HANTU IKAN CUPANG
HANTU IKAN CUPANG
Waduuhhh…….kalah lagi kita Anto! teriak Yulian kesal. Anto yang mendengarnya langsung berlari menghampiri Yulian, dengan sigap dia menerobos kerumunan orang-orang yang berkumpul mengelilingi arena pertempuran ikan cupang yang diadu. Sementara pak Eko pemilik kios penjualan ikan cupang dengan gembiranya mengumpulkan uang taruhan yang ada diatas meja.
Anto dan Yulian adalah dua orang sahabat yang masih duduk dibangku sekolah menengah pertama. Setiap pulang sekolah selalu mampir ke kios pak Eko, kadang-kadang mereka bolos dari sekolah hanya untuk memenuhi hasrat mereka. Untuk sekian kalinya ikan cupang mereka kalah dengan ikan cupang pak Eko padahal ikan yang itu-itu saja dan hari ini mereka kalah lagi.
Setelah kios pak Eko sepi, mereka berdua masih berada di situ bersama beberapa orang yang ingin membeli ikan cupang. Tapi mereka berdua punya niat yang lain yaitu mengambil ikan cupang sakti milik pak Eko itu. Kesempatan datang saat pak Eko sibuk melayani pembeli. Yulian memberi kode ke Anto bahwa keadaan aman untuk beraksi, dengan sigap Anto memasukkan jari-jari tangannya kedalam Aquarium kemudian menangkap ikan cupang dan langsung memasukkan kedalam mulutnya. Setelah itu Anto mendekati Yulian untuk memberitahukan bahwa ikan cupang sudah berada dimulutnya.
Lalu dengan berjalan perlahan mereka keluar dari kios tersebut. Belum sampai didepan pintu tiba-tiba pak Eko memanggil mereka
“ Hai, mau kemana kalian?” teriak Pak Eko dari dalam kios
“Mau pulang pak”jawab Yulian cepat
“O..ya, jangan lupa besok kemari lagi ya! Teriak pak Eko lagi dengan tersenyum
“Baik pak! Tenang saja kami besok kemari lagi” Jawab Yulian lagi sambil menarik lengan Anto.
Baru beberapa meter keluar mereka langsung tancap gas dan lari secepat-cepatnya. Setelah merasa sudah jauh dari kios Pak Eko baru mereka menghentikan larinya. Dengan nafas masih tersengal-sengal lalu Yulian mengeluarkan sebotol air mineral dan meminumnya sedikit kemudian dia meminta Anto mengeluarkan ikan cupang dari mulutnya. Anto terkejut dengan permintaan itu, dia lupa kalau ada mengulum ikan cupang dimulutnya dan dia tidak ingat kalau dia sudah menelan ikan cupang tersebut saat berlari tadi.
“Ikannya sudah tidak ada” ujar Anto dengan wajah gusar
“Ikannya kau letakkan dimana”? tanya Yulian penasaran
“Ikannya tertelan kedalam mulutku” jawab Anto lagi
“payah kau! Itu ikan sudah dijampi-jampi dengan ilmu hitam, sekarang kau telan. Bisa buncit perutmu! Jelas Yulian dengan kesalnya. Lalu dia meninggalkan Anto sendirian dengan wajah pucat pasi mendengar keterangan Yulian itu.
======================
Malam harinya, Anto sulit tidur karena memikirkan ucapan Yulian tadi siang. Dia takut sekali perutnya gembung, membayangkan perutnya penuh dengan ulat-ulat, kalajengking dan binatang menjijikkan lainnya. Lalu perutnya meletus pecah. Lelah memikirkannya lama-lama dia tertidur juga. Dalam mimpinya Anto sedang bersama Yulian bermain bersama-sama namun tiba-tiba Yulian berubah menjadi ikan cupang mengejar-ngejar dirinya. Begitu takutnya, keringat anto bercucuran dari tubuhnya akhirnya dia terbangun saat azan shubuh menggema.
Keesokan harinya Anto berangkat ke sekolah pagi-pagi. Sebelumnya dia mampir terlebih dahulu di kios Pak Eko. Sampai disana, dia melihat pak Eko sedang membuka pintu kiosnya lalu Anto perlahan-lahan mendekati Pak Eko.
“Selamat pagi Pak Eko! yang disapa langsung menoleh ke belakang dan dilihatnya Anto sedang berdiri persisi dibelakangnya.
“Pagi juga, Ada apa pagi-pagi sudah kemari? Mau beli ikan cupang lagi?”tanya pak Eko heran
“Tidak pak! Hanya mau minta maaf!”jawab Anto cepat
“Minta maaf? Tentang apa? Tanya pak Eko penasaran
“Minta maaf karena kemarin saya sudah mengambil ikan Cupang bapak! Jawab Anto dengan jujur.
“Oo…jadi ternyata kau pencurinya kemarin, Aku cari-cari kesana kemari ikan kesayanganku ternyata sudah ada yang mengambilnya” pak Eko begitu marahnya kepada Anto
“Saya minta maaf pak!” Anto langsung mengambil tangan pak Eko dan menciumnya.
“Lepaskan tanganku, begitu beraninya kau datang kemari!”Jawab pak Eko sambil menarik tangannya lalu dia masuk ke dalam kiosnya.
“Sekali lagi saya minta maaf pak! Saya tidak mau perut saya jadi buncit!”teriak Anto dari luar.
“Apa kau katakan? Pak Eko kembali keluar menemui Anto.
“Yulian bercerita, kalau ikan Cupang pak Eko sudah diberi jampi-jampi ilmu hitam. Kemarin saya meletakkan ikan itu didalam mulut saya Tapi tertelan oleh saya” jelas Anto.
“Maksudmu apa?tanya pak Eko lagi
“Maksud saya, ikan cupang pak Eko selalu menang karena diberi jampi-jampi ilmu hitam, perut saya akan kembung lalu mengeluar ulat kemudian meletus” kata Anto menjelaskan.
“Apa?ha…ha…ha…kamu tolol sekali” pak Eko tertawa dengan kerasnya Sampai-sampai perutnya yang buncit bergoyang-goyang.
“Aku tidak pernah memamakai ilmu hitam hanya untuk menang taruhan, kau dibohongi dengan si Yulian itu” Jelas pak Eko sambil tertawa. Mendengar itu wajah Anto langsung berubah.
“Pergilah kau! karena kau lucu dan bodoh, Kau jadi ku maafkan!” Usir pak Eko sambil tertawa dengan kerasnya.
Mendengar itu Anto langsung pergi berjalan dengan geram, dia merasa dibohongi oleh Yulian. Sayup-sayup dari kejahuan masih terdengar suara tertawa pak Eko mengejek kebodohannya.
Belum ada komentar.
Tinggalkan komentar
-
Terkini
- BURUH DALAM ISLAM
- BAHASA INDONESIA YANG (MULAI) DITINGGALKAN
- GEMPA MELANDA RANAH MINANG
- RANAH MINANG YANG RAMAI
- GREAT JAKARTA MUP JUARA TENIS MEJA 2009
- MENUNGGU TEMAN YANG TAK DATANG
- DIBAWAH BAYANG-BAYANG IMIGRAN GELAP
- BERTEMU PRESIDEN
- RAPAT ANGGOTA TAHUNAN KOPERASI KARYAWAN KELOMPOK GOBEL
- PEMILU YANG ANEH!?
- PERGERAKAN BURUH DI INDONESIA II
- BIKE TO LOVE
-
Taut
-
Arsip
- November 2009 (2)
- Oktober 2009 (1)
- September 2009 (1)
- Agustus 2009 (2)
- Juli 2009 (1)
- Mei 2009 (2)
- April 2009 (1)
- Maret 2009 (2)
- Februari 2009 (1)
- Januari 2009 (1)
- Desember 2008 (2)
- November 2008 (1)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS
