BIKE TO LOVE
BIKE TO LOVE
Sudah dua kali hari sabtu pagi aku bertemu dengan gadis cantik bersepeda yang dibelakangnya bertulisan ”Bike to Work”. Setiap aku menyebrang jalan ke agen koran depan jalan selalu dia berhenti dan memberi tanda untuk aku menyeberang dahulu. Saat pertema bertemu hatiku merasa berbeda. Tapi perasaan itu selalu ku hilangkan jauh-jauh karena ku pikir aku pasti hanya bertemu hari itu saja. Ternyata pagi ini aku bertemu dengannya lagi.
”Pul, temanin aku beli sepeda!”aku mengajak ipul yang sedang bermain gaplek dengan widi dan dedi. Semua menatap kearahku. Sesaat kemudian terdengar tertawa terbahak-bahak dari mereka semua.
”Fuad untuk apa beli sepeda? Kau pergi jalan kaki 1 km aja malas apalagi naik sepeda” tanyua Ipul
”ya.. buat itu, karena aku malas jalan kaki makanya aku mau beli sepeda” jawabku Asal
”oke nanti kami temanin, sekarang kau temanin kami main gaplek” ajak dedi.
Siangnya, kami berempat menuju ke toko Olahraga di sebuah mall dan mengajak bang Iwan seorang ahli sepeda. Bang Iwan yang lebih mengetahui seluk beluk sepeda, mana yang bagus mana yang biasa saja. Nggak tanggung-tanggung yang kubeli. Sepeda dan segala perlengkapannya lengkap dibeli tiada satupun yang tertinggal termasuk tulisan Bike to work. Uang tabungan pun terkuras sudah. Dengan jujur, aku berkata kepada mereka bahwa aku membeli sepeda beserta perlengkapannya untuk mendekati seorang gadis yang setiap sabtu pagi melewati jalan depan rumah. Baru mereka mengerti mengapa seorang Fuad menginginkan sebuah sepeda. Jadi semua ini untuk kepentingan Bike to Love.
=======================
Sabtu, hari ini aku berharap dapat bertemu kembali dengan gadis pujaan hati. Ku tunggu didepan agen koran seberang jalan. Aku sudah persiapkan segalanya. Kejahuan terlihat seorang gadis cantik sedang mengayuhkan sepedanya dengan tenang. Semakin lama semakin jelas, semakin dekat semakin berdegup kencang jantungku. Gadis itu berlalu dihadapanku, sekuat hati ku bulatkan tekad mengikutinya dari belakang dengan berusaha sekuat tenaga menyusulnya.
”Hai…” tegurku
”Hai..” jawabnya terkejut dengan adanya aku berada disebelahnya.
”Suka naik sepeda juga” tanyaku
”iya”jawabnya singkat
”aku fuad” Aku memperkenalkan diri sambil sekali-kali menatapnya
”aku Sarah” jawab gadis itu tetap menatap kedepan
”Sekarang kau mau kemana?” tanyaku lagi
”Stadion senayan” jawabnya singkat lagi
”sama dong” gadis itu melirikku kesamping, terlihat senyum manisnya mengembang. Baru 3 kilometer aku sudah kepayahan. Aku berhenti persis didepan penjual sarapan pagi. Gadis itu pun ikut berhenti.
”Kau kenapa?”tanyanya
”nggak apa-apa’ jawabku
”tadi pagi aku lupa sarapan, aku sarapan dahulu, atau kau mau ikut sarapan denganku? lanjutku dengan alasan
”tidak usah aku sudah makan”
”Kalau begitu, kau duluan saja nanti ku susul”
Setelah Sarah pergi, langsung aku menghubungi sobat-sobatku. Beberapa saat kemudian mereka datang menemuiku dengan menggunakan mobil. Aku pun langsung masuk ke dalam mobil dan terkapar menahan kelelahan. Widi memberiku minuman air mineral dengan tergesa-gesa hampir saja aku tersedak.
”payah kau, hanya segitu saja kemampuanmu” kata Widi dengan ketus sambil memberikan botol minumannya ke Fuad.
”Gimana lagi, aku hanya mampunya segini” jawab Fuad loyo
”sekarang ngapain kita? Tanya dedi.
”Pul, tancap gas ke senayan” perintah Fuad
“oke bos” jawab Ipul yang menyetir. Mereka berempat langsung menuju senayan
Sampai senayan dan masuk ke lingkungan stadion sepak bola, sudah banyak manusia yang berlalu lalang, ada yang berolah raga ada juga yang hanya untuk bersantai.
“Dimana dia ya?” Fuad memandang sekelilingnya tidak ada terlihat Sarah disekeliling
”Kau harus mencarinya, jangan hanya diam saja” kata Widi sambil mengeluarkan sepeda Fuad.
Dengan santai Fuad mengelilingi stadion sepakbola senayan. Melajukan sepedanya dengan santai sambil melihat sekelilingnya. ”Nah itu!”
”Sar….Sarah” panggil Fuad dengan penuh semangat, yang dipanggil menoleh dan tersenyum.
”Hai….sudah sampai disini kau!” kata Sarah
”Iya…kau baru sampai juga” tanya Fuad
”Baru saja, mari kukenalkan dengan teman-temanku” Ajak Sarah. Faud mengikuti Sarah dari belakang. Mereka mendekati sekelompok orang berkumpul yang sedang berbincang-bincang dengan pakain khas mereka dan tidak jauh dari mereka terlihat beberapa sepeda terparkir rapi.
”Halo….” Sapa Sarah ramah
”Halo Sarah” Jawab mereka serempak
”Itu kenalkan Bang Iwan, pemimpin komunitas sepeda ini” Sarah memperkenalkan seorang pria yang sedang mengobrol serius dengan dua orang temannya. Dia tidak menyadari kedatangan Sarah dan Fuad. Merasa namanya diperkenalkan lalu dia menoleh kebelakang.
”Bang Iwan!”Fuad terkejut, ternyata ketua komunitas sepeda ternyata bang Iwan saudara nya Ipul. Kesempatan makin terbuka untuk mendapatkan informasi tentang Sarah.
”Fuad!, ngapain kau disini?” tanya Bang Iwan nggak kalah terkejutnya.
”Bang, Aku mau tanya sesuatu!” Fuad mendekati bang Iwan dan menjauhkannya dari kedua temannya itu.
”Abang kenal dengan Sarah?” Tanya Fuad serius
”Jadi Sarah, cewek yang kau incar itu!?” Jawab Bang Iwan dengan suara keras
”Iya bang!” Jawab Fuad terkejut
”Fuad! Sarah itu pacarku!” Jawab Bang Iwan
”Akhhhhhh!!!”
Jakarta, 15 Maret 2009
-
Terkini
- BURUH DALAM ISLAM
- BAHASA INDONESIA YANG (MULAI) DITINGGALKAN
- GEMPA MELANDA RANAH MINANG
- RANAH MINANG YANG RAMAI
- GREAT JAKARTA MUP JUARA TENIS MEJA 2009
- MENUNGGU TEMAN YANG TAK DATANG
- DIBAWAH BAYANG-BAYANG IMIGRAN GELAP
- BERTEMU PRESIDEN
- RAPAT ANGGOTA TAHUNAN KOPERASI KARYAWAN KELOMPOK GOBEL
- PEMILU YANG ANEH!?
- PERGERAKAN BURUH DI INDONESIA II
- BIKE TO LOVE
-
Taut
-
Arsip
- November 2009 (2)
- Oktober 2009 (1)
- September 2009 (1)
- Agustus 2009 (2)
- Juli 2009 (1)
- Mei 2009 (2)
- April 2009 (1)
- Maret 2009 (2)
- Februari 2009 (1)
- Januari 2009 (1)
- Desember 2008 (2)
- November 2008 (1)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS
