Fadlyrahman’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

BAHASA INDONESIA YANG (MULAI) DITINGGALKAN

BAHASA INDONESIA YANG (MULAI) DITINGGALKAN

 Sejarah mencatat bahwa pada tanggal 28 Oktober 1928 yang lalu, bangsa Indonesia memproklamirkan bahasa persatuannya adalah bahasa Indonesia. Sebelum peristiwa bersejarah ini terjadi, bahasa Indonesia yang dikenal dengan bahasa Melayu menjadi bahasa utama yang telah digunakan sebagai bahasa perdagangan. Setiap pedagang yang berdagang di Nusantara bisa berbahasa Melayu, baik itu dari Nusantara maupun dari negeri jauh. Bahasa Melayu juga digunakan sebagai bahasa pendidikan Para pelajar-pelajar agama Budha yang akan belajar di Universitas milik kedatuan Sriwijaya, terlebih dahulu mempelajari bahasa Melayu untuk memudahkan mereka menyerap pelajaran-pelajaran agama budha dan lainnya yang diberikan oleh guru-guru dan pendeta-pendeta terkenal saat itu. Bahasa Melayu juga dipergunakan sebagai bahasa pengantar saat para ulama-ulama Islam menggunakannya dalam penyebaran Islam ke seluruh Nusantara.

Pada saat Indonesia di kuasai oleh Belanda, Bahasa Indonesia menjadi bahasa sosial. Pegawai-pegawai yang dikirimkan dari Belanda untuk ditempatkan di kantor-kantor dan pos-pos di Pemerintahan Hindia Belanda diwajibkan mahir berbahasa Melayu atau minimal mereka bisa berbahasa Jawa apabila ditempatkan di Jawa.

Waktu telah berlalu, anak bangsa banyak yang telah melupakan sejarah itu. Surat kabar “Indopos” terbitan selasa 3 November 2009 hal 5 kolom “Sabang-Merauke” memberitakan bahwa Alex Noerdin gubernur Sumatera Selatan mengambil kebijakan bahwa rapat pemeritahan provinsi wajib pakai bahasa Inggris dengan alasan bahasa Inggris adalah bahasa Global.  Situs Melayu-online juga pernah memberitakan bahwa banyak bahasa daerah yang ada di Indonesia hilang tanpa ada penuturnya.

Sangat miris rasanya apabila bahasa Indonesia juga menjadi bahasa sampingan. Dengan kondisi ini, perlu kerja keras dan berbagai pihak membuat Bahasa Indonesia/bahasa Melayu yang rencananya akan diusulkan menjadi bahasa Asean dan salah satu bahasa utama PBB.

Fadly Rahman

Jakarta, 04 November 2009

November 5, 2009 - Ditulis oleh fadlyrahman | Surat Pembaca dan Artikel | | Belum Ada Tanggapan

Belum ada komentar.

Tinggalkan sebuah tanggapan