MENUNGGU TEMAN YANG TAK DATANG
MENUNGGU TEMAN YANG TAK DATANG
Menunggu teman datang
di Masjid yang depannya kuburan
Saat ku dengar berita mencengang
Jiwa mu telah terbang melayang
Menunggu teman datang
yang tak mungkin datang
walau sampai petang menjelang
Jakarta, 13 Agustus 2009
KEPUTUSAN
KEPUTUSAN
Kuputuskan Kita Bersama
Kuputuskan Kita Bersatu
Kuputuskan Kita Sambung
Untaian yang Putus Selama ini
Ku Jadikan kau Pendamping Hidupku
Tuk Selamanya
SI EMAS HITAM
SI EMAS HITAM
Berbaris rapi bukannya semut
Antrian panjang bukannya kereta api
Menunggu datang bukannya tamu
Si Emas Hitam menjadi rebutan
Kudatang siang dapatnya petang
Tak kunanti tapi kuharapkan
Biar Hitam Tetap menjadi Idaman
JAM RUSAKKU
JAM RUSAKKU
Menunggu duduk di sofa
Aku diam, tiada berkata
Ku lirik jam tanganku
Terkejut aku membelalakkan mata
Sudah dua jam aku menunggu
Ku lirik jam dindingmu
Terkejut aku membelalakkan mata
Ku cocokkan jam tanganku dan jam dindingmu
Baru setengah jam aku menunggu
Terkejut aku membelalakan mata
Jam tanganku mati tiada terasa
KORUPSI WAKTU
KORUPSI WAKTU
Kuhabiskan waktu
Tanpa menghitungnya
Apakah aku rugi? Tentu saja tidak!
Walau santai, gaji jalan juga
Tentu saja aku mengkorupsinya
Sebenarnya aku tak mau
Tapi setan-setan menggodaku
Akhirnya aku takluk jua
BEKERJA
BEKERJA
Semangat bekerja mencari nafkah
Tuk sejahterakan diri dan keluarga
Semangat bekerja mendapatkan pahala
Tuk berjuang mendapatkan Ridho Allah
KOTAMU DAN KOTAKU
KOTAMU DAN KOTAKU
Aku berkunjung ke kotamu
Kulihat banyak sampah
Sama dengan kotaku juga
Aku berkunjung ke kotamu
Kulihat banyak lubang-lubang dijalanan
Begitu juga dengan kotaku
Aku berkunjung ke kotamu
Kulihat banyak tikus-tikus liar
Menggerogoti sampah
Dan membuang kotorannya dijalan berlubang
Sepertinya dikotaku juga
Kotamu dan kotaku sama
TAK KUASA
TAK KUASA
Aku tak kuasa menahanmu
terhadap cinta dunia
Aku hanya bisa berusaha
Sedikit mencium harumnya surga
Aku harap kau mendurhakai Neraka
Dan mengharapkan cinta Allah
SERAKAH
SERAKAH
Aku berlari tanpa antrian
Rebutan peraduan yang nyaman
Ku sikat satu persatu
Ku hentikan semua saingan
Ku paksa mereka mengalah
Aku pun tersenyum bangga
CUACA BURUK DI ANGKASA
CUACA BURUK DI ANGKASA
Diluar gelap gulita
Cuaca tidak cerah
Hatikupun bergelimang kekuatiran
Jalanan bergoyang-goyang
Ikat pinggang pun ku perketat
Aku hanya bisa pasrah
Aku hanya bisa berdo’aP
erjalanan tuntas sampai ketujuan
-
Terkini
- BURUH DALAM ISLAM
- BAHASA INDONESIA YANG (MULAI) DITINGGALKAN
- GEMPA MELANDA RANAH MINANG
- RANAH MINANG YANG RAMAI
- GREAT JAKARTA MUP JUARA TENIS MEJA 2009
- MENUNGGU TEMAN YANG TAK DATANG
- DIBAWAH BAYANG-BAYANG IMIGRAN GELAP
- BERTEMU PRESIDEN
- RAPAT ANGGOTA TAHUNAN KOPERASI KARYAWAN KELOMPOK GOBEL
- PEMILU YANG ANEH!?
- PERGERAKAN BURUH DI INDONESIA II
- BIKE TO LOVE
-
Taut
-
Arsip
- November 2009 (2)
- Oktober 2009 (1)
- September 2009 (1)
- Agustus 2009 (2)
- Juli 2009 (1)
- Mei 2009 (2)
- April 2009 (1)
- Maret 2009 (2)
- Februari 2009 (1)
- Januari 2009 (1)
- Desember 2008 (2)
- November 2008 (1)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS
