Fadlyrahman’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

PENINGGALAN-PENINGGALAN KESULTANAN MELAYU DELI

Istana Maimun

Istana Maimun adalah salah satu dari ikon kota Medan, Sumatra Utara, terletak di kelurahan Sukaraja, kecamatan Medan Maimun. Didesain oleh arsitek Italia dan dibangun oleh Sultan Deli, Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah pada 1888, Istana Maimun memiliki luas sebesar 2.772 m2 dan 30 ruangan. Istana Maimun menjadi tujuan wisata bukan hanya karena usianya yang tua, namun juga desain interiornya yang unik, memadukan unsur-unsur warisan kebudayaan Melayu, dengan gaya Islam, Spanyol, India dan Italia.
Memasuki ruangan tamu (balairung) Istana Maimun, ada singgasana yang didominasi warna kuning. Lampu-lampu kristal menerangi singgasana, sebagai bukti ada pengaruh budaya Eropa. Pengaruh itu juga tampak pada perabotan istana seperti kursi, lemari hingga pintu dorong menuju balairung. Ruangan seluas 412 M2 ini digunakan untuk acara penobatan Sultan Deli atau acara adat lainnya. Hingga saat ini , balairung juga dipakai sebagai tempat sultan menerima sembah sujud dari sanak familinya pada hari raya idul fitri dan idul adha.
Mesjid Al -Mashun Medan yang terletak di jantung kota tepatnya di Jalan Sisingamangaraja, meski usianya hampir 100 tahun atau seabad (1906 – 2000), namun bangunan dan berbagai ornamennya masih tetap utuh dan kokoh. Peninggalan kerajaan Islam Melayu Deli hingga kini masih menjadi kebanggaan umat Islam Medan dan Sumut. Masjid ini dirancang dengan perpaduan gaya arsitektur Timur Tengah, India dan Eropa abad 18.
Merupakan salah satu peninggalan Sultan Ma’moen Al Rasyid Perkasa Alam – penguasa ke 9 Kerajaan Melayu Deli yang berkuasa 1873 – 1924 . Masjid Raya Al- Mashun sendiri dibangun tahun 1906 diatas lahan seluas 18.000 meter persegi, dapat menampung sekitar 1.500 jamaah dan digunakan pertama kali pada hari Jum’at 25 Sya’ban 1329 H ( 10 September 1909).
Taman Sri Deli terletak di seberang Mesjid Raya Al Mashun, tak jauh dari Istana Maimun. Orang menyebutnya Taman Sri Deli atau Kolam Sri Deli, yang konon menjadi tempat pemandian putri Sultan Deli. Putri-putri itu berjalan melalui terowongan bawah tanah. Ada terowongan yang menghubungkan Istana Maimun, Kolam Sri Deli, dan Masjid Raya. kolam tersebut dibangun pada masa kesultanan Deli IX, Sultan Mahmud Al Rasyid Perkasa Alam, kira-kira tahun 1910. Kolam itu merupakan fasilitas komplek istana anak-anak Sultan.

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Istana_Maimun

http://atiggna.multiply.com/photos/album/35/Istana_Maimun_Medan

http://mesjidmesjid.blogspot.com/2009/08/7.html

http://www.tribun-medan.com/read/artikel/126/Kolam-Sri-Deli-Tempat-Mandi-si-Putri-Sultan

About these ads

Oktober 10, 2010 - Posted by | Sejarah dan Arkeologis

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: