SEHARI DI BERASTAGI
SEHARI DI BRASTAGI
Persiapan telah dilakukan sejak shubuh. Selain sarapan pagi, disediakan juga makanan untuk makan siang di Brastagi. Baju untuk mandi air panas di Pemandian Sidebu-debu juga dipersiapkan. Perjalanan ke tanah Karo dimulai pada pukul jam 7 pagi, dengan menggunakan mobil minibus yang cukup menyenangkan. Perjalan minggu (4/09/2011) pagi ini berjalan lancar, tidak ada kemacetan, hanya saja perjalanan terganggu dengan banyaknya lubang di jalan raya menuju ke tempat wisata Sumatera Utara itu. Kabarnya, jalan raya yang rusak itulah menjadi penyebab seringnya terjadi kemacetan arus balik wisatawan dari Brastagi ke Medan.
Satu setengah perjalan menanjak berbelok-belok perbukitan bukit barisan melewati perumahaan penduduk yang dikelilingi hutan Sumatera. Tujuan pertama perjalanan ini lokasi pemandian air panas sidebu debu. Bau belerang tercium cukup kuat saat tiba dilokasi ini. Pemandian ini memang merupakan tempat favorit bagi penunjung yang menderita penyakit kulit yang dipercaya air panas yang dihasilkan dari belerang pegunungan mampu mengobati penyakit tersebut. Ada beberapa tempat yang bagus di sini. Libur lebaran membuat lokasi ini dipenuh para pengunjung.
Setelah dua jam berendam di pemandian air panas ini, melanjutkan perjalanan ke kota Brastagi. Tujuan utama ke Bukit Gundaling, bukit tempat berkumpulnya banyak keluarga. Biasanya acara utama mereka yakni makan siang bersama. Memang benar! Sungguh nikmat makan bersama keluarga di Bukit Gundaling dengan memandang ke arah gunung Sinabung. Angin sepoi-sepoi makin membuat rasa ingin menambah makanan semakin tak tertahankan. Acara favorit lainnya bagi anak-anak serta orang tua, keliling dengan sado atau naik kuda mengelilingi bukit Gundaling.
Brastagi yang terkenal sebagai penghasil buah segar, tidak lengkap kalau wisata ke Brastagi tanpa membeli buah-buahan. Mampir ke Pasar Buah Brastagi cukup membuat keinginan membeli buat segar untuk oleh-oleh dibawa pulang. Pilihan buah jatuh pada buah jeruk dan ubi jalar. Selamat menikmati jalan-jalanmu.
Fadly Rahman
Jakarta, 05 September 2011
Belum ada komentar.
Tinggalkan Balasan
-
Terkini
-
Tautan
-
Arsip
- Februari 2012 (1)
- Januari 2012 (1)
- Desember 2011 (1)
- November 2011 (1)
- Oktober 2011 (1)
- September 2011 (1)
- Agustus 2011 (1)
- Juli 2011 (1)
- Juni 2011 (2)
- Mei 2011 (1)
- April 2011 (2)
- Maret 2011 (3)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS


