karo dimulai pada pukul jam 7 pagi, dengan menggunakan mobil minibus yang cukup menyenangkan. Perjalan minggu (4/09/2011) pagi ini berjalan lancar, tidak ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlyrahman.wordpress.com&amp;blog=2860542&amp;post=692&amp;subd=fadlyrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>SEHARI DI BRASTAGI</strong></p>
<div id="attachment_693" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><a href="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2011/09/gunung-sinabung-di-pandang-dari-bukit-gundaling.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-693" title="Gunung Sinabung di pandang dari Bukit Gundaling" src="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2011/09/gunung-sinabung-di-pandang-dari-bukit-gundaling.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">Gunung Sinabung di pandang dari Bukit Gundaling</p></div>
<p style="text-align:justify;">Persiapan telah dilakukan sejak shubuh. Selain sarapan pagi, disediakan juga makanan untuk makan siang di Brastagi. Baju untuk mandi air panas di Pemandian Sidebu-debu juga dipersiapkan. Perjalanan ke tanah Karo dimulai pada pukul jam 7 pagi, dengan menggunakan mobil minibus yang cukup menyenangkan. Perjalan minggu (4/09/2011) pagi ini berjalan lancar, tidak ada kemacetan, hanya saja perjalanan terganggu dengan banyaknya lubang di jalan raya menuju ke tempat wisata Sumatera Utara itu. Kabarnya, jalan raya yang rusak itulah menjadi penyebab seringnya terjadi kemacetan arus balik wisatawan dari Brastagi ke Medan.</p>
<p style="text-align:justify;">Satu setengah perjalan menanjak berbelok-belok perbukitan bukit barisan melewati perumahaan penduduk yang dikelilingi hutan Sumatera. Tujuan pertama perjalanan ini lokasi pemandian air panas sidebu debu. Bau belerang tercium cukup kuat saat tiba dilokasi ini. Pemandian ini memang merupakan tempat favorit bagi penunjung yang menderita penyakit kulit yang dipercaya air panas yang dihasilkan dari belerang pegunungan mampu mengobati penyakit tersebut. Ada beberapa tempat yang bagus di sini. Libur lebaran membuat lokasi ini dipenuh para pengunjung.</p>
<div id="attachment_694" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2011/09/pasar-buah-brastagi.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-694" title="Pasar buah brastagi" src="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2011/09/pasar-buah-brastagi.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">Pasar buah brastagi</p></div>
<p style="text-align:justify;">Setelah dua jam berendam di pemandian air panas ini, melanjutkan perjalanan ke kota Brastagi. Tujuan utama ke Bukit Gundaling, bukit tempat berkumpulnya banyak keluarga. Biasanya acara utama mereka yakni makan siang bersama. Memang benar! Sungguh nikmat makan bersama keluarga di Bukit Gundaling dengan memandang ke arah gunung Sinabung. Angin sepoi-sepoi makin membuat rasa ingin menambah makanan semakin tak tertahankan. Acara favorit lainnya bagi anak-anak serta orang tua, keliling dengan sado atau naik kuda mengelilingi bukit Gundaling.</p>
<p style="text-align:justify;">Brastagi yang terkenal sebagai penghasil buah segar, tidak lengkap kalau wisata ke Brastagi tanpa membeli buah-buahan. Mampir ke Pasar Buah Brastagi cukup membuat keinginan membeli buat segar untuk oleh-oleh dibawa pulang. Pilihan buah jatuh pada buah jeruk dan ubi jalar. Selamat menikmati jalan-jalanmu.</p>
<p style="text-align:justify;">Fadly Rahman</p>
<p style="text-align:justify;">Jakarta, 05 September 2011</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlyrahman.wordpress.com/692/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlyrahman.wordpress.com/692/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlyrahman.wordpress.com/692/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlyrahman.wordpress.com/692/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadlyrahman.wordpress.com/692/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadlyrahman.wordpress.com/692/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadlyrahman.wordpress.com/692/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadlyrahman.wordpress.com/692/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlyrahman.wordpress.com/692/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlyrahman.wordpress.com/692/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlyrahman.wordpress.com/692/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlyrahman.wordpress.com/692/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlyrahman.wordpress.com/692/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlyrahman.wordpress.com/692/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlyrahman.wordpress.com&amp;blog=2860542&amp;post=692&amp;subd=fadlyrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlyrahman.wordpress.com/2011/09/06/sehari-di-brastagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66b2583d165ec2c0a6f3764e2f7cea7d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fadlyrahman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2011/09/gunung-sinabung-di-pandang-dari-bukit-gundaling.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Gunung Sinabung di pandang dari Bukit Gundaling</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2011/09/pasar-buah-brastagi.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Pasar buah brastagi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MOCHTAR LUBIS</title>
		<link>http://fadlyrahman.wordpress.com/2011/08/06/mochtar-lubis/</link>
		<comments>http://fadlyrahman.wordpress.com/2011/08/06/mochtar-lubis/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Aug 2011 05:48:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlyrahman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah dan Arkeologis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlyrahman.wordpress.com/?p=686</guid>
		<description><![CDATA[MOCHTAR LUBIS Mochtar Lubis lahir di Padang tanggal 7 Maret 1922. Anak dari Pandapotan Lubis seorang pegawai Belanda dan mempunyai karir sebagi seorang demang daerah Kerinci. Bersekolah di HIS sungai penuh kemudian dilanjutkan pendidikan sekolah ekonomi partikelir di Kayu tanam. Selama belajar di sekolah tersebut, selain belajar tata niaga juga di ajari mengenai kesenian. Disekolah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlyrahman.wordpress.com&amp;blog=2860542&amp;post=686&amp;subd=fadlyrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>MOCHTAR LUBIS</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Mochtar Lubis lahir di Padang tanggal 7 Maret 1922. Anak dari Pandapotan Lubis seorang pegawai Belanda dan mempunyai karir sebagi seorang demang daerah Kerinci. Bersekolah di HIS sungai penuh kemudian dilanjutkan pendidikan sekolah ekonomi partikelir di Kayu tanam. Selama belajar di sekolah tersebut, selain belajar tata niaga juga di ajari mengenai kesenian. Disekolah ini, Moachtar mengenal tentang sastra. Karir pertama sebagai guru di Nias tidak lama dijalaninya. Dari Nias, dia menuju Jakarta. Mencoba kehidupan baru disana. Pada zaman jepang, Mochtar menjadi seorang jurnalis yang bekerja untuk kantor berita balatentara Dai Nippon Gunseikanbu. Pekerjaan inilah yang memulai dirinya bekerja sebagai wartawan. Pekerjaan utamanya di Gunseikanbu sebagai anggota tim yang memonitor siaran radio sekutu di luar negeri. Berita yang ditulisnya kemudian dilaporkan ke pemerintah Dai Nippon Jepang.</p>
<div id="attachment_687" class="wp-caption alignright" style="width: 90px"><a href="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2011/08/mochtar-lubis.jpg"><img class="size-full wp-image-687" title="Mochtar Lubis" src="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2011/08/mochtar-lubis.jpg" alt="" width="80" height="104" /></a><p class="wp-caption-text">Mochtar Lubis</p></div>
<p style="text-align:justify;">Pada tahun 1944, Mochtar menikah dengan seorang gadis Sunda yang bernama Halimah yang saat itu bekerja di Sekretariat Redaksi Harian Asia Raja. Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945, Mochtar bergabung dengan kantor berita Antara yang telah berdiri sejak tahun 1937. Hanya bertahan empat tahun di antara kemudian dia dipercaya sebagai Pemimpin Redaksi Indonesia Raya. Pada tahun 1950 Keahlian berbahasa Inggris dimanfaatkan sebagai editor buku kumpulan cerita yang berjudul <em>Tiga Cerita dari Negeri Dolar</em> karangan John Steinbeck, Upton Sinclair dan John Russel, <em>Orang Kaya</em> Novel dari F. Scott Fitgerald dan <em>Yakin</em> karya Irwin Shaw. Selain sebagai editor, Mochtar juga menerbitkan kumpulan cerpennya <em>Si Jamal dan Cerita-Cerita Lain</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada pertengahan tahun yang sama, terjadi perang Korea dan meliputi konflik perang saudara itu. Mochtar berangkat ke Korea Selatan yang merupakan pengalaman berharganya. Pengalaman dari Perang Korea, dicatat dan dipublikasikannya ditahun 1951 dengan memberi judul <em>Catatan Korea</em>. Kebiasaan Mochtar selalu mencatat dan menjadi tulisan setiap pengalaman-pengalaman berpergian keluar negeri Perlawatan ke Amerika Serikat (1951), Perkenalan di Asia Tenggara (1951) dan <em>Indonesia di Mata Dunia</em> (1955).</p>
<p style="text-align:justify;"> Pada tahun 1951, Mochtar menulis sebuah Novel<em> Tidak Ada Esok</em>. Keahliannya sebagai penulis juga dibukukannya dalam <em>Teknik Mengarang</em> (1951) dan <em>Teknik Menulis Skenario Film </em>(1952). Pada tahun 1952, Ia mendapatkan penghargaan Hadiah Sastra BKMN. Mochtar kembali menjadi editor untuk kumpulan cerpen <em>Kisah-Kisah dari Eropa</em> (1952) dan <em>Cerita dari Tiongkok</em> (1953) yang diterjemahkan bersama Beb Vuyk dan S. Mundingsari. Cerpennya yang berjudul <em>Musim Gugur</em> menjadi pemenang tahun 1953 di majalah Kisah dan mendapatkan hadiah dan kumpulan cerpennya Perempuan mendapatkan Hadian Sastra BKMN tahun 1955-1956. Pengakuan dunia Internasional terhadap tulisan-tulisannya baik jurnalistik maupun sastra diungkapkan dengan memberikan penghargaan Magaysaysay Award yang diterimanya ditahun 1958.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tahun 1957 dari berita-berita yang tulisnya, ada beberapa kasus besar saat itu yang membuat gempar masyarakat Indonesia yakni pelecehan seksual yang dialami pegawai bagian Kebudayaan kementerian P dan K yang dilakukan Atasannya, pernikahan diam-diam Presiden Soekarno dengan Hartini, kasus korupsi Roeslan Abdulgani dan konsep politik demokrasi terpimpin presiden Soekarno. Kasus yang terakhir yang membuatnya menjadi seorang tahanan. Saat mau menghadiri pertemuan para editor Indonesia dan editor Belanda yang diselenggarakan oleh International Press Institute di Zurich Swiss. Sebelum berangkat bersama Rosihan Anwar (Pedoman), S.Tasrif (Abadi), BM Diah (Merdeka) dan Adam Malik, Mochtar sempat ditahan dibandara dan diperiksa selama delapan jam di markas CPM. Atas desakan dari International Press Institute akhirnya Mochtar dibebaskan dan berangkat untuk pertemuan itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Kembali dari luar negeri, Mochtar ditahan dan menjadi tahanan rumah. Muchtar berusaha menjalankan Indonesian Raya selama dirumah. Tapi pada tahun 1961, dia tidak dapat memimpin surat kabat itu dari rumahnya lagi. Mochtar dipindahkan ke penjara Madiun bersama dengan mantan perdana menteri Sutan Syahrir, Mohammad Roem, anak Agung Gde Agung, Sultan Hamid, Soebadio Sastrosatomo. Selama masih dipenjara, Dia masih sempat menulis cerita untuk anak-anak yang diterbitkan ditahun 1964. Pada tahun 1966 pasca kejatuhan Presiden Soekarno dan dimulainya masa Orde Baru, Mochtar dibebaskan, Dia kembali aktif di dunia kewartawanan dan dipercaya memimpin Press Foundation of  Asia. Mendirikan majalah sastra Horison bersama Taufik Ismail, HB Jassin, Hamsad Rangkuti dan lainnya. Mendirikan juga Yayasan Obor Indonesia untuk penerbitan buku-buku dan Ia pun duduk sebagai Direktur. Pada tahun yang sama pula, Ia menulis novel <em>Tanah Gersang</em>.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tahun 1968, surat kabar Indonesia Raya yang dipimpinnya kembali diperbolehkan terbit Dan salah satu karya terbaiknya sebuah Novel <em>Jalan tak Ada Ujung</em> (1952) diterjemahkan dalam bahasa Inggris oleh AH. John  yang diterbitkan di London ditahun 1968. Ada novel lain yang diterjemahkan pada tahun 1970 dalam bahasa Inggris oleh Claire Holt yakni <em>Senja di Jakarta</em> (1963). Pada tahun era 1970an, selain dua cerita anak <em>Judar Bersaudara</em> (1971) dan <em>Penyamun dalam Rimba</em> (1972), di era itu adalah  masa dimana Indonesia Raya mempertahankan ciri khasnya sebagai Koran yang penuh kritik tajam terhadap kebijakan pemerintah. Berulang kali Indonesia Raya mendapat teguran dari pemerintah karena berita-beritanya yang memojokkan. Pencabutan ijin terbit pun terjadi saat terjadi peristiwa Malapetaka Januari 1974 (Malari). Indonesia Raya bersama surat kabar Pedoman dan Abadi dilarang terbit atas tuduhan menghasut rakyat yang menyebabkan kekacauan dan pembakaran pasar senen.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tahun 1970, penghargaan didapatnya dari daerah asalnya Mandailing dengan gelar Raja Pandapotan Sibarani Sojuangan.Setelah Indonesia Raya tidak terbit lagi, Mochtar berkosentrasi di Majalah Sastra Horison dan Yayasan Obor Indonesia. Ia menyebarkan isu-isu lingkungan hidup, jurnalistik dan hak asasi manusia. Kegiatan sebagai editor masih dijalaninya dengan menjadi editor untuk buku-buku Pelangi : <em>70 Tahun Sutan Takdir Alisyahbana</em> (1979), <em>Bunga Rampai Korupsi</em> (1984) dan <em>Hati Nurani Melawan Kezaliman : Surat-Surat Bung Hatta kepada Presiden Soekarno</em> (1986). Karya-karya lain yang ditulis baik fiksi maupun nonfiksi seperti <em>Manusia Indonesia</em> (1977), <em>Berkelana dalam Rimba</em> (1980), <em>Kuli Kontrak</em> (1982) dan <em>Bromocorah</em> (1983). Bahkan ditahun 1975 novelnya <em>Harimau! Harimau!</em> Meraih hadiah Yayasan Buku Utama Departemen P &amp; K, Novel lainnya <em>Maut dan Cinta</em> meraih Hadiah Sastra Yayasan Jaya Raya yang didapatnya ditahun 1979. Penghargaan Anugerah Sastra Chairil Anwar yang diterima tahun 1992.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tahun 1995, Mochtar Lubis mengembalikan penghargaan Ramon Magsaysay Award dan hadiah $5.000. Penyebabnya adalah Magsaysay Award diberikan kepada Pramoedya Ananta Toer. Masalah pemberian ini menjadi dipermasalahkan bukan hanya Mochtar saja tetapi juga oleh 26 tokoh sastra Indonesia. Tahun 1964, Pram menulis di Lentera tentang Manifesto Kebudayaan (Manikebu) yang didalamnya ada Mochtar Lubis. Akibat tulisan-tulisan Pram itu, mengakibatkatkan Manikebu dibubarkan oleh Presiden Soekarno.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tanggal 27 Agustus 2001 Halimah istri tercinta meninggalkannya. Selam ditinggal sang istri, Mochtar merasa kehilangan. Kesehatannya semakin lama semakin terganggu. Ia hanya bisa berbaring dan terus bertanya keberadaan sang istri. Penyakit kanker prostate dan Alzeimer dideritanya sampai akhir hayatnya  Mochtar Lubis meninggal di Jakarta tanggal 2 Juli 2004.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber :</p>
<p><span style="text-decoration:underline;"><span style="color:#000000;text-decoration:underline;"><a href="http://id.wikipedia.org/"><span style="color:#000000;text-decoration:underline;">http://id.wikipedia.org</span></a></span></span></p>
<p>Rosihan Anwar, <em>In Memorian</em>, Mengenang  yang Wafat, Penerbit Kompas, Jakarta, Tahun 2002</p>
<p><em><span style="color:#000000;"><cite>http://<a href="http://www.tokohindonesia.com/"><span style="color:#000000;">www.tokohindonesia.com</span></a></cite></span></em></p>
<p>Horison</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlyrahman.wordpress.com/686/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlyrahman.wordpress.com/686/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlyrahman.wordpress.com/686/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlyrahman.wordpress.com/686/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadlyrahman.wordpress.com/686/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadlyrahman.wordpress.com/686/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadlyrahman.wordpress.com/686/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadlyrahman.wordpress.com/686/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlyrahman.wordpress.com/686/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlyrahman.wordpress.com/686/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlyrahman.wordpress.com/686/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlyrahman.wordpress.com/686/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlyrahman.wordpress.com/686/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlyrahman.wordpress.com/686/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlyrahman.wordpress.com&amp;blog=2860542&amp;post=686&amp;subd=fadlyrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlyrahman.wordpress.com/2011/08/06/mochtar-lubis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66b2583d165ec2c0a6f3764e2f7cea7d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fadlyrahman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2011/08/mochtar-lubis.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Mochtar Lubis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>W. S. RENDRA</title>
		<link>http://fadlyrahman.wordpress.com/2011/07/17/w-s-rendra/</link>
		<comments>http://fadlyrahman.wordpress.com/2011/07/17/w-s-rendra/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 17 Jul 2011 13:57:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlyrahman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah dan Arkeologis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlyrahman.wordpress.com/?p=677</guid>
		<description><![CDATA[W. S. RENDRA Willibrordus Surendra Bawana Rendra dilahirkan di Solo, Jawa Tengah, 7 November 1935. anak dari pasangan R. Cyprianus Sugeng Brotoatmodjo, seorang guru bahasa Indonesia dan bahasa Jawa Sekolah Katolik di Solo. Ibunya adalah Raden Ayu Catharina Ismadillah seorang wanita keturunan bangsawan. Pendidikan awal Taman Kanak-Kanak Marsudirini, Yayasan Kanisius. Kemudian melanjutkan pendidikannya sampai selesai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlyrahman.wordpress.com&amp;blog=2860542&amp;post=677&amp;subd=fadlyrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>W. S. RENDRA</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Willibrordus Surendra Bawana Rendra dilahirkan di Solo, Jawa Tengah, 7 November 1935. anak dari pasangan R. Cyprianus Sugeng Brotoatmodjo, seorang guru bahasa Indonesia dan bahasa Jawa Sekolah Katolik di Solo. Ibunya adalah Raden Ayu Catharina Ismadillah seorang wanita keturunan bangsawan.</p>
<div id="attachment_680" class="wp-caption alignright" style="width: 155px"><a href="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2011/07/ws-rendra.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-680" title="Ws rendra" src="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2011/07/ws-rendra.jpg?w=145&#038;h=150" alt="" width="145" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">WS Rendra</p></div>
<p style="text-align:justify;">Pendidikan awal Taman Kanak-Kanak Marsudirini, Yayasan Kanisius. Kemudian melanjutkan pendidikannya sampai selesai tahun 1955 di Sekolah Katolik dari SD, SMP, dan SMA St. Yosef, Solo. Universitas Gajah Mada, Jurusan Sastra Inggris, Fakultas Sastra dan KebudayaanYogyakarta tapi tidak sampai selesai. Pada tahun 1964 – 1967 mendapat beasiswa American Academy of Dramatical Art. Bakat sebagai seorang seniman di dalam diri Rendra sudah terlihat ketika duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat itu Rendra telah mampu menulis puisi, cerita pendek dan drama untuk berbagai kegiatan sekolahnya. Pada tahun 1952, Rendra petama kali mempublikasikan puisinya di media massa yakni majalah Siasat setelah itu diberbagai media cetak seperti Kisah, Seni, Basis, Konfrontasi, dan Siasat Baru.</p>
<p style="text-align:justify;">Drama pertamanya yang mendapat penghargaan dan hadiah pertama dari Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Yogyakarta. Pada saat itu ia sudah duduk di SMA. Pada tahun 1956, terbit buku kumpulan puisinyayang diberi judul Ballada Orang-orang Tercinta. Pada tahun yang sama, Rendra mendapatkan penghargaan Hadiah Sastra Nasional BMKN.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tahun 1967, setelah menyelesaikan pendidikannya di Amerika Serikat, Rendra mendirikan Bengkel Teater. Pada tahun 1959, Rendra menikah dengan Sunarti Suwandi dan mendapat lima anak yakni Teddy Satya Nugraha, Andreas Wahyu Wahyana, Daniel Seta, Samuel Musa, dan Klara Sinta. Kemudian menikah lagi dengan Bendoro Raden Ayu Sitoresmi Prabuningrat, putri darah biru Keraton Yogyakarta. Rendra ditemani Sunarti melamar Sito untuk menjadi istri kedua dan Sito menerimanya tapi orang tua sito tidak mengizinkan karena ada perbedaan agama. Saat itu Rendra beragama Katolik sedangkan Sito beragama Islam. Rendra bersedia masuk agama Islam dan mengucapkan dua kalimat syahadat. Alasannya Islam bisa menjawab persoalan pokok yang terus menghantuinya selama ini, kemerdekaan individual sepenuhnya dan bisa langsung beribadah kepada Allah tanpa memerlukan pertolongan orang lain. Sehingga hak individunya dihargai.</p>
<p style="text-align:justify;">Pernikahannya dengan Sito pun berlangsung pada tanggal 12 Agustus 1970, sebagai saksi pernikahannya adalah dua sastrawan besar Indonesia Taufiq Ismail dan Ajip Rosidi. Bersama Sitoresmi, Rendra mendapatkan empat anak yakni Yonas Salya, Sarah Drupadi, Naomi Srikandi, dan Rachel Saraswati. Rendra yang punya julukan Sang Burung Merak kembali menikah lagi dengan mempersunting Ken Zuraida yang memberinya dua anak yakni Isaias Sadewa dan Maryam Supraba. Setelah pernikahan terakhir inilah, rendra bercerai dengan kedua istrinya. Rendra bercerai dengan Sitoresmi pada 1979 dan Sunarti pada tahun 1981.</p>
<p style="text-align:justify;">Rendra selalu diundang mengikuti festifal-festifal diluar negeri diantaranya adalah The Rotterdam International Poetry Festival (1971 dan 1979), The Valmiki International Poetry Festival, New Delhi (1985), Berliner Horizonte Festival, Berlin (1985), The First New York Festival Of the Arts (1988), Spoleto Festival, Melbourne, Vagarth World Poetry Festival, Bhopal (1989), World Poetry Festival, Kuala Lumpur (1992), dan Tokyo Festival (1995). Rendra semakin aktif menulis karya-karya sastranya, puisi maupun drama. Buku kumpulan Puisinya diantaranya adalah : 1. 4 Kumpulan Sajak (1961) 2. Blues Untuk Bonnie (1971) 3. Sajak-sajak Sepatu Tua (1972) 4. Potret Pembangunan dalam Puisi (1980) 5. Disebabkan Oleh Angin (1993) 6. Orang-orang Rangkasbitung (1993) 7. Perjalanan Aminah (1997) Karya Dramanya yang telah dipentaskan diberbagai teater terdiri dari : 1. Orang-orang di Tikungan Jalan (1954) 2. Bib Bob Rambate Rate Rata (Teater Mini Kata) (1967) 3. SEKDA (1977) 4. Selamatan Anak Cucu Sulaiman (dimainkan 6 kali) 5. Mastodon dan Burung Kondor (1972) 6. Panembahan Reso (1986) Jerih payahnya untuk memajukan Seni dan Budaya di Indonesia menghasilkan banyak Penghargaan, diantaranya adalah Anugerah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia (1970), Hadiah Akademi Jakarta (1975), Hadiah Yayasan Buku Utama, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1976), Penghargaan Adam Malik (1989), dan The S.E.A. Write Award (1996).</p>
<p style="text-align:justify;">Budayawan dan penyair besar WS Rendra, akhirnya tidak mampu lagi dengan komplikasi penyakitnya. Rendra meninggal dunia dalam usia 74 tahun pada Kamis pukul 21:30 WIB setelah sempat dirawat di Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok Jawa Barat.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber :</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#000000;"><cite>id.wikipedia.org/wiki/W._S._<strong>Rendra</strong></cite></span></p>
<p><span style="color:#000000;"><cite>http://<a href="http://www.tokohindonesia.com/"><span style="color:#000000;">www.tokohindonesia.com</span></a></cite></span><cite></cite></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlyrahman.wordpress.com/677/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlyrahman.wordpress.com/677/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlyrahman.wordpress.com/677/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlyrahman.wordpress.com/677/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadlyrahman.wordpress.com/677/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadlyrahman.wordpress.com/677/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadlyrahman.wordpress.com/677/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadlyrahman.wordpress.com/677/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlyrahman.wordpress.com/677/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlyrahman.wordpress.com/677/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlyrahman.wordpress.com/677/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlyrahman.wordpress.com/677/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlyrahman.wordpress.com/677/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlyrahman.wordpress.com/677/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlyrahman.wordpress.com&amp;blog=2860542&amp;post=677&amp;subd=fadlyrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlyrahman.wordpress.com/2011/07/17/w-s-rendra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66b2583d165ec2c0a6f3764e2f7cea7d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fadlyrahman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2011/07/ws-rendra.jpg?w=145" medium="image">
			<media:title type="html">Ws rendra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENYUSURI PULAU UNTUNG JAWA</title>
		<link>http://fadlyrahman.wordpress.com/2011/06/11/menyusuri-pulau-untung-jawa/</link>
		<comments>http://fadlyrahman.wordpress.com/2011/06/11/menyusuri-pulau-untung-jawa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jun 2011 15:29:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlyrahman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah dan Arkeologis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlyrahman.wordpress.com/?p=635</guid>
		<description><![CDATA[MENYUSURI PULAU UNTUNG JAWA Perjalanan dari Jakarta berangkat jam 7:30 wib melalui cengkareng melewati komplek bandara Soekarno Hatta menuju kampong Melayu, Teluk Naga Tangerang, Banten. Tiba di Tanjung Pasir 2 jam kemudian. Melanjutkan perjalannan dengan berlayar menggunakan kapal motor menuju Pulau Untung Jawa. Hanya memakan waktu 30 menit. Ombak yang tidak begitu besar membuat penumpang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlyrahman.wordpress.com&amp;blog=2860542&amp;post=635&amp;subd=fadlyrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>MENYUSURI PULAU UNTUNG JAWA</strong></p>
<p style="text-align:justify;" align="center">Perjalanan dari Jakarta berangkat jam 7:30 wib melalui cengkareng melewati komplek bandara Soekarno Hatta menuju kampong Melayu, Teluk Naga Tangerang, Banten. Tiba di Tanjung Pasir 2 jam kemudian.</p>
<div id="attachment_636" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2011/06/picture-126.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-636" title="Picture 126" src="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2011/06/picture-126.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">Pantai Pulau Untung Jawa</p></div>
<p style="text-align:justify;">Melanjutkan perjalannan dengan berlayar menggunakan kapal motor menuju Pulau Untung Jawa. Hanya memakan waktu 30 menit. Ombak yang tidak begitu besar membuat penumpang menikmati pelayaran. Ongkos kapal motor tersebut hanya membayar dengan tarif Rp. 20.000,-.</p>
<p style="text-align:justify;">Tiba di Pelabuhan Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu dan langsung dapat menikmati keindahan pantai pulau Untung Jawa yang tidak begitu jauh dari Pelabuhan. Memasuki perkampungan pulau Untung Jawa yang terjaga kebersihan. Perasaan Nyaman menyelimuti hati, rasanya ingin berlama-lama di Kepulauan ini.</p>
<div id="attachment_637" class="wp-caption alignright" style="width: 160px"><a href="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2011/06/picture-139.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-637" title="Picture 139" src="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2011/06/picture-139.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a><p class="wp-caption-text">Lingkungan Bersih di Pulau Untung Jawa</p></div>
<p style="text-align:justify;">Pertama sekali dicari, pastinya tempat menginap. Banyak tersedia Home Stay disini. Tarifnya dari harga Rp. 350.000,- sampai dengan Rp. 500.000,-  satu malam. Setelah istirahat sebentar, menjelang makan siang. Saatnya makan siang. Biasanya makan Siang di wilayah kepulauan, pasti lauknya adalah ikan. Menikmati makan siang kali ini dengan ikan bakar. Nikmat rasanya. Kalau mau memesan makanan dengan harga paket juga bisa. Tarif makanan ringan Rp. 10.000,- perorang. Tarif makan pagi, siang dan malam, sekitar Rp. 25.000,- sampai dengan Rp. 30.000, perorang.</p>
<p style="text-align:justify;">Jangan lupa! Nikmati juga keindahan Pulau Rambut yang masih terjaga kelestariannya, serta pulau-pulau lainnya di kepulauan Seribu.   </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlyrahman.wordpress.com/635/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlyrahman.wordpress.com/635/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlyrahman.wordpress.com/635/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlyrahman.wordpress.com/635/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadlyrahman.wordpress.com/635/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadlyrahman.wordpress.com/635/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadlyrahman.wordpress.com/635/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadlyrahman.wordpress.com/635/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlyrahman.wordpress.com/635/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlyrahman.wordpress.com/635/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlyrahman.wordpress.com/635/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlyrahman.wordpress.com/635/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlyrahman.wordpress.com/635/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlyrahman.wordpress.com/635/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlyrahman.wordpress.com&amp;blog=2860542&amp;post=635&amp;subd=fadlyrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlyrahman.wordpress.com/2011/06/11/menyusuri-pulau-untung-jawa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66b2583d165ec2c0a6f3764e2f7cea7d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fadlyrahman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2011/06/picture-126.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Picture 126</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2011/06/picture-139.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Picture 139</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PRAMOEDYA ANANTA TOER</title>
		<link>http://fadlyrahman.wordpress.com/2011/06/11/pramoedya-ananta-toer/</link>
		<comments>http://fadlyrahman.wordpress.com/2011/06/11/pramoedya-ananta-toer/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jun 2011 14:34:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlyrahman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sejarah dan Arkeologis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlyrahman.wordpress.com/?p=629</guid>
		<description><![CDATA[PRAMOEDYA ANANTA TOER Pramoedya Ananta Toer (Pram) lahir di Blora Jawa Tengah pada tanggal 6 Februari 1925. Sejak duduk di sekolah dasar Institut Boedi Oetomo  Blora sudah bisa menulis. Bakat menulis di turunkan dari ayahnya yang seorang guru dan juga aktifis partai Nasional Indonesia Blora. Pada tahun 1942 melanjutkan sekolahnya ke Taman Dewasa tetapi dia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlyrahman.wordpress.com&amp;blog=2860542&amp;post=629&amp;subd=fadlyrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>PRAMOEDYA ANANTA TOER</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Pramoedya Ananta Toer (Pram) lahir di Blora Jawa Tengah pada tanggal 6 Februari 1925. Sejak duduk di sekolah dasar Institut Boedi Oetomo  Blora sudah bisa menulis. Bakat menulis di turunkan dari ayahnya yang seorang guru dan juga aktifis partai Nasional Indonesia Blora. Pada tahun 1942 melanjutkan sekolahnya ke Taman Dewasa tetapi dia tidak sampai menyelesaikan pendidikannya. Pada tahun 1943, sekolah ini ditutup pemerintah jepang. Bersekolah sambil bekerja sudah dilakukan Pram. Sejak tahun 1942 menjadi juru ketik dan Intruktur kelas Stenografi di kantor Berita Domei.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada tahun 1944, keluar dari kantor Berita Domei. Pram bergabung dengan sebuah radio dan Majalah berbahasa Indonesia. Pekerjaannya ini untuk membantuk dan memberi semangat para tentara Indonesia yang sedang berperang dengan Belanda.  Pada tahun 1947, karya pertamanya yang berjudul <em>Kemana</em> terbit di majalah Pancaraya. Pram muda tidak hanya puas dengan tulisan pertamanya saja. Pada tahun yang sama, karyanya berlanjut ke dua Novel yang diberi judul <em>Kranji Bekasi Jatuh</em> dan <em>Sepuluh kepala NICA</em>. Karena tulisannya itu, Pram dipenjara oleh Penjajah Belanda yang mencoba merebut kembali Indonesia dari Republik. Pram dipenjara di penjara bukit duri Jakarta selama dua dari tahun 1947 sampai 1949, yang membuat pekerjaannya sebagai Reporter dan Editor di Majalah Sadar ditinggalnya dengan terpaksa.</p>
<p style="text-align:justify;">Keluar dari penjara tahun 1950, Pram membuat beberapa cerpen dan novel yang berjudul <em>Keluarga Gerilya</em>. Pram juga mengeluarkan buku kumpulan cerpen yang berjudul <em>Subuh</em> dan <em>Pertjikan Revolusi</em> yang ditulis selama revolusi dengan Belanda. Pada tahun 1951, Pram bekerja sebagai editor di Balai Pustaka. Dan dari Balai pustaka ini pun, Pram mendapat penghargaan <em>First Prize</em> yang makin membuatnya semangat untuk menulis. Pada tahun ini juga, Pram membuat Novel yang panjang sehingga bukunya diterbitkan menjadi 2 bagian. Novelnya ini berjudul <em>Mereka yang dilumpuhkan</em>. Terbit juga karyanya yang lain <em>Bukan Pasar Malam, di Tepi Kali Bekasi, dia yang Menyerah</em>. Tahun 1952, terbit novelnya yang berjudul Tjerita dari Blora yang mendapatkan penghargaan dari Badan Musyawarah Kebudayaan Nasional di tahun 1953 dan novel ini difilmkan pada tahun 2008. Dan sketsa dalam Tjerita dari Djakarta yang terbit tahun 1957.</p>
<div id="attachment_633" class="wp-caption alignright" style="width: 109px"><a href="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2011/06/pramoedya-ananta-toer.jpg"><img class="size-full wp-image-633" title="pramoedya ananta toer" src="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2011/06/pramoedya-ananta-toer.jpg" alt="" width="99" height="115" /></a><p class="wp-caption-text">Pramoedya AT</p></div>
<p style="text-align:justify;">Pada tahun 1958, Pram mendapat tentangan dari masyarakat yang menentang PKI. Pram membuat tulisan yang membela dan bersimpati PKI. Simpatinya terhadap PKI diperlihatkannya kembali dengan memasuki organisasi seni budaya dibawah naungan PKI Lekra atau Lembaga Kebudayaan rakyat. Duduk sebagai ketua Lembaga sasat, Pram mendirikan Akademi Multatuli. Peristiwa anti Tionghoa terjadi pada tahun 1960. Anti Tinghoa ini dilakukan oleh pemerintah dengan menghasilkan Peraturan Pemerintah PP 10-tahun 1960. Pembelaan Pram terhadap etnis Tionghoa di lakukannya dengan menulis buku yang berjudul <em>Hoakiau di Indonesia.</em> Karena buku ini, Pram dipenjara oleh Pemerintah Soekarno. Setelah keluar dari penjara, buku ini pula yang membuat Profesor Tjan tjun Sin menawarkan pekerjaan mengajar di fakultas sastra Universitas Res Publica yang sekarang dikenal dengan sebutan Universitas Trisakti.</p>
<p style="text-align:justify;">Simpati Pram terhadap PKI dan keterlibatan Pram di Lekra membuatnya kembali di penjara tapi kali bukan sembarangan penjara. Pram dibuang ke pulau Buru bersama anggota PKI, walaupun dia tidak pernah menjadi anggota PKI. Rumahnya digeledah oleh, dokumen-dokumen berharga miliknya dimusnahkan. Sebelum dibuang, Pram masih sempat mendapat penghargaan Yamin Faoundation Award untuk bukunya yang berjudul Tjerita dari Djakarta. Pada tahun 1962, Pram juga menyelesaikan buku <em>Panggil Aku Kartini Saja</em> yang dibagi menjadi dua jilid. Pram dipenjara selama 15 tahun. Selama dipenjara, Pram dan teman-temannya hanya waktu-waktu tertentu saja diperbolehkan dapat kunjungan dari keluarga, selebihnya Pram bekerja sebagai tahanan. Pernah Pram menulis beberapa tulisan cerita, akan tetapi tulisan-tulisan diambil paksa lalu dimusnahkan. Pada tahun 1972, Pram mendapat ijin untuk kembali menulis dan banyak tulisan-tulisan yang dikirimkan keluar negeri dan sering juga diambil sendiri dari pihak penerbit dari luar negeri ke Pulau Buru. Selama di penjara, Pram menghasilkan empat Novel bersejarah.</p>
<p style="text-align:justify;">   Pada tahun 1978, Pram menjadi anggota Nentherland Centre walaupun Ia masih di pulau Buru. Baru pada tahun 1979, Pram dibebaskan. Semangat menulisnya semakin membara. Parm pun menghasilkan beberapa buku yakni <em>Bumi Manusia</em> dan <em>Anak Semua Bangsa</em> yang terbit tahun 1980. Tulisan-tulisan ini mendapat kriitikan oleh pemerintah kemudian membredelnya. Peristiwa ini membuat Pram menerbitkan tulisan berikutnya di luar negeri yakni <em>Jejak Langkah</em> (1985) dan <em>Rumah Kaca</em>(1987). Prestasi-prestasi dan kesetiaan Pram terhadap tulisan, membuat Pram mendapatkan penghargaan dari PEN Freedom to Write Award yang diterima dari berbagai anggota PEN di berbagai Negara yakni PEN Australia (1982), Swedia (1982), Amerika Serikat (1987), Swiss (1989). Penghargaan juga didapat dari negeri paman Sam di New York, penghargaan The Fund for Free Expression Award ditahun 1989.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada era tahun 90an, Pram menerbitkan beberapa buku <em>Arus Balik </em>(1995), <em>Arok Dedes</em> (1999), <em>Mangir</em> (1999). Kembali pada tahun 1192, Pram mendapatkan penghargaan dari PEN English Centre Award. Pram memperoleh penghargaan Atichting Wertheim Award di Amsterdam dan juga Ramon Magsaysay Award, dia terima di Philipina pada tahun 1995. Pada tahun yang sama, Pram di nominasikan sebagai penerima penghargaan sastra tertinggi yakni Nobel Award. Gelar Doktor Honour Causa dari University of Michigan.  Pada tahun 2000, Pram menerbitkan buku yang berjudul <em>Sebuah</em> <em>Roman Revolusi</em>. Ditahun yang sama, Pram mendapat penghargaan dari pemerintah Prancis yakni Chevalier de l’Ordre des Art et des Lettres.</p>
<p style="text-align:justify;">Dari Jepang, Pram mendapatkan penghargaan Fukuoka AsianCulture Grand Prize. Pada tahun 2001, terbit dua bukunya yang berjudul <em>Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer</em> dan <em>Cerita dari Digul.</em> Pada tahun 2002, majalah Time Asia menobatkannya sebagai Asian Heroes. Ini merupakan penghargaan terakhir yang diterimanya semasa hidup. Pram menikmati masa tua dirumah saja. Pekerjaannya lebih banyak dihabiskannya dikebun dan berternak. Tidak banyak lagi tulisan yang dibuat. Pada tanggal 30 April 2006, Pramoedya Ananta Toer meninggal dunia setelah dirawat diruang ICU RS Santa Carolus Jakarta. Jenazahnya dikebumikan di TPU Karet Bivak yang diiringi ratusan pengagum dan penggemarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber :</p>
<p><cite>http://<a href="http://www.tokohindonesia.com/">www.tokohindonesia.com</a></cite></p>
<p><a href="http://id.wikipedia.org/">http://id.wikipedia.org</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlyrahman.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlyrahman.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlyrahman.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlyrahman.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadlyrahman.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadlyrahman.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadlyrahman.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadlyrahman.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlyrahman.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlyrahman.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlyrahman.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlyrahman.wordpress.com/629/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlyrahman.wordpress.com/629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlyrahman.wordpress.com/629/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlyrahman.wordpress.com&amp;blog=2860542&amp;post=629&amp;subd=fadlyrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlyrahman.wordpress.com/2011/06/11/pramoedya-ananta-toer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66b2583d165ec2c0a6f3764e2f7cea7d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fadlyrahman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2011/06/pramoedya-ananta-toer.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pramoedya ananta toer</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10 PARTAI KECIL MENDIRIKAN PARTAI PERSATUAN NASIONAL</title>
		<link>http://fadlyrahman.wordpress.com/2011/05/07/10-partai-kecil-mendirikan-partai-persatuan-nasional/</link>
		<comments>http://fadlyrahman.wordpress.com/2011/05/07/10-partai-kecil-mendirikan-partai-persatuan-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 May 2011 06:31:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fadlyrahman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surat Pembaca dan Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fadlyrahman.wordpress.com/?p=624</guid>
		<description><![CDATA[10 PARTAI KECIL MENDIRIKAN PARTAI PERSATUAN NASIONAL Ketua Umum DPP Partai Matahari Bangsa (PMB) Imam Addaruqutni mengakui sudah ada komunikasi di antara 10 parpol untuk membentuk parpol baru. Adapun parpol yang kemungkinan menggabungkan diri antara lain Partai Persatuan Daerah (PPD), Partai Demokrasi Pembaruan (PDP), PMB, Partai Patriot, Partai Damai Sejahtera (PDS). Imam mengatakan, komunikasi di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlyrahman.wordpress.com&amp;blog=2860542&amp;post=624&amp;subd=fadlyrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>10 PARTAI KECIL MENDIRIKAN PARTAI PERSATUAN NASIONAL</strong></p>
<p style="text-align:justify;" align="center">Ketua Umum DPP Partai Matahari Bangsa (PMB) Imam Addaruqutni mengakui sudah ada komunikasi di antara 10 parpol untuk membentuk parpol baru. Adapun parpol yang kemungkinan menggabungkan diri antara lain Partai Persatuan Daerah (PPD), Partai Demokrasi Pembaruan (PDP), PMB, Partai Patriot, Partai Damai Sejahtera (PDS). Imam mengatakan, komunikasi di antara pimpinan parpol terus diintensifkan, tinggal pernyatan kesepakatan atau komitmen.</p>
<div id="attachment_625" class="wp-caption alignright" style="width: 121px"><a href="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2011/05/iman-adaraqutni.jpg"><img class="size-full wp-image-625" title="iman adaraqutni" src="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2011/05/iman-adaraqutni.jpg" alt="" width="111" height="130" /></a><p class="wp-caption-text">Iman Adaraqutni ketua umum PMB, juga tokoh PPN</p></div>
<p style="text-align:justify;">10 partai politik yang tidak memiliki wakil di DPR RI itu akan bergabung membentuk partai baru yang bernama Partai Persatuan Nasional (PPN). Partai baru direncanakan akan dideklarasikan pada 1 Juni. Jika 10 partai tersebut bergabung maka paling tidak akan memperoleh suara enam persen. PPN optimistis dapat melampaui ambang batas parlemen karena sudah mengantongi 4,42 persen suara pada Pemilu 2009.</p>
<p style="text-align:justify;">pendaftaran   parpol sebagai badan hukum ke Kementerian Hukum dan HAM pada 17 Januari sampai 22 Agustus mendatang. Syarat verifikasi itu didasarkan ketentuan Undang-Undang perubahan atas UU nomor 10 tahun 2008 tentang Parpol. Yakni minimal mempunayi kantor 100 persen di provinsi, 75 persen di kabupaten/kota, 50 persen di kecamatan.  Selain itu parpol juga wajib menunjukan akte notaris yang meuat pendiri parpol di tiap provinsi minimal 30 orang.</p>
<p style="text-align:justify;"> </p>
<p style="text-align:justify;">Sumber :</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://news.okezone.com/read/2011/02/11/339/423689/10-parpol-gurem-siap-melebur-jadi-partai-baru">http://news.okezone.com/read/2011/02/11/339/423689/10-parpol-gurem-siap-melebur-jadi-partai-baru</a></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://nasional.kompas.com/read/2011/04/23/0402333/Partai.Baru.Muncul">http://nasional.kompas.com/read/2011/04/23/0402333/Partai.Baru.Muncul</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fadlyrahman.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fadlyrahman.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fadlyrahman.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fadlyrahman.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fadlyrahman.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fadlyrahman.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fadlyrahman.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fadlyrahman.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fadlyrahman.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fadlyrahman.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fadlyrahman.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fadlyrahman.wordpress.com/624/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fadlyrahman.wordpress.com/624/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fadlyrahman.wordpress.com/624/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fadlyrahman.wordpress.com&amp;blog=2860542&amp;post=624&amp;subd=fadlyrahman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fadlyrahman.wordpress.com/2011/05/07/10-partai-kecil-mendirikan-partai-persatuan-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/66b2583d165ec2c0a6f3764e2f7cea7d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fadlyrahman</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://fadlyrahman.files.wordpress.com/2011/05/iman-adaraqutni.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">iman adaraqutni</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
