PEMILU YANG ANEH!?
PEMILU YANG ANEH!?
Pemilihan umum (Pemilu) yang dilaksanakan tanggal 9 April 2009 telah berlalu. Pemilu kali ini memenangkan Partai Demokrat dengan perolehan suara tertinggi mengalahkan partai Golkar yang merupakan Pemenang Pemilu 2004. Pemilihan kali ini banyak kekurangannya bahkan mantan ketua MK Jimly Asshiddiqie menyatakan Pemilu 2009 merupakan Pemilu terburuk sepanjang sejarah Pemilu di Indonesia. Jimly merasa prihatin dengan permasalahan daftar pemilih tetap (DPT) dan dia mengharapkan DPT segera diperbaiki untuk pemilihan Presiden yang akan dilaksanakan bulan Juli nanti.
Apa yang dikatakan Jimly memang terjadi lapangan. Banyak pemilih yang tidak terdaftar di TPS yang mereka telah bertempat tinggal lama dilingkungan tersebut. Ada juga yang tidak bisa mencontreng disebabkan namanya tidak ada sama sekali terdaftar. Lebih aneh lagi, ada orang yang sudah meninggal terdaftar sebagai pemilih. Ada juga warga yang mengaku terdaftar dalam pemilihan sementara (DPS) tapi nama mereka tidak terdaftar dalam DPT.
Masalah tidak terdaftar sebagai pemilih ditempat tinggalnya yang baru, tidak hanya terjadi pada masyarakat kebanyakan saja, ternyata terjadi juga pada seorang penjabat tinggi didaerah. Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Bibit Waluyo tidak terdaftar sebagai pemilih di TPS tempat tinggalnya sekarang tapi ada di TPS di tempat tinggalnya yang lama.
Ada masalah lainnya yakni tidak adanya TPS khusus atau TPS keliling yang biasanya digunakan di setiap rumah sakit. Biasanya TPS ini digunakan untuk menampung suara-suara bagi pekerja-pekerja rumah sakit, pasien dan keluarga pasien yang tidak sempat memilih di TPS yang nama mereka terdaftar.
Kasus menarik lainnya berupa terlambatnya surat-surat suara di beberapa tempat seperti yang terjadi di wamena Papua. Pemilih yang sudah menunggu dari pagi akhirnya pulang. Begitu juga kasus lainnya, salah kirimnya surat suara ke Tangerang Banten, surat suara yang diterima adalah surat suara diperuntukkan pemilih di Kalimantan Barat. Salah kirim juga terjadi di JaTeng, surat suara untuk Sumatera Utara (Sumut) dikirim ke Banyumas dan terlanjur di Contreng, Panda Nababan Caleg PDIP Sumut 1 mendapatkan suara terbanyak.
Dengan masalah tersebut, diperkirakan angka golongan putih (Golput) sangat tinggi tahun ini. Perkiraan beberapa pengamat sekitar 30% ~ 40% yang merupakan persentase yang mencengangkan. Berbagai pertanyaan akan timbul. Siapakah yang akan menanggung dosa, karena banyak pemilih yang tidak bisa memilih (antusias akan memilih) khususnya tidak bisa memilih disebabkan DPT yang berantakan? Seperti di tetapkan MUI bahwa ”Golput adalah Haram”. Munafikkah Komisi Pemilihan Umum (KPU) dengan iklan yang digembor-gemborkan bahwa ”Satu suara adalah berharga”?. Kalau masalah DPT ini tidak diselesaikan saat Pilpres nanti, pantaskan pemerintah saat ini dinyatakan sebagai pemerintah yang berhasil melaksanakan Pemilu?.(FR)
Fadly Rahman
Jakarta, 10 April 2009
Sumber Tulisan dari Berbagai Sumber
-
Terkini
- BURUH DALAM ISLAM
- BAHASA INDONESIA YANG (MULAI) DITINGGALKAN
- GEMPA MELANDA RANAH MINANG
- RANAH MINANG YANG RAMAI
- GREAT JAKARTA MUP JUARA TENIS MEJA 2009
- MENUNGGU TEMAN YANG TAK DATANG
- DIBAWAH BAYANG-BAYANG IMIGRAN GELAP
- BERTEMU PRESIDEN
- RAPAT ANGGOTA TAHUNAN KOPERASI KARYAWAN KELOMPOK GOBEL
- PEMILU YANG ANEH!?
- PERGERAKAN BURUH DI INDONESIA II
- BIKE TO LOVE
-
Taut
-
Arsip
- November 2009 (2)
- Oktober 2009 (1)
- September 2009 (1)
- Agustus 2009 (2)
- Juli 2009 (1)
- Mei 2009 (2)
- April 2009 (1)
- Maret 2009 (2)
- Februari 2009 (1)
- Januari 2009 (1)
- Desember 2008 (2)
- November 2008 (1)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS
