Fadlyrahman’s Weblog

Just another WordPress.com weblog

BERTEMU PRESIDEN

BERTEMU PRESIDEN

Seingatku waktu duduk dikelas 5 SD negeri 15 Langsa Aceh timur. Ada peristiwa bersejarah untuk kota kecil ini. Pemimpin bangsa Indonesia presiden Soeharto datang ke kota langsa yang bertujuan untuk meresmikan pembangkit listrik tenaga nukir (PLTN). Aku yang masih duduk disekolah dasar tentu saja senang apalagi yang datang bukan orang sembarangan. Presiden yang selalu muncul di pelajaran sejarah dan gambarnya tergantung di dinding kelas. SD tempat ku belajar tidak mempunyai acara khusus menyambut kedatangan presiden, saat itu aku nggak mengetahui alasannnya tapi sekarang aku mengerti bahwa presiden tidak melewati jalan didepan sekolahku.

Dengan tekad yang bulat, akupun berencana untuk melihat kedatangan beliau dan ingin melihatnya secara langsung. Apalagi kota ku ini kota kecil jarang ada orang-orang besar dan terkenal yang mau datang kemari. Aku lupa hari itu hari apa, yang jelas saat itu sekolahku memang libur. Jarak rumahku ke kota cukup jauh. Kebetulan kantor PLN yang berada di kota dekat kantor pos. Aku pun diantar sampai ke depan PLN oleh tetanggaku yang sehari-harinya ditugasi untuk mengantarku kesekolah. Sampai disana, tidak ada terlihat tanda-tanda penyambutan presiden seperti yang kulihat di TVRI setiap hari. Aku pun bertanya dengan seorang bapak, dan aku disarankan ke Stadion sepak bola yang berada dipinggir kota Langsa. Kuatir terlewat peristiwa penting ini, aku pun memutuskan berjalan kaki apabila tiba-tiba presiden lewat tapi aku berada didalam angkutan kota.

Perjalanan dimulai dengan berharap memang ada presiden lewat tapi nggak ada tanda-tanda akan terjadi dan akhirnya aku sampai juga distadion sepakbola Langsa. Disekitar stadion sudah banyak tentara dan polisi berjaga-jaga, ada juga banyak masyarakat yang antusias menambut presiden mereka dan juga anak-anak sekolah dari SD, SMP dan SMA yang telah berbaris rapi sambil sekali-sekali mengibarkan bendera kecil yang ada ditangan mereka.

Setelah cukup lama menunggu, tedengar suara helikopter di angkasa. Helikopter rombongan presiden Soeharto telah tiba. Peristiwa penting untuk melihat presiden pun akan aku alami. Beberapa saat kemudian, keluar iringan-ringan kendaraan mobil presiden. Sorai-sorai gembira menyambut kedatangan pemimpinnya. Ternyata rombongan melaju dengan cukup kencang tidak memperdulikan sambutan rakyat yang sudah lama ingin menatap langsung presidennya. Tiada kaca mobil yang terbuka, untuk melihat sedikit senyuman sang presiden.

Kira-kira 19 tahun kemudian, peristiwa bersejarah kesempatan bertemu presiden kembali didapat. Kali ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Saat peristiwa itu terjadi, aku sudah bekerja di PT. Panasonic Gobel Indonesia (PT. PGI) sebagai Sales representatif (Salesman). Kedatangan Presiden untuk memperingati hari buruh yang dikenal dengan nama May Day yang jatuh tanggal 1 Mei. Buruh-buruh yang tergabung diberbagai serikat buruh saat itu datang ke depan istana negara untuk berunjuk rasa tapi presiden dengan keiklhasan hatinya bergambung dengan buruh-buruh panasonic gobel group di Gandaria tepatnya di komplek PT. Panasonic Manufacture Indonesia (PT. PMI) yang diprakarsai oleh Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPMI) pimpinan unit kerja Panasonic Gobel pada hari jum’at tanggal 1 mei 2009. Sebelum hari H nya di malam hari, ada pemberitahuan lewat pesan singkat Handphone bahwa semua salesman dan kepala penjualan cabang Great Jakarta MUP wajib datang ke Gandaria untuk menyambut Presiden dengan memakai baju batik tanpa kecuali.

Ada perasaan bangga menggelayut dalam diri Salesman bahwa mereka akan bertemu Presiden secara langsung dan sebagai pekerja dihargai dalam menyambut hari buruh. Peraturan memakai baju batik dari Senin ~ Kamis, yang kebetulan baju yang disediakan untuk peraturan itu hanya cukup untuk 4 hari saja. Mau tidak mau, baju batik harus dicuci malamnya dan dikeringkan pada malam itu juga.

Keesokan harinya, semua salesman dan kepala penjualan datang lengkap. Disana sudah banyak berkumpul karyawan-karyawan PT. PMI yang sebenarnya libur dihari buruh. Sebenarnya peringatan hari buruh untuk seluruh karyawan panasonic gobel group di laksanakan hari sabtu besoknya. Mereka juga di sarankan untuk datang pada hari itu. Beberapa saat kemudian, mereka sudah berbaris rapi disekitar jalan menuju tempat pertemuan di Aula Yayasan Matshushita Gobel (YMG). Salesman dan Kepala penjualan yang berkumpul didekat kantor SPMI puk Panasonic Gobel diperintahkan untuk berkumpul di aula YMG. Ternyata salah infomasi, salesman dan kepala penjualan berkumpul di depan seberang  Aula YMG atau aula tehnik yang biasa dipergunakan untuk kegiatan praktek tehnik electronik. Berdiri bersejajar dengan karyawan yang lain dan diberikan bendera untuk dikibarkan saat presiden dan para pejabat lainnya datang.

Bermula dari kedatangan Gubernur DKI Jakarta Fauzie Bowo dan Pangdam Jaya, setelah cukup lama menunggu, akhirnya Presiden SBY dan rombongan datang jua. Diiringi mobil patroli dan motor gede polisi dan pengawal presiden. Presiden melewati karyawan Panasonic Gobel Group yang sedang melambaikan bendera. Tapi kali ini kesampaian juga hasrat melihat Presiden RI secara langsung walau hanya lewat lambaian tangan dan senyuman dibalik mobil kepresidenan yang melaju menuju Aula YMG.

Jakarta, 10 Mei 2009

Fadly Rahman

Mei 11, 2009 Ditulis oleh fadlyrahman | Surat Pembaca dan Artikel | | Belum Ada Tanggapan

RAPAT ANGGOTA TAHUNAN KOPERASI KARYAWAN KELOMPOK GOBEL

RAPAT ANGGOTA TAHUNAN KOPERASI KARYAWAN KELOMPOK GOBEL

Dengan tema semangat kebersamaan memperkuat pengembangan usaha koperasi, rapat anggota tahunan (RAT) tahun buku 2008 koperasi karyawan (Kopkar) kelompok Gobel yang dilaksanakan pada tanggal 25 April 2009 di Auditorium Yayasan Matsushita Gobel (YMG). Dengan dihadiri anggota Kopkar sebanyak 89 orang dari 109 anggota yang diundang, RAT dimulai dengan pembacaan 7 prinsip perusahaan. Kemudian dilanjutkan dengan pidato sambutan ketua Kopkar bapak H. Djoko Sulomo. RAT Kopkar kelompok Gobel dibuka secara resmi oleh ketua Dekopinda Jakarta Timur Letkol ADM H. A Fhatoni SE.MM yang sebelum memukul gong pembukaan RAT menceritakan pengalaman dan keberhasilannya memajukan koperasi dan memberikan beberapa nasehat dan saran untuk perkembangan Kopkar kelompok Gobel dimasa yang akan datang.
Kemudian Rapat dilanjutkan dengan memilih pimpinan sidang pleno dan yang terpilih sebagai ketua sidang adalah pak Arifin Tanjung dan Pupun sebagai sekretaris. Setelah pengesahan tata tertib Sidang dibacakan, rapat dilanjutkan dengan laporan pertanggung jawaban pengurus Kopkar tahun buku 2008. Laporan pertanggung jawaban ini diisi dengan Laporan bidang keuangan yang disampaikan oleh Bapak H. Marsiton Achmad. Laporan keuangan ini diterima dengan baik oleh anggota yang hadir tanpa ada banyak pertanyaan. Acara ini ditutup dengan laporan pertanggung jawaban pengawas Koperasi oleh Ibu Dra. Hj. Herni Nawir.
Ada beberapa hal yang disorot dalam RAT kali ini, diantaranya adalah Regenerasi pengurus Kopkar kelompok Gobel, perampingan pengurus baru Kopkar yang akan datang dan penurunan jumlah anggota Kopkar yang di tahun 2007 berjumlah 5.454 menjadi 3.733 ditahun 2008. Untuk meningkatkan kinerja Kopkar, saran-saran tidak hanya datang dari pak Fhatoni, datang juga dari bapak Heru Santosa yang memberikan pembekalan manajemen. Pengarahan juga diberikan oleh bapak Drs. H. Thamrin Mosii sebagai anggota dewa pembina dan penasehat Kopkar. Nasehat-nasehat yang diberikan ketiga tokoh ini hampir sama yakni Kopkar harus lebih berani berinovasi dalam mengembangkan bisnisnya, tidak hanya ”menunggu bola” menunggu para karyawan berbelanja dan menambungkan dananya di Kopkar tapi harus ”menjemput Bola” dengan mencari peluang bisnis baru baik itu didalam lingkungan perusahaan Kelompok Gobel maupun diluar lingkungan. Usulan-usulan tersebut menjadi bahasan di sidang komisi-komisi dan dituangkan dalam laporan hasil sidang dimasing-masing komisi.
Pelantikan pengurus baru periode tahun 2009 ~ 2012 diumumkan setelah diadakan sidang formatur pemilihan anggota pengurus dan pengawas koperasi. Tidak banyak berubah dari hasil sidang ini. Pengurus lama dipertahankan dan anggota pengawas koperasi bertambah 4 orang sehingga hal yang disorot dan berkembang mengenai perampingan dan kaderisasi pengurus belum bisa dilaksanakan pada periode ini.

Fadly Rahman
PT, PGI
Jakarta, 26 April 2009

Mei 6, 2009 Ditulis oleh fadlyrahman | Surat Pembaca dan Artikel | | Belum Ada Tanggapan