BURUH DALAM ISLAM
BURUH DALAM ISLAM
Hubungan baik antara pengusaha dan buruh diatur dalam islam yang menawarkan system sosial yang berkeadilan dan bermartabat. Islam memberikan penghargaa yang tinggi terhadap pekerjaan. Para buruh yang bekerja dan mendapatkan penghasilan dengan tenaga sendiri wajib dihormati.
Kapitalis menjamin setiap individu berhak menjalani usaha dengan mendapat keuntungan sebanyak-banyaknya dengan memanfaatkan dan mengeksploitasi tenaga Buruh sehingga nasib buruh tergantung pada pemilik modal. Sedangkan komunis mempunyai konsep kesetaraan dalan ekonomi setiap individu tetapi menyebabkan hilangnya kemerdekaan dalam memilih pekerjaan, tempat tinggal dan kemandirian buruh karena ditangani segalanya oleh negara.
Dalam Islam setiap individu dihargai melalui kerja keras, pengabdian dan pekerjaannya yang bermanfaat bagi orang banyak. Penghargaan ini berlaku bagi buruh maupun pemilik modal. Hubungan buruh dan pemilik modal bukan merupakan hubungan diantara kedua musuh tetapi hubungan keduanya yang saling membutuhkan.
Buruh yang secara langsung menghasilkan hasil pekerjaannya sedangkan pemilik modal menyiapkan pekerjaannya. Keduanya saling membutuhkan, apabila buruh tidak ada maka tidak ada yang dapat diselesaikan. Begitu juga dengan pemilik modal, apabila mereka tidak ada maka tidak ada lapangan pekerjaan.
Islam juga menetapkan hak-hak yang menjamin kehidupan yang baik dan mulia bagi Buruh. Sebagian hak-hak buruh menurut Islam
1.Perjanjian yang jelas secara lisan maupun tulisan, jelas dan transparan, dan berkeadilan. Buruh juga harus mengetahui tugas dan tanggung jawab, juga hak dan kewajiban.
2.Persamaan martabat pekerjaan terhadap Buruh, tidak ada pekerjaan halal yang merendahkan martabat Buruh.
3.Buruh tidak diperbolehkan bekerja yang tidak sesuai dan diluar batas kemampuan. Khusus buruh wanita diberikan pekerjaan yang layak dan cocok bagi Buruh wanita.
4.Biaya pengobatan yang layak apabila terjadi kecelakaan kerja
5.Mempunyai waktu bekerja dan waktu luang untuk diri sendiri serta keluarga.
6.Upah yang layak dan tepat waktu dalam pembayaran
7.Buruh berhak dalan berserikat dan berkumpul serta mengeluarkan pendapatnya. Serikat buruh bertujuan membantu buruh dalam mencari keadilan dan mensosialisasi pekerjaan sesuai kesepakatan bersama.
Selain hak-hak buruh, islam juga menyebutkan tentang kewajiban Buruh terhadap pemilik modal
1.Tanggung jawab buruh terhadap upah yang diminta dari pemilik modal dan upah tersebut sesuai dengan pekerjaan dan kemampuan Buruh.. Jangan sampai pemberian upah mengakibatkan pemilik modal mengalami kerugian. Apabila hal itu terjadi Buruh juga harus ikut mempertanggung jawabkan. Dalam Islam besar kecilnya upah berdasarkan perbedaan jenis pekerjaan, kemampuan, keahlian dan pendidikan.
2.Kesungguhan Buruh dalam melaksanakan pekerjaanya Melaksanakan pekerjaan yang telah ditetapkan berdasarkan kesepakatan bersama antar buruh dan pemilik Modal.
3.Buruh wajib melaksanakan perintah pemilik modal serta yang mewakilinya sesuai dengan pekerjaan yang telah disepakti. Apabila menyimpang, Buruh tidak wajib mengikutinya kecuali terdapat dalam perjanjian bersama.
4.Menjaga dan memelihara perlengkapan dan peralatan pekerjaan. Menjaga seluruh rahasia perusahaan dan pemilik modal sampai Buruh tidak lagi bekerja atau memutuskan hubungan kerja.
Hak-hak buruh bukan berarti mengurangi kewajiban buruh dalam melaksanakan pekerjaan secara sungguh-sungguh dalam memenuhi perjanjian kedua belah pihak dan Islampun menjaga kesimbangan antara hak dan kewajiban.
Tujuan yang diharapkan buruh adalah upah yang sesuai dan kesejahteraan yang memadai, sedangkan bagi pemilik modal berkembangnya usaha dan mendapatkan keuntungan yang diinginkan. Kesimpulannya kedua belah pihak dalam kedudukan yang sama-sama menanggung keuntungan dan kerugian.
Jakarta, 08 November 2009
Fadly Rahman
Sumber :
1. Baqir Sharief Qorashi, Keringat Buruh, Hak dan Peran Pekerja dalam Islam, Penerbit Al-Huda, Jakarta, 2007
2. Muhammad Maksum, Konsep perburuhan Islam, Solusi atas Kesejahteraan Pekerja
3. Muzammil Siddiqi, Hak Pekerja dalam Islam, 20 Agustus 2006
4. Pidato Rahbar dalam Pertemuan dengan Kaum Buruh, 26 April 2006
BAHASA INDONESIA YANG (MULAI) DITINGGALKAN
BAHASA INDONESIA YANG (MULAI) DITINGGALKAN
Sejarah mencatat bahwa pada tanggal 28 Oktober 1928 yang lalu, bangsa Indonesia memproklamirkan bahasa persatuannya adalah bahasa Indonesia. Sebelum peristiwa bersejarah ini terjadi, bahasa Indonesia yang dikenal dengan bahasa Melayu menjadi bahasa utama yang telah digunakan sebagai bahasa perdagangan. Setiap pedagang yang berdagang di Nusantara bisa berbahasa Melayu, baik itu dari Nusantara maupun dari negeri jauh. Bahasa Melayu juga digunakan sebagai bahasa pendidikan Para pelajar-pelajar agama Budha yang akan belajar di Universitas milik kedatuan Sriwijaya, terlebih dahulu mempelajari bahasa Melayu untuk memudahkan mereka menyerap pelajaran-pelajaran agama budha dan lainnya yang diberikan oleh guru-guru dan pendeta-pendeta terkenal saat itu. Bahasa Melayu juga dipergunakan sebagai bahasa pengantar saat para ulama-ulama Islam menggunakannya dalam penyebaran Islam ke seluruh Nusantara.
Pada saat Indonesia di kuasai oleh Belanda, Bahasa Indonesia menjadi bahasa sosial. Pegawai-pegawai yang dikirimkan dari Belanda untuk ditempatkan di kantor-kantor dan pos-pos di Pemerintahan Hindia Belanda diwajibkan mahir berbahasa Melayu atau minimal mereka bisa berbahasa Jawa apabila ditempatkan di Jawa.
Waktu telah berlalu, anak bangsa banyak yang telah melupakan sejarah itu. Surat kabar “Indopos” terbitan selasa 3 November 2009 hal 5 kolom “Sabang-Merauke” memberitakan bahwa Alex Noerdin gubernur Sumatera Selatan mengambil kebijakan bahwa rapat pemeritahan provinsi wajib pakai bahasa Inggris dengan alasan bahasa Inggris adalah bahasa Global. Situs Melayu-online juga pernah memberitakan bahwa banyak bahasa daerah yang ada di Indonesia hilang tanpa ada penuturnya.
Sangat miris rasanya apabila bahasa Indonesia juga menjadi bahasa sampingan. Dengan kondisi ini, perlu kerja keras dan berbagai pihak membuat Bahasa Indonesia/bahasa Melayu yang rencananya akan diusulkan menjadi bahasa Asean dan salah satu bahasa utama PBB.
Fadly Rahman
Jakarta, 04 November 2009
GEMPA MELANDA RANAH MINANG
GEMPA MELANDA RANAH MINANG
Pada hari rabu 30 september 2009 sore hari, gempa bumi mengguncang Ranah Minang dengan kekuatan 7,6 SR yang pusat gempanya terdapat di Pariaman. Gempa terasa di Riau, sumatera utara, bengkulu dan Jambi bahkan terasa sampai ke Malaysia dan Singapura. Penduduk dan masyarakat kota Padang dan pariaman yang berada di tepi pantai berhamburan dan menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi. Gempa ini berpotensi Tsunami.
Banyak bangunan-bangunan baik rumah maupun gedung rusak parah. Korban pun berjatuhan dan diperkirakan ratusan orang menjadi korban. Kurangnya alat berat sangat menyulitkan evakuasi korban yang terkena reruntuhan bangunan. Hujan lebat memperparah kondisi. Para tim penyelamat dan masyarakat yang membantu juga mengalami kesulitan penerangan akibat padamnya lampu.
Pemerintah pusat telah mengintruksikan tim-tim penanggulangan bencana baik dari unsur sipil dan militer segera berangkat ke Padang. Bandara Minangkabau juga telah dibuka rabu malam. Gubernur Sumatera Barat dan Bupati Pariaman yang berada di Jakarta segera pulang ke Sumatera Barat. Lima menteri juga berangkat keesokan paginya. Rumah Sakit terapung juga segera di kirimkan ke Padang.
Gempa susulan terus datang walau sekala semakin kecil. Pada Kamis pagi 1 Oktober 2009 secara mengejutkan terjadi gempa tektonik terbaru yang berkekuatan 7.0 SR yang berkedudukan di Kerinci. Menurut informasi yang didapat banyak rumah-rumah penduduk yang runtuh. Semoga Allah SWT merahmati semua korban-korban bencana dan seluruh keluarganya. Amin
Fadly Rahman
Jakarta, 01 Oktober 2009
RANAH MINANG YANG RAMAI
RANAH MINANG YANG RAMAI
Pengalaman lebaran atau berhari raya di Sumatera Barat yang dikenal Ranah Minang sangat terasa sekali. Disetiap sudut tempat yang berawal dari bandara Internasional Minangkabau, terpasang Baliho berukuran besar yang didalam terdapat gambar Gubernur Sumatera Barat dan wakil Gubernur yang sedang mengucapkan kata sambutan “Selamat Datang Para Perantau”. Begitu juga di sudut-sudut sepanjang jalan menuju kota padang bertebaran spanduk dan Baliho terpasang dengan ucapan yang sama.
Perantau yang pulang kampung pada saat lebaran menyesakkan kota-kota di Sumatera Barat. Kendaraan-kendaraan Plat-plat nomor polisi dari berbagai kota sumatera Barat memenuhi lalu lintas ranah Minang tersebut. Tradisi pulang Basamo yang dilakukan para perantau dan sambutan pemerintah daerah masing-masing kabupaten atau kota membuat para perantau pulang dengan perasaan gembira dan bangga.
Setelah hari pertama lebaran, tempat-tempat wisata di Ranah Minang penuh dengan para perantau yang menjadi wisatawan lokal dan memacetkan lalu lintas ke daerah-daerah wisata itu. Geliat perdagangan di ranah Minang makin terdongkrak dengan pulangnya para perantau ini. Khususnya perdagangan makanan, pakaian, souvenir dan sebagainya. Pemerintah Daerah berhasil memanfaatkan potensi-potensi ekonomi dari para perantau Minang.
Fadly Rahman
Jakarta, 30 September 2009
GREAT JAKARTA MUP JUARA TENIS MEJA 2009
GREAT JAKARTA MUP JUARA TENIS MEJA 2009
Jakarta (15/8). Great Jakarta MUP (MUP) berhasil menjuarai kejuaraan tenis Meja untuk wilayah Cawang Plant. Pada final tenis meja MUP berhasil mengalahkan tim Marketing yang merupakan gabungan marketing, Project Sales, SO dan Marcom. MUP berhasil mengalahkan Marketing 3 set langsung tanpa balas. Akhirnya MUP berhasil mempertahankan Piala tenis Meja yang sudah disandangnya sejak tahun yang lalu.
Sementara itu di final kejuaraan Bulu tangkis, MUP gagal meraih juara. MUP dikalahkan tim DKM yang berhasil mengalahkan MUP 2-1. Difinal ini, kedua tim sama-sama ngotot untuk menjadi yang terbaik. Juara tahun lalu tim Finance tidak berhasil mempertahankan juaranya setelah tidak lolos ke final yang hasil akhir, mereka hanya meraih tampat ke empat.
Walau gagal menjadi juara, MUP berhasil memperbaiki posisinya. Tahun lalu MUP tidak lolos penyisihan. Tahun ini merupakan hasil yang terbaik MUP dapatkan dan dapat dikatakan bahwa MUP merupakan tim yang paling sukses dengan meraih Juara I tenis meja dan Runner Up Bulutangkis.
Pada kejuaraan tarik tambang yang dikhususkan untuk karyawati kelompok Panasonic Gobel Cawang Plant. Kegembiraan di kantor Great Jakarta terasa lengkap, saat tim tarik tambang yang tergabung dalam Great Jakarta Office menjadi juara pertama(FR).
Jakarta, 18 Agustus 2009
BERTEMU PRESIDEN
BERTEMU PRESIDEN
Seingatku waktu duduk dikelas 5 SD negeri 15 Langsa Aceh timur. Ada peristiwa bersejarah untuk kota kecil ini. Pemimpin bangsa Indonesia presiden Soeharto datang ke kota langsa yang bertujuan untuk meresmikan pembangkit listrik tenaga nukir (PLTN). Aku yang masih duduk disekolah dasar tentu saja senang apalagi yang datang bukan orang sembarangan. Presiden yang selalu muncul di pelajaran sejarah dan gambarnya tergantung di dinding kelas. SD tempat ku belajar tidak mempunyai acara khusus menyambut kedatangan presiden, saat itu aku nggak mengetahui alasannnya tapi sekarang aku mengerti bahwa presiden tidak melewati jalan didepan sekolahku.
Dengan tekad yang bulat, akupun berencana untuk melihat kedatangan beliau dan ingin melihatnya secara langsung. Apalagi kota ku ini kota kecil jarang ada orang-orang besar dan terkenal yang mau datang kemari. Aku lupa hari itu hari apa, yang jelas saat itu sekolahku memang libur. Jarak rumahku ke kota cukup jauh. Kebetulan kantor PLN yang berada di kota dekat kantor pos. Aku pun diantar sampai ke depan PLN oleh tetanggaku yang sehari-harinya ditugasi untuk mengantarku kesekolah. Sampai disana, tidak ada terlihat tanda-tanda penyambutan presiden seperti yang kulihat di TVRI setiap hari. Aku pun bertanya dengan seorang bapak, dan aku disarankan ke Stadion sepak bola yang berada dipinggir kota Langsa. Kuatir terlewat peristiwa penting ini, aku pun memutuskan berjalan kaki apabila tiba-tiba presiden lewat tapi aku berada didalam angkutan kota.
Perjalanan dimulai dengan berharap memang ada presiden lewat tapi nggak ada tanda-tanda akan terjadi dan akhirnya aku sampai juga distadion sepakbola Langsa. Disekitar stadion sudah banyak tentara dan polisi berjaga-jaga, ada juga banyak masyarakat yang antusias menambut presiden mereka dan juga anak-anak sekolah dari SD, SMP dan SMA yang telah berbaris rapi sambil sekali-sekali mengibarkan bendera kecil yang ada ditangan mereka.
Setelah cukup lama menunggu, tedengar suara helikopter di angkasa. Helikopter rombongan presiden Soeharto telah tiba. Peristiwa penting untuk melihat presiden pun akan aku alami. Beberapa saat kemudian, keluar iringan-ringan kendaraan mobil presiden. Sorai-sorai gembira menyambut kedatangan pemimpinnya. Ternyata rombongan melaju dengan cukup kencang tidak memperdulikan sambutan rakyat yang sudah lama ingin menatap langsung presidennya. Tiada kaca mobil yang terbuka, untuk melihat sedikit senyuman sang presiden.
Kira-kira 19 tahun kemudian, peristiwa bersejarah kesempatan bertemu presiden kembali didapat. Kali ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Saat peristiwa itu terjadi, aku sudah bekerja di PT. Panasonic Gobel Indonesia (PT. PGI) sebagai Sales representatif (Salesman). Kedatangan Presiden untuk memperingati hari buruh yang dikenal dengan nama May Day yang jatuh tanggal 1 Mei. Buruh-buruh yang tergabung diberbagai serikat buruh saat itu datang ke depan istana negara untuk berunjuk rasa tapi presiden dengan keiklhasan hatinya bergambung dengan buruh-buruh panasonic gobel group di Gandaria tepatnya di komplek PT. Panasonic Manufacture Indonesia (PT. PMI) yang diprakarsai oleh Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPMI) pimpinan unit kerja Panasonic Gobel pada hari jum’at tanggal 1 mei 2009. Sebelum hari H nya di malam hari, ada pemberitahuan lewat pesan singkat Handphone bahwa semua salesman dan kepala penjualan cabang Great Jakarta MUP wajib datang ke Gandaria untuk menyambut Presiden dengan memakai baju batik tanpa kecuali.
Ada perasaan bangga menggelayut dalam diri Salesman bahwa mereka akan bertemu Presiden secara langsung dan sebagai pekerja dihargai dalam menyambut hari buruh. Peraturan memakai baju batik dari Senin ~ Kamis, yang kebetulan baju yang disediakan untuk peraturan itu hanya cukup untuk 4 hari saja. Mau tidak mau, baju batik harus dicuci malamnya dan dikeringkan pada malam itu juga.
Keesokan harinya, semua salesman dan kepala penjualan datang lengkap. Disana sudah banyak berkumpul karyawan-karyawan PT. PMI yang sebenarnya libur dihari buruh. Sebenarnya peringatan hari buruh untuk seluruh karyawan panasonic gobel group di laksanakan hari sabtu besoknya. Mereka juga di sarankan untuk datang pada hari itu. Beberapa saat kemudian, mereka sudah berbaris rapi disekitar jalan menuju tempat pertemuan di Aula Yayasan Matshushita Gobel (YMG). Salesman dan Kepala penjualan yang berkumpul didekat kantor SPMI puk Panasonic Gobel diperintahkan untuk berkumpul di aula YMG. Ternyata salah infomasi, salesman dan kepala penjualan berkumpul di depan seberang Aula YMG atau aula tehnik yang biasa dipergunakan untuk kegiatan praktek tehnik electronik. Berdiri bersejajar dengan karyawan yang lain dan diberikan bendera untuk dikibarkan saat presiden dan para pejabat lainnya datang.
Bermula dari kedatangan Gubernur DKI Jakarta Fauzie Bowo dan Pangdam Jaya, setelah cukup lama menunggu, akhirnya Presiden SBY dan rombongan datang jua. Diiringi mobil patroli dan motor gede polisi dan pengawal presiden. Presiden melewati karyawan Panasonic Gobel Group yang sedang melambaikan bendera. Tapi kali ini kesampaian juga hasrat melihat Presiden RI secara langsung walau hanya lewat lambaian tangan dan senyuman dibalik mobil kepresidenan yang melaju menuju Aula YMG.
Jakarta, 10 Mei 2009
Fadly Rahman
RAPAT ANGGOTA TAHUNAN KOPERASI KARYAWAN KELOMPOK GOBEL
RAPAT ANGGOTA TAHUNAN KOPERASI KARYAWAN KELOMPOK GOBEL
Dengan tema semangat kebersamaan memperkuat pengembangan usaha koperasi, rapat anggota tahunan (RAT) tahun buku 2008 koperasi karyawan (Kopkar) kelompok Gobel yang dilaksanakan pada tanggal 25 April 2009 di Auditorium Yayasan Matsushita Gobel (YMG). Dengan dihadiri anggota Kopkar sebanyak 89 orang dari 109 anggota yang diundang, RAT dimulai dengan pembacaan 7 prinsip perusahaan. Kemudian dilanjutkan dengan pidato sambutan ketua Kopkar bapak H. Djoko Sulomo. RAT Kopkar kelompok Gobel dibuka secara resmi oleh ketua Dekopinda Jakarta Timur Letkol ADM H. A Fhatoni SE.MM yang sebelum memukul gong pembukaan RAT menceritakan pengalaman dan keberhasilannya memajukan koperasi dan memberikan beberapa nasehat dan saran untuk perkembangan Kopkar kelompok Gobel dimasa yang akan datang.
Kemudian Rapat dilanjutkan dengan memilih pimpinan sidang pleno dan yang terpilih sebagai ketua sidang adalah pak Arifin Tanjung dan Pupun sebagai sekretaris. Setelah pengesahan tata tertib Sidang dibacakan, rapat dilanjutkan dengan laporan pertanggung jawaban pengurus Kopkar tahun buku 2008. Laporan pertanggung jawaban ini diisi dengan Laporan bidang keuangan yang disampaikan oleh Bapak H. Marsiton Achmad. Laporan keuangan ini diterima dengan baik oleh anggota yang hadir tanpa ada banyak pertanyaan. Acara ini ditutup dengan laporan pertanggung jawaban pengawas Koperasi oleh Ibu Dra. Hj. Herni Nawir.
Ada beberapa hal yang disorot dalam RAT kali ini, diantaranya adalah Regenerasi pengurus Kopkar kelompok Gobel, perampingan pengurus baru Kopkar yang akan datang dan penurunan jumlah anggota Kopkar yang di tahun 2007 berjumlah 5.454 menjadi 3.733 ditahun 2008. Untuk meningkatkan kinerja Kopkar, saran-saran tidak hanya datang dari pak Fhatoni, datang juga dari bapak Heru Santosa yang memberikan pembekalan manajemen. Pengarahan juga diberikan oleh bapak Drs. H. Thamrin Mosii sebagai anggota dewa pembina dan penasehat Kopkar. Nasehat-nasehat yang diberikan ketiga tokoh ini hampir sama yakni Kopkar harus lebih berani berinovasi dalam mengembangkan bisnisnya, tidak hanya ”menunggu bola” menunggu para karyawan berbelanja dan menambungkan dananya di Kopkar tapi harus ”menjemput Bola” dengan mencari peluang bisnis baru baik itu didalam lingkungan perusahaan Kelompok Gobel maupun diluar lingkungan. Usulan-usulan tersebut menjadi bahasan di sidang komisi-komisi dan dituangkan dalam laporan hasil sidang dimasing-masing komisi.
Pelantikan pengurus baru periode tahun 2009 ~ 2012 diumumkan setelah diadakan sidang formatur pemilihan anggota pengurus dan pengawas koperasi. Tidak banyak berubah dari hasil sidang ini. Pengurus lama dipertahankan dan anggota pengawas koperasi bertambah 4 orang sehingga hal yang disorot dan berkembang mengenai perampingan dan kaderisasi pengurus belum bisa dilaksanakan pada periode ini.
Fadly Rahman
PT, PGI
Jakarta, 26 April 2009
PEMILU YANG ANEH!?
PEMILU YANG ANEH!?
Pemilihan umum (Pemilu) yang dilaksanakan tanggal 9 April 2009 telah berlalu. Pemilu kali ini memenangkan Partai Demokrat dengan perolehan suara tertinggi mengalahkan partai Golkar yang merupakan Pemenang Pemilu 2004. Pemilihan kali ini banyak kekurangannya bahkan mantan ketua MK Jimly Asshiddiqie menyatakan Pemilu 2009 merupakan Pemilu terburuk sepanjang sejarah Pemilu di Indonesia. Jimly merasa prihatin dengan permasalahan daftar pemilih tetap (DPT) dan dia mengharapkan DPT segera diperbaiki untuk pemilihan Presiden yang akan dilaksanakan bulan Juli nanti.
Apa yang dikatakan Jimly memang terjadi lapangan. Banyak pemilih yang tidak terdaftar di TPS yang mereka telah bertempat tinggal lama dilingkungan tersebut. Ada juga yang tidak bisa mencontreng disebabkan namanya tidak ada sama sekali terdaftar. Lebih aneh lagi, ada orang yang sudah meninggal terdaftar sebagai pemilih. Ada juga warga yang mengaku terdaftar dalam pemilihan sementara (DPS) tapi nama mereka tidak terdaftar dalam DPT.
Masalah tidak terdaftar sebagai pemilih ditempat tinggalnya yang baru, tidak hanya terjadi pada masyarakat kebanyakan saja, ternyata terjadi juga pada seorang penjabat tinggi didaerah. Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Bibit Waluyo tidak terdaftar sebagai pemilih di TPS tempat tinggalnya sekarang tapi ada di TPS di tempat tinggalnya yang lama.
Ada masalah lainnya yakni tidak adanya TPS khusus atau TPS keliling yang biasanya digunakan di setiap rumah sakit. Biasanya TPS ini digunakan untuk menampung suara-suara bagi pekerja-pekerja rumah sakit, pasien dan keluarga pasien yang tidak sempat memilih di TPS yang nama mereka terdaftar.
Kasus menarik lainnya berupa terlambatnya surat-surat suara di beberapa tempat seperti yang terjadi di wamena Papua. Pemilih yang sudah menunggu dari pagi akhirnya pulang. Begitu juga kasus lainnya, salah kirimnya surat suara ke Tangerang Banten, surat suara yang diterima adalah surat suara diperuntukkan pemilih di Kalimantan Barat. Salah kirim juga terjadi di JaTeng, surat suara untuk Sumatera Utara (Sumut) dikirim ke Banyumas dan terlanjur di Contreng, Panda Nababan Caleg PDIP Sumut 1 mendapatkan suara terbanyak.
Dengan masalah tersebut, diperkirakan angka golongan putih (Golput) sangat tinggi tahun ini. Perkiraan beberapa pengamat sekitar 30% ~ 40% yang merupakan persentase yang mencengangkan. Berbagai pertanyaan akan timbul. Siapakah yang akan menanggung dosa, karena banyak pemilih yang tidak bisa memilih (antusias akan memilih) khususnya tidak bisa memilih disebabkan DPT yang berantakan? Seperti di tetapkan MUI bahwa ”Golput adalah Haram”. Munafikkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan iklan yang digembor-gemborkan bahwa ”Satu suara adalah berharga”?. Kalau masalah DPT ini tidak diselesaikan saat Pilpres nanti, pantaskan pemerintah saat ini dinyatakan sebagai pemerintah yang berhasil melaksanakan Pemilu?.(FR)
Fadly Rahman
Jakarta, 10 April 2009
Sumber Tulisan dari Berbagai Sumber
PERGERAKAN BURUH DI INDONESIA II
PERGERAKAN BURUH DI INDONESIA II
Gerakan buruh terus berlanjut pasca kemerdekaan Republik Indonesia. Turun naiknya gerakan buruh Indonesia sesuai kondisi politik saat itu. Pada tahun 1965, presiden Soekarno mempunyai ide mendirikan angkatan kelima yang berdiri sendiri dan diluar dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI). Angkatan kelima ini terdiri dari Buruh dan Tani. ABRI tidak menyetujuinya dikarena Buruh dan Tani akan dipersenjatai. Ide pembentukan Angkatan kelima ini dipengaruhi oleh Partai Komunis Indonesia yang saat itu mempunyai pengaruh kuat di parlemen dan Kabinet.
Dimasa Orde baru, gerakan buruh diidentikkan dengan gerakan kiri sehingga kata Buruh diganti dengan kata Pekerja. Satu-satunya organisasi Buruh yang diakui pemerintah Orde baru adalah Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) yang didirikan ditahun 1973. Butuh waktu cukup lama untuk mendirikan organisasi Buruh yang lain. Pada tahun 1990, Serikat Buruh Merdeka Setia Kawan (SBM-SK) tapi Organisasi ini hanya bertahan sebentar setelah itu membubarkan diri karena konflik internal dan tekanan dari Pemerintah. Dua tahun berselang, berdiri sebuah organisasi Buruh lainnya yang dinamakan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) dipimpin Muhktar Pakpahan yang didukung Sabam Sirait dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) dan Abdurahman Wahid dari Nadahlatul Ulama (NU). Organisasi ini juga tidak diakui oleh pemerintah. Mukhtar Pakpahan ditangkap dan baru dibebaskan pada tahun 1998 dan SBSI diakui pemerintah ditahun yang sama.
SPSI ditahun 1995 berubah menjadi Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPSI) yang didalamnya terdiri 13 sektor industri dan didaftar sebagai serikat pekerja yang terpisah. Serikat pekerja 13 Sektor industri tetap merupakan bagian dari FSPSI dan pemerintah tidak akan mengakui setiap Serikat pekerja di luar FSPSI.
Jatuhnya pemerintahan Orde baru, mengakibatkan menjamurnya segala macam organisaisi dan LSM dari organisasi politik, kemasyarakatan juga Organisasi Buruh. Menjamurnya pendirian Organisasi buruh sehingga membuat pemerintah pada tanggal 4 agustus tahun 2000 mengesahkan Undang-Undang No. 21 tahun 2000 tentang serikat pekerja/Serikat Buruh. Untuk mendukung dan melindungi para pekerja luar negeri, tahun 2004 berdirilah Serikat Buruh Migran Indonesia yang dideklarasikan di Semarang.
Diakhir tahun 2008, krisis ekonomi yang dialami oleh Amerika Serikat berimbas ke negara-negara dunia lainnya. Pemutusan hubungan kerja (PHK) dialami para buruh didalam negeri maupun diluar negeri termasuk ribuan buruh Migran Indonesia di Malaysia dipulangkan. Ada 300 ribu orang tenaga kerja Indonenesia (TKI) yang ada di Malaysia di PHK. Begitu juga yang dialami ribuan TKI yang bekerja di Hongkong, Korea Selatan dan Taiwan Pekerjaan berat menanti organisasi-organisasi serikat buruh atau pekerja dan pengusaha berserta pemerintah untuk mengatasi masalah ini. Didalam negeri, sejumlah perusahaan juga melakukan PHK terhadap buruh dan karyawannya. Pengangguran akan semakin meningkat dan akan memperbanyak jumlah penduduk miskin di Indonesia.
Jakarta, 26 Maret 2009
- Http ://id.wkipedia.org/wiki/gerakan_30_september
- Media Indonesia, Editorial, Menyelamatkan TKI Korban PHK, Senin, 23 Maret 2009, Hal 1
- FSPBUMNbersatu, Sejarah Pergerakan Buruh Indonesia
HAJAT HIDUP BURUH TANAH DELI
HAJAT HIDUP BURUH TANAH DELI
Pada pertengahan abad 19, saat Sultan Deli mengundang pengusaha Belanda Jacob Nienhuys yang berasal dari Batavia. Kesepakatan kedua belah pihak untuk bekerjasama membuka perkebunan Tembakau dan Jacob Nienhuys mendapat hak pakai lahan seluas 2800 hektar selama 99 tahun secara gratis. Saat itu, Tanah Deli adalah negeri yang daun menjadi uang. Perkebunan ini membutuhkan tenaga Buruh yang banyak untuk mengurus segala keperluan perkebunan. Tenaga kerja dari India dan Tiongkok memenuhi lapangan pekerjaan ini. Kesuksesan Jacob Nienhuys mengundang para pengusaha Belanda lainnya untuk membuka perkebunan yang sama. Apalagi saat itu Tembakau merupakan komoditi yang paling bersinar dipasar pertanian Eropa. Kebutuhan Buruh semakin meningkat. Sehingga mereka memutuskan untuk menyalurkan tenaga kerja dari Jawa.
Pengusaha dan Penguasa semakin kaya. Buruh-buruh semakin sengsara. Upah yang didapat tidak sebanding dengan tenaga yang telah dikeluarkan. Bertahun-tahun tenaga mereka dikuras habis dan kesejahteraan dikesampingkan.
Kesengsaraan buruh menggugah para aktifis-aktifis kemanusian. Lewat tulisan-tulisan mereka, membuat pemerintah Hindia Belanda kebakaran jenggot. Tulisan mereka juga mengguncang negeri Belanda dan Eropa. Pada tahun 1860, Eduard Douwes Dekker yang dikenal dengan Multatuli menulis bukunya yang berjudul ”Max Havelaar” yang menceritakan kesengsaraan rakyat Hindia Belanda yang dipaksa bekerja untuk kepentingan pemerintah Belanda tanpa diberikan upah yang layak. Seorang Advokat Belanda Van den Brand, tulisannya yang berjudul ”Millioenen uit Deli” yang menceritakan nasib buruh-buruh perkebunan di Deli.
Kesengsaraan buruh-buruh perkebunan Deli juga menggungah perasaan kemanusian seorang guru yang mengajar anak-anak buruh tersebut di Perkebunan Senembah-Deli. Guru tersebut bernama Tan Malaka. Kenyataan yang dilihat diperkebunan tanah Deli menjadi beban pikirannya. Tan Malaka dengan pikirannya, menjalin hubungan dengan buruh-buruh kereta api, trem dan Perkebunan. Lewat tulisan-tulisannya di surat kabar terbitan Sumatera Tan Malaka memprovokasi para buruh untuk melakukan pemogokan. Tan Malaka berulang kali memimpin pemogokan buruh di Medan, Belawan dan Deli. Aksi mereka berhasil menaikkan upah harian buruh dari 40 sen menjadi 100 sen sehari.
Fadly Rahman
Jakarta, 28 Februari 2009
Sumber Tulisan :
- Emil, w Mulia, Berjuta-juta dari Deli, Satu hikayat Kuli kontrak, Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2006
- Indonesia Negeri Seribu Raja, Indonesia Book Series, Penerbit Foreseight
- Zulhasril Nasir, Tan Malaka dan Gerakan Kiri Minangkabau, Penerbit Ombak, Yogyakarta, 2007
-
Terkini
- BURUH DALAM ISLAM
- BAHASA INDONESIA YANG (MULAI) DITINGGALKAN
- GEMPA MELANDA RANAH MINANG
- RANAH MINANG YANG RAMAI
- GREAT JAKARTA MUP JUARA TENIS MEJA 2009
- MENUNGGU TEMAN YANG TAK DATANG
- DIBAWAH BAYANG-BAYANG IMIGRAN GELAP
- BERTEMU PRESIDEN
- RAPAT ANGGOTA TAHUNAN KOPERASI KARYAWAN KELOMPOK GOBEL
- PEMILU YANG ANEH!?
- PERGERAKAN BURUH DI INDONESIA II
- BIKE TO LOVE
-
Taut
-
Arsip
- November 2009 (2)
- Oktober 2009 (1)
- September 2009 (1)
- Agustus 2009 (2)
- Juli 2009 (1)
- Mei 2009 (2)
- April 2009 (1)
- Maret 2009 (2)
- Februari 2009 (1)
- Januari 2009 (1)
- Desember 2008 (2)
- November 2008 (1)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS
